My Cute Nanny

My Cute Nanny
Celyn dan Maha Adijaya


__ADS_3

Celyn menelepon pak Joko untuk menjemputnya karena, motornya Gideon mogok dia ada di bengkel bersama Gideon, menunggu motornya Gideon diperbaiki.


Pak Joko akhirnya meluncur ke bengkel tersebut untuk menjemput Gideon dan Celyn. Di perjalanan pulang, mereka berpapasan dengan mobilnya Pramono yang berisi Pramono dan kelima anak buahnya.


"Pak Pramono? mobilnya mogok juga?" tanya Celyn begitu dia turun dari mobil papanya yang dikendarai pak Joko dan berdiri di depannya Pramono yang hendak masuk kembali ke dalam mobilnya.


*Iya non, kita jadi telat menyusul tuan Alfa" sahut Pramono.


Pramono dan anak buahnya mulai diperintahkan oleh Moses untuk terus membayangi arah geraknya Alfa.


"Om Alfa? memangnya om Alfa ke mana?" tanya Celyn.


"Dari alat pelacak yang nampak di mobil saya, tuan Alfa berada tidak jauh dari sini dan berhenti cukup lama di lokasi tersebut" ucap Pramono.


"Apa om Alfa dalam bahaya? kok berhenti lama di sini?" ucap Celyn sambil menyentuh layar di dalam mobilnya Pramono.


"Oke aku akan ikuti kalian. Kalian duluan saja! aku nyusul sama pak Joko, ayok buruan!" Celyn langung berlari masuk ke dalam mobil papanya yang dikemudikan pak Joko dan mengabaikan larangan dari Pramono.


Pramono mendesah panjang lalu masuk ke dalam mobilnya dan bergegas meluncur ke lokasi keberadaannya Alfa Elruno.


Lima belas menit kemudian Celyn dan rombongannya sampai di sebuah istana yang megah dan secara otomatis pintu gerbang itu terbuka untuk mereka seolah menyambut kedatangannya mereka. Setelah mobil mereka meluncur masuk, gerbang megah itu pun menutup dengan sendirinya.


Ketika sampai di teras depan rumah itu, Celyn langsung memekik ke pak Joko, "berhenti!"


Pak Joko langsung mengerem mobil itu secara mendadak dan Celyn langsung melompat turun dan berlari ke kak Raja-nya yang tengah memegangi perut di depan seorang pria garang dan berkumis. Gideon ikutan melompat turun dan langsung berlari menyusul kekasihnya.


Pramono pun langsung turun bersamaan dengan kelima anak buahnya.


Alfa sudah tak berdaya duduk di atas lantai sambil memegangi perutnya dan tidak mampu untuk berdiri kembali. Gideon membantu Alfa untuk bangkit lalu memapah Alfa masuk ke dalam mobilnya pak Joko. Gideon memerintahkan pak Joko untuk segera membawa Alfa ke rumah sakit. Lalu Gideon menghubungi om Rio, asisten pribadi papanya untuk meminta bantuan.


Raja terengah-engah sambil terus membungkuk dan berkali-kali terbatuk-batuk.


Gideon melesat dan berdiri berjejer dengan Pramono, kelima anak buahnya Pramono, Celyn, dan Raja.


Maha mengernyit lalu berkacak pinggang sambil menengadahkan wajah berkumisnya ke udara untuk melepas tawa garangnya.


Kemudian dengan masih berkacak pinggang dia menatap ke semua lawannya, "maju kalian semua!"


"Non, anda, kekasih anda, dan tuan Raja, pulang saja! biar saya dan anak buah saya yang menghadapi mereka" perintah Pramono.


Raja menarik lengan Celyn dan Gideon, "Pak Pramono benar, ayok kita pulang saja!"

__ADS_1


Celyn menarik lengannya, "nggak! Celyn ingin menjajal kemampuannya"


"Lyn! ini bukan turnamen dan dia sangat tangguh" ucap Raja.


"Aku mau menjajalnya. Kakak pulang aja, obati luka kakak!" Lalu Celyn melesat dan mulai melancarkan aksinya untuk berduel dengan Maha Adijaya.


Beberapa gerakannya Celyn mampu terbaca dengan baik oleh Maha dan Maha berhasil menepisnya namun bukanlah Celyn jika dia tidak memiliki kejutan. Di saat Maha menangkis tinjunya dengan segera dia memanjat pinggangnya Maha dengan menggunakan kaki kirinya dan dengan secepat kilat dia daratkan tendangan mautnya ke hidungnya Maha. Setelah itu dia pun salto ke belakang dan mendarat sempurna di atas lantai dengan kedua kakinya.


Maha mundur beberapa langkah dan mengusap darah yang keluar dari hidungnya, "hmm! kamu sangat cantik tapi jago bela diri juga. Aku menyukaimu untuk itu, aku nggak akan mengijinkanmu pulang. Aku ingin memilikimu" Maha menaikkan kedua alisnya ke arah Celyn.


"Cih! aku ini Celyn Elruno kalau aku mau pulang ya pulang, enak aja ngatur-ngatur" Celyn memekik kesal ke arah Maha.


"Wow! kamu putrinya Moses Elruno ternyata. Menarik, sangat menarik" ucap Maha dengan seringai khasnya.


"Non! pulang! saya mohon, Non" Pramono kembali memohon agar Celyn pulang ketika melihat seringai menakutkan dari Maha untuk Non Celyn-nya.


Gideon langsung memanggul Celyn dan membawanya pergi bertepatan dengan melesatnya Pramono ke arah Maha.


"Jangan biarkan anak kecil itu pergi! tangkap dia!" Maha langsung memerintahkan anak buahnya untuk memblokir langkahnya Raja dan Gideon yang tengah memanggul Celyn.


Celyn memukul punggungnya Gideon dan memekik, "turunkan aku!"


"Turunkan! atau aku gigit kupingmu" Celyn mulai menggigit kupingnya Gideon dan dengan sangat terpaksa Gideon menurunkan Celyn dan begitu kedua kakinya menyentuh lantai, dengan cepat Celyn mendaratkan beberapa tendangan mautnya ke anak buahnya Maha. Dengan bantuan Gideon dan Raja, mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam mobilnya Raja dengan sukses.


Gideon langsung melajukan mobilnya Raja menuju gerbang depan rumah itu dan dia langsung mengerem mendadak karena, gerbang megah itu tertutup sempurna.


Raja kemudian turun dari mobil sambil berucap, "beri aku lima menit, aku akan mengacak sensornya untuk membuka gerbang itu"


"Shit!" Gideon mengumpat kesal ketika Celyn kekasihnya telah melompat turun dari dalam mobil dan menghadang anak buahnya Maha yang masih mengejarnya.


"Kenapa aku berpacaran dengan seorang jagoan macam dia, huuffffttt" gumam Gideon kesal karena, Celyn selalu saja ngeyel dan bertindak sesuka hati. sambil melompat turun dari dalam mobil dan mulai membantu Celyn melawan kesepuluh anak buahnya Maha yang jago berkelahi dan berbadan kekar semuanya.


Raja mengutak-atik kotak sensor yang terpasang di pagar tersebut. Sarjana Elektronika lulusan Amerika itu pun mulai beraksi. Dia melakukan hal yang sama ketika dia masuk ke istananya Maha, tadi.


Dan di saat dia menoleh ke kanan, mobilnya papa mertuanya masih diam di sana. Om Alfa-nya nampak pingsan dan pak Joko nampak kebingungan dan ketakutan.


Raja dengan cepat menyelesaikan aksinya untuk membuka pintu gerbang elektronik tersebut.


Di saat pintu gerbang itu berhasil dibuka paksa oleh Raja, mobilnya Rio yang berisi Rio dan kelima anak buahnya meluncur masuk ke istananya Maha Adijaya.


Rio menghentikan mobilnya lalu diikuti kelima anak buahnya. Rio memerintahkan kelima anak buahnya untuk membantu Celyn dan Gideon kemudian dia menghampiri Raja, "ada apa ini? istana siapa ini?"

__ADS_1


"Panjang ceritanya om, emm, aku nitip Celyn dan Gideon ya om!? aku akan membawa om Alfa ke rumah sakit secepatnya karena, om Alfa udah pingsan om" Raja kemudian menepuk pundaknya Rio dan dia berlari lalu masuk ke mobil papa mertuanya, "cepat jalan pak! om Alfa harus segera ditangani dokter nih" ucap Raja ke pak Joko.


Pak Joko menganggukkan kepalanya dan mulai meluncurkan mobilnya dengan cepat, meninggalkan istananya Maha untuk menuju ke rumah sakit terdekat.


Setelah berhasil melumpuhkan kesepuluh anak buahnya Maha, Rio bertanya ke Celyn masalah apa yang sebenarnya telah terjadi. Celyn mengangkat kedua bahunya lalu berucap, "saya juga nggak tahu, om"


"Okelah! kita pulang dulu ke rumahmu atau mau ke rumah sakit nyusul om Alfa kamu?" tanya Rio.


Celyn hendak masuk kembali untuk menolong Pramono alih-alih menjawab pertanyaannya Rio. Gideon langsung menangkap perutnya Celyn, "jangan masuk lagi dan jangan ngeyel! pak Pramono dan anak buahnya itu udah terlatih jadi jangan mengkhawatirkan mereka!"


Celyn langsung melotot ke Gideon, "lepas! atau aku gigit lagi kupingmu "


Rio tertawa melihat Gideon bersitegang dengan Celyn lalu berucap, "melihat kalian aku jadi ingat sama Lila and Grey, hahahaha"


Gideon mendengus kesal, "Bukannya ditolongin.malah diketawain. Ini cewek super ngeyel, om"


Celyn merengut dan menghunus tatapan tajamnya ke Gideon.


Rio kembali tergelak geli.


"Om, tolong perintahkan anak buahnya om untuk membantu pak Pramono ya!? Aku akan bawa Celyn pulang" Gideon menarik Celyn untuk masuk ke dalam mobil kembali.


"Oke siap!" pekik Rio dan Rio segera memerintahkan anak buahnya untuk menolong Pramono.


Celyn hendak turun dari mobil dan Gideon langsung menahan tubuhnya Celyn dan dia pasangkan sabuk pengamannya Celyn kalau berucap, "nurut atau aku akan berikan ciuman saat ini juga"


Celyn menutup bibirnya dengan kedua tangannya lalu mematung. Gideon tersenyum lalu duduk tegak di belakang kemudi, memasang sabuk pengamannya dan meluncurkan mobilnya Raja meninggalkan istananya Maha Adijaya.


Alfa langsung masuk ke ruang operasi di saat Celyn dan Gideon sampai di rumah sakit tersebut. Alfa harus segera dioperasi karena ada satu tulang rusuknya yang patah.


Celyn langsung menelepon papanya lalu menelepon Tante Rini-nya di saat Raja menandatangani surat persetujuan tindakan operasi atas om Alfa-nya.


Moses Elruno langsung bangkit setelah menerima telepon dari Celyn, dia langsung meninggalkan Ray yang masih berkutat dengan pekerjaannya.


"Tuan, tuan mau ke mana?" teriak Ray.


"Ke rumah sakit, Alfa di ruang operasi saat ini"


Ray langsung berlari kencang lalu berjalan di samping tuannya, "biar saya antar tuan. Anda kalau sedang tidak stabil seperti ini, bawa mobilnya suka ngawur"


"Hmm" Moses langsung menyerahkan kunci mobilnya ke Ray.

__ADS_1


__ADS_2