My Cute Nanny

My Cute Nanny
Itu semua karena cinta


__ADS_3

Melati dan Moses telah sampai di Jepang dan masuk ke dalam rumah mereka yang berada di dekat pantai.


Moses menaruh koper koper mereka di dalam kamar lalu duduk di tepi ranjang sembari menunggu Melati selesai mandi. Cowok ganteng itu mulai memeriksa beberapa email yang masuk ke ponselnya.


Melati keluar dari kamar mandi langsung memandang suaminya dengan tatapan


menggoda sembari berjalan pelan mendekati Moses.


Moses menoleh dan mengerutkan keningnya, "kenapa menatapku seperti itu?"


"Sayang, kamu seksi kalau pas bekerja" Melati kemudian duduk di atas pangkuannya Moses.


Moses menutup ponselnya, meletakkannya di atas ranjang lalu kedua lengannya melingkar cantik di pinggang rampingnya Melati.


"Kamu cantik kalau pakai jubah mandi" tangan Moses menyingkap pelan jubah mandinya Melati dengan seringai khasnya.


Melati menahan tangannya Moses dan berbisik di telinganya Moses "mandi dulu, bau acem, nih"


Bisikan itu membuat Moses langsung menggemakan tawanya "siapa yang dulu di saat hamil anak ketiga, suka cium cium bau acemku?" Moses berucap sembari menggelitik pinggangnya Melati terus menerus dan tanpa ampun.


Melati terkekeh geli dan langsung berdiri menjauhi Moses, sembari berteriak "ampun bang, jangan digelitikkin lagi, ampun!"


Moses tertawa lalu mengecup bibirnya Melati dan melangkah ke kamar mandi sembari terus menggemakan tawanya.


Melati menunggu Moses sembari iduduk di tepi ranjang, dia memberikan kejutan untuk Moses. Di balik jubah mandinya, dia mengenakan lingerie berwarna merah darah. Melati terus tersenyum sembari mengelus elus jubah mandi yang dia pakai, membayangkan wajah bahagianya Moses jika nanti suaminya menyibak jubah mandinya itu.


Melati terlonjak dari lamunannya saat ponselnya berdering dengan sangat nyaring.


"Awan?" gumamnya lalu diangkatnyalah sambungan telepon tersebut.


"Mel, kata kak Ray, kamu dan tuan Moses sudah sampai di Jepang, benarkah itu?" tanya Awan di seberang sana.


"Iya Wan, aku dan suami tercintaku, baru saja sampai" ucap Melati.


Awan menghela napas panjang sebelum kembali berucap, saat mendengar kata suamiku tercinta meluncur dari bibirnya Melati, "aaah, emm, apakah besok kita bisa ketemu? karena di hari Senin kita nggak mungkin ada waktu untuk ketemu dan kamu balik ke Indonesia lusa, kan?"


"Aku akan tanya suamiku dulu, nanti aku kabari lagi ya" kata Melati.


"Baiklah, emm, jika kamu setuju, temui aku di hotel tempat aku menginap, pukul sembilan pagi, aku akan kirim alamatnya via pesan text" ucap Awan.


"Oke, emm, aku tutup dulu ya, telponnya, ada yang harus aku kerjakan" kata Melati.


"oke Mel, terima kasih ya" ucap Awan.


Melati kemudian menjawab sama sama dan menutup ponselnya.


Moses keluar dari kamar mandi hanya memakai boxer dan bertelanjang dada, "dari siapa telponnya?" tanya Moses sembari berjalan mendekati Melati.


Moses kemudian merebahkan kepalanya di pangkuannya Melati.


Melati mengelus dadanya Moses dan berucap "dari Awan, emm, sayang, besok Awan dan istrinya pengen ketemu denganku, di hotel tempat mereka menginap jam sembilan pagi. Apa kamu bisa menemaniku?"


Moses mengangkat tangan kirinya dan mulai mengusap bibirnya Melati "maaf Rumi, besok aku jam sembilan harus meninjau perusahaan baru kita, dan memeriksa semua persiapan untuk pembukaannya. Aku nggak bisa mengantarmu, kamu berangkat sendiri nggak apa apa, kan?"


"Boleh?" Melati menatap heran suaminya.


"Boleh dong! katanya kalau cinta harus percaya sama istri, lagian ketemuannya kan sama istrinya Awan juga, jadi ya aku bolehin lah" ucap Moses.


"Tapi aku pengennya pergi sama kamu, sayang" Melati mulai mengerucutkan bibirnya.


Moses bangun dari atas pangkuannya Melati dan memutar badan untuk menatap Melati, "dengar! maafkan aku karena, besok jadwalku sangat padat. Aku juga ingin kamu temani, tapi bukankah kamu bilang, menolong orang itu jauh lebih penting, Awan dan istrinya butuh kamu, jadi dahulukan mereka. Setelah selesai baru kamu susul aku ke perusahaan baru kita, hmm?" kata Moses sembari mengelus mesra pipinya Melati.

__ADS_1


Melati kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Moses lalu membopong Melati keluar dari kamar mereka menuju ke garasinya Moses.


"Sayang, mau kamu bawa ke mana nih diriku?" ucap Melati.


Moses berbisik "Rumi, kita belum pernah melakukannya di dalam garasi dan di atas kap mobil, kan?"


"Aaahh, sayang" Melati merona malu dan membuat Moses langsung mengunci bibir Melati dengan bibirnya. Mereka terus berciuman hingga sampai di depan mobilnya Moses.


Moses merebahkan Melati perlahan di atas kap mobilnya lalu menyibak jubah mandinya Melati, Moses langsung berdesir penuh gairah saat melihat lingerie merah darah nan seksi yang membalut indah tubuh istri tercintanya.


"Kamu cantik dan.........." Moses membenamkan wajahnya di area favortinya lalu mengerang, "sek.....si"


"Kamu juga luar biasa, sayang, aaahhh, sayang, jangan berhenti!" kata Melati.


"Aku tidak akan berhenti, Rumi.......aaahhh......ini akan jadi malam yang panjang bagi kita, aaaahh" Moses semakin dalam memasuki Melati, sembari terus bekerja dengan bibir dan tangannya, menyentuh, mencecap, menggigit, menghisap, di bibir istrinya dan di atas area favoritnya. Melati mendesah, memekik, dan beberapa kali membenamkan jemarinya di pundaknya Moses.


Pergulatan indah nan panas Moses dan Melati yang terjadi di atas kap mobilnya Moses itu pun diakhiri dengan desahan kepuasan dari keduanya. Moses kemudian membopong Melati dan membiarkan begitu saja baju baju mereka yang masih berserakan di garasi mobilnya Moses.


"Mau di bawa ke mana lagi nih?" Melati berucap lirih sembari menatap Moses dan tersenyum dengan penuh cinta.


"Ke ranjang peraduan kita dong! kita akan lanjutkan ke ronde yang kedua" Moses mengecup keningnya Melati sembari terus membopong Melati menuju ke kamar mereka.


"Aaahh, sayang aku mencintaimu" ucap Melati.


"Aku lebih mencintaimu seribu persen" ucap Moses.


Mereka sampai di ranjang peraduan mereka untuk menyelesaikan ronde kedua mereka.


Greyson Adi Wijaya Simpsons memerintahkan security-nya untuk melarang semua yang hadir di pesta reuni SMA angkatannya Raja, pergi meninggalkan tempat itu, sebelum penyelidikannya Greyson selesai.


Bagas mulai panik, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.


Grey dan Rio menemani Chery dan Raja ketika dokter Tedy, dokter keluarganya Moses Elruno, datang untuk memeriksa kondisinya Raja.


Raja sudah berganti baju setelah mengguyur


kepalanya dengan air dingin.


"Bagaimana dok?" tanya Chery.


"Emm, kamu nggak apa apa kan Chery?" dokter Tedy menoleh ke Chery.


"Lho gimana to nih dokter? yang sakit Raja kok yang ditanya malah Chery?" Grey menatap heran ke dokter Tedy.


"Maaf, tapi pemuda ini, emm Raja ya namanya? dia terkena cairan perangsang, cairan ini jenis yang murahan tetapi justru karena murahan, efeknya malah sangat membahayakan bagi Raja dan bagi siapa saja yang dia jumpai. Kalau sudah terkena cairan perangsang jenis ini, korbannya akan sangat sulit untuk bisa mengendalikan pengaruhnya. Maka dari itu saya tanya ke Chery, apa dia baik baik saja karena, Chery kan yang menemukan Raja?" kata dokter Tedy.


Chery langsung merona malu saat dia mengingat kembali ciumannya Raja yang lepas kontrol, liar dan panas sewaktu mereka di dalam lift. Chery kemudian bersitatap dengan Raja. Chery merasa tersanjung, Raja bisa menahan diri dengan hebatnya untuk tidak menyentuhnya, hal itu membuat Chery semakin mencintai Raja.


Grey menoleh ke Chery dan bisa melihat rona wajahnya Chery lalu menoleh ke Raja yang tengah menatap Chery dengan tatapan penuh arti. Greyson Adi Wijaya Simpsons pun langsung merasa curiga dan langsung melotot tajam ke Raja.


"Aaah, shit! jujur sama om! kamu sudah apain Chery? kalau kamu sudah melakukan itu sama Chery, om akan nikahkan kalian saat ini juga, urusan dengan Moses Elruno, gampang nanti" ucap Grey kesal ke arah Raja.


Dokter Tedy menatap Grey dan berucap "Tuan Moses Elruno akan ngamuk nanti"


"Aaahh, bodo amat! pokoknya mereka harus menikah saat ini juga!" Grey mulai menggeram kesal.


Rio menggeleng nggelengkan kepalanya ke arah Grey "bro, tenang dulu! dengarkan dulu penjelasannya Chery dan Raja!"


"Iya jelaskan ke om!" Grey melotot ke Raja.

__ADS_1


"Raja nggak ngapa ngapain Chery" ucap Raja.


"Benarkah? padahal sangat jarang lho, orang yang terkena cairan ini bisa mengendalikan dirinya, benarkah kamu nggak melakukan itu ke Chery?" tanya dokter Tedy.


"Tanya aja Chery, atau periksa saja CCTV yang ada di lift yang kita masuki tadi. Yeaaahh, jujur, saya mencium Chery, tapi hanya sebatas itu" kata Raja.


Grey dan Rio langsung memeriksa rekaman CCTV dari setiap sudut hotel miliknya Greyson itu. Selain untuk membuktikan kebenaran dari perkataannya Raja ,mereka juga mencari pelaku yang telah menjebak Raja.


Chery menutup wajahnya karena, malu saat rekaman CCTV menampakan aksi Raja ketika menciumnya.


Raja tersenyum dan berucap ke Chery "ini demi penyelidikan, dan kita sudah dewasa, kita juga berada di tengah keluarga kita sendiri, jadi nggak usah malu, Chery"


Chery mulai membuka tangannya dari wajah cantiknya dan menoleh ke Raja lalu tersenyum.


"Iya, Chery santai aja! kita ini om kalian" ucap Rio.


"Iya om" sahut Chery lirih karena bagaimanapun dia masih merasa malu.


"Aaah, ternyata benar kata kamu, heeee, maafkan om ya Raja" ucap Grey sambil menoleh ke Raja.


"Om Rio salut sama kamu Raja, kamu bisa mengendalikan diri kamu" kata Rio.


"Itu semua karena cinta, om" kata Raja sembari terus menatap Chery.


Chery pun menatap Raja dan tersenyum dengan penuh cinta.


"So weet banget sih kamu? tidak percuma om Grey ajari kamu selama ini, ya!" Grey tersenyum ke Raja penuh rasa bangga pada dirinya sendiri.


"Enak aja kamu yang ajari, Raja tuh lebih sering sama aku, jadi ya tentu saja aku yang ajari Raja selama ini. Raja menjadi so sweet itu berkat didikanku!" ucap Rio bangga pada dirinya sendiri.


Raja dan Chery terkekeh geli dan dokter Tedy tersenyum sembari menyiapkan suntikan untuk Raja.


"Emm, kalau yang terkena cairan itu om Rio, entah apa ya yang akan terjadi ya?" kata Grey dengan polosnya.


"Ya ngelakuin itu sama kamu lah, kan kita selalu berdua, bro" kata Rio dengan santainya.


"Iiihhhh jijay! mau gue kasih bogem nih!" Grey menggeram kesal ke Rio.


Semua langsung tertawa terbahak bahak dan Rio pun hanya meringis.


Dokter Tedy kemudian menyuntik Raja, cairan obat untuk menetralisir cairan perangsang yang telah mempengaruhi pikiran dan tubuhnya Raja. Pengaruh cairan perangsang itu masih menguasai Raja walaupun Raja telah diguyur air dingin, oleh karena itu dokter Tedy merasa perlu untuk menyuntik Raja dengan cairan obat penetralisir.


"Beberapa detik kemudian kamu akan mengantuk dan tertidur" kata dokter Tedy sembari mencabut jarum suntiknya dari lengannya Raja.


Raja menganggukkan kepalanya kemudian terkulai, memejamkan kedua matanya dan tertidur lelap.


Chery duduk di sampingnya Raja saat dokter Tedy berdiri dan pamit pulang.


"Aaahh, ketemu juga tikusnya!" kata Grey.


"Kita apakan nih orang, bro?" tanya Rio.


"Kita traktir makan yuk!" ucap Grey.


"Hah?" Rio menatap heran ke Grey.


"Yeeeaahhh, kumat nih lemotnya kamu! tentu saja kamu tangkap dia juga semua antek anteknya, bawa ke sini lalu lapor polisi!" ucap Grey.


Chery menatap Grey dan Rio sembari mengulum bibir menahan geli.


Rio meringis sambil mengelus tengkuknya lalu memutar badan dan pergi keluar dari ruang kerjanya Grey untuk mulai menangkap Bagas, kedua teman cowoknya Bagas, kedua karyawan hotelnya Grey, dan cewek seksi yang berada di dalam kamar 601, tadi.

__ADS_1


Grey menunggu di ruang kerjanya dengan tidak sabar, hmm, berani benar kalian melakukan hal sekotor itu di hotelku dan yang kalian celakai adalah Raja, cih! kalian belum pernah berjumpa dengan Greyson Adi Wijaya Simpsons. Batin Grey.


__ADS_2