
Tanpa mereka semua sadari, Awan ikut hadir di dalam acara pembukaan bangunan megah yang Moses bangun untuk Melati
Awan berniat untuk menemui Angel dan membicarakan hal yang sangat penting. Kemarin ketika dia berkunjung ke penjara untuk menemui papanya. Ada fakta baru yang terungkap dan membuat Awan kembali shock. Papanya mengatakan ke Awan kalau Awan memiliki seorang adik perempuan. Papanya memohon kepada Awan untuk melihat keadaan adiknya itu. Dipo Herlambang mendapatkan kabar kalau putrinya itu sudah balik dari luar negeri.
"Pa, kapan papa akan berhenti menyiksa aku dengan semua kebohongan kebohongan yang papa sembunyikan dari aku dan mama. Apakah masih ada lagi kejutan selanjutnya yang akan aku terima? katakan sekarang saja, pa! sekalian saja bikin Awan shock" Awan menatap papanya dengan sorot mata penuh kebencian.
"Maafkan papa Awan. Papa sungguh menyesal. Papa tidak pernah mempedulikan semua yang berharga di dalam hidupnya papa, yaitu kamu dan mama kamu. Papa dibutakan oleh cinta pertamanya papa dan dibutakan oleh uang. Papa mengetahui soal adik kamu yang bernama Angel juga baru beberapa hari yang lalu, pengacaranya Brenda brengsek, memberitahukan ke papa beberapa hari yang lalu. Maafkan papa, Wan" Dipo kemudian menangis terisak di depan putra gantengnya itu.
Awan merasa kasihan sebenarnya melihat papanya yang biasanya tampak gagah dan tampan, sekarang semakin kurus dan lusuh, tengah menangis di depannya.
"Apakah papa juga tega mengatakan soal anak haram papa ke mama?" tanya Awan masih nampak jengkel.
"Jaga bicara kamu, Wan! bagaimanapun juga dia adik kamu" Dipo mencoba meminta pemahaman dari sorot matanya Awan yang masih menyala nyala karena emosi.
"Dia anak hasil hubungan gelap, anak di luar nikah, disebut anak apa kalau seperti itu, pa? hah!!!" Awan mulai frustasi.
Dipo Herlambang hanya diam membisu dan menatap Awan dengan sorot mata yang semakin lemah karena rasa penyesalan yang begitu dalam, mulai menggerogoti semua raga dan jiwanya.
"Tolong temui adik kamu dan pastikan kalau dia baik baik saja"
Awan hanya diam kemudian bangkit berdiri dan pergi meninggalkan papanya.
Dipo kembali terisak sedih menatap kepergian putranya.
Awan kemudian menelepon Rini dan menanyakan, apa Alfa memiliki seorang adik yang bernama Angel. Rini pun mengiyakan. Awan kemudian meminta tolong sama Rini untuk mempertemukan dia dengan Angel. Dan tanpa banyak bertanya, Rini memberitahukan kalau Angel dan semua keluarga Elruno tengah berada di danau biru.
Awan langsung meluncur ke danau biru masih mengendarai mobil sedan tua kesayangannya.
Maka sampailah Awan di danau biru. Ikut membaur bersama para tamu undangan. Awan mengirim pesan text ke Rini, untuk menunjukkan yang mana, gadis yang bernama Angel Elruno.
Rini membalas pesan textnya Awan, memberitahukan ke Awan, kalau yang duduk di depan podium di sebelahnya Rini, adalah Angel Elruno.
Seketika itu juga Awan melihat Angel berdiri dan melangkah pergi meninggalkan tempat duduknya dan menuju ke pinggir danau.
Awan pun menyusul Angel dengan langkah gontai dan sangat pelan, penuh keraguan dan banyak tanya di benaknya.
Om Erlangga sampai di podium dan mulai membuka kata "saya mencoba mengikuti gaya romantis anak anak jaman sekarang, hahahaha, saya meniru gaya romantisnya anak asuh saya si Moses ini, hahahaha"
Moses kemudian berbisik di telinga papa asuhnya itu "sudah, to the point aja, om"
"Kata Moses, saya disuruh to the point aja nih, hahahaha" Dokter yang berhati lembut itu pun langsung tertawa lepas.
Dan geeerrr semua tamu undangan pun tertawa renyah menyambut guyonannya Dokter Erlangga.
Alfa berbisik ke telinganya Rini "om Erlangga itu memang gokil dan santai orangnya. Cocok sama aku, heeee, aku murid kesayangannya karena watak kami sama, heeee"
__ADS_1
"Beda, kalau om Erlangga nggak playboy kalau yang di sampingnya Rini nih, playboy" Rini terkekeh geli menggoda tunangannya.
"Enak aja. Aku dah nggak playboy lagi, weeekkk" Alfa berucap sembari mencubit hidung mungilnya Rini. Rini pun tertawa renyah.
"Saya ingin melamar kekasih saya, Heni Kusuma, sayang naiklah kemari" Dokter Erlangga melempar senyum ke mamanya Melati.
Mamanya Melati ternganga kaget kemudian berdiri sambil terus mengulas senyum menuju ke podium.
"What a surprise?! om Erlangga dan mamanya Melati, ternyata sepasang kekasih selama ini, wow! keren!" Alfa kemudian berdiri dan berteriak "Keren om! Alfa mendukung om, seratus persen!" Alfa mengacungkan jempol ke Dokter Erlangga.
Rini langsung menarik tangannya Alfa untuk duduk kembali dan terkekeh geli.
Om Erlangga mengacungkan jempol ke arah Alfa sembari melempar tawa renyahnya.
Mamanya Melati akhirnya sampai di atas podium.
"Mo, tolong pegang paper bagnya"
"Waahh jadi cantelan paper bag nih, aku" Moses meringis ke arah Melati dan Melati langsung terkekeh geli.
Dokter Erlangga langsung jongkok dan membuka kotak cincinnya di hadapan mamanya Melati.
"Will you marry me, Heni Kusuma?" Dokter Erlangga mendongakkan kepalanya dan menatap lekat kedua manik indah milik mamanya Melati.
Moses berucap di depan mikrofon "saya juga nggak mau kalah romantis dengan papa asuh saya, saya juga ingin menghadiahkan sesuatu untuk istri tercinta saya karena, sudah bersedia menerima saya yang penuh kekurangan ini sebagai suaminya" Moses kemudian berkata "om gantian ya, tolong pegang paper bagnya"
"Hahahaha, oke Mo" Dokter Erlangga tertawa senang sembari merangkul bahunya Heni.
Moses membuka sebuah kotak yang berisi sebuah cincin berlian berwarna hijau yang sangat indah dan memasangkannya di jari manisnya Melati yang sebelah kiri karena jari manis yang sebelah kanan sudah melingkar dengan cantik cincin pernikahannya dengan Moses Elruno.
"Sayang, terima kasih untuk cintamu, untuk kasih sayangmu yang tulus ke aku dan anak anakku, terima kasih sudah mengasuh anak anakku dengan penuh cinta kasih, I Love You" Moses kemudian mencium keningnya Melati.
"I Love You too" jawab Melati.
Acara akhirnya sampai pada jamuan makan siang. Semua tamu dipersilakan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh Moses Elruno.
Melati langsung menggendong Elmo karena, sudah saatnya bagi dia untuk menyusui Elmo. Chery bobok dalam gendongannya Moses.
Moses kemudian menuntun istrinya masuk ke dalam sebuah kamar yang berada di dalam bangunan utama dari gedung tersebut.
Moses merebahkan Chery di atas tempat tidur "susui Elmo di sini, ini kamar kita nanti kalau kamu sudah mulai membuka praktek kamu. Gimana kamu suka?" tanya Moses.
"Iya, aku suka sekali. Terasa sejuk dan segar. Terima kasih, sayang" jawab Melati sembari mulai menyusui Elmo.
__ADS_1
"Aku tinggal dulu ya, aku akan menemui bapak Menteri untuk sekadar berbasa basi karena, aku bangun sekolahan di sini, maka aku perlu menjelaskan kepada beliau mengenai kurikulumnya nanti"
"Hmm" jawab Melati.
Moses mencium Chery, Melati dan Elmo lalu melangkah keluar dari kamar itu.
Ijah menemani Melati sembari menyiapkan sebotol susu untuk Chery. Jadi nanti kalau Chery bangun tinggal memberikan susunya ke Chery.
Awan memberanikan diri untuk menyapa Angel "kamu yang bernama Angel?"
Angel yang tengah asyik duduk di tepi kolam sembari membaca sebuah komik yang bergenre misteri, langsung menoleh ke arah suara "ya, aku Angel. Kamu siapa?"
Awan menghela napas panjang "aku kakak kamu, kita satu papa tapi beda mama"
Angel langsung berdiri membelakangi danau "apa maksudmu? aku nggak ngerti. Kamu jangan bercanda atau aku akan memanggil satpam untuk mengusirmu!"
Awan meredupkan matanya dan berkata "ternyata kamu belum mengetahuinya. Mama kamu Brenda, kan?"
"Iya, bagaimana kamu bisa tahu?" Angel mengerutkan keningnya.
"Papa aku mengatakan kalau dia menghamili mama kamu dan lahirlah kamu, hasil tes DNA-nya tersimpan rapi di lemari besi mama kamu kalau kamu masih tidak percaya dengan perkataanku, kamu bisa melihat hasil tes DNA itu"
Tanpa Awan dan Angel sadari. Arkan menguping pembicaraan mereka. Arkan menjadi tertarik akan Angel saat mengetahui bahwa Angel adalah putrinya Brenda, orang yang telah menyebabkan papanya jatuh koma dan akhirnya meninggal. Arkan tidak tertarik dengan Alfa yang juga merupakan anak dari Brenda karena, Arkan pikir akan lebih gampang mendekati dan menjatuhkan Angel yang masih labil daripada Alfa.
"Kamu bohong! apa mau kamu? katakan!" kata Angel yang terus melangkah mundur.
"Angel, jangan mundur terus kamu bisa ter........."
Byur
Angel benar benar terjatuh di dalam danau yang cukup dalam itu. Celakanya Angel tidak bisa berenang dan Awan menderita phobia akan air karena, di masa kecilnya dulu, Awan pernah tenggelam dan hampir mati.
Arkan langsung melepas jasnya dan terjun ke dalam danau untuk menyelamatkan Angel. Akhirnya Angel berhasil diselamatkan. Arkan membawa Angel ke tepi dan melakukan CPR.
Awan masih mematung tanpa tahu harus berbuat apa.
"Uhuk uhuk uhuk" Angel mulai membuka matanya.
Dia melihat sosok pria yang begitu tampan, telah menolongnya. Angel langsung merasa kagum dan jantungnya berdetak dengan sangat keras melihat ketampanannya Arkan dan sifat kepahlawannya Arkan.
"Kamu baik baik saja, gadis kecil?" tanya Arkan saat melihat Angel yang terus menatapnya tanpa berkedip.
"Aaahh, iya saya baik baik saja" jawab Angel sembari melepaskan diri dari kungkungannya Arkan. Angel kemudian berdiri dan berlari masuk ke dalam rumah karena, malu.
Awan dan Arkan pun bersitatap dengan penuh tanya.
__ADS_1