
Chery menekan pedal gas mobilnya dan berhasil selamat masuk ke halaman rumah papanya. Namun, di saat Chery, si kembar dan Lili keluar dari dalam mobil ada suara mobil yang lain yang berhenti di belakang mobil yang dikendarai Chery dan dari dalam mobil itu keluar lima orang berbadan tegap dan langsung berteriak, "serahkan nona Jelita Adijaya kepada kami jika kalian ingin selamat!"
Si kembar segera berlari ke dalam sambil menarik tangannya Lili dan berteriak, "Grandpa! tolong mami!"
Chery menarik tangan pemuda berbadan tegap yang hendak menyusul arah perginya Lili dan si kembar.
Moses segera berlari keluar, Melati segera menyuruh si kembar dan Lili masuk ke dalam kamar dan berteriak, "kunci kamar cepat!"
"Berani sekali kalian masuk ke kandang singa hah?!" teriak Moses lantang.
"Mana singanya?" Chery menoleh ke papanya.
Moses menoleh ke Chery sambil menunjuk dadanya sendiri, "nih"
Chery segera melepas tawa cantiknya, "dasar papa ya masih bisa bercanda di saat seperti ini" Chery berucap sambil memasang kuda-kuda.
Moses melakukan hal yang sama lalu berkata ke Chery, "kau masih ingat cara bertarung kan?"
"Masih dong" Chery menyentuh ujung hidungnya dengan ibu jarinya sambil tersenyum lebar.
"Bagus, kita habisi mereka!" Moses mengacungkan jempol ke Chery lalu berteriak ke gerombolan yang berdiri di depannya, "maju kalian semua!"
Duel sengit pun dimulai. Chery dengan lincah dan gemulai melakukan gerakan menangkis, menghindar lalu segera mendaratkan tendangan mautnya ke laki-laki yang berani menantangnya lalu tersungkurlah laki-laki itu di atas lantai terasnya Moses dan pingsan tak berdaya.
Moses pun dengan cepat melumpuhkan keempat yang lainnya dan menahan dada satu orang yang tidak pingsan di atas lantai dengan lututnya, "katakan siapa yang menyuruh kalian? apa Maha Adijaya yang mengirim kalian ke sini?"
Chery segera menghubungi polisi dan Om Roy-nya.
"Sa.....saya ......aduh! lepaskan saya" ucap laki-laki yang masih berada di bawah kungkungannya Moses.
"Katakan atau aku akan membuatmu terluka lebih parah dibanding teman-temanmu itu!" Moses mulai menggerakkan gerahamnya.
"Yang menyuruh saya, Dokter Goh" ucap orang itu sambil meringis menahan sakit karena Moses semakin menekan dadanya.
Moses lalu mendaratkan bogem mentah ya ke wajah tirus laki-laki itu lalu pingsanlah laki-laki itu. Moses kemudian berdiri dan menoleh ke Chery, "kau sudah telpon Roy dan polisi?"
"Udah Pa"
"Ternyata Goh cepat juga bertindak" ucap Moses.
Setelah polisi meringkus gerombolan tersebut, Moses, Chery dan Roy masuk ke dalam rumah dan Moses segera memanggil Melati, Lili, dan si kembar untuk keluar dari dalam kamar karena, situasi sudah aman terkendali.
"Terima kasih semuanya" ucap Lili sambil membungkukkan badan ke Moses, Chery, dan Roy.
__ADS_1
"Sama-sama" sahut Chery dan Roy.
Moses segera berucap, "kau kenal Goh?"
Lili menautkan alisnya sambil duduk kemudian berkata, "iya Pa, saya kenal. Dokter Goh yang merawat saya selama ini dan dia juga papa dari mantan tunangan saya dokter Ivan Goh"
"Mulai sekarang jauhi semua makhluk yang bermarga Goh! mereka jahat. Orang-orang yang menghadang kalian tadi, suruhannya Goh" sahut Moses sambil merangkul bahu istri tercintanya.
"Hah?! tapi apa salah saya kenapa mereka mengincar saya?" Lili terperanjat.
"Goh memiliki banyak bisnis ilegal dan ia menginginkan hanya dia yang berkuasa. Ia mendekati papa kamu untuk menjatuhkan papa kamu dan papa kamu itu begitu bodoh dan naif jadi papa kamu berhasil masuk dalam jebakannya Goh. Papa kamu terlambat menyadarinya dan Goh tidak suka saat papa kamu ingin lepas dari Goh makanya Goh mengincar kamu untuk ia jadikan alat agar papa kamu tetap menjadi bonekanya Goh" Moses menjelaskan ke Lili sambil mengusap bahunya Melati dan sesekali mendaratkan ciuman di pelipisnya Melati.
"Apa dokter Goh juga yang membuat saya hilang ingatan? saya selama ini mengikuti terapi dari dia" Lili berucap dengan mimik wajah penuh tanda tanya.
"Bisa jadi. Goh nggak ingin kamu mengingat Elruno agar kamu nggak meminta pertolongan ke Elruno" sahut Roy.
"Ternyata seperti itu. Dan saya beruntung bertemu kembali dengan Elmo dan bisa sampai di sini. Terima kasih banyak atas perlindungan dan kasih sayang kalian semua" Lili menundukkan kepalanya di depan semuanya.
"Kamu putriku dan juga menantuku tentu saja akan kami lindungi jadi nggak usah berterima kasih, sayangku" sahut Melati sambil bergerak maju hendak bangkit mendekati Lili namun Moses menahannya.
Melati menoleh ke suaminya dengan heran, "kok ditahan sih, aku mau memeluk Lili"
"Aku nggak mau kamu jauh dariku. Tetap di sini!" Moses mempererat pelukan di bahunya Melati.
"Papa memang seperti itu kalau sama Mama, kamu yang sabar ya, hehehehe" ucap Chery ke Lili dan Lili langsung menganggukkan kepala dan tersenyum lebar.
Si kembar asyik bermain di kamarnya di saat papa mereka, Tante Celyn mereka, dan Bintang sampai di dalam rumah.
"Si kembar mana?" tanya Raja ke Chery.
"Aman. Mereka bermain di dalam kamar"
Raja segera duduk di sebelahnya Chery lalu merangkul dan mencium pipinya Chery, "kamu baik-baik saja kan?"
Chery melempar senyum ke suami tercintanya itu sambil menganggukkan kepalanya.
Lili mendesah panjang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Raja dan Moses. Lili tiba-tiba merasakan kangen yang begitu dalam kepada Elmo Elruno, suami tercintanya.
Tiba-tiba seorang laki-laki berwajah dingin, berewokkan, berperawakan tegap, tinggi besar berdiri di pintu masuk rumahnya Moses. Dengan seringai khas-nya laki-laki itu terus menatap ke semua yang ada di ruang tamu miliknya Moses Elruno.
Semua segera berdiri dan Lili beranjak bangkit lalu berlari untuk memeluk laki-laki itu sambil berteriak, "Papa!"
__ADS_1
Moses segera menoleh dan berkata, "selamat datang Maha"
Maha melangkah masuk sambil merangkul bahu putrinya lalu berkata, "oh! aku ternyata disambut di rumah ini. Aku kira aku akan langsung diusir dan di boom"
"Pa!" Lili segera menarik diri rangkulan papanya dan berkata, "jaga sikap Papa! papa mertuanya Lili dan semuanya sudah menyelamatkan Lili dan......,"
"Menyelamatkanmu setelah menempatkanmu di dalam bahaya. Hei Mo! Kenapa kau biarkan putriku keluar rumah hari ini?" Maha menggeram ke Moses.
"Cih! kau bukan hanya bodoh ternyata tapi juga nggak tahu berterima kasih" Moses merapatkan bibir dan menyipitkan matanya ke Maha karena, kesal.
Melati segera mengusap dadanya Moses, "sayang jangan gitu ah! pak Maha itu papanya Lili berarti dia besan kita"
"Tapi dia memang seperti itu. Bodoh dan nggak punya sopan santun" Moses menoleh ke Melati sambil mengarahkan jari telunjuknya Ke Maha.
Maha tersenyum hanya kepada Melati dan berucap, "terima kasih Mel. Kau masih sangat cantik dan menawan ya?"
Moses langsung menoleh tajam ke Maha dan menggeram, "kenapa kau bersikap santai dan sok akrab dengan istriku? dan kenapa kau memuji istriku? dasar brengsek! ayok kita keluar!"
Melati menarik lengannya Moses namun, Moses menepisnya dan segera melangkah lebar keluar dari dalam rumahnya dan segera diikuti oleh Maha Adijaya.
Semua segera berlari menyusul Maha dan Moses.
Roy berteriak, "Tuan jangan gegabah! dia bukan lawan yang sembarangan"
Moses mengangkat tangan kanannya untuk menahan laju larinya Roy yang mendekat ke arahnya, "jangan ke sini! jangan ikut campur! semuanya jangan ikut campur! apapun yang terjadi, biarlah kami bertarung sampai kami puas"
"Tapi sayang, dia besan kita" teriak Melati.
"Biarkan kami puas menguji kekuatan kami. Kamu pasti masih penasaran kan bagaimana hebatnya Moses Elruno? maka lawanlah aku sampai kau puas!" pekik Moses dengan wajah garang ke arah Maha.
Lili hanya bisa mendesah pasrah dan berdoa semoga kedua papa yang ia sayangi akan baik-baik saja dan setelah puas bertarung, mereka akan berdamai dan tidak pernah bermusuhan lagi.
Dan Raja hanya bisa beradu pandang dengan Chery. Sedangkan Celyn mengangkat kedua pundaknya lalu berputar badan masuk ke dalam rumah untuk menemani si kembar bermain.
Maha menoleh ke Melati dan berucap santai dengan seringai khas-nya, "maafkan saya cantik, saya terpaksa melawan suami kamu. Dia yang menantangku duluan"
Moses semakin meradang dan segera memasang kuda-kuda lalu berteriak lantang ke Maha, "kenapa kau terus memuji istriku? hentikan! hanya aku yang boleh mengatakan cantik ke istriku! dasar bodoh!"
Maha terkekeh santai lalu memasang kuda-kuda sambil berucap polos, "istri kamu begitu cantik dan memesona. Aku sebagai laki-laki normal yang punya mata sehat kenapa nggak boleh mengaguminya? asal kau tahu, dari dulu aku selalu mengagumi istri kamu dan......."
Moses berucap, "brengsek!" lalu melesat menyerang Maha dengan kekesalan dan kecemburuan yang sudah berada di ubun-ubunnya.
__ADS_1