My Cute Nanny

My Cute Nanny
Melepas Kerinduan (16+)


__ADS_3

Elmo tidak bisa tidur dengan nyenyak karena, ia tidak bisa menghubungi Lili maupun semuanya. Hingga keesokan harinya di saat ia berhasil terlelap di jam tiga subuh, tepat pukul lima dia merasakan pipinya dicium oleh seseorang.


Elmo segera membuka mata, dan menarik tangan orang yang telah mencium pipinya dan dia rebahkan di atas kasurnya.


"Lili?"


Lili tersenyum sumringah, "Surprise!"


Elmo masih tidak memercayai penglihatannya, "ini bukan mimpi kan?"


Lili mencubit pipinya Elmo, "sakit nggak?"


Elmo meringis dan menganggukkan kepalanya.


"Berarti ini bukan mimpi"


"Tapi kenapa kau di sini?"


Alih-alih menjawab pertanyaan suaminya, Lili mengecup bibirnya Elmo dan berkata, "karena aku sangat merindukanmu"


Elmo menghela napas panjang, "Aku tahu ini kejutan menyenangkan yang selalu aku impikan selama ini tapi waktunya belum tepat sayang, kamu menantang bahaya kalau berada di sini dan aku nggak ingin menempatkan kamu di zona berbahaya ini"


"Sssttt!" Lili menempatkan jari telunjuknya ke bibir Elmo, "Aku berpikir kalau lebih baik aku menantang bahaya bersamamu daripada mati karena, merindukanmu"


Elmo mengusap rambutnya Lili, "tapi tetap saja aku...hhmmmpppttt"


Lili segera mengunci bibirnya Elmo dengan bibirnya.


Elmo segera mendorong Lili dengan pelan, "tunggu! di luar ada siapa aja? kau ke sini dengan siapa?"


"Ada semuanya. Tapi mereka masuk ke kamar mereka masing-masing jadi kita bisa bebas melepaskan kerinduan kita" Lili mengerling manja dan tersenyum nakal.


Elmo segera mendaratkan bibirnya di bibirnya Lili dengan penuh kerinduan, menekan, menghisap, mengunci, dan mencium dengan intens begitu pula dengan Lili. Ciuman mereka yang semakin dalam dan liar membuat mereka berguling-guling di atas tempat tidur.


Mata mereka beradu karena cinta, apas mereka menderu karena gairah dan hati mereka berdegup karena kerinduan di saat mereka saling melepaskan ciuman mereka untuk mengambil napas dengan posisi Elmo masih berada di atas tubuhnya Lili.


Kedua tangan Elmo berada di kedua sisi kepalanya Lili. Elmo memandang Lili dengan penuh cinta lalu berkata, "baju kamu pasti kotor karena, kamu belum mandi kan? aku bantu lepaskan ya?" suara.berat keluar dari bibirnya Elmo karena menahan gairah.


Lili tersenyum dengan penuh kebahagiaan lalu menganggukkan kepalanya dengan wajah yang semakin memerah.


Elmo mencium kembali bibirnya Lili dan mereka kembali bergulat dengan tanpa mereka sadari, seluruh kain yang melilit tubuh mereka telah terlepas.

__ADS_1


Elmo menyentuh titik kecil di belakang cupingnya Lili dan membuat wanita itu meremang.


"Jika aku menyentuh titik ini, membuatmu......" bisik Elmo kemudian di telinganya Lili.


"Makin menginginkanmu" Lili berucap di sela erangannya.


"Elmo?" Lili menatap kabut gairah di kedua netranya Elmo.


"Ya?" ucap Elmo dari lehernya Lili.


"Miliki aku"


"Aku sudah memilikimu Sayang" Elmo lalu mengerang di saat ia memulai aksinya menyatukan raga dan cintanya dengan raga dan cinta milik istrinya.


Bibir Elmo kembali menyambar bibir Lili. Bibir indah mereka kembali bertaut. Lida Elmo menelusup, mendesak masuk dengan manisnya, lalu lidah itu menghunjam berulang kali seirama dengan gerakan penyatuan raga mereka. Lili melingkarkan lengan ke sekeliling leher Elmo dan menariknya semakin mendekat ketika gerakan penyatuan raga yang Elmo lakukan semakin membuat Lili kelimpungan.


Elmo kemudian merebahkan dirinya di atas kasur setelah ia berhasil memuaskan puncak gairahnya berbarengan dengan istrinya di ronde pertama permainan cinta mereka lalu Elmo berkata, "sekarang giliranmu yang menguasai permainan. Naiklah ke tubuhku!" Elmo menoleh ke Lili sambi menepuk dada bidangnya.


Lili merangkak naik ke atas tubuh suaminya dengan gerakan malu-malu.


Elmo tersenyum, "aku akan mengajarimu"


"Tunggu!" Lili meraba dada Elmo, "kau akan mengajariku? lalu kau pernah belajar dari siapa?" Lili mengerucutkan bibirnya ke Elmo.


Lili terkekeh geli dan Elmo segera melakukan aksinya. Pertama-tama ia menyentuh lekuk perutnya Lili, lalu meratakan telapak tangannya dan menjelajahi tubuh istrinya. Kulit Lili semurni madu, manis dan menggairahkan. Jemarinya Elmo menggelenyar di setiap sudut tubuhnya Lili. Lalu Elmo menggerakkan pinggulnya Lili di dalam penyatuan raga mereka yang kedua. Lili mendelik lalu menengadahkan wajahnya ke langit-langit kamar ketika merasakan gerakan 'Woman on Top''


Sementara Elmo mengerang dan kedua tangannya menangkup kedua sisi pinggangnya Lili, membantu Lili untuk terus bergerak Elmo kemudian bangkit untuk mencium bibirnya Lili ketika Lili semakin keras melepaskan suara penuh gairahnya ke udara bebas. Lalu bibir Elmo mencari titik favoritnya dan bermain lama di sana dan giliran dia yang bergerak mempercepat laju desir gairah mereka berdua.


Beberqpa.menit kemudian terdengar bunyi erangan kenikmatan dari bibir keduanya. Mereka berhasil mencapai puncak kembali secara bersamaan.


Lili pun berlutut dan menyeimbangkan diri dengan mencengkeram bahu Elmo, "kamu luar biasa Sayang"


"Kamu yang luar biasa"


Mereka kemudian merebahkan diri mereka secara bersamaan. Lili masuk ke dalam pelukannya Elmo dan Elmo segera menarik selimut untuk melindungi diri mereka dari hawa dingin yang tiba-tiba menyerang mereka karena iri menyaksikan percintaan panas, liar, dan indah dari sepasang suami istri penuh cinta itu.


Elmo mengecup keningnya Lili, "tidurlah!"


Lili melirik jam di dinding, "sebentar jam delapan pagi, kau tidak ke kantor?"


"Sebentar lagi. Aku perlu mengumpulkan lagi energiku karena, sudah kau lurah habis tadi" Elmo memejamkan mata, terkekeh geli dan mempererat pelukannya.

__ADS_1


Lili tersenyum bahagia lalu memejamkan kedua matanya di dalam pelukan hangat penuh cinta suaminya.


Moses menepuk pantatnya Melati, Plak!.


Melati menoleh dan mendelik ke Moses, "Sayang, kalau ada yang lihat gimana?"


Moses lalu memeluk Melati dari belakang dan menyandarkan dagunya di atas pundaknya Melati, "habisnya kamu menggemaskan. Kita sampai di sini bukannya kasih aku jatah dulu, eh kamu malah melarikan diri dari terkamanku ke dapur"


Melati terkekeh geli, "kasihan kan anak-anak kalau mereka bangun nanti meja makan kosong nggak ada apa-apa"


Moses lalu menciumi lehernya Melati dan memberikan gigitan-gigitan kecil di sana"


"Sayang!"


"Apa?" Moses berucap dari leher bawahnya Melati.


"Nanti dilihat anak-anak dan awas aja kalau sampai ada tanda merah di ....ah! kok malah digigit sih?!"


Moses lalu menarik wajahnya Melati dan mencium bibirnya Melati dengan lembut lalu melepaskan bibir itu dengan senyum nakal, "jangan pakai lama masaknya ya, aku menunggumu" lalu Moses berbalik badan dan masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mandi"


Melati menatap tingkah konyolnya Moses dengan senyum geli lalu meraba lehernya, "aish! pasti ada tanda merah nih. Dasar Moses Elruno"


Melati kemudian melanjutkan menarikan spatula di atas wajan. Dia memasak nasi goreng sosis, omelet telur, dan sup ayam karena, memang hanya ada bahan tersebut di lemari esnya Elmo. Elmo ternyata masih menuruti nasehat mamanya untuk selalu menyediakan nasi di rumah jadi Melati bisa langsung memasak nasi goreng ketika ia membuka rice cooker ada nasinya.


Raja dan Chery memutuskan untuk pulang ke Indonesia karena, perusahannya Raja ada sedikit masalah dan memerlukan tangan dinginnya Raja untuk menyelesaikan masalah itu namun, si kembar tidak mau pulang bersama papa dan mamanya karena, si kembar merindukan Elmo, Om baik dan tampan mereka. Si kembar begitu dekat dan mengidolakan Om tampannya itu.


Si kembar tidur satu kamar dengan Celyn.


Setelah semua hasil masakannya tertata rapi di meja makan, Melati menoleh di saat pipinya dikecup oleh seseorang. "Elmo!" Melati berbalik badan dan langsung memeluk putra tampan kebanggaannya itu.


Elmo tertawa renyah dan membalas pelukan mamanya, "Elmo kangen banget sama Mama"


"Mama juga" Melati lalu memegang kedua bahunya Elmo dan berkata, "anak Mama makin tampan dan hebat aja nih, asal nggak jadi playboy aja"


Elmo terkekeh geli, "nggak lah Ma. Aku tipe setia kayak Papa"


Melati lalu mengelus pipinya Elmo, "Bagus! sekarang makanlah dulu! kamu mau ke kantor kan?"


"Yuk Papa temani sarapannya"


Elmo segera melangkah lebar dan memeluk papanya.

__ADS_1


Moses menepuk punggung Elmo dengan tangan kanannya dan berkata, "jangan lama-lama meluknya entar mama kamu cemburu"


Melati, Elmo dan Moses kemudian tertawa bersama-sama saling melepas kerinduan mereka.


__ADS_2