My Cute Nanny

My Cute Nanny
Ijinkan kakak cium kamu!?


__ADS_3

Melati bergumam lirih saking lelahnya, dia menyerah kalah, dihajar tiga ronde sama suami tercintanya, "sayang, kamu minum apa sih kok bisa sekuat ini"


Moses tertawa, "kamu yang bikin aku kuat. Ekspresi kamu, desahan kamu, yang bikin aku kuat dan menjadi ketagihan, hahahaha, aku mencintaimu Rumi, sangat mencintaimu. Sekarang tidurlah!" Moses mengelus elus punggungnya Melati yang masih polos.


Melati kembali bergumam lirih diantara kantuk yang menderanya dengan sangat hebat, "aku belum menelepon anak anak"


"Tidurlah! aku yang akan menelepon anak anak" Moses menaruh kepalanya Melati dengan sangat hati hati diatas bantal lalu menyelimutinya setelah dia kecup mesra kening istri imutnya itu. Moses kemudian bangun dan memakai kembali kaos dan celana kolornya.


Grey tersenyum melihat Chery yang terus menggenggam tangannya Raja dan terus mengusap keningnya Raja. Raja nampak pulas tertidur.


"Kamu pendiam ya, mirip sekali dengan papa kamu" ucap Grey.


Chery mengangkat tatapannya dari wajah tampan kekasihnya dan menoleh ke Grey "terima kasih, om" lalu tersenyum.


"Beda sama Celyn. Istri om sampai kewalahan meladeni keceriwisannya Celyn, kalau Celyn diajak Gideon main ke rumah. Celyn ketularan ceriwisnya Alfa kayaknya, heeee" kata Grey sembari terkekeh geli.


"Iya, Celyn dan Elmo adik saya itu memang selalu bisa membawa keceriaan, om" ucap Chery.


"Raja itu anak asuhnya istri om. Sedari kecil Raja selalu nempel sama Lila, istri om" ucap Grey.


"Iya, kak Raja juga cerita ke saya, om. Kata kak Raja, tante Lila adalah mama keduanya" ucap Chery.


"Iya, itu benar, Lila istrinya om juga selalu menganggap Raja sebagai putranya" ucap Grey.


Chery mengerutkan dahi dan mengangkat panggilan VC yang tiba tiba masuk ke ponselnya, "maaf om, saya angkat dulu telponnya"


"Silakan!" kata Grey sembari tersenyum.


Chery tersenyum menata layar ponselnya, "pa"


"Lho kamu di mana nih?" tanya Moses heran ketika melihat ruangan yang nampak asing baginya.


Grey memberikan kode ke Chery agar Chery menyerahkan ponsel Chery ke Grey.


"Ingat sama aku nggak, bro?" ucap Grey sembari tersenyum menatap layap ponsel yang dia genggam.


Moses memundurkan wajah dan menautkan alisnya, "Lho kok kamu? putriku ngapain di situ?"


"Putri kamu dan Raja ke sini karena, ada reuni SMA angkatannya Raja. Reuninya diadakan hotelku ini dan mereka berinisiatif untuk mengunjungiku di sini, di kantorku" kata Grey.


"Oooo gitu, okelah! Chery aman berarti, fiuuhhh legaaa! aku nitip putriku ya, terima kasih brother" Moses langsung memutuskan sambungan VCnya.


"Eh, kok dimatiin? hmm, papa kamu tuh emang suka semau gue, hadeeehh, heee" Grey terkekeh geli sembari mengembalikan ponselnya Chery.


Chery menggenggam ponselnya dan tersenyum, "iya papa memang santai orangnya, tapi kalau sudah serius dan marah, sangat menakutkan, om"


"Nggak marah aja dia sudah menakutkan, hahahahaha, wajahnya kan datar dan jarang senyum, hahahaha" Grey langsung tertawa ngakak membayangkan wajah seriusnya Moses.


Chery tersenyum lebar menganggapi celotehannya Grey.


Moses kemudian melakukan panggilan VC ke Celyn "aaah, aman juga! kamu di kamar kamu nih, fiuuuhhh, papa lega!"


"Apaan sih pa? tentu saja di kamar, emang mau ke mana jam sepuluh malam kayak gini. Ooo iya pa, kak Chery belum pulang tapi kak Chery udah kirim pesan text ke Celyn kalau kak Chery ada di kantornya om Grey"


"Iya papa tahu, papa baru aja VC kakak kamu. Lalu Elmo? mana Elmo?" ucap Moses.


"Elmo di kamarnya, udah ngorok paling, mama mana pa?" ucap Celyn dengan santainya.


"Okelah! aman! sip! emm, mama kamu ya, sebentar" Moses mengarahkan ponselnya ke Melati, "nih mama kamu dah bobok, kecapekan main game sama papa dan mama kamu kalah, hahahaha"


"Papa sih tega, nggak mau ngalah sama mama!" Celyn meringis ke papanya.


Moses kembali menatap layar ponselnya,

__ADS_1


"Hahahaha, karena hadiahnya menggiurkan jadi papa nggak mau kalah, hahahaha. Udah ya, met bobok, jaga diri kalian baik baik" Moses tersenyum ke Celyn lalu menutup panggilan VC-nya.


Rio masuk dan membuka pintu ruang kerjanya Grey, lebar lebar, mempersilakan security mereka yang mengawal, Bagas, Vallery, dua cowok temanya Bagas, dan dua cewek karyawannya Greyson Adi Wijaya Simpson,, untuk masuk, dan Rio langsung menutup dan mengunci pintu tersebut, setelah semuanya masuk.


Mereka semua menundukkan wajah mereka.


Grey bangkit dan mendekati kedua karyawan ceweknya, "bro, pecat keduanya! kasih gaji mereka di bulan ini, tapi tanpa pesangon!"


"Oke bro!" sahut Rio.


Kedua wanita yang merupakan karyawannya itu, langsung bersimpuh di kakinya Grey, "maafkan kami pak Grey! kami menyesal dan nggak akan mengulanginya lagi, maafkan kami! jangan pecat kami!"


Tetapi Grey melangkah menjauhi keduanya dan tidak berniat untuk memberikan ampun sedikit pun.


Kedua wanita, karyawan dari hotel tersebut kemudian menangis terisak, mereka menyesali perbuatan mereka hanya karena, uang lima ratus ribu rupiah mereka menjadi gelap mata dan bersedia bersekongkol dengan Bagas untuk menjebak Raja. Tetapi


isak tangis mereka tidak bisa menyelamatkan mereka dari amarahnya Greyson Adi Wijaya Simpsons. Semuanya sudah terlambat.


Kemudian sahabat karib dari Alfa Elruno itu, melangkah mendekati Bagas, dua orang cowok yang berdiri disampingnya Bagas, dan Vallery, "jangan menunduk! tunjukkan wajah kalian!" Grey berteriak lantang penuh emosi.


Mereka semuanya mengangkat wajah mereka dengan tubuh yang mulai gemetar.


"Bagas?" Chery kemudian bangkit dan mendekati Bagas, "kamu?"


Bagas menatap Chery dengan rasa malu, "iya, aku yang merencanakan semuanya"


Mulut Chery langsung ternganga lebar.


"Kamu mengenalnya?" tanya Grey.


"Iya, om. Dia Bagas, teman sekolah, saya" ucap Chery.


"Oke, sekarang katakan alasan kamu! kenapa kamu menjebak Raja?" Grey masih melotot ke semuanya.


Greyson menggeleng nggelengkan kepalanya, "pikiran kamu picik! itu bukanlah cinta itu obsesi dan kau pikir kau bisa membahagiakan Chery dengan cintamu itu, cih! Chery nggak pernah cinta sama kamu, dasar picik!"


"Aku kecewa sama kamu, aku nggak nyangka kamu sejahat ini, Bagas" Chery menatap Bagas dengan sorot mata kecewa.


"Chery aku.........." Bagas tidak kuasa melanjutkan ucapannya kemudian dia menundukkan wajahnya karena, tidak kuasa memandang sorot kekecewaan dari kedua matanya Chery, untuknya.


"Polisi sebentar lagi sampai" ucap Rio.


"Sip!" sahut Grey.


"Hah! Bagas! dasar brengsek kamu! kamu libatkan kita ke masalah ini, polisi segera datang, shit!" kedua temannya Bagas mulai protes ke Bagas.


"Aku nggak mau masuk penjara! Bagas bebaskan kami dari masalah ini!" Vallery mulai memekik frustasi.


Bagas hanya bisa diam dan menghela napas panjang penuh penyesalan.


"Cih! menyesal sekarang kalian, hah! kenapa nggak dari awal, kalian berpikir panjang, hah!" Grey menggertakkan giginya.


"Sa...saya minta maaf pak. Bebaskan kami dan kami nggak akan mengulanginya lagi. Sa...sa...eh..anu...ki ...ki ..kita, nggak tahu kalau Raja ternyata mengenal anda" ucap Bagas.


"Cih! asal kamu tahu ya, Raja itu putra asuhku, keselamatannya Raja sangat penting bagiku, dan jika yang kalian jebak bukanlah Raja maka perbuatan kalian itu sah sah saja, begitu ya, hah?! dan kalian mikir nggak?! kalian lakukan hal kotor kayak gini, di hotelku, shit! kalau ada masalah, aku bisa kena imbasnya, kalian mikir sampai sejauh ini nggak!? jawab!" Grey semakin marah dan mulai mengepalkan kedua tangannya.


Vallery mulai menangis, "ma...ma..maafkan kami!?"


"Nggak ada maaf! kalian harus menanggung konsekuensinya! aku akan tuntut kalian dengan sangat berat! kalian hampir merusak reputasi Raja dan reputasi hotelku ini, cih! enak aja minta maaf dan selesai begitu saja hah!? cih!" Grey mendengus kesal.


"Bro, sabar! ingat umur, jangan terlalu emosi! ingat tensi dan asam urat, bro!" ucap Rio dengan polosnya.


Grey menoleh ke Rio, "kalau gitu, kamu aja yang urus mereka, aku akan antarkan Chery dan Raja pulang!"

__ADS_1


"Lho, kok terus ngambek gitu sih!" ucap Rio.


"Aku nggak ngambek. Ini udah malam kasihan Chery kalau dia belum pulang, bisa kena damprat Moses aku nanti" kata Grey.


"Okelah! aku akan urus semuanya" ucap Rio.


Bagas memanggil Chery ketika Chery melangkah pergi meninggalkannya dengan tatapan penuh kekecewaan, "Chery, Chery maafkan aku!"


Tetapi Chery langsung melengos dan tidak merespons ucapannya Bagas. Bagas hanya bisa menghela napas panjang, menyesali semua perbuatannya. Dia telah kehilangan Chery untuk selama lamanya dan dia akan mempermalukan keluarganya karena, sebentar lagi dia akan ditangkap polisi dan masuk penjara.


Kedua security-nya Grey memasukkan Raja dengan pelan di jok belakang mobil van mewahnya Grey dan Chery duduk di jok depan di sebelahnya Grey. Mereka kemudian meluncur ke rumahnya Raja.


Sesampainya di rumah Raja, kedua security-nya Grey, memapah Raja membopong Raja yang masih tertidur lelap ke dalam rumah dan langsung membawa Raja ke kamarnya.


"Ada apa ini?" Grace menatap heran ke Grey.


"Putra kamu dijebak sama seseorang dan Chery berhasil menyelamatkannya. Pelakunya sudah ketemu dan sekarang sudah ditangkap sama polisi" ucap Grey.


"Terima kasih Chery, terima kasih Grey. Tapi Raja........"


"Dia baik baik saja, hanya tertidur efek dari suntikan obat yang diberikan oleh dokter, emm, mana om Charlie?" ucap Grey.


"Papanya Raja, ke Belanda tiga hari yang lalu untuk mengurus restorannya yang ada di sana, pulangnya masih besok lusa" ucap Grace.


"Oke! Chery ayok om antarkan kamu pulang" Grey tersenyum ke Chery.


"Biarkan Chery menginap di sini menemani aku, aku akan telpon mamanya sebentar lagi" ucap Grace sembari merangkul bahunya Chery.


"Okelah! kalau begitu aku pamit" ucap Grey.


Grace menelepon ponselnya Melati tetapi Moses yang mengangkatnya. Grace memberitahukan ke Moses kalau dia meminta Chery menginap di rumahnya, dan Moses mengijinkannya.


Kemudian Grace menelepon Celyn mengabarkan ke Celyn kalau Chery menginap di rumahnya. Celyn pun mengatakan oke.


"Sekarang ayok kita tengok Raja!" aja Grace sembari merangkul pundaknya Chery.


"Tolong jaga Raja sebentar ya! mama akan ambilkan air minum dulu" ucap Grace.


"Iya ma" ucap Chery sambil tersenyum.


Chery duduk di tepi ranjang setelah dia berganti baju, dan mengusap kening kekasih tampannya yang masih tertidur dengan sangat pulas.


"Syukurlah kakak nggak kenapa kenapa" gumam Chery sembari terus mengusap keningnya Raja.


Grace agak lama berkutat di dapur karena, dia juga menyiapkan wedang jahe kesukaan putranya dan susu strawberry kesukaannya Chery.


Raja tiba tiba membuka matanya "sayang, kok kamu di sini?"


Chery tersenyum, "mama Grace yang meminta aku untuk menginap di sini"


Raja tersenyum bahagia, "Chery, kakak bahagia banget saat ini, di saat kakak membuka mata, kakak bisa melihat bidadarinya kakak"


Chery menundukkan wajahnya yang merona dan nampak begitu menggoda, begitu menggemaskan, di matanya Raja, tanpa Raja sadari, tangannya terangkat lalu mengusap pipinya Chery, "kamu menggemaskan kalau malu malu meong kayak gini, sayang. Ijinkan kakak, mencium kamu lagi, ya!?"


Chery semakin merona dan semakin menundukkan wajahnya.


Raja kemudian menarik tengkuknya Chery, dia langsung mencium bibirnya Chery. Chery membelalakkan matanya tetapi kemudian menyerah di dalam kenikmatan ciuman yang ditawarkan Raja, cewek cantik itu pun melemas dan perlahan memejamkan matanya. Raja semakin dalam mencium kekasihnya, ketika dia rasakan, Chery mulai merespons dan menikmatinya.


Tangan Raja mulai menelesup masuk secara perlahan, ke dalam kaosnya Chery dan mengelus punggung polosnya Chery sembari terus memperdalam ciumannya, menghisap, mencecap, dan melibatkan lidah. Sangat indah, menggelenyar di hati mereka, menawarkan hal yang lebih dan.................


Tok tok tok


Raja langsung melepaskan Chery dengan sangat terpaksa. Chery masih memejamkan mata dan masih gemetar atas segala rasa yang masih berkecamuk di dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2