
Sementara itu, Ray dan Delia yang masih menyiapkan pesta kejutan untuk tuan dan nyonya mereka masih berada di dalam satu ruangan yang berada di dalam gedung baru nan megah miliknya Moses Elruno.
"Kak, tuan Moses lucu ya, masak membuat sekolahan seperti hotel kayak gini, siapa coba yang berani mendaftar ke sini, pasti mahal kan biayanya" celoteh Delia.
"Kamu panggil aku apa tadi?"
"Kak" jawab Delia santai sembari memasang balon berbentuk cinta di tengah tangah ruangan tersebut.
"Kapan aku ijinkan kau memanggilku kakak?" tanya Ray.
"Aku nggak perlu ijin, pokoknya mulai hari ini detik ini aku akan panggil kakak ke kamu" Delia berkata dengan penuh semangat.
Ray hanya bisa diam dan menggelengkan kepalanya "Sekolahan ini, nantinya untuk anak anak jalanan, jadi gratis tidak dipungut biaya"
"Kalau gratis, besok anakku akan aku sekolahkan di sini saja" kata Delia dengan polosnya sembari terus nangkring di tangga lipat yang terbuat dari besi dan mengantungkan balon balon berbentuk hati, berwarna ungu dan merah jambu.
Balon paling besar yang bertuliskan I Love You berwarna hijau, warna kesukaannya Melati, itu sangat sulit untuk digantungkan.
"Kamu tuh jangan banyak bicara kalau sedang nangkring di atas tangga, kalo nggak maka kamu bisa................"
Brrruukkkkk
Delia terpeleset jatuh dari tangga dan terjerembab secara bersamaan dengan Ray di atas sebuah sofa.
Delia langsung melingkarkan lengannya di lehernya Ray.
"Ka....ka...kamu mau apa? lepaskan aku Del!?" Ray langsung panik.
"Aku mencintaimu" kata Delia bersungguh sungguh.
Keringat dingin bergulir pelan dari keningnya Ray, degup jantungnya terdengar bertalu talu, bola matanya menjadi liar bergerak ke sana kemari karena panik.
"Oke, aku tahu kamu mencintaiku, sekarang lepaskan aku, Del!"
"Tidak!" jawab Delia dengan sangat tegas.
"Hah?" Ray menautkan alisnya kali ini.
"Jawab dulu pernyataan cintaku. Kamu mencintai aku tidak?" tanya Delia.
"Tidak!" Ray berkata tidak kalah tegasnya tetapi tidak menatap Delia. Ray sendiri masih bingung dengan perasaannya.
Delia nekat mengecup bibirnya Ray "sudah ada percikkan belum?"
"Berani sekali kamu menciumku!? percikkan apa maksud kamu? lepaskan aku Del!" Ray mulai menggerakkan badannya untuk melepaskan diri dari pelukannya Delia.
Tetapi Delia kembali mencium Ray, dengan irama crescendo (awalnya lembut dan berangsur-angsur menjadi kuat).
Ray sungguh terkejut dengan serangannya Delia. Cowok ganteng asisten pribadinya Moses Elruno itu awalnya mencoba menolak dan pasif, tetapi karena Delia terus menciumnya maka Ray mencoba mengikuti permainannya Delia. Tanpa Ray sadari kini dia yang berperan aktif dan seolah enggan untuk melepaskan Delia.
Delia menarik bibirnya dan terengah engah. "Sudah ada percikkan?"
Ray menatap Delia dan bersuara parau karena gairahnya menjadi timbul karena manisnya ciuman yang Delia tawarkan barusan "percikkan apa?"
"Cinta?" Delia mengulas senyum di wajah cantiknya.
Ray masih kelimpungan akibat dari ciumannya Delia dan tanpa dia sadari dia menganggukkan kepalanya.
"Yes! aku berhasil!" Delia kemudian bangun dari atas tubuhnya Ray.
Ray merasa kecewa saat Delia bangun dan meninggalkannya.
Delia melangkah pergi meninggalkan Ray yang masih terbaring bengong di atas sofa, sembari berteriak "aku dan kak Ray sekarang berpacaran, yes!"
Ray kemudian menghela napas dan tersenyum geli mendengar teriakannya Delia.
"Dasar cewek aneh. Tapi aku kok nggak keberatan saat dia mengatakan kalau aku dan dia berpacaran sekarang?" gumam Ray sembari terkekeh geli dengan sendirinya.
Sebelum makan malam tiba, Moses menitipkan anak anak ke mamanya Melati. Moses pengen mengajak Melati berjalan jalan sebentar di pinggir danau. Kemudian dua sejoli yang selalu penuh cinta itu duduk berdua di depan danau.
"Sayang, maaf ya semenjak kita menikah, aku selalu merepotkan kamu dengan anak anakku, semula Chery dan sekarang Elmo" kata Moses.
__ADS_1
"Hahahaha, kamu tuh lucu, aku nggak merasa direpotkan kok, aku mama mereka, Chery dan Elmo itu anak anakku juga" Melati kemudian menyandarkan kepalanya di atas bahunya Moses. Moses langsung memeluk mesra istrinya.
"Kita jarang sekali punya waktu berduaan seperti ini, bahkan kita belum pernah berbulan madu" kata Moses terdengar sedih.
"Aku nggak pernah mengeluh kan selama ini, kenapa kamu sedih, sayang?"
"Kalau kita ada waktu untuk berbulan madu kamu pengennya ke mana?" Moses mengecup keningnya Melati.
"Entahlah, aku nurut aja sama kamu. Aku belum pernah ke mana mana, heeee. Ke Bali aja aku belum pernah" jawab Melati.
Moses semakin merasa bersalah. Dia belum pernah mengajak Melati berlibur selama ini.
"Sayang, tiga hari lagi aku ada perjalananan bisnis ke Jepang. Kamu ikut ya?" Moses semakin mempererat pelukannya.
"Lalu anak anak? kita ajak juga kan?" kata Melati.
"Anak anak masih terlalu kecil untuk kita ajak. Kita titip ke mama aja, cuma tiga hari juga kok, nggak lama" Moses mengecup bibirnya Melati.
"Tapi, kasihan anak anak. Aku akan merindukan mereka walaupun cuma tiga hari. Lagian aku kan masih menyusui Elmo" kata Melati.
"Sayang, aku nggak mau pergi ke Jepang tanpa kamu"
"Huufftt, oke nanti aku akan bilang ke mama, bagaimana kalau dipercepat, jangan tiga hari, bisa!? emm, dua hari saja, heeee" Melati menatap suaminya.
Moses mencium bibirnya Melati penuh kelembutan lalu melepasnya "oke, aku akan usahakan, semuanya selesai dalam dua hari"
"Janji?"
"Janji" ucap Moses serius.
"Oke, aku akan ikut kalau cuma dua hari"
"Hahahaha, jiwa Bisnisku mulai menular ke kamu nih kayaknya, kamu sekarang sangat pandai dalam bernegosiasi" Moses kembali mencium istrinya.
Melati menarik diri dari ciuman dan pelukannya Moses. "Ayok kita masuk! saatnya makan malam, kasihan juga anak anak kita tinggalkan terlalu lama"
Moses pun berdiri dan menggandeng tangan Melati. Mereka kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
Malam hari pun tiba. Melati mengerjai suaminya, dia memakai lingerie, kemudian menumpuknya dengan dress, lalu di atas dressnya dia pakai sweater tebal milik mamanya yang tadi dia pinjam.
"Sayang kok pakai baju tebal dan kedodoran kayak gitu?" Moses menautkan alisnya.
"Kenapa? kalau aku pakai baju tebal kayak gini, pakai sweater kayak gini nggak menarik buat kamu?" Melati mulai cemberut.
Moses tertawa terbahak bahak dan mulai memasang guling di sisinya Chery. Moses mulai melangkah mendekati istri cantiknya.
Moses kemudian merebahkan diri di sampingnya Melati yang tengah tidur miring sembari menepuk nepuk pelan pantatnya Chery.
"Kamu tuh tetap cantik memakai apapun, apalagi kalau nampak polos, hahaha" Moses mulai menjumput rambutnya Melati dan memainkannya di antara jari jemarinya kemudian menciumnya.
Moses memutar tubuhnya Melati agar menghadap ke arahnya, kemudian dia mulai menciumi bibirnya Melati. Tangannya mulai melepas helai demi helai baju yang dikenakan Melati hingga tersisa lingerie kesukaannya Moses.
Moses langsung menggemakan tawanya. Untung saja Chery tidak menjadi terbangun karena gelak tawa papanya yang menggelegar sangat keras dan tidak terkendali itu.
"Waahhh, kamu memang semakin pandai menyiksa aku ya sayang, aku semakin mencintaimu" Moses kembali menyerang Melati.
Gairah mereka berdua berhasil membakar dinginnya malam. Melati menyerah kalah di dua ronde pergulatannya dengan sang suami. Cewek cantik itu pun jatuh terlelap ke alam mimpi.
Tepat jam dua belas malam Melati terbangun. Melati kaget saat menoleh ke kanan dan ke kiri, dia tidak mendapati Chery dan Moses. Melati langsung memakai dressnya dan bangun dari tempat tidur.
Melati dikejutkan dengan sebuah kotak cokelat almond berbentuk hati yang cukup besar dan Melati menemukan secarik kertas di atas kotak cokelat berbentuk hati itu.
Sebuah puisi karya Moses. Melati mulai membacanya..........
***Happy Birthday my lovely wife
You are my sunshine
I find my way in your eyes
And in your smile I feel alive
When I need air, I get your embrace
Thank you for being my lover
__ADS_1
I promise you that my love Will never over
When I said I Love You, I am not a denier
Cause I Will love you ever after
You giften me Star and moon
Named Chery and Elmo
Let's treat with love our Star and our Moon
And from now on let's enjoy our vacation
Your beloved husband
Moses Elruno***
Melati meneteskan air mata di wajah cantiknya. "Terima kasih sayang" gumam Melati kemudian mencium kertas yang bertuliskan puisi indah suaminya.
Melati kemudian menaruh puisi tersebut di atas kotak cokelat, lalu melangkah keluar dari kamarnya. Melati melangkah dan langsung melihat tanda panah ke kanan yang tertempel di atas lantai, Melati mengikuti tanda anak panah itu dan mengambil langkah ke kanan mengikuti tanda anak panah yang terus ada sampai terhenti di depan sebuah ruangan yang pintunya terbuka lebar, tetapi ruangan itu nampak gelap.
Melati melangkah pelan memasuki ruangan itu "sayang, kamu di dalam?"
Byaaaarrrrr
Lampu ruangan itu langsung menyala.
Semua yang hadir langsung menyanyikan lagu Happy Birthday To You.......
Tanpa sadar, Melati menangis karena terharu dan merasa bahagia. Baru kali ini ulang tahunnya dirayakan semeriah ini.
Pada tahun tahun sebelumnya, dia hanya merayakannya berdua dengan mamanya dan hanya makan mie goreng bikinan mamanya, bahkan setelah dia kuliah, dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya karena sibuk kuliah dan bekerja.
Kala itu Awan yang masih menjadi pacarnya Melati yang sering protes karena Melati tidak pernah mau merayakan ulang tahunnya. Kini dia melihat ada kue tart yang sangat besar, ada handai taulan dan sanak saudara, ada suami dan anak anaknya. Sanubarinya membuncah penuh kebahagiaan.
Melati berlari menghambur masuk ke dalam pelukan suaminya. Moses menghujani wajahnya Melati dengan ciuman.
"Selamat ulang tahun cantik"
"Terima kasih sayang" melati menatap mesra suaminya. Kemudian melepaskan diri dari pelukan suaminya dan melempar pandangannya ke semua saudara dan sahabatnya "terima kasih semuanya"
Semua yang hadir memberikan tepuk tangan dan bergiliran mengucapkan selamat ke Melati. Kali ini Moses mengijinkan semuanya menjabat tangannya Melati.
Angel yang terakhir dan secara tidak terduga, Angel memberikan bingkisan kecil ke Melati "kak, ini kado dari aku. Jilid terbaru dari komik kesukaannya kita, aku baru beli dan belum aku baca, limited edition ini"
Melati tersenyum senang "terima kasih ya sayangku"
"Tapi........."
"Tapi apa?" tanya Melati.
"Kita nanti baca komik itu, berdua ya?" kata Angel dengan senyum polosnya.
"Oke" jawab Melati.
Semua yang hadir langsung tersenyum geli menatap ucapan polosnya Angel.
"Boleh aku peluk dan cium kakak?" tanya Angel nampak ragu.
Melati langsung bersimpuh di depannya Angel dan langsung memeluk Angel dan menciumnya. Angel membalas pelukan dan ciumannya Melati. Angel lalu berkata dengan polosnya tanpa menghiraukan Moses "good, now you are mine"
Melati tersenyum bahagia menatap Angel.
"What?! ini istriku, enak aja!" Moses langsung protes.
"Dia milikku" Angel kemudian memeluk erat tubuhnya Melati.
Moses langsung ternganga lebar.
Semua langsung melepaskan tawa mereka melihat tingkah polosnya Angel dan Moses.
__ADS_1