
Tanpa terasa senja di Tiongkok, telah menyapa Elmo Elruno. Elmo mengernyit menatap Linda yang ternyata masih berada di dalam ruangannya sejak dua jam yang lalu.
Sambil bergegas membereskan meja kerjanya Elmo bertanya ke Linda, "kenapa masih di sini? Bagas ke luar kan? kok kamu nggak mendampingi Bagas?"
"Aku malas keluar. Emm, aku menunggu kamu untuk mengajakmu keluar makan malam" Linda tersenyum ke Elmo dengan sangat manisnya sambil bangkit.
"Maaf nggak bisa. Aku ada urusan pribadi dan harus segera aku selesaikan" ucap Elmo.
"Mo! kenapa sih selalu saja acuh tak acuh sama aku? apa salahku? apa karena, aku udah nyatakan cintaku ke kamu dan kamu merasa terganggu?" tanya Linda sembari melipat tangan.
Elmo mendesah lalu memutar meja kerjanya dan melangkah mendekati Linda, "aku nggak pernah anggap serius pernyataan cinta kamu ke aku. Aku hanya menganggap kamu sebagai partner kerja dan sahabat, nggak lebih. Maaf jika aku telah membuatmu kesal. Aku permisi dulu, aku harus mengejar waktu" Elmo kemudian berbalik badan dan dengan setengah berlari dia meninggalkan Linda yang masih mematung di dalam ruangannya.
Elmo masuk ke dalam mobilnya dan meluncur menuju ke lokasi yang dibagikan oleh Bintang.
Elmo menekan pedal gasnya. Dia tidak ingin terlambat untuk menolong Bintang dan Lili.
Bintang mengirim pesan ke Elmo kalau dia dan Lili dikejar oleh sekelompok bandit. Entah siapa yang mengirim bandit itu tapi yang jelas bandit itu ingin menangkap Lili karena, Lili putrinya Maha Adijaya. Kemudian dia membagikan lokasi keberadaannya ke Elmo.
Bintang berhasil melepaskan diri dari kejaran sekelompok bandit tersebut lalu mengajak Lili keluar dari dalam mobil dan berlari ke suatu tempat yang aman untuk bersembunyi.
Bintang kemudian melihat ke Lili yang nampak gemetar ketakutan dengan napas memburu menahan kekhawatiran.
"Siapa mereka? kenapa mereka ingin menangkapku?"
"Yang pasti mereka bukan orang baik, Non" sahut Bintang.
Mobil yang berisi sepuluh bandit berbadan kekar dan bersenjata tajam itu turun dari dalam mobil mereka, ketika mereka menemukan mobil yang ditumpangi Bintang dan Lili terparkir di sebuah dermaga yang sudah nampak sepi menjelang malam hari itu.
Dua orang bandit mengecek ke dalam mobil dan mereka mengumpat kesal saat tahu mobil itu kosong.
Pimpinan mereka kemudian berteriak, "keluar kalian! kalau kalian menyerahkan diri makan kami nggak akan menyakiti kalian!"
"Shit! kalau tidak ada anda Non, saya akan menghadapi mereka semua" ucap Bintang sambil menoleh ke Lili.
"Maaf, dia hari pertama kamu kerja, kamu langsung menghadang bahaya demi aku" ucap Lili dengan wajah penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya. Emm, Non, anda tunggu di sini jangan ke mana-mana! saya akan mengukur waktu memancing mereka mengikuti saya di sekitar sini, sampai teman saya datang"
Lili langsung mencengkeram lengannya Bintang, "jangan pergi! itu berbahaya dan......"
"Saya bisa bela diri jika saya harus menghadapi mereka jadi, Non tenang saja! tunggu di sini, oke?!"
Lili melepaskan cengkeramannya pelan-pelan kemudian menganggukkan kepalanya dengan ragu.
Bintang kemudian tersenyum, "saya nggak akan biarkan mereka menyentuh anda" Bintang kemudian berdiri dan berlari keluar dari arah yang berlawanan.
__ADS_1
"Hei! aku di sini" teriak Bintang.
Sekawanan bandit itu langsung memutar badan dan melihat ke arah Bintang.
"Mana nona Adijaya?"
"Dia sudah sampai di rumahnya dengan selamat jadi percuma kalian masih di sini mencarinya. Lebih baik kalian pergi!" teriak Bintang.
"Cih! aku tidak percaya. Aku yakin nona Adijaya masih berada di sekitar sini. Aku akan membunuhmu terlebih dahulu lalu akan temukan nona Adijaya. Serang dia!" perintah pimpinan gerombolan bandit itu ke anak buahnya.
Bintang langsung memasang kuda-kuda bersiap menghadapi kesembilan pria berbadan kekar yang tengah berlari pesat ke arahnya.
Bintang bisa menghadapi mereka dengan sangat mudah namun, di menit kelima belas, dia mulai kelelahan dan mendapatkan satu pukulan di perutnya dan dia pun terjengkang dan jatuh di atas tanah. Dengan segera Bintang bangkit dan berlari. Dia mencoba mengukur waktu menunggu Elmo karena, dia sadar jika dia menghadapi sekawanan bandit itu sendirian dia hanya akan nampak konyol.
Bintang berhasil bersembunyi beberapa menit tepat di saat ada suara seorang laki-laki yang begitu dia kenali, suara Elmo Elruno berteriak, "akulah lawan kalian!"
Kesembilan orang berbadan kekar yang tengah celingukkan mencari Bintang segera berlari kembali di samping pimpinan mereka.
Bintang segera keluar dari persembunyiannya dan berlari mendekati Elmo, "syukurlah kau cepat datang"
Elmo berbisik, "Lili?"
"Aman" sahut Bintang.
Elmo menyuruh Bagas dan kelima anak buah yang dia bawa untuk menghadapi pion-pion dari sekawanan bandit itu dan dia sendiri langsung melesat menuju ke sang pemimpin.
Akhirnya sekawanan bandit itu pun kalah dan segera pergi meninggalkan lokasi dengan mengumpat kesal karena, mis mereka menangkap Lili Adijaya telah gagal.
Bintang kemudian berjalan menuju ke tempat persembunyiannya Lili dan mengajak Lili untuk keluar menemui Elmo, Bagas dan kelima anak buahnya Elmo.
Lili tercengang dan langsung menunjuk ke Elmo, "kok kamu lagi?"
Elmo tersenyum dan berkata, "kita memang berjodoh, dokter Lili Adijaya"
"Berjodoh kepalamu! aku aja nggak kenal dengan kamu"
"Begini ya ucapan terima kasih dari seorang dokter Lili Adijaya?"
Lili mendengus kesal, melipat tangan lalu berucap, "terima kasih"
Bagas menatap ke arah Bintang terus. Bagas terpesona akan manis wajahnya Bintang dan terpesona akan gerak lincahnya Bintang sewaktu menghadapi bandit tadi.
"Boleh saya berkenalan dengan anda nona manis?" ucap Bagas ke Bintang.
"Boleh, nama saya Bintang dan hanya Bintang heee. Lalu anda?"
__ADS_1
"Bagas dan hanya Bagas, heeeee"
Keduanya lalu terkekeh geli.
Elmo kemudian tersenyum lebar dan berkata, "kau antarkan Bintang pulang pakai mobilku dan aku akan mengantarkan dokter Lili Adijaya pulang!"
Lili langsung membeliakkan matanya ke Elmo, "nggak mau! aku akan pulang dengan Bintang"
"Dengarkan saya dulu dok! pertama Bintang terluka dan kelelahan saat ini kalau kalian disergap lagi bagaimana? kalau anda pulang dengan saya, saya akan jamin anda aman karena, kelima anak buah saya otomatis akan membayangi kita"
"Itu benar, Non" sahut Bintang yang sangat mengerti maksud dan tujuannya Elmo Elruno, "maaf saat ini saya perlu beristriahat dan mengobati luka saya agar besok saya bisa bekerja lagi" tambah Bintang kemudian.
"Lalu kamu, apa kamu akan baik-baik saja, pulang dengan dia?" Lili berkata sambil menatap Bintang dan menunjuk ke Bagas
"Bintang akan aman bersama Bagas. Bagas jago bela diri dan saat ini dalam kondisi yang fit dan Bagas seorang gentleman, dia akan menjaga Bintang sepenuh hati"
"Baiklah" ucap Lili dengan setengah hati.
Akhirnya mereka berpisah. Elmo senang bukan main bisa semobil lagi dengan Lili.
Lili memasang sabuk pengamannya dan berkata ke Elmo, "kamu berhutang permintaan maaf sama aku"
"Untuk apa?" Elmo berucap sambil mulai mengemudikan mobilnya Lili Adijaya.
"Kau cium keningku tadi pagi" ucap Lili dengan kesal
Elmo kemudian meminggirkan mobilnya Lili, melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke Lili, "ciuman di kening tadi masih dalam tahap wajar dan saya rasa tidak butuh permintaan maaf" ucap Elmo sambil tersenyum dengan sangat tampannya.
"Kau mau apa? kenapa kau pinggirkan mobilnya?" Lili tanpa sadar berucap sambil memandang penuh damba bibirnya Elmo Elruno.
"Aku mau tunjukkan ke kamu, ciuman yang membutuhkan permintaan maaf" Elmo menundukkan wajahnya dan dengan gerakan manis, dia menarik tengkuknya Lili dengan tangan kirinya dan tangan kanannya melepas sabuk pengamannya Lili. Kemudian Elmo berucap, "kau dulu selalu meminta aku untuk mencium kamu, maka aku akan kabulkan saat ini"
Elmo langsung mendaratkan bibirnya di bibirnya Lili dan Lili merasa nyaman alih-ali. mendorong tubuhnya Elmo dia justru menjadi semakin tertantang. Aroma segar yang menguar dari mulut manisnya Elmo membuat Lili menyerah pasrah dan secara tidak sadar dia membuka mulutnya, mendesah dan menuntut.
Sekelumit bayangan tentang sosok Elmo yang masih samar-samar di benaknya membuat Lili justru bersikap agresif karena, dia pikir jika dia teruskan ciumannya dengan Elmo sedikit lebih lama, dia akan bisa mengingat siapa sebenarnya Elmo bagi dirinya.
Elmo yang masuk ke dalam kategori pria tampan nan macho idaman setiap wanita itu, tersenyum ketika mendapati penaklukan sensualnya ditanggapi Lili dengan sangat manis.
Elmo menarik bibir dengan terengah-engah dan dengan napas memburu terpercik gairah yang begitu besar. Kemudian dia menempelkan dahinya ke dahi Lili.
Lili masih memejamkan mata dan bibirnya kembali mencari bibirnya Elmo. Lili masih membutuhkan penyatuan bibir mereka untuk mengembalikan ingatan dia sepenuhnya tentang Elmo.
"Aku tidak pernah berhenti mencintaimu" ucap Lili dengan tidak sadar dan dengan suara serak.
Elmo langsung menghentikan ciuman mereka lalu memegang kedua bahunya Lili, "kau ingat? kau......barusan kau katakan kalau kau mencintaiku. Kau tidak pernah berhenti mencintaiku?"
__ADS_1
Lili membuka kedua matanya, "cium aku! sedikit lagi aku mengingatnya"
Dengan dahsyat Elmo bergulat antara akal sehat dan cinta. Akal sehat memberitahunya bahwa mereka seharusnya mendiskusikan masalah mereka terlebih dahulu, tetapi saat bibir Lili kembali menekan bibirnya dengan penuh hasrat dan sangat sensual, bagaimana bisa ia bisa berpikir secara logis?