
Setelah sampai di depan rumahnya kembali, Moses menyuruh Alfa membawa Alice Goh turun dari dalam mobil. Alfa menurutinya, ia yang duduk di jok depan mendampingi Moses yang ingin mengemudikan mobil sendiri, melompat turun dan berlari kecil menuju pintu belakang mobil Van itu. Dia lalu meminta Alice Goh yang masih terborgol untuk turun dari sana.
Lalu Alfa memegang rantai borgol dan mengajak Alice Goh berjalan ke pintu kemudi. Moses membuka kaca jendelanya dan langsung berkata, "Kau besok kerja kan?"
"Hmm" Alfa menganggukkan kepalanya.
"Nggak ikut ke Tiongkok kan?" Moses mulai meringis di depannya Alfa.
Alfa semakin mengerutkan keningnya dan kembali menganggukkan kepalanya.
Begitu mendapatkan anggukan kepalanya Alfa, Moses langsung melempar kunci rumahnya dan kunci borgol Alice Goh Ke Alfa dengan kata, "Tolong urus wanita itu dan anjingnya!" Lalu ia melesatkan mobilnya begitu saja meninggalkan Alfa dan Alice Goh sampai para penumpangnya terhenyak ke jok mobil karena Moses melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Alfa mematung menatap jalan di depannya. Dia menautkan kedua alisnya saat melihat Mobilnya Moses telah lenyap dari pandangannya dan ia langsung berteriak ke arah perginya mobilnya Moses itu, "Abangku itu emang bener-bener menyebalkan! dasar Moses Elruno gila! cih! bisa-bisanya ninggalin wanita ini dan anjing ganas itu ke aku, Huuuffttt! sabar Fa! sabaaarrrr!" Alfa lalu menoleh ke samping kanannya dengan pelan, Alice Goh pun menoleh ke arahnya Alfa. Mereka bersitatap dalam diam.
Alice Goh terkekeh geli lalu berucap, "Abang kamu itu memang gila tapi menggemaskan"
"Cih! bagian mana yang menggemaskan dari Abangku itu, cih!" Alfa lalu menarik rantai borgol di tangan wanita itu dan mengajak wanita itu melangkah masuk ke dalam rumahnya Moses. Alfa lalu menelepon Rini istrinya karena, Celestia kuliah di luar kota Kyoto mulai di Bulan lalu, maka Rini pun sendirian di rumah saat itu.
"Sayang, kamu datang ke rumahnya Kak Moses sekarang, ya!"
"Baiklah!" sahut Rini tanpa banyak bertanya dan Klik, Alfa langsung mematikan sambungan teleponnya dengan sang istri.
"Kenapa harus menelepon istrimu? Kita bisa bersenang-senang berduaan saja di rumah ini" Alice Goh menawarkan senyum menggoda.
"Cih! secantik apapun wanita di dunia ini datang menggodaku, aku tidak akan tertarik bahkan jika itu peri sekalipun karena, bagiku yang tercantik itu adalah istriku" Alfa berkata sambil melempar pandangan penuh kekesalan ke Alice Goh.
Moses segera mengajak kawan-kawannya naik ke private jet-nya dan terbang ke Tiongkok karena, ia sangat mengkhawatirkan Melati. Ray, Raja, dan Pramono belum juga bisa ia hubungi semakin membuat Moses senewen dan mulai uring-uringan nggak jelas.
"Mungkin mereka sedang menemani Melati mengurusi Tommy jadi, nggak bisa angkat telpon kamu. Lagian kalau masuk ke ruang penyidikan sebagai saksi, ponsel disita kan" sahut Maha.
Moses hanya diam membisu sambil dan semakin merapatkan bibirnya. Moses benar-benar mengkhawatirkan istri tercintanya dan jika sudah seperti itu, ia akan membisu sepanjang waktu.
Maha hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkahnya Moses.
__ADS_1
Melati masuk ke ruang penyidikan sebagai saksi dengan didampingi Raja. Ray dan Pramono menunggu di luar.
Dua jam kemudian Melati diijinkan pulang dan pihak kepolisian Tiongkok, mengucapkan banyak terima kasih kepada Melati karena, Melati telah berhasil menyerahkan buronan Internasional yaitu Tommy Goh dan menyerahkan peta tempat Tommy Goh menyembunyikan narkoba selama ini. Sungguh suatu pencapaian yang besar dan pihak kepolisian Tiongkok langsung penghormatan dan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Melati Arumi Putri Elruno.
Melati sampai di rumahnya Elmo tepat jam sembilan malam. Dari siang hingga malam hari, dia berada di luar, tubuhnya terasa sangat penat dan ia langsung pamit kepada semuanya untuk ke kamarnya.
Raja, Ray, dan Pramono bisa bernapas lega karena, Tommy Goh sudah masuk kembali ke penjara dan kali itu, untuk selama-lamanya. Mereka segera bergabung dengan Chery, si kembar, Elmo, Lili, Bintang, Bagas, Celyn, dan Gideon di meja makan. Raja segera berkata dengan senyum cerah, "Berkat Mama, Tommy Goh sudah dipenjara sekarang dan berkat Mama pula, gudang persembunyian narkoba miliknya Tommy Goh juga sudah disita oleh pihak kepolisan Tiongkok"
"Hah?!" semuanya ternganga secara bersamaan.
Gideon lalu menggenggam tangannya Celyn yang ada di bawah meja dan berbisik, "jadi kita bisa mulai membicarakan pernikahan kita ke Papa dan Mama, besok"
Celyn langsung menunduk dengan rona merah di wajahnya.
Ray bangkit saat ia melihat ada dua puluh panggilan dari tuan besarnya yang terabaikan. Ray segera menelepon balik tuan besarnya itu dengan menyiapkan jiwa dan raga karena, ia yakin begitu teleponnya tersambung, dia akan menerima bentakan............"Ke mana saja kau? aku telpon berulangkali nggak kau angkat?" lengkingan suaranya Moses memekakkan telinganya Ray dan membuat Ray menjauhkan sejenak ponselnya dari telinganya.
Ray lalu menempelkan kembali ponselnya ke telinga dan berkata, "Maaf Tuan! Saya mendampingi Nyonya dan ponsel saya, saya non-aktifkan karena, anak buahnya Tommy Goh terus mengawasi kami"
"Melati, keadaannya Melati gimana?" Moses langsung menanyakan keadaan istri tercintanya.
"Ah! Syukurlah! Thank you ya, udah jaga my cute nanny, Melati-ku, dengan baik. Aku akan segera sampai di Tiongkok, kamu jangan pulang dulu sampai aku datang!"
"Siap Tuan" Sahut Ray.
Klik. Moses memutuskan sambungan teleponnya dengan Ray sambil mengulas senyum lebar.
"Ada apa?" tanya Maha. Alexa dan Evan pun menatap Moses dengan penuh tanda tanya.
"Tommy Goh dan narkobanya sudah diserahkan ke pihak kepolisian berkat kecerdasannya Melati" sahut Moses dengan senyum bangga di wajahnya.
"Syukurlah" Maha, Alexa, dan Evan menghela napas lega.
Maha pun menggumamkan pujian untuk Melati di dalam hatinya.
__ADS_1
"Pantas kalau Anda begitu mencintai istri Anda, Tuan. Nyonya Melati tidak saja baik hati, ramah, lembut, beliau juga tangguh dan pintar" sahut Alexa.
Moses semakin melebarkan senyumnya, "Iya kamu benar, my cute nanny, Melati-ku itu memang malaikat pelindungku di awal aku berjumpa dengannya"
"Anda sangat beruntung bisa berjodoh dengan wanita yang sangat sempurna bak Dewi, Tuan" sahut Evan, "Dan semoga keberuntungan Anda menular ke saya" Evan berucap sambil melirik ke Alexa.
Moses selalu tertawa senang penuh cinta jika ada yang berkata dia beruntung memiliki Melati, ia lalu berkata, "Aku doakan kamu akan bertemu dengan tulang rusukmu sebentar lagi"
"Amin" sahut Evan dan Alexa secara bersamaan dan mereka langsung bersitatap dengan penuh arti.
"Aku bisa mulai menikmati masa pensiunku menjadi tukang kebun teh" sahut Maha.
"Dan aku akan jadi tukang jual ikan asin di pinggir pantai, hahahahaha" sahut Moses.
Semua lalu menggemakan tawa mereka secara bersamaan.
Hanya Alfa yang merana, berada di rumahnya Moses dengan Alice Goh dan anjing ganasnya Alice Goh.
Rini masuk ke dalam ruang tamu dan segera dipeluk oleh Alfa.
Rini melepaskan diri dari pelukannya Alfa lalu menangkup wajah tampannya Alfa dengan tanya, "Ada apa? wajah tampan kamu kok kusut kayak gini?"
"Moses punya dua sandera di rumah ini. Satu seorang wanita yang seumuran dengan Moses dan satunya lagi seorang anjing yang sangat ganas. Aku harus menjaga mereka dan itu membuatku aku kesal" Alfa mengerucutkan bibirnya.
"Uluh uluh, suami tampanku kalau kesal menggemaskan banget ya" Rini tersenyum lebar lalu mengecup bibirnya Alfa yang masih mengerucut. "Aku akan jaga mereka di saat kamu bekerja besok. Aku akan urus wanita dan anjing ganasnya itu jadi jangan kesal lagi ya" Rini lalu merangkul Alfa dan mengajak Alfa masuk ke dalam kamar.
"Beristirahatlah, sayangku!" Rini membantu Alfa merebahkan diri di atas ranjang dan Alfa langsung menarik Rini di saat Rini hendak berputar badan, Brug! Rini terjatuh manis di atas tubuhnya Alfa.
"kau mau ke mana?" tanya Alfa sambil memeluk erat tubuhnya Rini yang berada di atas tubuhnya.
Rini tersenyum, "Aku akan melihat wanita dan anjingnya itu lalu...... hhmmmpppttt"
Rini tidak bisa melanjutkan kalimatnya di saat bibirnya Alfa membungkam bibirnya. Mereka lalu berguling ke kanan dan ke kiri sambil terus berciuman.
__ADS_1
"Aku merindukanmu. Selesaikan dulu urusan kita berdua. Urusan yang lain bisa menunggu" bisik Alfa di atas leher cantiknya Rini dan Alfa melanjutkan permainan cintanya dengan istri cantiknya itu.