
Raja mengecup keningnya Chery lalu melihat ke lehernya Chery, dia mengelus lehernya Chery yang nampak memerah. Ada dua tanda cintanya di atas leher putih mulusnya Chery.
"Ada apa kak?" tanya Chery.
"Maafkan kakak, emm, kakak terlalu bersemangat tadi dan hilang kontrol, leher kamu sekarang ini ada dua tanda memerah akibat ulah kakak tadi dan karena leher kamu putih dan mulus maka tanda ini jadi nampak sangat jelas, heeee" Raja meringis ke Chery.
"Apakah berbahaya? Chery nggak akan jadi vampir kan?" Chery lalu mengusap lehernya, "dan nggak bisa hilang?"
Raja tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "nggak bisa hilang tapi nggak membahayakan dan nggak akan jadi vampir, emangnya kakak ini vampir" Raja mengusap rambutnya Chery lalu kembali berucap, "cuma......."
"Cuma apa kak?" tanya Chery penuh rasa penasaran.
"Tanda cintanya kakak ini akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi orang lain, heeee, mereka akan bertanya tanya di benak mereka, aaaah, mereka pasti habis berciuman dengan penuh rasa, mereka pasti habis bermesraan dan............"
"Aaahh, kakak sih! ngapain juga harus gigit lehernya Chery tadi" Chery menepuk dadanya Raja dan langsung merengut.
Raja terkekeh geli, "itu karena, rasa kamu terlalu manis, melebihi apa yang ada di angan angannya kakak selama ini jadi kakak tidak bisa menahan diri tadi, maaf ya?!"
"Tanggung jawab sekarang!" kata Chery.
"Iya! kakak akan bertanggung jawab. Bukankah kakak akan ke rumah kamu sekarang ini untuk meminta ijin ke orang tua kamu buat nikahi kamu" Raja tersenyum lebar dengan ekspresi tanpa bersalahnya
"Bukan itu! tapi ini!" Chery mengusap lehernya, "ini gimana cara menghilangkan tanda memerah ini, mana ada dua lagi" Chery melongok ke rear-mirrornya Raja untuk melihat lehernya
"Emm, nggak bisa dihilangkan dengan cepat, untuk sementara ditutupi aja dulu" ucap Raja sembari celingukkan mencari sesuatu yang berada di dalam mobilnya yang bisa dia pakai untuk menutupi lehernya Chery.
"Aaaahhh, syukurlah ada syalnya mama yang tertinggal" Raja memungut syal mamanya yang teronggok cantik di jok kursi belakang mobil sedannya, "ini kamu pakai ini dulu" Raja kemudian melilitkan syal itu di leher cantik kekasihnya.
"Lucu nggak pakai syal?" tanya Chery.
Raja memandang Chery, "nggak kok, aman. Untungnya syalnya mama warnanya netral dan polos tanpa corak"
Chery kemudian bersedekap dan merengut, "kalau nanti ada yang tanya kenapa pakai syal?"
Aaahh, aku lupa kalau Chery ini anak yang cerdas dan kritis. Batin Raja.
"Emm, katakan aja kalau dingin" jawab Raja.
"Kalau nanti mama ajak Chery ke dokter?" tanya Chery.
"Kenapa ke dokter?" tanya Raja.
"Kan dingin, kalau di siang bolong begini bilang dingin berarti Chery sakit, kan?" jawab Chery.
"Bilang aja, ke dokternya biar diantar sama kak Raja, heeee" ucap Raja sembari mulai melajukan mobil sedan kebanggaannya.
"Berapa lama tanda ini akan hilang?" tanya Chery.
"Entahlah, kakak juga baru kali ini mendaratkan tanda cinta di leher seorang gadis" Raja meringis dan menoleh sekilas ke Chery
Chery langsung menepuk bahunya Raja, "kalau sampai nanti sore, habis mandi masih ada tanda ini, terus gimana dong kak? Chery harus pakai syal terus seharian penuh? gerah dong!"
"Pakai kaos yang menutupi leher. Kamu punya? atau blus yang berkerah?" kata Raja.
__ADS_1
"Aaah, iya benar! Chery punya blus yang berkerah" ucap Chery dengan mimik wajah yang polos dan menggemaskan.
Raja melirik sekilas ke Chery lalu mengusap rambutnya Chery, "maafkan kakak ya"
"Jangan diulangi lagi!" kata Chery sambil bersedekap.
"Yaaaaa, kakak nggak bisa janji sayang, kan........"
"Kak!" Chery mendengus kesal ke Raja.
"Hahahaha, kakak nggak bisa janji tapi kakak akan berusaha sayang, kakak akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak mendaratkan tanda cinta lagi di situ, tapi di tempat lain ya" ucap Raja dengan polosnya.
Chery langsung mencubit pinggangnya Raja.
"Hahaha, jangan dicubit sayang, kakak baru nyetir nih" kata Raja.
"Salah sendiri usilnya kebangetan!" Chery mencebikkan bibir ke Raja.
Raja langsung menggemakan tawanya.
"Kak?"
"Hmm?" Raja menoleh sekilas ke Chery.
"Hal yang melebihi ciuman yang kakak maksud kemarin adalah yang kakak lakukan barusan?" tanya Chery lirih.
Setelah menikah nanti aku harus super sabar nih mengajari Chery soal ini. Batin Raja.
"Sensasinya luar biasa ya kak. Chery sampai tidak sadarkan diri tadi" ucap Chery dengan polosnya.
Blush
Raja langsung memerah mukanya mendengar komentar polos dari kekasihnya mengenai tindakannya tadi. Raja langsung menelan salivanya dengan berat.
Jika sampai batas itu saja tindakanku sudah membuat Chery tidak sadarkan diri dan Chery bilang luar biasa, lalu apa yang akan Chery ucapkan saat malam pertama kita nanti setelah kita menikah. Batin Raja.
"Kak kok malah diam dan melamun?" tanya Chery.
"Emm, jalanan mulai crowded nih jadi kakak harus konsentrasi penuh nyetirnya" ucap Raja berusaha untuk menghindari pertanyaan Chery selanjutnya karena, jika diteruskan maka Raja juniornya akan membuat dia semakin tersiksa.
Chery kemudian menatap layar ponselnya dan mengetikkan sesuatu.
"Oooo, dikasih air hangat bisa ilang kok kak" ucap Chery sambil terus menatap layar ponselnya.
"Apanya yang hilang?" tanya Raja.
"Tanda cintanya kakak ini" ucap Chery dengan polosnya.
Raja langsung tersedak salivanya, "uhuk uhuk" Chery kembali mengingatkan tanda cintanya dan membuatnya kembali merasakan sesak napas apalagi Raja juniornya terus melajukan protes ke Raja, "huufftttt, syukurlah kalau bisa hilang hanya dengan air hangat, jadi aman dong kalau besok besok, kakak daratkan lagi tanda cintanya kakak, heeee"
"Enak aja!" Chery langsung merona malu.
Raja melirik Chery sambil tersenyum lebar, "emang bener ya kata seorang pakar di luar sana, cewek itu lain di bibir lain di hati, heeee"
__ADS_1
"Apa?" Chery mencebikkan bibir ke Raja.
"Nggak apa apa, heeeee" ucap Raja sembari terkekeh geli.
Sesampainya di rumahnya Chery, Raja dan Chery langsung turun dari dalam mobilnya Raja dan mereka tersenyum senang melihat semua keluarga tengah bercengkerama di teras depan rumahnya Moses Elruno.
"Surprise!!!!!" teriak semuanya saat melihat kedatangannya Raja dan Chery.
Moses Elruno melangkah mendekati Chery dengan didampingi istri tercintanya "ini kado dari mama dan papa" Moses lalu menyerahkan kunci mobil dan SIM A, untuk Chery.
Chery menatap papanya lalu mamanya dengan sorot mata bahagia, "makasih pa, ma"
Mama Melati memegang syal yang dipakai Chery, "sayang, kok panas panas gini pakai syal? kamu sakit?"
"Aaaahhh, heeee, i...ini lehernya Chery agak gatal jadi Chery tutupin syal" ucap Chery.
Raja mengulum bibir menahan geli dan Chery langsung menyikut perutnya Raja.
"Ooooo, nanti mama kasih salep deh" ucap Melati.
"Nggak usah ma, nanti dikasih air hangat aja ilang kok" kata Chery sambil meringis ke mamanya.
Alfa dan Rini maju mendekati Chery, "ini kado dari om dan tante, tuh motor matic impianmu, bergambar strawberry" Alfa menyerahkan kunci motor itu ke Chery.
Chery mencium om dan tantenya, "makasih om, tante"
Mama Claudia dan suaminya mendekati Chery, "ini kado dari mama. Ini seperangkat perhiasan, bisa kamu pakai pas kamu jadi pengantin nanti" Claudia menyerahkan Kotak besar ke Chery.
Chery mencium mama kandungnya itu, "makasih, ma"
Arkan dan Angel pun menghampiri Chery, "ini kado jam tangan couple dari om Arkan dan tante Angel. Ini om Arkan pesan khusus setengah tahun sebelumnya karena jam tangan couple ini, limited edition" ucap Angel sembari menyodorkan satu kotak yang berisi dua buah jam tangan couple.
Chery mencium tante Angelnya dan secara kompak dia dan Raja mengucapkan kata, "terima kasih"
Mama dan papanya Raja mendekati Chery, "ini kado dari mama dan papa" ucap mama Grace sembari menyerahkan sepeda onthel yang mahal dan limited edition, harganya pun sama.dengan harga sebuah motor matic baru.
"Wwaahhhh! makasih ma, pa. Kok mama tahu kalau Chery pengen sepeda.onthel?" tanya Chery.
"Tahu dong, mama gitu lho!" ucap mama Grace sambil mengelus syal.yanh dikenakan Chery. Papa Charlie pun tersenyum ke Chery dan berucap, "sama sama, cantik"
"Aaah, ini syal mama, Chery pinjam dulu ya ma" kata Chery.
"Udah buat kamu aja. Kamu cantik pakai syal ini" mama Grace lalu mencium kedua pipinya Chery.
"Daaannn........yang terakhir kado dari kakak nih" Raja kemudian bersimpuh.
Chery menundukkan wajahnya menatap kekasih tampannya yang sudah bersimpuh di depannya, "kak, kakak mau ngapain?" Chery merona malu.
Raja melepas gelang kaki yang dia beli di Jepang dan dia ganti gelang kaki tersebut dengan gelang kaki emas dengan hiasan bintang yang terbuat dari berlian. Raja mengusap gelang kaki tersebut, lalu tersenyum dan bangkit, "I Love You. Kakak udah pakai juga, nih" Raja menunjukkan pergelangan kakinya ke Chery
Chery tersenyum bahagia, "makasih kak, I Love You too"
Mereka kemudian melangkah masuk ke dalam rumah untuk menikmati jamuan makan sore yang sudah disediakan oleh Melati sang nyonya rumah.
__ADS_1