
Melati melangkah mendekati boxnya Chery "waktunya mandi sore, cantikku Chery" kata Melati sembari melongok ke dalam box. Chery sudah bangun. Tapi tidak seceria biasanya.
"Ada apa sayangku? kamu kok lesu?" tanya Melati sembari merengkuh tubuh Chery ke dalam pelukannya.
"Astagaaaaa.....badan kamu kok panas?" Melati langsung panik.
Pengasuhnya Chery itu langsung melangkah lebar menuju ke intern phone yang terpasang di tembok kamarnya. Dia meraih gagang teleponnya dan menaruhnya di kuping dan langsung di jepit dengan bahunya. Lalu dia memencet nomer satu, menuju ke intern phone yang ada di kamar tuannya.
"Ya?" tanya Moses dari kamarnya.
"Tuan, Chery panas badannya, tolong tuan secepatnya ke sini ya" ucap Melati dari dalam kamarnya.
"Oke" kata Moses dan langsung meletakkan kembali gagang inter phone pada tempatnya.
Moses langsung berlari masuk ke dalam lift menuju ke lantai santai.
Ting
Pintu lift terbuka di lantai satu dan Moses pun langsung berlari menuju ke kamarnya Chery.
Tok tok tok
Moses langsung masuk tanpa menunggu jawaban Melati.
Melati masih memeluk Chery di dalam gendongannya.
Moses mendekati kedua cewek cantik yang sangat dia cintai itu. Moses menyentuh keningnya Chery.
"Iya panas banget" kata Moses mulai panik dan langsung melakukan panggilan VC dengan Dokter Erlangga melalui ponsel mewahnya.
"Halo om, Chery panas banget nih" Kata Moses.
"Sudah kamu ukur suhunya? berapa panasnya?" tanya Dokter Erlangga.
"Belum, tapi aku pegang keningnya, panas banget om" jawab Moses.
"Oke tenang! kamu kompres dahi, ketiak dan dada Chery pakai air hangat.
Melati yang ikut menyimak petunjuk dari Dokter Erlangga, langsung merebahkan Chery di tengah tengah ranjangnya dan langsung menyiapkan air hangat ke dalam baskom dan mengambil tiga buah waslap.
Secepat kilat Melati sudah duduk di dekatnya Chery dan langsung mengompres dahi, ketiak dan dadanya Chery.
Moses langsung mengarahkan layar ponselnya ke Melati dan Chery.
"Bagus, terus kompres seperti itu sampai aku datang!" kata Dokter Erlangga dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Moses menaruh ponselnya ke dalam saku celananya dan duduk di sampingnya Melati menghadap ke tubuh putri cantiknya.
Chery nampak lesu dan bernapas dengan sangat cepat, tidak seperti biasanya.
"Tuhan, tolong angkat panasnya Chery" Melati memegang waslap yang ada di atas dahinya Chery sembari menutup matanya dan berdoa.
Moses menatap Melati dan secara spontan dia ikut memejamkan matanya dan ikutan berdoa.
"Amin" kata Melati kemudian.
Moses pun membuka matanya dan langsung menatap Chery.
"Sayang, jangan sakit ya, cepat sembuh, nanti papa belikan mainan, oke!?" kata Moses dengan polosnya.
__ADS_1
Chery menatap papa tampannya tetapi tanpa senyum yang biasa menghiasi wajah cantiknya Chery.
"Mel, terima kasih untuk doa kamu tadi ya" kata Moses.
"Tuan tidak perlu berterima kasih, saya sangat menyayangi Chery dan tidak ingin Chery kenapa kenapa, untuk itulah saya berdoa" jawab Melati.
Rasa hangat langsung menjalar di dalam relung jiwanya Moses. Tanpa sadar Moses terus menatap Melati.
Kamu beruntung Chery, memiliki pengasuh yang baik dan sangat menyayangi kamu. kata Moses di dalam hatinya sambil terus menatap Melati.
Kenapa kamu harus sesempurna ini, Mel. Aku menjadi takut mencintai kamu. Aku merasa tidak pantas memiliki rasa cinta ini dan aku sangat berharap semoga kamu tidak pernah memiliki rasa cinta untuk aku. Batin Moses sedih.
"Tuan, tolong ambilkan pengukur suhu di lemari obat!" ucapan Melati langsung membuyarkan lamunannya Moses.
"Aahh, iya" Moses langung berdiri menuju ke lemari obat dan dengan kecepatan super, dia sudah duduk kembali di sampingnya Melati dan menyerahkan alat pengukur suhunya kepada Melati.
"Tolong anda taruh di ketiak kanannya Chery, tuan!" kata Melati.
"Hmm" Moses langsung menaruh alat pengukur suhunya di ketiaknya Chery.
"Lepas saja nggak apa apa, tuan!" kata Melati saat melihat tuan tampannya itu terus memegangi alat pengukur suhunya.
Moses lalu melepasnya dan berkata "lalu, kita harus tunggu berapa menit untuk melepas alat ini dari ketiaknya Chery?" tanya Moses.
"Sepuluh menit baru bisa dilepas dan dilihat berapa panas tubuhnya Chery" jawab Melati.
Melati terus mengompres Chery dengan sangat sabar dan telaten sambil sesekali mencium pipinya Chery, mencoba memberikan Chery, ketenangan.
Pada kali kedua saat Melati mendaratkan ciumannya di pipi Chery, Moses pun juga secara bersamaan, memberikan ciuman di pipinya Chery.
Moses di pipinya Chery yang sebelah kanan dan Melati di pipinya Chery yang sebelah kiri. Pandangan mereka saling bertemu.
Melati langsung menegakkan kepalanya lagi, melepas ciumannya dari atas pipinya Chery.
Sedangkan Moses, masih mencoba meredakan napasnya yang secara tiba tiba memburu lepas, sambil terus menempelkan ciumannya di pipi kanannya Chery.
"Cucu opa gimana keadaannya, nih?" tiba tiba suara Dokter Erlangga menggema di dalam kamarnya Melati.
Dokter Erlangga mendekati Moses dan Melati. Moses langsung melepaskan ciumannya dari pipinya Chery.
Papa asuhnya Moses itu menarik alat pengukur suhu dari ketiaknya Chery dengan sangat hati hati, dan melihat angka yang tertera di alat tersebut lalu berkata "hmm, aman kok, tiga puluh tujuh koma lima"
"Tapi tadi aku pegang keningnya panas sekali, om" kata Moses.
"Berkat kompresannya Melati jadi turun panasnya" kata Dokter Erlangga.
"Maaf kalian minggir dulu ya, opa dokter mau memeriksa cucunya dulu" kata Dokter Erlangga. sambil tersenyum ceria menatap Chery.
Melati melepaskan kompresannya dan bangkit berdiri untuk memberi ruang kepada Dokter Erlangga.
Dokter Erlangga langsung memeriksa Chery, dengan sangat teliti dan penuh kelembutan.
Dokter Erlangga mengancingkan kembali semua kancing bajunya Chery dan berkata "tidak ada yang serius, cuma efek samping dari pemberian imunisasi tadi, biasa kok, lagian panasnya Chery juga sudah mulai turun. Sudah aman"
"Aaahhh, syukurlah. Terima kasih Mel untuk doa dan kompresannya tadi" kata Moses sambil menoleh ke arah Melati.
Melati tersenyum ke arah Moses lalu mengalihkan pandangannya ke arah Dokter Erlangga.
"Boleh dimandikan dok?" tanya Melati.
__ADS_1
"Boleh" jawab Dokter Erlangga.
Melati langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan bak mandinya Chery dan mengisinya dengan air hangat. Setelah semua siap, dia pun langsung memandikan Chery di dalam kamar mandi.
Moses tanpa sadar mengikuti langkahnya Melati dan langsung takjub melihatnya. Baru pertama kali ini, dia melihat Melati memandikan Chery.
Melati memandikan Chery sembari menyenandungkan lagu anak anak. Bagus dan merdu sekali suaranya. Batin Moses.
"Ehem, ehem" kata Dokter Erlangga saat menangkap basah anak asuh kesayangannya itu tengah membeku menatap Melati.
"Aahhh, ngagetin aja om" Moses mulai protes dan kembali melangkah untuk berdiri di samping papa asuhnya yang tengah duduk menulis di atas kertas kecil.
"Sudah jangan banyak mikir, tembak aja!" kata Dokter Erlangga dengan sangat lirih.
Moses menoleh ke arah Dokter Erlangga dan langsung melotot.
"Hahahaha, emm, ini aku kasih obat penurun panas, untuk jaga jaga kalau nanti panas lagi. Kalau dalam tiga hari panasnya belum stabil, langsung bawa Chery ke rumah sakit!" kata Dokter Erlangga sambil menyodorkan botol kecil berupa sirop.
"Aku taruh aturan minumnya di atas meja ini ya, dan ingat harus sering sering dikasih minum, takutnya kalau sampai dehidrasi" kata Dokter Erlangga sambil menempelkan kertas kecil di atas meja susunya Chery.
"Oke om, terima kasih banyak" kata Moses.
"Om sarankan kamu jaga anak kamu semalam ini, kamu harus siaga jadi seorang papa, jangan pergi dari sisinya Chery, satu malam ini saja!" kata Dokter Erlangga.
"Tapi om, satu kamar dengan Melati semalaman, bisa bisa giliran aku yang demam nanti bahkan bisa kejang kejang" Moses mulai protes.
"Hahahahaha, dasar otak kamu nih ya, hmm, ya kamu fokusnya ke Chery dong, jangan ke Melatih, hadeeehh!" Dokter Erlangga langsung tertawa lepas.
Melati sudah selesai memandikan Chery dan melangkah mendekati Dokter Erlangga dan Moses. Maka percakapan antara papa dan anak asuhnya itu pun langsung terhenti.
Melati masih nampak asyik mengurusi Chery dan tidak menghiraukan Moses juga Dokter Erlangga.
Dokter Erlangga memeluk pelan pundaknya Moses dan berbisik di telinganya Moses "Om, balik dulu ya, takut kalau mengganggu kamu, hihihihi"
Moses hanya bisa menghela napas panjang dan tersenyum menanggapi papa asuhnya itu.
"Mel, aku pulang dulu ya. Mo, nggak usah antar om sampai depan, jaga Chery aja!" kata Dokter Erlangga sambil mengedipkan sebelah matanya.
Melati menoleh dan berkata "baik dok"
"Terima kasih om dan hati hati" sahut Moses.
Dokter Erlangga tersenyum menatap keduanya dan langsung beranjak pergi meninggalkan kamarnya Melati. Moses tersenyum geli mengingat kedipan mata dari papa asuhnya tadi.
Om memang asyik, Moses sayang banget sama om. Batin Moses sembari menatap punggung papa asuhnya itu yang tengah melangkah keluar dari kamarnya Melati.
"Mel, maaf ya, tadi om Erlangga menyarankan agar aku menjaga Chery malam ini, emm, aku tinggal di kamar ini semalaman nggak apa apa kan? aku janji nggak akan ngapa ngapain kamu, aku hanya akan menjaga Chery" Kata Moses yang nampak mulai gugup.
"Iya tuan, silakan! Melati percaya sama tuan. Kalau tuan akan menjaga batas batas kesopanan" jawab Melati.
Moses langsung tersenyum lega dan melangkah untuk duduk di tepi ranjangnya Melati.
Melati merebahkan Chery di atas ranjangnya, di samping papanya Chery.
"Tolong jaga Chery sebentar ya, tuan! Melati mau bikin susu dulu" kata Melati.
"Hmm" Moses langsung menaruh tangannya di atas dadanya Chery dan tersenyum menatap putri cantiknya.
Chery masih nampak lesu tapi sudah mulai bisa memberikan senyum untuk Moses.
__ADS_1
Hmm, berada dalam satu kamar, semalaman dengan Melati. Ooooo Tuhan tolong!!! jerit Moses di dalam hatinya.