
"Oooooeeekkk ooooeeeekk oooeeekkk" Chery menangis dengan sangat kerasnya.
Moses langsung melompat dari tempat tidur dan melangkah lebar menuju ke boxnya Chery. Suami tampannya Melati itu langsung merengkuh Chery ke dalam pelukannya dan menimang nimangnya "sssttt, cup cup cup, sayang, cantiknya papa, jangan menangis ya!? mama masih bobok, kasihan tuh mama kamu kecapekkan"
Chery pun langsung menghentikan tangisannya. Putri cantiknya Moses itu tersenyum ke arah papanya dengan mata bening dan indahnya.
"Kamu bobok lagi di box sebentar ya, papa akan bikin susu buat kamu, oke princess?" Moses mencium wajah cantiknya Chery berulang ulang dan membuat Chery terkekeh ala bayi yang berumur tiga bulan.
Moses kemudian menaruh Chery kembali ke dalam boxnya dan "oooeeekkk oooeeekkk oooeeekkk" Chery kembali menangis dengan sekencang kencangnya.
Chery.
Papa tampannya Chery itu kembali merengkuh Chery ke dalam dekapannya dan ajaib, Chery kembali terdiam "hahahahaha, oke nih, tambah gede, tambah manja ya kamu? hahahaha, menggemaskan sekali wajah kamu kalau cemberut kaya gini" Moses kembali menghujani Chery dengan ciumannya.
"Sayang, taruh Chery di sini, di sampingku sini!" suara Melati mengagetkan Moses.
Moses kemudian membawa Chery dan merebahkan Chery di sampingnya Melati "oke, aku bikin susu dulu"
"Kamu istirahat saja! kamu kan belum istirahat dari semalam" Melati menarik tangannya Moses agar Moses merebahkan diri di sampingnya Chery. Kemudian gadis cantik nan imut itu melilitkan selimut ke badannya dan bangkit berdiri.
"Kamu seksi sayang dan cantik" Moses menyeringai penuh arti menatap istrinya dalam balutan selimut, sembari melingkarkan lengannya di tubuh mungilnya Chery.
Melati tersenyum dan merona malu "apaan sih, pagi pagi udah genit" kemudian dia melangkah ke bar mini untuk mulai membuat susunya Chery.
Beberapa menit kemudian Melati kembali ke tempat tidur dan mendapati suami tercintanya telah tertidur cukup pulas.
Melati menaruh dot susu di bibir mungilnya Chery "sayang, maaf ya, mama ketiduran dan sudah bikin kamu kehausan dan kelaparan kaya gini"
Chery menatap mama cantiknya sembari menendang nendangkan kedua kaki mungilnya ke udara.
Tok Tok Tok
Pintu kamar mereka berdua diketuk oleh seseorang. Melati langsung merasa panik dan kebingungan, dia belum memakai sehelai baju dan masih terlilit selimut. Dia melihat suaminya masih tidur.
Moses membuka matanya "pasti Ray, biar aku yang keluar, tenang Mel!" Moses bangun dan menuju ke pintu kamarnya. Bos besarnya Ray itu, langsung melangkah keluar dari kamar dan langsung menutup pintunya.
"Tuan, anda jadi menemui om anda, pagi ini?"
"Hmm, kamu tunggu dulu di bawah ya! aku mau mandi"
Ray langsung menganggukkan wajah gantengnya dan berbalik badan untuk masuk kembali ke dalam lift menuju ke lantai bawah.
Moses kembali masuk ke dalam kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi Moses hanya.memakai jubah mandi.
Melati yang sudah selesai memberikan susu ke Chery, menaruh kedua guling di kedua sisinya Chery lalu bangun dan menuju ke lemari pakaian untuk menyiapkan kemeja, jas, celana panjang, dan dasi.
Moses melangkah ke belakangnya Melati, merangkulkan kedua lengannya di pinggang rampingnya Melati lalu menarik tubuh ramping istrinya itu ke dalam dekapannya "sayang, aku akan menemui omku pagi ini, omku opname, kemarin Alfa datang ke kantorku dan meminta tolong aku untuk bersedia menengok papanya" Moses berucap sembari mencium ujung kepalanya Melati.
Melati langsung memutar badannya, melepas jubah mandinya Moses dan memakaikan kemeja, celana panjangnya Moses dan terakhir memasangkan dasi sembari berkata "aku bangga sama kamu, sayang. Kamu bersedia menengok om kamu, kamu bersedia untuk mulai membuka diri, semoga pertemuan kalian nanti lancar dan kalian bisa rukun kembali"
__ADS_1
"Amin" sahut Moses sambil tersenyum.
"Sudah selesai, wow! tampan sekali suamiku ini ya!?" Melati telah selesai memasangkan dasinya.
Moses tersenyum senang mendengar pujian dari istri cantiknya "kalau aku tampan, kasih hadiah dong!"
Melati tersenyum "minta apa?"
Moses menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya, sebagai kode untuk Melati agar istrinya itu mendaratkan morning kiss untuknya.
Melati kemudian berjinjit dan mengecup bibirnya Moses satu kali saja.
Moses menggelengkan kepalanya "kurang"
Melati menghela napas dan terkekeh geli kemudian berjinjit kembali untuk mengecup bibirnya Moses.
Moses langsung menyesap bibir manisnya Melati dan langsung membopong tubuh langsing istrinya itu kemudian membawanya ke dalam kamar mandi sembari terus memagut bibir ranumnya Melati.
Papanya Chery itu kemudian menurunkan Melati dan melepaskan ciumannya "mandilah, aku akan jaga Chery!" dengan santainya Moses melangkah pergi keluar dari kamar mandi. Dia tidak menyadari bunyi bertalu-talu dari jantungnya Melati.
Melati selalu saja berdebar debar jantungnya, setiap kali Moses mencium dan membopongnya.
Tidak begitu lama Melati keluar dari kamar mandi memakai jubah mandi dan mengambil baju ganti. Setelah selesai mengenakan dress berwarna hijau pupus, dia melangkah ke tempat tidur sambil mengusap usap rambutnya yang masih basah dengan handuk karena, dia keramas pagi ini.
Moses duduk di sofa sambil memangku Chery.
Melati merengkuh Chery ke dalam pelukannya "sekarang giliran anak mama nih yang mandi" Melati melangkah menuju ke kamar mandi sambil menciumi wajah cantiknya Chery.
Sebentar lagi aku turun untuk sarapan. Isi dari pesan textnya Moses ke ponselnya Ray.
Beberapa menit kemudian, kedua bidadarinya Moses sudah wangi, cantik dan berdiri di depannya Moses. Moses tersenyum lebar penuh cinta saat menatap keduanya dan langsung berdiri dari tempat dia duduk untuk melingkarkan lengan kirinya di pinggang ramping istrinya "kalian cantik sekali"
Melati tersenyum sambiil mendekap Chery.
Sampailah Moses beserta kedua bidadari cantiknya di ruang makan. Ray sudah menunggu mereka, dia sudah duduk dan siap di meja makan.
Melati menaruh Chery ke dalam stroller yang ada di ruang makan itu, lalu membuatkan kopi untuk suaminya "kak Ray juga mau kopi?"
Ray nampak canggung lalu menatap Moses. Moses melotot ke arahnya, sebagai kode kalau Moses melarang keras Ray mengiyakan pertanyannya Melati itu. Moses tidak mau orang lain dibikinkan kopi sama istri tercintanya.
"Ahhhh, hahahaha, nanti aku bikin sendiri saja, Mel" jawab Ray yang langsung paham maksud dari sorot tajam yang keluar dari kedua mata bos besarnya.
Moses kemudian tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke arah Ray.
Enaknya ya kalau punya istri, apa apa dibikinin, apa apa disiapin. Batin Ray.
Melati menaruh kopi bikinannya di atas meja makan. Ray kemudian berdiri untuk membuat kopinya, sendiri.
Akhirnya mereka menyelesaikan sarapannya mereka "sayang, aku belum bisa melanjutkan latihan bela dirinya, nanti kalau sudah longgar kita lanjutkan lagi ya" Moses mendaratkan ciumannya di atas keningnya Melati saat akan masuk ke dalam mobil kesayangannya.
__ADS_1
"Iya" jawab Melati sembari menyunggingkan senyum cantiknya.
Konglomerat muda super tampan itu kemudian mencium Chery yang kini sudah berada di dalam gendongannya Melati "jaga mama baik baik ya cantik, jangan rewel!"
Moses menatap kedua bidadari cantiknya, dia seolah tidak mau beranjak pergi meninggalkan keduanya.
"Tuan, keburu siang nih" ucapan Ray membuat Moses langsung melangkah masuk ke dalam mobilnya dan langsung meluncur ke rumah sakit.
Tok Tok Tok
Moses mengetuk ruang rawat inap omnya..
Alfa yang membukakan pintu dan langsung tersenyum lebar menyambut kedatangannya Moses.
Moses menyodorkan satu keranjang besar buah Anggur kesukaan omnya, ke dalam genggaman tangannya Alfa.
"Ayo masuk! papa sudah menunggu kamu" Alfa membuka lebar pintu kamar itu sembari menenteng keranjang buahnya dan mempersilakan Moses untuk masuk, menemui papa tercintanya.
Moses melangkah pelan dan nampak ragu untuk mendekati omnya.
Apa om terlibat juga dalam kejahatannya tante Brenda? Batin Moses.
Papanya Alfa menoleh dan langsung tersenyum lebar. Kemudian omnya Moses yang masih nampak muda dan sangat tampan itu merentangkan kedua tangannya.
Moses langsung mengerem langkahnya dan menatap heran omnya yang secara tiba tiba merentangkan kedua tangannya.
"Hahaha, kok malah bengong sih Mo, katanya Alfa, kamu sejak kecil pengen dipeluk sama om. Sini Mo! om juga pengen banget meluk kamu!" Omnya Moses berucap sembari terus merentangkan kedua tangannya.
Moses meneruskan langkahnya dengan pelan menuju ke ranjang omnya, air mata mulai menggenang di kedua pelupuk matanya.
Di saat Moses sudah berdiri dekat sekali dengan omnya, James Elruno langsung meraih tubuhnya Moses ke dalam pelukannya.
Om dan keponakan itu langsung menangis terharu. Moses membalas pelukan omnya dengan sangat erat. Wajah dan bau badan omnya persis sama dengan almarhum mamanya, membuat Moses semakin menangis dengan sangat hebatnya. Dia sangat merindukan mamanya.
Alfa ikutan memeluk papa dan abang sepupunya. Alfa ikutan terharu dan menangis.
Beberapa menit kemudian mereka saling melepaskan pelukannya.
"Mo, maafkan om ya, selama ini om tidak peduli sama kamu, itu karena om berhasil diprovokasi sama tante kamu. Om ini dulu begitu bodoh dan dibutakan oleh cinta"
"Ya wajar sih pa, secara mama kan memang sangat cantik, terbukti nih di wajah tampanku, kalau mamaku tidak cantik, nggak mungkinlah aku setampan ini, hahaha"
Alfa berhasil mencairkan suasana untuk beberapa menit saja karena, di menit berikutnya ucapan dari James Elruno membuat semua yang hadir di ruang rawat inapnya James Elruno itu menegang baik urat syaraf maupun wajah mereka.
"Om sudah tahu semua perbuatannya tante kamu, Alfa juga sudah mengatakan apa yang dia dengar kemarin malam sama om, maafkan om, Mo..........om membawa seorang iblis wanita ke dalam keluarga kita" James Elruno menutup wajahnya dengan telapak tangannya terisak kembali.
"Apa yang didengar sama Alfa?" Moses kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatap Alfa.
Alfa menghela napas panjang dan tampak menggantungkan awan mendung di atas wajahnya "setelah aku katakan semuanya, aku pasrah sama kamu Mo, kalau kamu mau menjebloskan mamaku ke penjara silakan, huuufftt, aku dan papa sudah siap. Mamaku memang berhak dihukum untuk semua perbuatannya"
__ADS_1
"Oke, katakan apa yang kamu dengar!" ucap Moses serius.