
Setelah obrolan panjangnya dengan mama tersayang, mama Melati-nya, akhirnya Chery tertidur pulas sambil menggenggam ibu jarinya Melati.
Melati menoleh ke samping kanannya, dia terharu menatap ibu jarinya tangan kanannya yang digenggam erat oleh Chery.
"Kamu masih saja sama seperti dulu, sewaktu kamu masih balita, kamu suka sekali menggenggam ibu jarinya mama di saat kamu tidur, sayang" bisik Melati lirih sembari mengusap penuh sayang rambut putri cantiknya itu.
Lalu Melati menoleh ke samping kirinya, dia melihat Moses tertidur dengan posisi miring dan memeluk pinggang rampingnya.
Melati tersenyum hangat, "Aku jadi teringat dulu saat kita baru beberapa hari menikah, kita menginap di rumah mama, kita juga tidur bertiga seperti ini" Melati tersenyum sembari mengusap kepalanya Moses, "namun bedanya dulu, yang berada di tengah adalah Chery, heeee" tanpa Melati sadari air bening nan suci yang keluar dari sanubari terdalamnya, menitik di atas pipi beningnya. Melati menangis karena rasa syukur dan bahagia, putri kecil nan cantik yang dia beri nama Chery sebentar lagi akan menikah.
Melati akhirnya memejamkan mata dengan senyuman manis tersungging di wajah nan ayunya, dia bahagia bukan kepalang bisa berbaring di tengah tengahnya putri cantiknya dan suami tercintanya.
Raja menerima telepon dari teman temannya, mereka yang menerima undangan pernikahannya Raja merasa heran dan beberapa dari mereka merasa perlu untuk mengkonfirmasi hal pernikahannya Raja ke yang bersangkutan secara langsung.
"Raja, kamu beneran mau menikah?" tanya teman sekolahnya Raja dulu.
"Iya, benar. Kenapa memangnya?" Raja merasa heran, temannya menelepon dia larut malam, hanya untuk menanyakan apakah dia benar benar akan menikah.
"Kamu nggak sayang dengan masa muda kamu? Kamu masih dua puluh lima tahun lho, masih muda, gagah, keren dan populer" tanya temannya itu.
"Aku nggak akan menyesal menikah dengan Chery. Aku sudah mencintai Chery sejak lama dan aku sangat bersyukur akhirnya aku dan Chery berjodoh dan sebentar lagi akan menikah" ucap Raja.
"Di luar sana masih banyak gadis yang pastinya lebih cantik dan lebih segala galanya dari kekasihmu itu. Sebelum menikah, kenapa nggak kamu adakan pesta bujangan terlebih dahulu, kamu bisa bersenang senang dengan banyak gadis, aku akan mengundang banyak model cantik dan teman sekolah kita yang masih bujang dan cantik, bagaimana? setuju nggak kalau diadakan pesta bujangan untuk kamu" ucap temannya itu.
"Nggak mau! lagian untuk apa pesta bujangan dan untuk apa para model cantik itu?" tanya Raja heran.
"Biar kamu nggak menyesal Raja. Kamu bisa bersenang senang meluapkan gejolak muda kamu terlebih dahulu sebelum kamu menikah. Kamu bisa one night stand dengan salah satu modelnya nanti" ucap temannya Raja itu dengan polosnya.
"Cih! aku nggak tertarik dengan tawaran kamu. Asal kamu tahu ya, hanya ada Chery di dalam hatiku untuk selama lamanya" ucap Raja dan klik..........Raja langsung mematikan ponselnya begitu saja.
"Dasar gila si Roy! one night stand, pesta bujangan, cih! dasar otak mesum" Raja mengumpat kesal, menaruh ponselnya di atas samping ranjangnya dan kembali memejamkan matanya.
Keesokan harinya.............
Elmo mengajak Loly dan Celyn untuk mengunjungi Raja. Mereka libur semesteran selama satu bulan jadi mereka tidak pergi ke sekolah di hari itu.
Sesampainya di rumah Raja, Raja menyambut mereka dengan penuh antusias sambil celingukkan mencari sosok Chery, "kakak kalian mana?"
Elmo, Loly, dan Celyn terkekeh geli sambil duduk di kursi tamunya Raja.
Raja menautkan alisnya dan duduk di depan adik adiknya Chery, "kok malah meringis? kakak kalian nggak ikut?"
"Wuiiiihhh yang baru dua hari dipingit udah kebingungan kayak gitu, hihihi, sengsara banget ya menahan rindu?" ucap Celyn sambil tersenyum lebar ke Raja.
"Iya tuh, gimana rasanya kak?" tanya Raja dengan memamerkan gigi putih nan rapinya.
"Aaahh, reseh nih kalian semua! kalian ke sini cuma mau ngeledekin kakak ya?" Raja bersedekap dan bersandar di kursinya.
Loly terkekeh geli melihat kekonyolannya Raja, Celyn, dan Elmo.
"Kami ke sini bukan sekadar ingin ngeledekin kakak, heeee. Mama menyuruh kami mengantarkan ini, masakannya mama, cumi asam manis kesukaannya kak Raja dan kalau martabak telur ini masakannya kak Chery" ucap Celyn.
Kedua matanya Raja langsung membeliak mendengar kata masakannya Chery dan itu adalah martabak telur, "mana?"
Celyn menarik kembali paper bag yang dia bawa, "apa dulu hadiah untuk Celyn?"
__ADS_1
"Elmo juga minta hadiah, yang bantuin kak Chery bikin martabak telur tadi tuh Elmo, tanya nih ama Loly"
Raja mendesah panjang, "iya iya, kakak akan kasih apapun yang kalian mau. Sekarang mana martabak telurnya" Raja menengadahkan tangannya.
"Nih!" Celyn menyerahkan paper bag yang dia bawa ke Raja, "dan ada surat dari kak Chery di dalamnya"
Raja merona senang, kedua bola matanya Raja berbinar binar bahagia "benarkah? surat?" dia langsung merogoh paper bag tersebut dan mengambil suratnya lalu dia masukkan ke dalam saku celananya. Kemudian dengan tidak kalah semangatnya, dia mengambil dua tempat makan yang berada di dalam paper bag tersebut. Dia membuka yang berisi cumi asam manis lalu menaruhnya begitu saja di atas meja dan dengan tidak sabar dia membuka tempat makan yang satunya, dia cium aroma martabak telurnya dan berucap dengan mata berbinar, "sedap banget nih baunya"
Celyn dan Elmo menggeleng nggelengkan kepala mereka melihat Raja langsung memakan martabak telur hasil masakannya Chery tanpa menawari mereka. Loly hanya bisa tersenyum lebar.
"Kak! kita juga ingin mencicipinya" ucap Celyn dan Elmo secara bersamaan.
Raja masih menaruh tempat makan yang berisi martabak telur di pangkuannya, dia menatap Celyn dan Elmo sembari menggigit martabak telur, "lho, emangnya kalian belum makan martabak ini di rumah?"
Celyn dan Elmo menggelengkan kepala mereka secara bersamaan, "kak Chery cuma bikin satu adonan dan khusus untuk kak Raja" ucap El o sambil merengut, "padahal Elmo yang bantuin tadi, tapi nggak dikasih incip incip sama kak Chery"
Raja menatap martabak telur yang berada di pangkuannya, dia merasa sayang untuk berbagi martabak telur itu bersama Celyn dan Raja karena, itu Chery masak khusus untuk dirinya. Namun melihat wajah memelas Celyn dan Elmo dia pun menjadi tidak tega.
"Nih! tapi ambil satu aja ya emm" Raja menyodorkan tempat makan yang dia pegang, ke Cely, Elmo dan Loly. Mereka mengambil satu potong martabak telur itu.
Raja langsung menutup tempat makan itu dan berdiri, "kakak mau simpan martabak telur ini untuk teman makan kakak nanti"
"Dasar pelit!" teriak Celyn dan Elmo dengan kompaknya.
"Biarin! habis enak sih dan ada aroma cinta juga kerinduan di dalam martabak telur ini jadi kakak nggak akan ijinkan kalian menghabiskannya" Raja mencebikkan bibirnya dan melanjutkan langkahnya menuju ke dapur.
"Nah, sekarang kami minta hadiah kami" ucap Elmo dan Celyn ke Raja setelah Raja balik lagi ke ruang tamu.
"Huuufftt, oke apa yang kalian minta?" tanya Raja.
"Cuma itu?" tanya Raja.
"Iya!" sahut Celyn.
"Berapa tiket terusannya?" tanya Raja.
"Emm, satu orang lima ratus ribu rupiah" ucap Elmo.
Raja mengeluarkan uang satu juta lima ratus ribu rupiah ke Elmo.
"Uang jajannya mana?" tanya Elmo.
"Tadi katanya cuma itu?" Raja menggeleng nggelengkan kepalanya dan mengeluarkan lagi uang lima ratus ribu rupiah ke Elmo, "segini cukup nggak untuk jajan?"
"Cukup! makasih kak" ucap Elmo.
Elmo, Celyn mengajak Loly untuk berdiri dan pamit.
Raja menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatap punggungnya Celyn dan Elmo. Kekasihnya Chery itu pun langsung berlari ke kamarnya untuk mulai membaca surat dari Chery.
Raja berbaring dan terkekeh geli, "ini jaman apa sih? pakai surat suratan kayak gini? tapi rasanya malah lebih menggetarkan daripada menerima sebuah pesan text"
Raja membuka surat itu dan terus melukiskan senyum di wajah gantengnya.
Raja mencium dan memeluk surat dari kekasihnya itu setelah dia selesai membacanya. Dia mendesah panjang dan bergumam lirih, "aaahhh Chery, kakak juga sangat merindukanmu"
__ADS_1
Satu bulan kemudian....................
Chery didandani seorang MUA profesional dan berkelas super mahal di ruangan khusus yang disediakan oleh Greyson Adi Wijaya Simpsons. Chery, Melati, Grace, Claudia, Celyn, Angel, Rini dan Loly berada di dalam ruangan itu sedang dirias.
Sedangkan para lelaki, berada di ruangan sebelahnya. Mereka pun sedang didandani.
Raja telah siap dan merasa gelisah dia begitu ingin bertemu dan melihat Chery, "apa masih lama nih acaranya? di hotel ini pun Raja belum boleh melihat Chery sedikit aja, huuffttt"
"Hahahaha, sabar dong! tumpuk dulu sebanyak banyaknya rasa rindu kamu sampai mau mati rasanya, hahahaha" ucap Alfa.
"Iya! jadi cowok tuh harus sabar" sahut Moses.
"Wuiiiihhh berasa paling sabar sedunia ya bro?" ucap Alfa sambil terkekeh geli.
"Apa? protes aja kerjaan elo" ucap Moses.
"Awan nggak hadir lagi kali ini?" tanya Alfa.
"Kalau dia udah sembuh, dia akan hadir" ucap Moses.
"Emang Awan sakit apa?" tanya Alfa.
"Entahlah sakit apa, Melati yang tahu nama penyakitnya Awan" ucap Moses.
"Ooooo" ucap Alfa.
Dan saat yang Raja tunggu pun tiba, koordinator acara mengajak Raja berjalan di altar dengan didampingi Moses dan papa Charlie.
Raja kemudian berdiri di atas altar menunggu kekasihnya datang untuk menghampirinya.
Raja terpana tiada henti memandang kekasihnya di dalam balutan busana pengantin berwarna putih seputih salju dengan didampingi mama Grace, mama Melati, dan mama Claudia.
Cantik sekali kekasihku. Batin Raja.
"Jangan kelamaan ternganga, jaga wibawa kamu. Om akui ponakan om memang sangat cantik saat ini" bisik Alfa ke Raja.
Raja langsung mengatupkan mulutnya dan tersenyum berwibawa menatap Chery yang masih berjalan pelan menuju ke arahnya dengan iringan lagu Everything dari Michael Buble.
"Iya nggak nyangka putriku cantik sekali. Awas kalau kamu sekali aja bikin Chery nangis, om cincang kamu" bisik Moses.
Papa Charlie terkekeh geli mendengar bisikannya Alfa dan Moses ke putranya.
Sesampainya di depan tangga menuju ke atas altar. Chery menghentikan langkahnya dan menerima uluran tangannya papa Darmawan, papa kandungnya Raja. Papa Darmawan menuntun Chery melangkah menaiki anak tangga.
"Papa menyerahkan Chery ke putra papa. Jaga anak menantu papa yang cantik ini dengan segenap jiwa dan raga kamu" Papa Darmawan berucap sembari menyerahkan tangan Chery ke dalam genggaman tangannya Raja.
Herold putranya Angel dan Arkan melangkah naik ke altar membawakan cincin pernikahannya Chery dan Raja.
Pendeta memberkati Raja dan Chery lalu mempersilakan Raja untuk menyematkan cincin di jari manisnya Chery setelahnya Chery yang menyematkan cincin di jari manisnya Raja.
Master of Ceremony mempersilakan Elmo untuk menyumbangkan suara emasnya menyanyikan lagu kesempurnaan cinta dari Rizky Febian di saat Raja melakukan wedding kiss ke Chery.
Setelah wedding kiss selesai, Raja dan Chery menuju ke sebuah meja untuk menandatangani surat nikah mereka berdua.
Moses, Darmawan, Charlie, dan Alfa menghela napas lega sedangkan Melati, Grace dan Claudia berpelukan sambil tersenyum bahagia dan menitikkan air mata haru, mereka akhirnya berhasil menghantarkan putra dan putri mereka ke pernikahan yang suci.
__ADS_1