My Cute Nanny

My Cute Nanny
Awan dan benaknya


__ADS_3

Awan menatap langit langit hotel tempat dia menginap bersama dengan keluarga kecilnya.


Awan terus terbayang bayang senyumnya Melati, tawa lepasnya, suara merdunya, wajah imut nan cantiknya Melati, dan semua tentang Melati membuat Awan merasa kesulitan untuk bernapas. Dia begitu merindukan Melati sampai terasa begitu menyesakkan di dada.


Aku sangat merindukanmu Mel. Benakku selalu melayang pada kisah kita, Mel. Mungkin rasa ini masih ada karena, rasa bersalahku masih bercokol di dalam jiwaku. Aku telah mengkhianati cinta suci kita. Andaikan dulu, aku tidak bertemu kembali dengan Miracle, andai dulu aku tidak menjadi bodoh tersihir dengan semua keindahan semu dari seorang Miracle, aaahhhh semua andai itu telah menyiksaku selama ini, Mel. Awan bergumam di dalam batinnya.


Awan menoleh ke samping kanannya. Istri cantiknya tengah tertidur pulas. Awan kemudian memiringkan badannya dan memakai tangannya menjadi tumpuan kepalanya. Cowok tampan nan ganteng itu menatap wajah istrinya.


Terima kasih sudah setia mendampingi aku, maafkan aku yang masih menyimpan pesona mantan kekasihku di dalam benak dan pikiranku. Aku janji akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghilangkan pesona Melati dari dalam diriku ini. Aku juga merasa tidak nyaman. Setiap mengingat Melati, aku selalu merasa kesulitan untuk bernapas. Batin Awan.


Awan mengecup kening istrinya dan mengusap lembut wajah istrinya. Dia kemudian mencoba untuk mencium bibir istrinya, mencoba mengalihkan semua angannya yang masih terpatri di bayangannya Melati.


Elma istri cantiknya Awan membuka matanya, lalu meraih tengkuk suaminya untuk memperdalam ciuman mereka. Beberapa menit kemudian terjadilah percintaan yang sangat panas, liar dan hebat. Awan membisikkan kata terima kasih berulangkali di kupingnya Elma lalu mereka saling berpelukkan dengan tubuh mereka yang masih polos, di dalam selimut, dan menyerahlah mereka di alam mimpi mereka karena, kelelahan.


Keesokan harinya Chery mengirim pesan text ke Raja sebelum masuk ke dalam pesawat.


Kak, kita mau terbang sebentar lagi. Entar sampai rumah Chery VC, ya. Love you❤️


Raja tersenyum tiada henti menerima dan membaca pesan text dari Chery, bintang terindahnya.


Alfa langsung nyeletuk "senyum terus entar kering lho gigi kamu"


"Heeee" Raja meringis ke arah Alfa.


Gideon, Celyn, Melati, Chery, dan Elmo akhirnya terbang menuju ke tanah kelahiran mereka.


Moses, Awan, Raja, dan Ray mulai sibuk mempelajari setumpuk berkas yang berada di hadapan mereka. Pagi itu mereka memulai rapat mereka dengan para pemegang saham dan pelaku bisnis di Jepang berkaitan dengan pelebaran sayap perusahaan elektronik miliknya Moses Elruno yang berada di Jerman.


Gideon berbisik di telinganya Celyn yang duduk di sampingnya "nanti sampai di rumah langsung VC, ya"


"Iiihh, baru juga ketemu" kata Celyn.


"Sebentar aja nggak lihat wajah cantiknya kamu tuh aku nggak bisa napas" kata Gideon.


"Lebay" ucap Celyn sambil meringis ke Gideon. Gideon terkekeh geli dan langsung mencubit mesra hidungnya Celyn.


Celyn, Gideon, Melati, Chery, dan Elmo sampai kembali ke rumah tepat pukul tengah malam. Gideon nekat pamit pulang karena, merasa nggak sungkan kalau harus menginap di rumah pacarnya.


Raja belum bisa memejamkan mata. Cowok tampan itu masih menunggu panggilan VC dari Chery. Sambil memainkan gelang kaki yang terpasang di pergelangan kaki kanannya, dia berbaring dan terus menatap layar ponselnya, berharap layar itu menyala dan ponselnya berbunyi.


"Chery, kok nggak nelpon nelpon sih, kakak kangen, nih" gumam Raja yang mulai merasa resah dan gelisah memendam rindu yang begitu besar di dalam hatinya.


Beberapa detik kemudian ponselnya menyala dia langsung menggeser layar itu ke kanan memakai ibu jarinya dan tersenyumlah dia ketika akhirnya bisa memandang kembali wajah ayunya Chery.


"Maaf nunggu lama ya kak, Chery mandi dulu tadi, heeee" kata Chery.


"Nggak apa apa, walaupun sebenarnya kakak sudah nggak sabar tadi pengen lihat kamu secepatnya" kata Raja.

__ADS_1


"Heeeee, Chery juga kak" kata Chery sambil menarik selimutnya sampai ke batas leher.


"Apa kamu sakit?" tanya Raja.


"Enggak kok, Chery baik baik aja, cuma sedikit capek"


"Tapi kenapa selimutan sampai leher gitu? kamu kedinginan? kenapa nggak kamu atur dulu suhu AC-nya biar kamu nggak kedinginan?" tanya Raja.


"Nggak kedinginan juga kok" kata Chery sambil meringis ke Raja.


"Lalu?" Raja masih heran menatap Chery.


"Kenapa?" Chery balik bertanya.


"Sayangku kakak jadi pengen nyubit kamu nih, malah balik bertanya. Lalu kenapa kamu selimutan kayak gitu?"


"I....itu......ka...karena, heeee, rahasia" kata Chery sambil meringis ke Raja.


"Nah lho udah main rahasia rahasiaan nih sama kakak, jangan bikin kakak merasa khawatir dong sayang, ada apa sebenarnya? beneran kamu nggak sakit, kan?"


Blush


Chery langsung merona malu.


"Tuh wajah kamu memerah gitu? sayang ada apa?" Raja langsung panik melihat wajah Chery tiba tiba memerah.


"Iya janji!" kata Raja.


"Emm, kalau bobok tuh, Chery nggak pernah pakai bra, makanya Chery tutupi pakai selimut nih. Itu demi kesehatan, kak" kata Chery.


Blush


Giliran wajah Raja memerah ketika mendengar ucapannya Chery, tidak memakai bra.


"Kak? kakak kenapa?" Chery memanggil Raja.


"Aaahh, emm, nggak apa apa. Iya ya, baru kali ini kakak VC sama kamu di malam hari heeeee. Dulu sewaktu kakak masih di Amerika, kakak VC kamu, pas kamu pulang dari sekolah, jadi kakak baru tahu kalau kamu tidur nggak pakai itu, heeee" ucap Raja terus meringis ke Chery karena, entah kenapa Raja tiba tiba merasa kepanasan ketika benaknya terus melayang ke permasalahan Chery tidak memakai bra kalau tidur di malam hari.


"Itu demi kesehatan kak, Chery sebenarnya malu untuk ngomong jujur ke kakak soal ini karena, kita kan belum menikah tapi kakak tanya terus sih, jadi terpaksa deh Chery jujur soal ini" Kata Chery.


"Iya, karena kakak khawatir sama kamu makanya kakak nanya terus. Apalagi saat tadi kamu bilang rahasia, kakak langsung panik dan takut kalau kamu sakit dan kamu nggak mau bilang sama kakak"


Chery meringis ke Raja dan berucap "maaf ya udah bikin kakak panik tadi, heeee"


"Kenapa ya, tiba tiba kakak merasa pengen cepat cepat menikahimu, sayangku" Raja meringis ke Chery.


"Kak jangan aneh aneh deh!" Chery langsung mengerucutkan bibirnya ke arah Raja.

__ADS_1


Raja meraup wajah tampannya dengan tangan kirinya untuk mengembalikan angannya yang sejenak berkelana ke soal bra. Raja lalu berucap " iya sayang iya, kakak akan bersabar menunggu sampai kamu lulus kuliah"


"Heeee. Kak! Chery lupa cerita sama kakak soal.........."


Raja melirik jam dinding dan jam itu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, dia langsung memotong ucapannya Chery "kamu nggak bobok? bobok gih! besok bangun kesiangan telat lagi ke sekolahnya" Raja tersenyum ke Chery.


"Emm, iya deh! ceritanya besok aja deh! met bobok kak, love you" kata Chery.


"Love you too" kata Raja.


Chery pun memutuskan panggilan VC-nya dan langsung merebahkan diri untuk tidur.


Raja melakukan hal yang sama dan Raja berharap semoga dia tidak bermimpi soal bra.


Chery sebenarnya mau bercerita soal kedatangannya Natasha tapi akhirnya tertunda dan semoga besok, Chery tidak lupa untuk bercerita soal Natasha ke Raja.


Keesokan harinya Melati kembali melakukan rutinitasnya mengantar dan menjemput anak anaknya sekolah.


Di siang hari, Moses menelepon istri imutnya di sela sela jam makan siang dia, untuk sekadar menanyakan kabar istri dan anak anaknya.


"Oke Rumi, aku tutup dulu teleponnya ya, kerjaan menumpuk nih, stress aku kerjaan banyak begini dan kamu nggak ada di sampingku" Moses mulai merajuk.


"Sabar suamiku sayang, aku suntik semangat dari sini ya" kata Melati.


"Heeemm, udah ya, aku cinta kamu mmuuaaah" Moses tersenyum penuh cinta memandang wajah cantik Rumi-nya, lalu dia memutuskan sambungan ponselnya.


Awan yang baru saja melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya Moses menjadi mematung.


Moses meletakkan ponselnya di atas meja dan memandang ke arah Awan "Wan, ada apa? kok bengong gitu?"


"Aaah, maaf tuan" Awan kemudian melangkah dan duduk di kursi menghadap ke tuan Moses Elruno.


Awan mematung ketika mendengar nama Rumi. Dia dulu juga pernah memanggil Melati dengan nama Rumi, tapi tidak dia lanjutkan karena, dia lebih suka memanggil Melati dengan Melati bukan Rumi.


Rasa nyeri kembali menyeruak masuk di dalam hatinya. Dia tidak boleh masih menyimpan rasa cinta untuk wanita yang tidak boleh dia cintai, bukan?


"Ya, ada perlu apa?" tanya Moses.


Suara Moses membuyarkan lamunannya Awan. Awan kemudian melempar senyum ke Moses dan menyerahkan sebuah berkas yang berisi ide ide dia dan beberapa rencana ke depan untuk perkembangan perusahannya Moses di bidang elektronik yang akan mulai beroperasi di Jepang, Minggu depan.


Moses membacanya dan langsung merasa puas "bagus! aku suka. Emm, Raja juga sudah menyumbangkan beberapa ide dia, tunggu sebentar ya, aku akan suruh Raja ke sini!"


Awan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian Raja masuk ke ruang kerjanya Moses dan mereka bertiga langsung membicarakan rencana kerja mereka dan ide ide brilian mereka. Sedangkan Ray, masih berada di lapangan untuk menyiapkan beberapa hal terkait pembukaan perusahaannya Moses Minggu depan.


Sementara itu di kediamannya Moses Elruno, di Indonesia, Natasha kembali bertamu di rumahnya Chery dan berkata "kita keluar makan siang, yuk Chery!"

__ADS_1


Chery nampak ragu dan berpikir sambil terus menatap ke arah Natasha.


__ADS_2