My Cute Nanny

My Cute Nanny
Maafkan, saya!?


__ADS_3

Mereka akhirnya sampai di sebuah hotel termewah di kota S.


Baru kali ini Melati masuk ke dalam hotel semewah ini. Batin Melati.


"Ray, tunggu kode dari aku, barulah kita berangkat ke proyek. Aku mau antar Melati ke kamar dulu!" kata Moses.


"Baik, tuan" Ray langsung masuk ke kamarnya.


Sedangkan Joko tetap menunggu di dalam mobil.


Moses menutup pintu kamarnya begitu mereka melangkah masuk ke dalam. Melati merebahkan Chery di tengah tengah ranjang lalu menaruh guling di kedua sisinya Chery.


Saat Melati berdiri hendak mencuci botol botolnya Chery.


Grab


Moses melingkarkan lengan kekarnya di pinggang rampingnya Melati. Sedangkan tangan yang satunya mengelus pelan bahunya Melati terus turun dengan usapan lembutnya sampai ke ujung jarinya Melati lalu menggenggam erat tangannya Melati.


"Mel, sepertinya aku harus melanggar janjiku untuk tidak menyentuh kamu, sebelum kamu mengijinkannya" Moses bersuara parau menahan cinta dan gairah yang begitu besar seolah ingin meledak dari dalam dirinya.


Melati hanya diam. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Kalau menolak dia takut dosa karena, bagaimanapun juga Moses adalah suaminya tapi kalau mengiyakan dia takut dan malu karena, ini merupakan pengalaman pertamanya.


Moses mulai mencium pucuk kepalanya Melati dan turun menyusuri rambutnya Melati. Menghirup dalam dalam wanginya.


Moses meneruskan aksinya. Kali ini dia menyibakkan semua rambutnya Melati ke bahu kirinya Melati karena, dia ingin menjelajahi lehernya Melati yang sebelah kanan.


Dia menarik Melati semakin menempel ke tubuhnya dan mulai mencium pelan lehernya Melati, menyesapnya lembut namun belum mendaratkan tanda kepemilikkannya. Moses masih sadar kalau nanti mereka akan menemui mamanya Melati, jadi belum waktunya untuk mendaratkan tanda kepemilikkannya di leher cantiknya Melati.


Melati tanpa sadar menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan mendesah pelan. Seluruh indranya melemah. Dia hanya bisa pasrah saat ini. Suaminya begitu lihai menggoda dan mengundangnya untuk larut ke dalam permainan yang diciptakan oleh Moses.


Semua merupakan yang pertama bagi Melati. Sensasinya, ciumannya, sentuhannya, belaiannya, belum pernah dia rasakan sehebat ini saat masih bersama dengan Awan.


Awan belum pernah senekat ini. Batin Melati.


Melati seolah terbakar dan merasa sesak, entah karena apa.


Moses mencium telinganya Melati lalu berbisik "boleh aku kasih first kissnya sekarang?"


Melati tanpa sadar menganggukkan kepalanya.


Moses menyeringai senang dan dengan pelan membalikkan tubuh Melati supaya menghadap ke dia.


Moses mengecup pelan keningnya Melati. Lalu kedua pipinya Melati. Dia menghentikan aktivitasnya sejenak untuk memandang wajah cantik istri tercintanya.


Mata Melati terpejam, cuping hidungnya mengembang dan mengempis, pipinya merona dan jantungnya siap meledak.


Moses tersenyum bahagia melihat ekspresi imut istrinya itu. Membuat dia semakin tidak bisa menahan diri. Dia lalu mengusap pelan alisnya Melati, mencium pelipisnya Melati.


Tangannya kemudian turun ke bibirnya Melati, mengusap pelan dengan jari jempolnya sembari wajahnya dengan sangat pelan namun pasti, mendekat ke wajahnya Melati, berniat menyesap dan menikmati keindahan yang kini terpampang nyata di depannya


"Oooooeeekkk ooooeeeekk oooeeekkk"


Melati langsung mendorong tubuh Moses dan berbalik badan untuk melihat keadaannya Chery.


Moses mendengus kesal sekaligus terkekeh geli. Putri tunggal kesayangannya telah merusak momen indah papa dan mamanya.


"Kamu cemburu sama papa ya, Chery? Hahahahaha, hanya kamu yang boleh memiliki mama kamu, ya?" Moses tertawa geli.

__ADS_1


Melati tersenyum menatap Chery karena, begitu mendapat sentuhan tangannya Melati, Chery langsung diam dan tidak menangis lagi.


"Chery sepertinya tidak ingin jauh dari kamu, seperti papanya" ucap Moses sambil tersenyum bahagia.


Melati menoleh menatap suaminya dan membalas senyuman suami tampannya itu.


Moses lalu mendekati Chery, menciumnya lalu mencium keningnya Melati "aku tinggal sebentar ke proyek ya, jangan keluar dari kamar dan jangan membuka pintu untuk siapapun!"


Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Moses pun keluar dari kamar dan menguncinya. Moses memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di depan kamarnya Melati.


"Jangan ijinkan siapapun menemui Melati, kecuali aku!" Kata Moses kepada kedua anak buahnya.


"Baik, tuan!" jawab keduanya serempak.


Moses pun melangkah menuju ke mobil sambil menelepon Ray. Mengatakan kalau dia sudah menuju ke mobil.


"Iya tuan, saya sudah siap di dalam mobil" sahut Ray.


Moses menutup sambungan ponselnya dan menaruh kembali benda tersebut ke dalam saku kemejanya.


Moses akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan mereka langsung meluncur ke lokasi proyek.


Hari mulai beranjak senja saat Moses membuka pintu kamar hotelnya. Chery dan Melati tertidur lelap.


Moses langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


Moses keluar dari kamar mandi dan mendapati Melati belum bangun juga dari mimpi indahnya.


Moses tersenyum, dia mendekati istrinya dan mengecup mesra pipinya Melati.


Melati mengerjap ngerjapkan matanya. Perlahan bulu mata tebalnya Melati pun terbuka dan langsung membelalak saat membalikkan badannya, ternyata Moses suami tampannya sudah duduk di sampingnya "sayang?"


"Hmm, apa? kangen ya?" Moses mulai jahil lagi.


Melati tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Entah kenapa, memang saat ini ada rasa kangen yang membuncah di dalam hatinya untuk suami tampannya.


"Maaf, aku ingkar janji" dan cup, Moses mengecup singkat bibirnya Melati "siapa suruh kamu nampak begitu menggemaskan saat ini"


Melati langsung bangun dan berlari menuju ke kamar mandi.


Moses hanya bisa tergelak dan menggeleng nggelengkan kepalanya.


Melati sudah siap. Memakai celana jins dan blus merah muda tanpa kerah. Tampak sangat cantik, kulitnya menjadi nampak semakin putih dan bersih. Moses menelan salivanya dengan sangat pelan.


"Mel, kalau saja waktu kita masih sangat panjang, aku akan memakan kamu terlebih dahulu saat ini juga" kata Moses dengan santainya.


Melati tidak menggubris ucapan suaminya. Dia langsung merengkuh Chery ke dalam pelukannya lalu berkata "mama sudah menunggu"


"Chery sudah mandi?" tanya Moses.


"Sudah" jawab Melati.


"Oke, ayo kita ke rumah mama!"


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan meluncur ke rumahnya Melati.

__ADS_1


Saat sudah sampai di depan rumah Melati yang sangat sederhana. Moses langsung tertegun.



"Ada apa? rumah Melati memang kecil dan sangat sederhana tapi kami tetap bersyukur karena masih memiliki sebuah rumah" kata Melati sambil tersenyum.


"Maafkan, aku" Moses berkata lirih.


"Berhenti meminta maaf, sayang. Mama dan Melati selama ini hidup dengan sangat bahagia, kok. Lagian berapa kali Melati katakan, kalau kamu tidak bersalah" Melati berucap sembari menempelkan tangannya di atas pipi suaminya.


Moses meraih tangannya Melati lalu menciumnya.


"Ayo, turun! Mama sudah menunggu!"


Moses pun mengikuti langkah istri cantiknya yang sudah turun dari mobil sambil menggendong Chery memakai selendang.


"Tuan, saya tunggu di sini saja ya?" kata Ray.


"Jangan, Ray! temani aku!" Moses nampak pucat seperti anak kecil yang ketakutan ketika akan memasuki sebuah wahana permainan yang bernama rumah hantu.


Ray tersenyum lalu melangkah mengikuti tuannya.


Mamanya Melati nampak berdiri di depan pintu rumahnya dan menyunggingkan senyum cantiknya.


"Mama kamu, cantik banget Mel" ucap Moses sambil berbisik di telinganya Melati.


Melati langsung menepuk pelan bahu suami jahilnya itu.


Mamanya Melati langsung mengerutkan keningnya saat melihat Melati menggendong seorang bayi dan berjalan dengan seorang pria yang tengah merangkul bahu putri tunggalnya itu.


Moses mencium punggung tangan mamanya Melati bergiliran dengan Melati dan Ray.


"Ayo, masuk dulu!" ucap Mamanya Melati yang sudah hilang senyumnya berganti dengan sejuta tanya dan kerutan di keningnya.


Moses langsung bersimpuh di kaki mamanya Melati dan tumpahlah tangisnya.


"Ada apa ini? siapa dia, Mel?" Mamanya Melati melempar pandangannya ke arah Melati.


"Saya Moses Elruno, anak kecil yang dulu diselamatkan oleh suami anda, maafkan saya, karena shock yang saya alami, saya melupakan kejadian itu, maafkan saya, tidak pernah menemui anda untuk meminta maaf dan membalas budi baik suami anda" Moses berkata di tengah Isak tangisnya.


"Sudah, nak bangunlah! tante sudah memaafkan kamu, tante tahu saat itu kamu pingsan setelah mendengar kabar meninggalnya kedua orang tua kamu. Justru tante berterima kasih sama kamu karena, kamu tumbuh dengan sangat baik dan sehat saat ini sehingga pengorbanan suami tante, tidak menjadi sia sia. Terima kasih kamu berhasil menyelamatkan diri kala itu dan kamu tidak bersalah, nak" ucap mamanya Melati.


"Sekarang bangunlah!" ucap Mamanya Melati sambil memegang kedua bahunya Moses.


"Terima kasih sudah memaafkan saya. Tapi ada satu lagi kesalahan saya yang terbaru, dan saya kembali memohon maaf yang sedalam dalamnya sama anda" kata Moses semakin menundukkan kepalanya dan masih bersimpuh di depan kaki mamanya Melati.


"Apalagi?" mamanya Moses nampak kebingungan dan kembali menegakkan tubuhnya.


"Saya seorang pria yang sudah memiliki anak, tanpa tahu siapa mama dari anak saya tersebut karena, saya dulunya adalah seorang palyboy, terlalu banyak wanita yang pernah ada di dekat saya dulu. Tapi sekarang saya sudah bertobat. Lalu saya meminta tolong sama Melati untuk membantu saya mengasuh anak saya" jawab Moses.


"Oooo" lega sudah perasaannya nyonya Teja Kusuma karena, anak yang digendong Melati ternyata bukanlah cucunya.


"Iya, tante maafkan, enggak apa apa kalau Melati ada waktu, biarlah dia membantu kamu mengasuh anak kamu, sekarang bangunlah!" kata mamanya Melati sambil kembali membungkuk dan menyentuh bahunya Moses.


Moses menggelengkan kepalanya dia menolak untuk bangun dan berkata "tolong dengarkan saya dulu sampai saya selesai bercerita"


Mamanya Melati menghela napas panjang lalu kembali menegakkan badannya.

__ADS_1


"Karena sesuatu hal di luar kendali dan pikiran kami, saya harus menikah dengan Melati. Kami sekarang ini adalah suami dan istri. Kami menikah kemarin. Maaf kalau tidak memberi kabar kepada anda karena, sangat mendadak waktunya, maaf" Moses mendongakkan wajahnya dan berkata "saya sangat mencintai putri anda"


"Apa?!" mamanya Melati langsung terhenyak kaget.


__ADS_2