My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku salut sama kamu!


__ADS_3

Chery membuka mata lalu bangkit dan menghadap ke mama Grace, "makasih ma" Chery tersenyum dan langsung meminum susu strawberry bikinan mamanya Chery dengan sangat cepat dan langsung tandas tak bersisa, untuk meredakan ketegangan yang dia rasakan. Raja pun melakukan hal yang sama, meminum wedang jahenya dengan sangat cepat dan langsung kosong gelasnya.


Mama Grace memandang keduanya dengan sangat heran, "kalian memangnya habis berlari marathon ya? kok kayak orang yang sangat kehausan gitu, minumnya, heeee"


Chery dan Raja diam terpaku dan nampak canggung satu sama lain.


Raja kemudian bangkit dan meraih gelasnya Chery yang telah kosong, lalu berucap sembari melangkah keluar dari kamarnya, "ma, ajak Chery bobok gih! kasihan Chery capek tuh ma! biar Raja yang taruh gelas gelas ini di dapur"


Mama Grace tersenyum lalu merangkul Chery menuju ke kamarnya.


Mama Grace mengusap penuh kasih sayang pipinya Chery, "tidurlah! terima kasih sudah menyelamatkan Raja ya cantik, sayangku, Chery"


"Sama sama ma. Selamat malam, mimpi indah ya, ma" Chery mengecup pipi mamanya Raja, lalu mulai memejamkan matanya. Mama Grace terus mengusap usap rambutnya Chery sampai Chery tertidur lelap.


keesokan harinya...........


Chery menoleh ke samping kanannya, mama Grace masih tertidur pulas. Chery melirik jam di dinding masih pukul empat pagi. Gadis cantik putri Elruno itu pun kemudian bangkit dan bangun secara pelan pelan supaya gerakannya tidak membangunkan mama Grace.


Chery mandi dan memakai kembali setelan kaos dan celana pendeknya lalu keluar dari kamar, langsung menuju ke dapur.


Chery memulai memasak nasi goreng, telur mata sapi, dan menggoreng tempe karena, hanya itu yang tersedia di dalam lemari es.


Ketika Chery tengah asyik menggoreng tempe dia terlonjak kaget, ada lengan yang menelesup masuk dan memeluk dia dari belakang.


Chery menoleh dan langsung memukul lengannya Raja, "kak, lepas! mama Grace nanti melihat kita, aku malu nanti"


"Mama bangunnya masih lama, biasa bangun siang. Mama kan tiap malam buka kedai es krim apalagi kemarin malam Minggu, ramai banget kedainya dan tutupnya bisa sampai jam sepuluh malam, makanya kalau hari Minggu gini nih, mama bangunnya tuh siang, itu pasti! emm, bisa sampai jam delapan atau jam sembilanan entar, heeee" kata Raja sembari menaruh dagunya di atas pundaknya Chery.


"Lalu yang biasanya bikin sarapan pagi siapa? kakak sendiri?" tanya Chery sembari terus menggoreng tempe.


"Papa Charlie dong yang bikin sarapannya, kakak nggak bisa masak, heee, bisanya masak air doang! Dan sehabis sarapan, papa Charlie sama mama lanjut berkebun. Sayangnya papa Charlie belum pulang hari ini, kamu nggak jadi belajar bikin martabak telur, deh" Raja mulai menciumi rambutnya Chery.


"Kak! geli!" kata Chery.


Raja terkekeh lalu mencium pipinya Chery lama sekali kemudian melepaskan Chery "kalau kelamaan meluk kamu, kakak takut kebablasan lagi"


"Kakak ihhh cium pipinya Chery kelamaan! hampir gosong kan tempenya" Chery langsung mematikan kompor dan mengangkat tempenya.


Raja mundur lalu bersandar di meja makan dan terkekeh geli "habisnya kamu terlihat begitu menggoda pas masak tadi, andai kita sudah menikah saat ini, kakak pasti........."


"Apa? pasti apa? piktor nih pasti!" Chery mencebikkan bibir ke Raja.


"Lho kok piktor sih? piktor tuh pikiran kotor, kan?"


"Iya" Chery kemudian tertawa renyah.


"Emang kamu tahu apa yang kakak pikirkan, hahahaha, kamu menggemaskan sekali sih, sayang" ucap Raja sembari mengusap ujung hidungnya Chery dengan jari telunjuknya.


"Apa coba yang kakak pikirkan tadi, hayooo? pasti piktor kan" Chery mencebikkan bibirnya ke Raja.

__ADS_1


Raja duduk di sebelahnya Chery "nggak tuh bukan piktor, weeekkk" giliran Raja yang mencebikkan bibirnya ke Chery. "emm, kakak pasti bangun lebih pagi untuk bantuin kamu masak, itu yang ada di pikiran kakak tadi, heeeee" Raja kemudian meringis ke Chery


"Pasti ngeles nih" Chery terkekeh geli ke Raja.


Raja menggemakan tawanya lalu mencium keningnya Chery.


"Cicipi masakannya Chery, kak!" ucap Chery, sembari mengambilkan satu piring nasi goreng hasil kreasinya dengan lauk telur mata sapi dan tempe goreng, untuk Raja.


Raja membuka mulutnya "aaaaaa"


Chery mengerutkan keningnya, "manja nih! minta disuapi, ya?"


Raja masih menganga dan menganggukkan kepalanya ke arah Chery.


Chery tersenyum lalu menyendok nasi gorengnya dan mulai menyuapi Raja. Raja kemudian mengambil sendok yang digenggam Chery dan dia pun gantian menyuapi Chery. Akhirnya mereka pun makan sepiring berdua nasi goreng itu.


"Enak kak?" tanya Chery.


Raja tersenyum, menganggukkan kepalanya sambil membentuk huruf o dengan jari telunjuk dan jempolnya ke arah Chery dan masih mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


"Syukurlah! kalau kakak suka" ucap Chery.


"Eh! Chery! aduh duh duh! maafkan mama ya, udah ngerepotin kamu bikin sarapan" Mama Grace yang sudah wangi merangkul Chery lalu mencium pipinya Chery, "terima kasih ya, cantikku"


"Sama sama ma" kata Chery sembari bangkit hendak mencuci piring dan semua perabot makan yang masih kotor tetapi ditahan sama Raja.


"Waaah! kamu pintar masak juga ya, enak banget nih!" ucap mama Grace sembari melempar senyum ke Chery.


Chery merona malu dan tersenyum, "heeee, masih belajar kok, ma. Masih kalah sama masakannya mama Grace dan mama Melati"


"Enggak kok sayang! masakan kamu juga oke kok, serius! Emm, Raja beruntung memiliki kamu, udah cantik, lembut, cerdas, dan pintar masak lagi, kalau sampai Raja macem macem sama kamu, akan tante jewer"


"Raja nggak akan macem macem ma! Raja cuma mencintai Chery, satu untuk selama lamanya" ucap Raja sembari melangkah duduk di sebelahnya Chery setelah selesai mencuci semua perabot makannya.


"Chery juga jago bela diri lho ma, kemarin Chery melawan dua orang cowok yang mencekal Raja, seorang diri lho dan Chery menang telak"


"Waaahh, nggak nyangka lho mama, kamu yang cantik, imut feminin dan lembut ternyata jago bela diri? waaahh! keren!" sahut mama Grace.


Raja tersenyum bangga menatap Chery lalu mengelus rambutnya Chery.


Chery menunduk dan merona malu.


Sementara itu di Jepang, terjadi keonaran di dapur. Membuat Melati langsung membuka mata dan melirik jam di dinding, "astaga! udah jam delapan!" Melati langsung bangun dan berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi, lalu melangkah keluar dari kamarnya.


Melati tersenyum geli melihat Moses membuat suara bising dan keonaran di dapur sembari sesekali, suami tercintanya itu terlihat menggaruk nggaruk kepalanya.


Melati memeluk Moses dari belakang, "kamu bikin apa sih? Kok jadi kayak kapal pecah gini ya dapurnya?" Melati terkekeh geli.


Moses mengusap lengannya Melati, "kamu duduk aja! lihat chef Moses Elruno beraksi"

__ADS_1


Melati masih memeluk Moses dari belakang, "hahahaha, iya ya ya, chef Moses Elruno mau bikin apa nih?"


"Aku masak tahu kukus, terus pangsit isi ayam, dikukus juga, semacam dimsum lah. Aku udah catat resepnya Alfa dan cara bikinnya kemarin sebelum aku balik ke Indonesia, aku catat semuanya di benakku, heeee, tapi ternyata rumit juga ya, hadeeehh" Moses kembali menggaruk nggaruk kepalanya.


"Sini biar aku yang selesaikan!" kata Melati sembari melepas pelukannya.


"Nggak boleh! kamu duduk aja! aku masih penasaran nih apa yang salah, tapi aku akan selesaikan semuanya sendiri! aku pengen masak buat kamu, Rumi" ucap Moses sembari melempar senyum ke Melati lalu mengecup keningnya Melati.


Melati tersenyum dan berjinjit untuk mencium pipi suaminya, "okelah! lanjutkan chef Moses Elruno" Melati kemudian bersandar di meja makan.


Beberapa menit kemudian Moses telah menyelesaikan semua masakannya dan menyajikannya di depan Melati.


"Sebentar aku akan bereskan semua perabot makan yang kotor dulu, ya"


Melati bangkit dan berucap "aku bantuin"


Moses menoleh, "no! duduk!"


Melati duduk dan berucap, "iiihhh, aku kok kayak doggy ya? disuruh duduk melulu"


"Hahahaha, Rumi Rumi, kamu tuh lucu ya, hahahaha" Moses langsung menggemakan tawanya sembari mencuci semua perabot makan yang telah kotor.


"Oooo, iya, tadi Awan nelpon pas kamu masih tidur, aku bilang ke dia kalau kemungkinan kamu akan mundur datangnya, aku terus bikin jadwal baru ke Awan kalau kamu akan datang sekitar jam sepuluh" ucap Moses sembari menaruh perabot makan yang terakhir dia cuci di tempatnya.


Moses kemudian mencuci tangan dan melepaskan celemeknya, lalu memutar badan menuju ke meja makan, "lho kok belum kamu cicipi?"


"Aku nungguin kamu, sayang. Aku mau makan berdua sama kamu" Melati tersenyum ke Moses.


Moses tersenyum sembari mengambilkan tahu dan pangsit kukus hasil masakannya untuk Melati, "cicipilah!"


Melati mulai mencicipi pangsitnya, "emm, enak nih pangsitnya, oke!" kemudian Melati mencicipi tahunya, "heeee, jujur ya sayangku, tahunya nggak berasa, heee"


Moses lalu mencicipi tahunya, "aaah, iya bener kok nggak ada rasanya? kok beda sama punyanya Alfa, ya? apa yang salah?"


"Kamu belum marinase tahunya, atau mungkin kak Alfa pakainya tahu tofu, jadi beda rasanya" ucap Melati.


"Oooo gitu ya, hmm, ternyata masak itu ribet dan menyusahkan ya? kamu tuh hebat Rumi, jago masak, jago ngasuh dan mendidik anak anak, dan nggak pernah ngeluh, salut aku sama kamu, Rumi!" ucap Moses.


"Aku juga salut sama kamu sayang, jago bekerja, cari uang demi anak dan istri, dan kamu nggak pernah ngeluh" Melati tersenyum ke Moses.


"Aaahh, jangan puji aku kayak gitu dong! aku jadi pengen lagi nih, emm Rumi, kayaknya kita belum pernah melakukannya di sudut itu lho, dan........."


"Hap!" Melati memasukkan pangsit isi ayamnya ke mulut Moses.


Moses mengunyah pangsitnya sembari mengerucutkan bibirnya ke Melati.


Melati langsung menggemakan tawanya.


Beberapa jam kemudian, Moses dan Melati berpisah. Moses menuju ke perusahaan barunya yang akan mulai dibuka besok pagi dan Melati menuju ke sebuah hotel untuk menemui Awan.

__ADS_1


__ADS_2