
Keesokan harinya, Moses membangunkan Melati dengan cara menciumi seluruh wajah Melati, istrinya Moses yang awet imut itu pun membuka matanya "selamat pagi, sayang"
"Selamat pagi my cute Rumi" kata Moses sambil terus menciumi wajahnya Melati.
"Sayang geli nih kamu ciumi terus kayak gini" kata Melati sambil memegang pipinya Moses.
"Ini karena aku akan ke Jepang secara dadakan, Ray itu tambah umur tambah pikun, dia baru aja kasih kabar ke aku kalau aku harus ke Jepang hari ini"
"Hah?" Melati langsung duduk dan melilitkan selimut ke tubuhnya yang masih polos.
Moses memeluk Melati dengan sangat erat lalu berkata "makanya itu, kamu marahi nanti si Ray itu, seenaknya aja dia bikin jadwal dadakan kaya gini! aku bakalan kangen banget sama kamu Rumi, emm, apa kamu ikut aja gimana?" Moses melepaskan pelukannya dan menatap Melati.
Melati menangkup wajah tampan suaminya dengan kedua tangannya "sayang, anak anak belum libur, kamu berapa hari di Jepang?" tanya Melati.
"Satu Minggu" kata Moses sambil kembali memeluk erat tubuh istri imutnya itu dan menaruh dagunya di atas pundaknya Melati sambil cemberut.
"Besok kan hari Sabtu, aku akan susul kamu ke Jepang sama anak anak, gimana?" tanya Melati "tapi hari Minggu-nya, kita mesti balik lagi ke sini" kata Melati.
Moses melepaskan pelukannya dan langsung setuju "aku pesankan tiket untuk kalian sekarang ya, untuk besok kan, emm plus dua tiket lagi untuk istri dan anaknya Ray, ya?" kata Moses.
Melati tersenyum dan berkata "iya"
Setelah selesai memesankan tiket pesawat, dia langsung membopong Melati dan membawa istri yang sangat dicintainya itu, masuk ke dalam kamar mandi. Seperti biasanya, Moses melakukan ritual mandi ala Moses Elruno untuk memuaskan rasa cintanya ke istri cantiknya itu, sebelum dia berangkat ke Jepang.
Beberapa jam kemudian Moses dan Melati telah duduk di meja makan bersama anak anak mereka, Ray dan Raja. Mereka telah siap di meja makan, untuk memulai sarapan pagi mereka bersama sama.
"Raja, hari ini om mau ajak kamu ke Jepang" kata Moses.
"Lho kok dadakan om? Raja belum bawa baju ganti dan perlengkapan lainnya" kata Raja.
"Nih kamu salahin si Ray, bikin jadwal dadakan kayak gini. Soal baju gampang, nanti kita beli di sana" kata Moses dengan santainya.
"Heeee, maaf tuan, faktor U" kata Ray sambil meringis.
Raja menoleh ke Chery, mereka saling menatap dalam diam.
Aaahhh, aku akan sangat merindukanmu, Chery. Batin Raja.
"Ke Jepang berapa hari, om?" tanya Raja sambil terus menatap Chery.
"Satu Minggu" kata Moses.
"Lama banget, om?" kata Raja.
"Lha iya itu, lama banget, aku bakalan rindu berat sama istri dan anak anakku" kata Moses.
"Saya juga tuan, saya juga bakalan rindu berat sama istri dan anak saya" sahut Ray.
__ADS_1
"Aaiish ikut ikutan aja kau" Kata Moses.
Semua yang ada di meja makan langsung terkekeh geli. Ray hanya bisa meringis dan menggaruk nggaruk kepalanya.
"Saya juga akan merindukan Chery" Raja bergumam lirih.
"Hadeeehh kalian ini cowok apa cewek sih? gitu aja loyo, satu Minggu itu cepat lho bapak bapak yang terhormat" sahut Celyn dengan gaya tomboynya.
"Iya, benar kata Celyn, besok kita juga nyusul kok ke Jepang, yuk semangat bapak bapak! heeee" kata Melati.
"Benarkah? besok kita ke Jepang, ma?" tanya anak anaknya Melati secara bersamaan.
Raja pun menatap Chery dan tersenyum senang, mendengar kalau besok Chery akan ke Jepang menyusulnya.
Chery pun melempar senyum ke Raja.
"Iya, dan kak Ray jangan khawatir, tadi suamiku juga pesan tiket untuk mbak Delia dan Cinta, putri kalian" kata Melati.
"Terima kasih tuan" kata Ray.
"Hmm" sahut Moses sambil menyuapkan potongan roti ke Melati.
"Jadi saya nggak antar Chery, Elmo dan, Celyn ke sekolah dulu?" tanya Raja.
"Nggak ada waktu, kita berangkat sekarang! anak anak biar diantar sama mamanya" kata Moses sambil bangkit dan mendaratkan ciuman ke kening istri dan anak anaknya.
Sambil berjalan mengikuti langkahnya Moses, Ray, Melati, Elmo dan Celyn, Raja terus menggandeng tangannya Chery dan berucap "jaga diri baik baik ya, kalau ada apa apa langsung hubungi Kakak!" Raja lalu mencium singkat keningnya Chery dan berlari menuju ke mobilnya Moses karena, Moses sudah memanggil namanya.
Di siang hari Elmo, Celyn, Chery dan Melati sudah sampai di rumah karena, anak anaknya Moses Elruno pulang pagi di hari itu. Mereka sibuk berkemas karena, besok pagi mereka akan terbang ke Jepang. Chery meminta tolong mamanya untuk mengantarkan dia ke rumahnya Raja nanti sore, untuk mengambilkan baju bajunya Raja dan beberapa keperluan Raja yang lainnya. Melati pun berkata "siap cantikku, Chery"
Selesai berkemas, mereka pun beristirahat di kamar mereka masing masing. Tiba-tiba Ijah mengetuk pintu kamarnya Chery. Chery membukanya dan Ijah langsung berkata kalau ada tamu yang mencari Chery namanya Bagas.
"Terima kasih ya Mak" kata Chery sambil melempar senyum manisnya ke Ijah
"Sama sama, non" jawab Ijah sambil membalas senyumannya nona mudanya.
Lalu Chery melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu.
Chery duduk di depannya Bagas
Bagas tersenyum dan mengulurkan sebuah buku ke Chery.
Chery menerima buku yang disodorkan oleh Bagas "buku apa ini?"
"Aku baru beli buku antologi puisi kamu yang jilid dua, aku minta tanda tangan kamu, boleh?" tanya Bagas sambil tersenyum dan menyodorkan pulpen juga ke Chery.
"Oooo, boleh dong!" Chery tersenyum dan menerima pulpen yang disodorkan oleh Bagas. Cewek cantik kekasihnya Raja itu, mulai menandatangani buku yang dibeli oleh Bagas. Setelah selesai dia menyerahkan buku dan pulpen kembali ke Bagas. Bagas menerimanya dan langsung memasukkan buku dan pulpennya ke dalam tas punggungnya.
__ADS_1
"Chery, pernyataan cintaku ke kamu masih berlaku sampai sekarang ini. Aku masih terus berharap kamu mau menerima aku sebagai pacar kamu, sampai kapan pun kamu siap" Kata Bagas.
"Maaf, aku sudah ngomong kan ke kamu kemarin-kemarin, kalau aku nggak bisa menerima kamu karena........"
"Kamu mau fokus belajar dan mau berpacaran kalau sudah bekerja" Bagas langsung memotong ucapannya Chery.
Chery menghela napas panjang "itu alasanku yang dulu. Sekarang, aku punya alasan yang lainnya" kata Chery lirih. Dia sebenarnya nggak tega jika harus melihat kekecewaan yang akan timbul di wajahnya Bagas. Sahabat dia sejak dari SD.
"Dengar Chery! aku akan terus menunggu kamu, sampai kamu bekerja pun nggak apa apa, aku akan terus menunggu kamu" Kata Bagas.
Chery menatap Bagas lalu berucap dengan sangat berat karena, dia akan menorehkan rasa kecewa di hatinya Bagas "jangan tunggu aku! karena, aku sudah mempunyai calon suami" kata Chery.
"Kamu bercanda kan, Chery? nggak mungkin kamu tiba tiba memiliki calon suami, kamu nggak pernah cerita ke aku soal calon suami kamu itu" Bagas memandang Chery dengan harapan kalau Chery akan berkata lain, Chery akan berkata kalau Chery bercanda.
"Bagas, maafkan aku, tapi beneran aku sudah memiliki calon suami dan aku benar benar mencintainya" kata Chery.
"Jadi selama ini kamu cuma kasih harapan palsu ke aku? kamu jahat, Chery!" Bagas mulai meninggikan nada bicaranya karena, tersulut api cemburu.
"Bagas maafkan aku?! tapi aku rasa, aku tidak pernah memberikan harapan ke kamu" kata Chery.
"Kamu berkata kalau kamu mau fokus belajar dulu dan akan berpacaran kalau sudah bekerja, bukankah itu suatu harapan untuk orang sebodoh aku, hah? aku memang bodoh karena memiliki cinta ini untuk kamu" Mendung mulai menggantung di manik hitamnya Bagas.
"Maafkan aku kalau aku salah ucap dan menimbulkan kesalahpahaman untuk kamu. Aku memang belum kepikiran untuk berpacaran saat itu, saat kamu nembak aku, tapi semuanya berubah ketika calon suamiku balik dari Amerika, aku sadar kalau aku ternyata hanya mencintai kak Raja selama ini, maafkan aku ya, Bagas!?" kata Chery.
"Raja, jadi nama calon suami kamu itu, Raja? aku akan bikin perhitungan sama dia" Bagas kemudian bangkit dengan penuh kecemburuan dan melangkah lebar meninggalkan Chery tanpa pamit.
Chery hanya bisa terpaku menatap kepergiannya Bagas. Di saat Chery hendak bangkit dan meninggalkan ruang tamu ada seorang wanita memanggil namanya.
Chery menoleh dan bertanya "iya, silakan masuk dan silakan duduk! Anda siapa?"
Natasha tersenyum dan duduk di depannya Chery "salam kenal, aku Natasha, Raja pernah menyebutkan namaku ke kamu, kan, Chery?" kata Natasha sambil tersenyum penuh arti ke Chery.
Chery duduk dan berucap "aaah iya kak Natasha, salam kenal, saya Chery Elruno, senang akhirnya bisa kenal dan bertemu dengan kak Natasha" kata Chery dengan polosnya.
Natasha membayar seorang OB dan seroang staf di kantor tempat Raja bekerja. Dia meminta OB dan staf itu melaporkan apapun yang terjadi di kantornya Moses Elruno dan yang berkaitan dengan Raja. Natasha mendapatkan kabar dari OB dan staf tersebut, kalau tuan Moses dan Raja pergi ke Jepang pagi tadi. Maka dengan tekad baja dia pun pergi ke rumahnya Chery untuk mengunjungi Chery mumpung Raja pergi.
Cantik sekali ya Chery. Masih sangat polos dan lugu. Pantas saja kalau Raja sangat mencintainya dan tidak bisa berpaling dari Chery. Tapi aku akan tetap merebut Raja dari kami, Chery. Dengan cara apapun. Batin Natasha.
"Apa yang Raja ceritakan soal aku?" tanya Natasha.
"Kak Raja cerita kalau kak Raja memiliki seorang sahabat bernama Natasha, Chery senang akhirnya Chery bisa bertemu dan berkenalan dengan kak Natasha sekarang ini" kata Chery dengan senyum tulus.
"Apa kakak boleh bersahabat juga denganmu?" tanya Natasha.
"Tentu saja boleh" Chery berucap dan tersenyum manis ke Natasha.
Natasha tersenyum senang. Umpannya mulai membuahkan hasil. Chery sudah menerima dia dengan kepolosanannya Chery.
__ADS_1
Cukup di sini dulu. Selanjutnya, kamu lihat nanti, ya Chery. Batinnya Natasha menyeringai senang.