My Cute Nanny

My Cute Nanny
Moses hilang


__ADS_3

"Ka...ka...kamu hebat sekali" kata Melati lirih dan masih memejamkan matanya.


"Hahahaha, ini masih awal sayang. Maaf kalau aku ingkar janji lagi, tanpa seijin kamu, aku nekat mendaratkan first kiss. Salah sendiri kamu tercipta begitu cantik dan imut seperti ini"


Melati membuka matanya dan menatap Moses "a...a....aku meminta maaf ya, ka...ka..kalau aku belum bisa memberikan balasan untuk ciumanmu tadi karena, jujur aku nggak tahu bagaimana cara melakukannya" kata Melati lirih.


"Hahahaha" Moses merapikan rambutnya Melati dengan jari jari tangannya lalu mengusap bibirnya Melati yang tampak basah akibat dari ulahnya "aku akan terus mengajari kamu dengan sabar, sayang. Waktu kita masih panjang, aku siap menjadi guru les buat kamu sepanjang waktu, gratis!" kata Moses sambil tersenyum jahil.


"Guru les apa?" Melati merona kembali.


"Hahaha" Moses kembali tergelak "guru les dalam mata pelajaran berciuman dan ber.........."


Brrruuummmmm Brummmmm



Ada suara mobil berhenti di depan rumahnya Melati.


Melati langsung berdiri dari pangkuannya Moses "siapa yang datang?"


Moses mengangkat kedua bahunya dan langsung berdiri lalu melangkah ke arah pintu.


Dia membuka pintu rumahnya Melati dan langsung kaget "Alfa?"


Melati langsung tersenyum gembira saat melihat cewek yang berdiri di sampingnya Alfa dan langsung berteriak histeris saking bahagianya "Rini!!!"


Rini tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.


Melati langsung memeluk Rini dengan erat dan membawa sahabatnya itu untuk masuk ke dalam rumahnya sambil mendorong strollernya Chery.


Moses masih berdiri di depan pintu dan menatap Alfa "ngapain kamu ke sini?"


"Mengantar bidadari untuk ketemu sama bidadari yang lainnya, heeee" jawab Alfa sambil meringis.


Alfa mendorong tubuhnya Moses dan melangkah masuk.


Dia duduk di depannya Melati dan Rini.


"Hai, Mel" ucap Alfa.


"Hai, makasih ya kak, sudah bawa Rini ke sini"


"Sama sama cantik" ucap Alfa dengan polosnya.


Moses duduk di sampingnya Melati dan langsung menatap tajam ke arah Alfa "jaga bicara kamu! jangan memuji Melati cantik, hanya aku yang boleh melakukannya!"


"Lho memangnya kenapa, di mana letak kesalahannya? dia memang cantik dan kamu siapa? seenaknya aja melarang aku" Alfa berucap sambil bersedekap dengan santainya.


"Asal kamu tahu ya, Melati adalah..........."


Melati langsung menepuk pundaknya Moses. Mengingatkan Moses kalau saat ini mereka masih harus merahasiakan pernikahan mereka.


"Melati adalah?" Alfa mengangkat alis sebelah kirinya.


Moses hanya bisa mendengus kesal dan tidak melanjutkan omongannya.


Alfa tersenyum lebar merespon tingkah lakunya Moses.


Tiba tiba ponselnya Moses berbunyi.

__ADS_1


Moses berdiri dan melangkah ke teras depan rumahnya Melati untuk mengangkat sambungan yang masuk ke dalam ponselnya


Jempolnya mengusap layar ponselnya ke kanan dan "halo, siapa ini?"


Suara seorang pria dengan suara yang sangat berat, tersambung dengan Moses dan pria tersebut berkata dari seberang sana "kalau, kamu sayang sama Dokter Erlangga, datanglah ke gudang Lampiran 23 blok B28" lalu tuuuuutttt.


Sambungan ponselnya terputus. Moses mengernyitkan dahinya. Bos tampan itu langsung menghubungi ponsel papa asuh yang sangat dia sayangi itu.


Lima kali panggilan dia lakukan tetapi Dokter Erlangga belum mengangkatnya juga. Moses kemudian mencoba menghubungi ruangannya Dokter Erlangga sebanyak tiga kali dan tidak ada sahutan. "Shit!" Moses langsung melangkah kembali masuk ke dalam rumahnya "kamu, emm, adik sepupunya Ray, kan? siapa nama kamu?"


"Rini, tuan" jawab Rini sembari menganggukkan kepalanya ke arah Moses.


"Aaa, iya, Rini. Tolong jaga Melati sebentar ya, aku ada urusan!" kata Moses dan dengan segera berbalik badan.


"Tunggu!" suara Melati menghentikan langkahnya Moses


Moses menoleh dan menatap Melati.


"Ada apa? sepertinya kamu sangat tegang dan nampak khawatir"


Moses ingin memeluk dan mencium Melati saat ini tapi sayangnya ada Rini dan Alfa. Moses hanya bisa menghela napas panjang dan berkata "ngga ada apa apa, aku akan segera kembali"


Melati tersenyum dan berkata "ati ati ya"


"Hmm" Moses kembali berbalik badan dan melangkah lebar untuk masuk ke dalam mobil sport kesayangannya, yang selalu ikut kemanapun, dia pergi. Ray, yang membawanya tadi, untuk berjaga jaga seandainya si bos ingin berjalan jalan keliling kota S dengan Melati dan Chery.


"Mel, kamu sudah putus ya dengan Awan?" tanya Rini.


Melati melempar pandangannya ke Alfa.


Alfa tersenyum dan berkata "Rini sudah menceritakan semuanya, jangan sungkan! kita kan, teman"


Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Rini, sahabat yang sangat dia sayangi.


"Kak Ray yang kasih tahu ke aku. Tapi kak Ray tidak bicara secara detail" kata Rini.


"Dia selingkuh sama kekasih lamanya, Rin. Mereka bahkan sudah berciuman di belakangku" jawab Melati lirih.


"Hah?" ucap Rini.


"What?!" kata Alfa.


"Memang dari awal aku lihat dia, aku sudah tidak percaya sama dia. Aura wajahnya tuh aura tidak setia, cih!" dengus Alfa kesal.


"Hahahaha, memangnya kakak bisa membaca aura wajah?" kata Melati sembari menoleh ke arah Alfa.


"Bisa dong. Kaya kalian berdua nih akan aku coba baca, ya. Rini itu lembut, tapi introvert, dia lebih suka memendam perasaannya, tipe setia, manis dan baik" kata Alfa sambil tersenyum bangga menatap Rini.


"Iya benar" jawab Rini tersenyum lebar membalas tatapannya Alfa.


"Lalu kamu, Mel. Emm, kamu itu lembut, jinak jinak merpati, tapi kamu selalu mengutarakan perasaan kamu secara polos dan jujur, apa adanya, dan keras kepala, heeee" kata Alfa sambil meringis menatap Melati.


"Waahh, kakak hebat! dari mana kakak mempelajarinya?" Melati menatap kagum ke arah Alfa.


"Sudah bakat dari lahir sepertinya" jawab Alfa sambil menggaruk nggaruk kepalanya.


"Keren, kak, harus terus diasah! kan bisa dipakai untuk menolong diri sendiri dan orang lain, supaya kita lebih bisa berhati hati, sebelum dekat dengan seseorang" ucap Rini.


"Iya, kamu benar" jawab Alfa.

__ADS_1


Melati menitipkan Chery ke dalam pangkuannya Rini dan dia berdiri melangkah ke dapur untuk membuat susunya Chery sekalian membikin minum untuk Alfa dan Rini.


Tidak begitu lama Melati kembali ke ruang tamu membawa nampan yang berisi dua gelas es teh manis, susunya Chery dan camilan.


"Terima kasih" ucap Rini dan Alfa secara bersamaan.


Melati merengkuh Chery ke dalam dekapannya dan mulai memberikan susu ke Chery.


Chery langsung mengedotnya dengan penuh semangat.


"Chery murah senyum ya Mel. Setiap aku ajak bicara dia membalas dengan senyuman. Ramah dan cantik, bibit bunga desa kayanya. Nanti kalau Chery sudah beranjak dewasa, aku yakin pasti banyak cowok yang bakal ngantri untuk memenangkan hatinya" kata Rini sambil memainkan tangannya Chery yang sedari tadi menggenggam tangannya.


"Iya untungnya dia nggak kaya papanya. Papanya pelit senyum dan galaknya minta ampun" sahut Alfa sambil meminum es teh manisnya dan mengambil camilan.


"Hahahaha, iya kakak benar" kata Rini.


"Tapi sebenarnya kak Moses itu sangat baik dan lembut kok" Melati membela suaminya.


Ray, masuk ke dalam ruang tamunya Melati dan langsung terlonjak kaget saat menemukan Rini tengah duduk di sampingnya Melati.


"Lho kamu kok bisa ada di sini?" Ray menautkan alisnya.


"Aku yang ajak, heee" sahut Alfa.


"Anda naik mobil ke sini bareng sama Rini?" Ray menoleh ke arah Alfa.


Alfa mengangguk dan tersenyum.


"Rin, kamu nggak diapa apain kan sama dia?" tanya Ray.


"Gila kamu, emangnya gue cowok apaan?" kata Alfa kesal.


"Nggak, kak. Kak Alfa sangat baik dan sopan kok sama Rini" sahut Rini.


"Kamu sudah ijin sama mama kamu?" Ray masih menghujani Rini dengan pertanyannya.


"Sudah, dan mama juga tahu kalau Rini perginya sama kak Allfa. Kak Alfa ke rumah dan memintakan ijin ke mama dan mama mengijinkan" jawab Rini.


"Tuh dengar sendiri, kan. Jangan asal nuduh!" kata Alfa masih protes sama Ray.


"Iya, tuan. Maaf" kata Ray sambil duduk di sampingnya Alfa.


"Mel, tuan Moses mana?" tanya Ray.


"Lho, tadi ada telepon masuk bukan dari kak Ray?" Melati balik bertanya.


"Aku nggak telepon. Berapa lama tuan Moses pergi?" tanya Ray.


Melati mulai menarik botolnya Chery yang telah kosong dan langsung merasa khawatir sembari mendekap erat Chery.


"Sudah sekitar dua jam yang lalu atau bahkan lebih"" jawab Alfa yang mulai merasa khawatir saat menatap wajah seriusnya Ray.


"Shit!" Ray mencoba menghubungi nomor ponsel tuan besarnya.


Lima kali panggilan yang dia lakukan tidak ada jawaban. Ray langsung mengecek aplikasi pelacakan yang ada di dalam ponselnya "shit!" kembali dia mengumpat karena alat pelacak yang selalu terpasang di kancing kemeja atau kaosnya tuan besar Moses Elruno belum diaktifkan jadi layar ponselnya kosong, belum menampakkan keberadaan bos besarnya.


"Kak, apa yang terjadi?" kata Melati sembari menimang nimang Chery yang secara tiba tiba merasa gelisah. Chery sepertinya bisa ikut merasakan kegelisahannya Melati.


"Ray?" tanya Alfa ikutan panik.

__ADS_1


"Tuan Moses belum diketahui keberadaannya. Sepertinya dia hilang, Mel" jawab Ray.


"Apa?!" Alfa, Rini dan Melati berteriak secara bersamaan.


__ADS_2