
Raja akhirnya sampai di rumahnya dan melepas kangen dengan mama Grace, mama Lila, Gideon, Danendra, dan adiknya Gideon yang bernama Lucy, papa Charlie, dan the G team
Jam berdetak sebanyak dua belas kali dan Raja telah merebahkan diri di dalam kamarnya. Kamar bernuansa merah bata itu tidak berubah sama sekali masih terasa nyaman dan menyenangkan bagi Raja.
Raja mengirim pesan text ke Natasha memberi kabar ke Natasha kalau dia telah sampai dan Raja pun langsung menyerah ke alam mimpi, memejamkan mata. Cowok keren nan tampan itu akhirnya tertidur dengan sangat pulas.
Natasha nun jauh di sana, di Amerika, menatap pesan textnya Raja dengan cemberut. Dia mengharapkan menerima panggilan VC dari Raja, tapi hanya bisa menerima sebuah pesan text yang sangat singkat "sudah sampai" ya, begitulah isi pesan text dari Raja untuk Natasha. Singkat, padat, dan jelas.
Lihat saja Raja, sebentar lagi aku akan membuatmu jatuh ke dalam pelukanku selamanya. Batin Natasha.
Keesokan harinya.........
Raja dibangunkan oleh dering ponselnya, Dia melihat layar ponselnya dan tertera nama om Moses. Dia langsung menggeser layar ponselnya ke kanan dan menerima pangilan teleponnya Moses.
Moses menginginkan Raja untuk menemuinya lagi pagi ini. Sebelum jam sembilan, Moses menunggu Raja datang untuk menemuinya di istananya Moses.
Raja mengiyakan dan setelah memutuskan sambungan ponselnya. Cowok keren itu langsung melompat dan hanya dalam dua kali hentakan dia sudah sampai di dalam kamar mandi, untuk mandi dan bersiap diri.
Raja mengenakan kemeja biru muda bergaris dan celana jeans biru dongker polos. Dia lalu menyambar tas selempangnya dan berjalan keluar dari kamarnya dengan langkah ceria dan penuh semangat karena, dia akan berjumpa kembali dengan wajah cantiknya Chery, sang pujaan hati, sebentar lagi.
Papa Charlie dan mamanya telah menunggu Raja di meja makan "Waaah, anak papa semakin keren aja nih, pasti banyak cewek yang ngantri, heeee" goda papa Charlie.
Raja duduk dan mulai memakan nasi goreng masakan papanya. "Entahlah, pa. Raja nggak tahu ada banyak cewek yang ngantri atau nggak soalnya Raja nggak pernah menengok ke belakang karena, Raja selalu menatap ke depan soalnya di depannya Raja sudah ada seorang cewek cantik yang sedang menunggu Raja, heeee" Kata Raja sembari meringis dan mulai meminum susunya sampai habis.
"Waah siapa tuh?" tanya papa Charlie.
"Mama tahu, tapi ini masih rahasia kita berdua ya Raja" mamanya Raja mengerling ke arah Raja.
Raja menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Oke, papa akan sabar menunggu kejutan dari kamu, papa yakin akan pilihan kamu" kata papa Charlie.
"Pa, ma, aku mau menemui om Moses pagi ini, Om Moses tadi menelepon Raja, beliau ingin bertemu dengan Raja pagi ini" kata Raja.
"Oke, ati ati" kata mama dan papanya Raja secara bersamaan.
Raja kemudian bangkit dan mencium pipi mama dan papanya secara bergiliran.
Raja menaiki kembali motor laki kebanggaannya. Motor itu masih berada di dalam kondisi yang sangat bagus karena, papa Charlie selalu merawatnya. Papa Charlie tahu kalau motor itu kesayangannya Raja karena, Raja membeli motor laki itu dengan hasil keringatnya sendiri, dari uang hasil dari dia memenangkan berbagai macam lomba science, mathematic, dan basket.
Selain berhasil membeli sebuah motor laki, Raja juga berhasil memenangkan sebuah mobil sedan dari sebuah lomba mathematic tingkat Asia sepuluh tahun yang lalu. Mobil itu pun masih berada di dalam kondisi yang terawat, mulus dan masih bagus.
karena terburu buru dia memilih memakai motor lakinya untuk menuju ke istananya om Moses.
Sesampainya di rumahnya Moses, Raja kecewa karena, ternyata Chery telah berangkat ke sekolah.
Moses langsung mengajak Raja menuju ke ruang kerjanya.
"Kamu sudah lulus S3 dan om dengar kamu menolak tawaran kerja dari perusahaan terkenal di Amerika tempat kamu magang, kenapa?" tanya Moses.
"Raja, kangen sama Indonesia om. Raja memutuskan untuk pulang dulu. Mereka bersedia menunggu Raja kalau Raja mau balik lagi ke sana" kata Raja.
"Ooo begitu. Om merasa sayang aja kenapa kesempatan sebagus itu kamu tolak, apa kamu mau mendirikan bisnis sendiri?" tanya Moses.
"Iya om. Suatu saat nanti, tapi Raja memutuskan pengen ikut orang dulu, pengen merasakan bekerja dari bawah merasakan menjadi bawahan dulu, sebelum mendirikan bisnis sendiri, om. Biar nanti Raja bisa memahami semua anak buahnya Raja dan tidak menjadi semena mena jika nanti Raja berhasil mendirikan sebuah perusahaan, kayak om"
"Waahhh bagus juga pemikiran kamu" kata Moses.
"Terima kasih, om" jawab Raja.
"Kamu sudah mendapatkan posisi yang kamu inginkan saat ini?" tanya Moses.
"Sudah om, perusahaan di Singapore telah menerima saya, dan bulan depan saya sudah mulai bekerja di Singapore" jawab Raja.
"Bagaimana kalau kamu membantu om, di perusahannya om?" kata Moses.
Raja masih diam dan nampak berpikir.
"Dengan S3 kamu, kamu bisa langsung mendapatkan posisi sebagai direktur utama. Perusahannya om butuh orang seperti kamu, Raja. Cerdas, jujur dan pekerja keras" kata Moses.
__ADS_1
Raja masih terdiam dan terpaku menatap Moses.
"Om mohon" ucap Moses.
"Atau paling nggak kamu coba selama satu bulan ini membantu om di kantornya om. Itung tiung sambil menunggu keberangkatan kamu ke Singapore. Kalau kamu nyaman di kantor om, kamu bisa batalkan yang di Singapore tapi kalau kamu masih menginginkan yang di Singapore maka kamu bisa berangkat ke Singapore, bagaimana?" tanya Moses penuh harap.
Raja akhirnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya "baik, om" jawab Raja.
Moses langsung bangkit dan tersenyum lebar "bagus! ayok kita berangkat ke kantor sekarang!"
"Sekarang, om?" Raja bangkit dan mengikuti langkahnya Moses. "tapi saya belum membawa syarat syarat untuk melamar kerja, belum membawa CV saya dan lain lainnya" kata Raja.
"Kamu bisa bawa besoknya. Sekarang aku mau mengenalkan kamu dulu dengan bisnisku, dengan kantorku" kata Moses.
Ray, sudah menunggu kedatangan Moses dan Raja di dalam kantor barunya Raja. Di sana telah hadir beberapa staf direksi dan karyawannya Moses.
Moses langsung memperkenalkan Raja, latar belakang pendidikannya Raja dan langsung memberikan ruang kerja baru itu untuk Raja sebagai direktur utama di bagian Teknik. Sesuai dengan bakat dan minatnya Raja.
Moses kemudian tersenyum dan menepuk pundaknya Raja "selamat bergabung dan semoga betah, om tinggal ya? Ray, akan menjelaskan job description-nya" kata Moses.
Raja tersenyum dan mengucapkan kata "terima kasih, om"
Raja mulai sibuk bekerja. Dia sempat mengirimkan pesan text ke mamanya kalau dia mulai bekerja di perusahannya om Moses. jadi pulangnya sore jam lima. Mamanya pun mengucapkan rasa syukur berkali kali. Grace kemudian berniat untuk mengajak suaminya dan Raja, mengunjungi istananya Moses nanti malam untuk bertemu dengan Moses dan Melati. Grace ingin mengucapkan rasa terima kasih secara langsung kepada Moses dan Melati.
Jam makan siang telah tiba, Raja kemudian ingat Chery, dia pengen menelepon Chery tapi kalau sekolah tidak diijinkan membawa ponsel. Aturan di sekolahnya dulu sangatlah ketat. Akhirnya Raja menelepon Melati "halo tante, emm, Chery pulang jam berapa ya?"
"Hari ini dia ada tambahan jam mata pelajaran karena dia mengikuti program akselerasi, pulangnya jam lima sore" jawab Melati.
"Apa boleh kalau saya yang menjemputnya?" tanya Raja.
"Boleh saja, tapi kamu tolong datangnya lebih awal ya, soalnya kan Chery tahunya tante yang menjemput dia nanti" kata Melati.
"Baik tante. Raja akan datang satu jam sebelum Chery keluar dari kelasnya" kata Raja.
"Iya terima kasih ya Raja sudah mau menjemput Chery dan selamat sudah mulai bekerja di kantornya om Moses, semoga betah ya, kalau om Moses galak sama kamu, kamu lapor ke tante biar tante jewer nanti om Mosesnya" kata Melati.
"Hahahaha, iya tante siap! terima kasih untuk perhatiannya" kata Raja.
Raja langsung mengerjakan kembali semua tugas tugas dia di hari pertamanya bekerja dengan penuh semangat dan berhasil menyelesaikan semuanya tepat jam tiga sore. Dia kemudian masuk ke dalam lift dan naik ke atas menuju ke ruang kerjanya Moses.
Raja mengetuk ruang kerjanya Moses dan Moses menjawab "masuklah!"
Raja masuk dan mendapati Moses tengah berdiskusi dengan Ray.
"Ada yang perlu om bantu?" tanya Moses.
Raja menyerahkan semua berkas laporan kerja yang sudah dia selesaikan dan berkata "saya sudah selesaikan semuanya, om. Apakah saya bisa ijin sebentar untuk keluar, ada urusan penting dan mendadak" ucap Raja.
"Ooo, baiklah! om ijinkan" Kata Moses.
"Terima kasih banyak om, kalau nanti ada yang perlu Raja kerjakan lagi, kabari Raja, om! Raja akan balik ke sini jam enam sore dan siap lembur" Kata Raja.
"Nggak perlu! setelah ini kamu langsung pulang aja, kalau ada yang kurang kamu bisa kerjakan besok!" kata Moses sembari mengulas senyum penuh arti.
"Baik om. Terima kasih banyak" Kata Raja.
"Hmm" Moses tersenyum ke Raja.
Raja kemudian berucap "saya permisi dulu om Moses, om Ray"
"Ya" jawab Moses dan Ray secara bersamaan.
Raja kemudian melangkah keluar dari ruang kerjanya Moses dengan langkah riang gembira. Dia akan menjemput Chery.
Moses memeriksa hasil kerjanya Raja "wow! anak itu memang anak super cerdas! aku jadi ingat sama aku dulu, hahahahaha, aku suka Ray" kata Moses.
"Memangnya Raja mau ke mana, tuan? kok tuan tersenyum penuh arti saat Raja mengatakan akan keluar karena ada urusan penting?" tanya Ray.
"Mau menjemput Chery. Melati meneleponku tadi sebelum Raja nongol di sini" kata Moses.
__ADS_1
"Apa ini berarti, anda sudah menyetujui kalau Raja mulai mendekati Chery?" tanya Ray
"Sebenarnya aku tidak masalah jika Raja mendekati Chery asal Chery juga memiliki rasa yang sama dengan Raja. Tapi sepertinya anak gadisku itu masih polos, dia masih menganggap Raja sebagai kakak laki lakinya, hahahaha, kasihan Raja, dia butuh perjuangan yang lumayan berat, hahahaha" kata Moses.
Ray ikutan tergelak geli membayangkan masa lalu dia dengan Delia dulu.
"Biarlah semuanya berproses, kita tinggal melihat, mengarahkan dan mendoakan yang terbaik untuk anak anak kita, Ray" kata Moses.
"Anda benar tuan" jawab Ray.
Raja akhirnya sampai di sekolahannya Chery, tempatnya dulu menimba ilmu. Dia menunggu di ruangan guru piket. Guru piket yang kemudian memberitahukan ke Chery kalau yang menjemput Chery adalah Raja dan Raja tengah menunggu di ruangan guru piket.
Tanpa Raja duga ada seseorang yang menyapanya.
"Raja?" kata cewek itu.
Raja menoleh dan langsung mengerutkan alisnya.
"Aku Aurelia. Kamu lupa sama aku?" kata Aurelia.
Raja kemudian berdiri dan menyambut uluran tangannya Aurelia.
"Kamu bekerja di sini?" tanya Raja saat melihat Aurelia memakai seragam guru.
"Iya, aku mengajar sebagai guru bahasa Inggris, di sini" kata Aurelia.
"Oooo" Raja manggut manggut.
Kamu keren sekali dan semakin tampan. Batin Aurelia.
"Kapan kamu balik dari Amerika?" tanya Aurelia sembari kembali mempersilakan Raja untuk duduk.
"Kemarin malam" kata Raja.
"Kamu sudah bekerja? kamu S3 dong sekarang ini?" tanya Aurelia.
Raja hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu sudah meni.........."
Perkataannya Aurelia langsung terpotong ketika suara merdunya Chery menggema indah di ruangan itu "Selamat siang, Bu Aurelia dan pak Sentot" Chery menyapa guru gurunya yang ada di dalam ruangan guru piket itu.
"Siang" jawab Aurelia dan Sentot secara bersamaan.
Lalu dia tersenyum ke arah Raja "kak Raja? sudah lama menunggu?"
Raja langsung tersenyum lebar dan bangkit "baru aja, kok. Sudah selesai?"
Chery menganggukkan kepala sekali ke Raja "sudah"
Raja langsung menggandeng tangannya Chery dan pamit sama Aurelia dan Sentot.
Chery tersenyum lebar menatap motor lakinya Raja "waahhh motor kakak awet ya, masih keren dan gagah"
"Iya papanya kakak selalu merawatnya, jadi kondisinya masih bagus"
Chery kemudian naik ke atas motor lakinya Raj dan duduk miring "Kak, maf ya Chery mboncengnya kayak gini, Chery pakai rok jadi nggak bisa melangkah"
"Emm, iya nggak papa, tapi sebentar" Raja kemudian membuka jaketnya dan menyerahkannya ke Chery.
Chery meraih jaketnya Raja dan bertanya "untuk apa kak? Chery dah pakai jaket, nih"
"Untuk menutupi rok kamu" kata Raja.
"Ooo, makasih ya kak" Chery kemudian memakai jaketnya Raja untuk menutupi roknya.
"Pegangan yang erat ya, kakak mulai jalan nih" kata Raja.
"Iya" jawab Chery.
__ADS_1
Mereka pun mulai menyusuri jalan Raya yang bising, sebising detak jantungnya Raja ketika merasakan tangan kanannya Chery melingkar erat di pinggangnya.
Raja terus tersenyum bahagia sembari melajukan motornya.