
Tibalah Elmo di rumahnya. Cowok tampan itu menautkan alis saat melihat di halaman istana papanya berjejer begitu banyak mobil mewah dan sebuah mobil dinas kepolisian.
Elmo menyisir kasar rambutnya, meraup asal wajah tampannya, lalu mendesah panjang sembari melangkah masuk dan langsung menuju ke kamar kakak cantiknya.
Pintu kamarnya Chery sedikit terbuka dan karena keruwetan pikirannya, Elmo lupa untuk mengetuk dan langsung mendorong pintu itu dan masuk. Elmo seketika berdiri canggung, dia melihat kak Raja dan kak Chery-nya tengah berciuman dengan sangat intim dan seketika itu pula dia mengingat ciuman pertamanya dengan Loly beberapa menit yang lalu.
Chery langsung mendorong Raja ketika kedua netra-nya menangkap keberadaannya Elmo yang tengah berdiri mematung di depan pintu kamarnya.
Elmo lalu meringis dan mengelus tengkuknya melihat kakak cantiknya bangkit, menatap dia dengan rona malu lalu berucap, "maaf mengganggu, heeee. Makanya pintu tuh jangan dibiarkan terbuka, kak"
Raja bergegas bangkit dan menghadapkan tubuhnya ke Elmo, "kakak kamu langsung menarik aku tadi jadi lupa deh nutup pintu, heeeee" Raja mengedipkan mata ke Chery dan Chery langsung menepuk bahunya Raja.
Elmo terkekeh lemas lalu menghenyakkan tubuhnya di atas sofa disertai desahan panjang bermuatan frustasi yang sungguh menyiksa batin dan pikirannya.
Chery dan Raja kembali duduk dan menoleh ke Elmo, "ada apa?" ucap mereka secara bersamaan.
"Aku dan Loly bertengkar" kesedihan yang sangat dalam menguar dari nada bicaranya.
"Jangan lama-lama bertengkarnya, bujuk dia gih, sana ke kamarnya Loly! bujuk lalu baikan! kok malah ke sini?" ucap Chery.
Ooooeeekkk......Oooooeeekkkk.....Oooooeeekk
Raja hendak bangkit dan Chery langsung menahan pundaknya, "temani Elmo ngobrol, luka kamu masih belum pulih, belum bisa gendong si kembar, biar aku saja"
Raja tersenyum lalu mencium tangannya Chery. Chery bangkit lalu berlari menuju ke Bryna Dan Barnes.
"Loly di hotel saat ini. Sendirian" ucap Elmo kemudian.
"Hah?! kenapa di hotel? kalian tidak melakukan itu kan?" tanya Raja tanpa basa-basi.
Elmo menggeleng lemas lalu berucap, "dia menginginkan itu. Dia pikir jika aku menghamilinya maka masalah keluarga kita dengan Maha akan terselesaikan"
"Yeeeaaahhh itu pemikiran anak seusia kalian. Masih naif dan belum bisa berpikir jernih juga masih suka grusa-grusu" ucap Raja.
"Apa itu grusa-grusu?" tanya Elmo.
"Grusa-grusu itu bertindak tanpa ketenangan hati dan pikiran, tanpa berpikir panjang, tanpa kesabaran, yeeeaahhh semacam itulah" ucap Raja.
"Aku juga judeg kak" ucap Elmo.
"Itu kamu tahu kata judeg kok nggak ngerti kata grusa-grusu?" Raja kemudian terkekeh.
"Kok jadi ngebahas kata sih? emang kita lagi main tebak kata nih?" Elmo menoleh ke Raja dengan kesal.
Raja langsung menggemakan tawa merdunya ke udara lalu berucap, "sori bro, sori, hahahaha"
"Kalian tuh kalau bertemu emang slalu gitu ya, debaaat terus, hmm" ucap Chery sambil menggendong Bryna.
Raja kembali tertawa dan Elmo mengerucutkan bibirnya. Mereka kembali membahas soal permasalahan keluarga mereka dengan Maha dan membahas soal permasalahannya Elmo dan Loly.
Loly keluar dari dalam kamar VVIP yang sudah dibooking Elmo untuk tiga hari ke depan. Loly telah memesan taksi online dan langsung turun ke lobi hotel The Rain setelah pihak resepsionis memberitahukannya bahwa taksi online yang dia pesan, telah datang.
Loly telah menemukan lokasi kediamannya Maha Adijaya papanya dan Loly bertekad untuk menemui papa kandungnya itu tanpa meminta persetujuan dari Elmo.
__ADS_1
Dua jam berikutnya, Loly melangkah pelan masuk ke dalam ruang tamu istananya Maha Adijaya bertepatan dengan Maha Adijaya berkata ke anak buahnya, "siapa namanya tadi? Pramono? bunuh saja dia dan semua anak buahnya itu lalu.........."
"Tidak! jangan!" Loly langsung berteriak ketika mendengar kata pak Pramono, orang yang pernah menolongnya, akan dibunuh.
Maha memutar badan dengan segera dan langsung tertegun ketika dia menatap Loly. Maha terpaku menatap sosoknya Loly, seolah dia melihat almarhum istrinya berdiri kembali di depannya.
Loly kembali berucap, "tolong jangan bunuh pak Pramono dan anak buahnya, Pa!?"
Maha langsung menoleh kembali ke anak buahnya yang masih berdiri di belakangnya lalu berucap, "jangan bunuh Pramono dan anak buahnya!" dan dengan canggung dia kembali menatap Loly. Maha begitu senang mendengar kata Pa, keluar dari mulut putri kandungnya yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah dia temui itu.
"Kamu mirip sekali dengan mama kamu" ucap Maha dengan air mata yang mulai mengembang di kedua pelupuk matanya.
Loly diam mematung dan merasa kebingungan bagaimana harus bersikap kepada papa kandung yang selama ini dia rindukan keberadaannya tapi, papa kandungnya itu adalah sosok yang sangat kejam dan telah menyakiti keluarga angkatnya yaitu keluarga Moses Elruno yang sangat dia cintai.
Maha berucap.sambil mengayunkan tangannya, "kemarilah!"
Saat Loly hendak melangkah mendekat, tiba-tiba datanglah anak buahnya Maha Adijaya yang lainnya dan dengan terengah-engah dia berucap, "tuan, nyonya Melati Elruno siap kita bawa kemari besok pagi. Saat nyonya Melati Elruno pergi ke sekolahannya sendirian kita akan bekuk beliau dan kita tinggal memikirkan cara mengambil putri tuan"
Loly langsung berteriak lantang, "jangan sentuh mama Melati! jangan pernah lagi menyakiti keluarga Elruno!" lalu Loly bersimpuh di atas lantai dan berderai air mata dengan begitu hebatnya.
Maha langsung menyuruh semua anak buahnya untuk pergi meninggalkannya dan dia bergegas mendekati Loly dan ikut bersimpuh di depannya Loly, "sayang, putriku, jangan menangis!"
Loly menatap papanya dengan derai air mata lalu bertanya dengan suara bergetar, "apa papa benar-benar menyayangiku?"
"Tentu saja! papa sangat menyayangimu melebihi apapun di dunia ini. Kalau tidak sayang kenapa papa tidak pernah menyerah untuk menemukanmu?" ucap Maha sembari membelai puncak kepalanya Loly.
"Kalau papa benar-benar menyayangi Loly, papa harus tunjukkan buktinya di depan mata Loly!"
"Bagaimana papa harus menunjukkannya? katakan sayang!"
Maha Adijaya langsung menarik tangannya dari atas kepalanya Loly dan menatap Loly penuh dengan keraguan.
"Pa?! kalau papa nggak mau membuktikan sayang papa ke Loly dengan cara seperti itu maka Loly akan pergi dan bunuh diri saat ini juga dan jangan harap papa akan........" Loly hendak bangkit dan langsung dipeluk oleh Maha Adijaya.
Maha mempererat pelukannya dan berkata, "baiklah! papa nggak akan mengganggu Elruno lagi tapi soal Melati, maaf sayang! papa terlanjur jatuh cinta setengah mati kepadanya dan ingin memilikinya. Bukankah kamu sangat menyayangi Melati? kalau papa mengambil Melati kalian bisa Selalu bersama dan........"
Loly langsung meronta dan berhasil melepaskan diri dari pelukan papa kandungnya, "Loly lebih baik mati daripada harus melihat mama Melati bersedih setiap hari karena, mama Melati harus berpisah dengan tuan Moses Elruno. Mereka saling mencintai, Pa! Jangan pernah memisahkan mereka, Loly mohon, Pa!?"
Maha diam membisu dan langsung membentak anak buahnya, "diam kau, dasar brengsek!" karena anak buahnya itu masih terus bertanya perihal penculikan Melati yang akan dilaksanakan keesokan harinya dan perihal penculikan putri kandungnya Maha yang akan dilaksanakan setelah mereka mendapatkan Melati Elruno.
Lalu Maha bangkit dan menatap tajam ke anak buahnya, "ini putriku sudah ada di sini dan soal penculikan Melati Elruno kita batalkan saja!"
Loly langsung tersenyum lega, mengusap air matanya dan bangkit, "terima kasih, Pa"
Maha memutar badan dan menatap Loly, "papa sudah kabulkan permintaanmu semua tapi kamu nggak boleh bertemu lagi dengan pacar kamu Elmo Elruno dan kita balik ke Tiongkok malam ini juga!"
"Pa!" Loly memekikkan nada protes ke papa kandungnya.
"Kalau kamu nggak mau menuruti kemauan papa, maka papa akan mengurungmu, menjagamu agar kau tidak pergi dan papa tidak akan mengijinkan kamu untuk bunuh diri lalu papa akan siksa semua orang yang bermarga Elruno sampai mereka menangis darah"
Loly langsung dikelilingi anak buahnya Maha yang siap menangkap dan mengurung Loly jika Loly menolak permintaannya Maha.
"Baiklah! Loly akan lupakan Elmo dan kita pulang ke Tiongkok malam ini juga, tapi jangan sentuh keluarga Elruno lagi dan lupakan dendam papa!" ucap Loly.
__ADS_1
"Tidak! jangan berikan Loly ke Maha Adijaya!" pekik Melati.
"Sayang dengarkan dulu alasannya" ucap Moses sambil merangkul Melati.
"Nyonya itu satu-satunya cara agar kita bisa menghadapi Maha. Maha bersih di sini jadi pihak berwajib tidak bisa menangkapnya dan dia memiliki kekuasaan dan uang yang begitu banyak jadi sangat sulit untuk bisa menyentuhnya" ucap pak Gatot.
"Saat ini Pramono, anak buahnya Pramono, dan anak buahku ditahan sama Maha apa itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menjebloskannya ke penjara?" protes Grey.
"Dia masih memiliki kekebalan diplomatik dan jika hanya kesalahan sekecil itu tanpa bukti karena saya yakin saat kita menyergap istananya Maha, pak Pramono dan teman-temannya nggak akan kita temukan di sana jadi kita hanya akan mendapatkan malu"
jawab pak Gatot.
"Kalau kita serahkan Loly ke Maha? saya kasihan sama Loly. Iya kalau Maha benar-benar menyayanginya, kalau nggak dan Loly dijual atau disiksa dan......." Melati mulai terisak menangis.
Moses memeluk istrinya lalu berkata, "maaf saya akan bawa istri saya ke kamar terlebih dahulu"
Moses kemudian membawa Melati ke kamar dan selang satu jam kemudian dia balik masuk ke dalam ruang kerjanya untuk melanjutkan pembahasan soal Maha Adijaya.
Elmo langsung kembali ke hotel The Rain tempat Loly menginap setelah dia mendapatkan pencerahan dari kak Chery dan kak Raja-nya. Saat dia masuk, dia menautkan alis karena, kamar itu sepi dan dia mencari ke seluruh ruangan tidak ada sosoknya Loly.
Elmo menemukan sebuah surat yang ditujukan untuknya. Elmo membuka dan membaca surat itu yang berisi :
Maaf aku bukanlah wanita yang tepat untuk berada di sisimu. Aku terpaksa membisu untuk cinta kita, dan aku akan bunuh rasa rinduku setiap kali muncul hingga kerinduan itu habis terkikis di dalam kalbuku. Nurani-ku jujur membutuhkanmu tapi akal sehatku mengharuskan aku untuk mengabaikanmu selamanya. Terima kasih untuk perhatianmu selama ini. Selamat tinggal dan lupakanlah aku untuk selama-lamanya........Loly yang pernah mencintaimu.
Elmo langsung mencengkeram surat itu dan berlari keluar dari kamar itu untuk mulai mencari Loly di semua sudut kota itu kalau perlu, sampai dia berhasil menemukan Loly.
Setelah tiga jam berputar dan singgah di tempat favorit dia dan Loly, dia tidak menemukan Loly maka dia mencoba pulang untuk mencari Loly di sana, siapa tahu, Loly pulang mengambil baju dan perlengkapannya.
Sesampainya di rumah, Elmo langsung berlari ke sayap barat menuju ke kamarnya Loly tapi Loly pun tidak berada di sana. Lalu Elmo berlari masuk ke lift dan naik ke ruang kerja papanya.
Semua yang berada di dalam ruangan kerjanya Moses menatap Elmo dengan heran dan Elmo langsung menyerahkan surat dari Loly ke Moses.
Setelah membaca surat itu, Moses langsung mengajak semuanya untuk berkunjung ke istananya Maha Adijaya karena, Moses berpikir Loly pasti ada di sana.
Namun, sesampainya mereka di istananya Maha, anak buahnya Maha mengatakan kalau tuan Maha dan putri kandungnya telah balik ke Tiongkok.
Elmo dan Melati langsung bersimpuh ke lantai karena sedih kehilangan Loly tanpa bisa berpamitan secara layak dengan Loly.
Lima Tahun Kemudian
Di Tiongkon, seorang wanita manis berambut keriting dengan riang gembira menunjukkan ijazahnya ke papanya, "Pa! aku udah lulus jadi dokter umum" dia kemudian melompat ke pelukan papanya yang terus menggemakan tawa bangganya untuk putri manis kesayangannya itu.
Di hari yang sama seorang pemuda tampan membuka perusahaan miliknya dengan bangga karena, dia akhirnya lulus kuliah lebih cepat dan berkat kecerdasannya, hanya dalam waktu satu tahun dia mampu mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi alat-alat medis di Tiongkok. Dia menjadi seorang CEO muda pertama yang sangat hebat dan cukup disegani di Tiongkok.
"Selamat, ya" ucap seorang wanita cantik yang selama lima tahun belakangan itu, selalu mendampingi CEO muda tersebut.
"Terima kasih" sahut pemuda itu dengan senyum tampannya.
" Maaf jika di saat yang bahagia ini, aku menanyakan kembali soal perasaan cintaku ke kamu, apa kamu bisa menerimaku menjadi kekasihmu, saat ini?"
Pemuda tampan itu berucap, "maaf, hatiku sudah menjadi milik wanita lain dan selamanya akan menjadi miliknya"
"Siapa wanita itu?.aku nggak pernah melihat kamu dengan seorang wanita selama ini. Di mana wanita yang memiliki hatimu itu berada selama ini?" wanita cantik itu pun langsung menautkan alisnya.
__ADS_1
"Dia ada di sini" pemuda itu menaruh tangannya di atas dadanya lalu tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan wanita cantik itu.