
Mereka telah menyelesaikan makan bersama mereka dan berpindah tempat berkumpul di ruang keluarga.
Raja menatap ke semuanya dan mulai membuka suara, "om Moses, tante Melati, dan tante Claudia. Tadi Raja dan Chery sudah membicarakan tentang rencana pernikahan kami berdua. Saya sih maunya cepat karena, saya pikir saya sudah lumayan mapan, saya juga sudah membeli rumah walaupun masih nyicil, heeee, dan saya pikir kalau berpacaran terlalu lama juga tidak bagus. Saya sebagai laki laki yang sudah dewasa dan normal, terus terang takut jika nantinya menjadi lupa diri dan melewati batas, makanya saya ingin secepatnya menikahi Chery, supaya aman terkendali, heeeee" ucap Raja dengan keluguannya.
Semua terkekeh geli mendengar ucapan polosnya Raja.
"Om sih setuju setuju saja, om juga paham akan kondisinya kamu, kamu sudah cukup umur untuk menikah dan lumayan mapan, kalau berpacaran lama lama juga tidak bagus" ucap Moses Elruno.
"Kalau tante sih tergantung sama Chery. Chery udah siap belum untuk menikah" ucap Melati.
"Kalau tante Claudia ngikut aja, asal membawa Chery ke kebahagiannya, tante setuju aja" kata Claudia.
"Aku setuju dengan Moses dan Raja, kalau berpacaran jangan terlalu lama karena aku yang juga merupakan laki laki normal sangat memahami perasaannya Raja, menahan godaan itu berat, benar kan Raja?" Alfa tersenyum penuh arti ke Raja.
Raja merona malu, tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke Alfa lalu ke semuanya, "bener kata om Alfa. Saya selama ini terus berusaha untuk mengendalikan gejolak yang ada di dalam diri saya yang seringkali timbul karena, saya sangat mencintai Chery. Namun, sampai kapan saya bisa menahan godaan tersebut, saya bahkan tidak berani berjanji pada diri saya sendiri" ucap raja penuh ketulusan dan kejujuran.
"Itulah kenapa, aku sangat menyukai Raja karena, dia selalu jujur, bertanggung jawab, dan cerdas di dalam segala hal" ucap Moses sambil terkekeh geli.
"Terima kasih om" ucap Raja.
"Saya setuju dengan putra saya yang paling ganteng ini karena, ya cuma dia satu satunya putra saya, hahahaha" sahut Grace.
Semua yang hadir ikutan tertawa renyah mendengar selorohannya Grace.
"Saya juga merestui mereka berdua menuju ke pernikahan secepatnya jika Chery sudah siap" sahut Charlie.
Semua mata pada akhirnya tertuju ke Chery.
Chery meringis ke semuanya dan berucap dengan polosnya, "Chery jadi bingung nih mau ngomong apa kalau semua mata tertuju ke Chery, heeeee"
Semua yang hadir langsung terkekeh geli melihat mimik konyolnya Chery.
"Apa kamu sudah siap menikah, sayang?" ucap Melati sembari mengusap lembut rambutnya Chery.
"Chery siap ma. Kalau menikahnya dengan kak Raja, Chery siap" jawab Chery.
Raja langsung tersenyum lega dan disambut tawa renyah dari semua yang hadir.
"Bagus! sekarang om nanya ke Raja mau nikah kapan?" tanya Moses.
"Satu bulan lagi gimana om?" tanya Raja sambil tersenyum malu dan mengelus tengkuknya.
"Waaahhh udah kebelet banget ya kamu?" tanya Alfa, Rini langsung terkekeh geli dan menepuk pelan bahunya Alfa.
"Iya om" sahut Raja sambil tersenyum dan merona malu.
"Eh, dijawab iya lagi" ucap Alfa yang langsung menggemakan tawanya dan disusul oleh semua yang hadir. Semua ikut menertawakan kepolosannya Raja dan Chery.
"Satu bulan lagi ya, emm.........kalau soal ini, om serahkan ke para ibu. Bagaimana ibu ibu, siap nggak menyelenggarakan pernikahan di dalam tempo satu bulan?" tanya Moses.
Melati melempar pandangannya ke mama Grace dan Claudia.
"Saya ngikut aja jeng" sahut Claudia.
"Bagaimana mama Grsce?" tanya Melati.
"Kalau saya sih siap siap aja, kan tinggal diserahin ke WO dan pasrah lagi ke pak Greyson Adi Wijaya Simpsons, heeee" ucap Grace.
"Oke, kita setuju! satu bulan lagi, Raja dan Chery akan menikah" ucap Melati.
"Tetapi om ada syaratnya, jangan bikin Chery hamil sebelum Chery lulus kuliah dan setelah lulus kuliah" ucap Moses ke Raja.
__ADS_1
"Baik om" ucap Raja.
"Oke kalau begitu! persiapkan pernikahan mereka satu bulan ini!" perintah Moses ke para ibu ibu.
"Siap!" sahut Melati dan Grace secara serempak.
"Ma, Chery ada hadiah untuk mama Melati, mama Claudia dan mama Grace. Ini kan hari ibu jadi Chery persiapkan hadiah untuk mama mama hebat yang ada di kehidupannya Chery" ucap Chery, "tante Rini dan Tante Angel pun juga dapat hadiah dari Chery" ucap Chery.
"Waaahhh apa itu?" ucap Grace, Claudia, Angel, Rini dan Mlelati secara bersamaan.
"Sebentar ya, Chery ke kamar dulu untuk mengambil semua hadiahnya" kata Chery.
Beberapa menit kemudian Chery masuk berbarengan dengan Elmo, Celyn, dan Loly.
Chery, Elmo, Celyn dan Loly duduk bersimpuh berjejer di depannya Melati, "selamat hari ibu ma, makasih sudah menjadi seorang ibu uang luar biasa bagi kami" ucap Chery, Elmo, dan Celyn, mereka pun bergiliran memeluk Melati dan terakhir Loly, "selamat hari ibu Tante"
Melati langsung terharu dan berkaca kaca matanya, "terima kasih kesayangannya mama. Mama sangat menyayangi kalian semua"
"Ini kado dari Chery, ma. Beberapa bulan belakangan ini, aku, Elmo, dan Celyn belajar merajut sama Loly, dan Chery berhasil bikin tas rajut untuk mama" Chery menyerahkan sebuah tas rajut cantik ke mamanya.
"Terima kasih sayang" ucap Melati.
"Ini dari Elmo, ma. Elmo belajar bikin syal rajut sama Loly" ucap Elmo sambil menyerahkan syal rajut berwarna cokelat tua ke pangkuannya Melati.
Melati mengelus pipinya Elmo, "waaahhh Mama bangga sama kamu, kamu juga mau belajar merajut"
Modus ma, awalnya modus sih, Elmo pengen lebih dekat dengan Loly, heeee. Namun setelah beneran ngerajut dan ngebayangin wajah mama, Elmo jadi semangat merajut demi mama. Batin Elmo.
"Ini dari Celyn, Celyn juga belajar merajut tapi cuma bisa bikin dompet kecil, heeee" ucap Celyn.
"Waaahhh, bagus banget, mama juga bangga sama kamu, kamu pintar merajut juga" Melati mengusap lembut pipinya Celyn.
"Ini dari Loly tante. Loly bikinkan sweater untuk tante. Terima kasih untuk kasih sayangnya tante ke Loly kiranya Tuhan membalas semua kebaikan dan cinta kasihnya tante, ke Loly" ucap Loly dengan mata berkaca kaca menahan haru.
"Kok Tante tahu, tante bisa merajut juga?" tanya Loly.
"Bisa, cuma udah lama tante nggak ngerajut karena, nggak ada waktunya" ucap Melati
"Iya benar sekali, merajut tuh ternyata sulit buanget, tangan Celyn sampai luka dan sempat kesal karena gagal terus, tapi akhirnya Celyn berhasil bikin sebuah dompet untuk mama" sahut Celyn.
Semua langsung tertawa renyah mendengar ucapan polosnya Celyn.
Chery lalu berjalan ke mama Grace, "selamat hari ibu mama Grace, ini kado untuk mama, tas rajut hasil karyanya Chery sendiri"
"Makasih sayang" mama mencium kedua pipinya Chery.
Chery kemudian melanjutkan langkah ke mama Claudia, "selamat hari ibu, ma. Ini Chery kasih kado tas rajut hasil karyanya Chery, Chery bikin tiga tas rajut dan semua sama untuk warna dan modelnya. Chery buat khusus untuk mama mama hebat yang ada di dalam kehidupannya Chery"
"Makasih sayang" Claudia langsung memeluk Chery dengan sangat erat.
Chery kemudian menuju ke tante Rini, "untuk tante, Chery bikin dompet rajut ini juga hasil rajutannya Chery, dan ini untuk tante Angel, dompet yang sama dengan Tante Rini. Selamat hari ibu tante Arin dan tante Angel"
"Makasih cantik" ucap Angel dan Rini secara kompak.
"Emm, ma, pa, Chery pengen mencoba mobilnya apa boleh?" ucap Chery.
"Boleh dong, kan udah ada SIM-nya" ucap Moses.
"Kalau begitu Chery permisi untuk semuanya, Chery pengen nyoba mobil sebentar sekalian ke perpustakaan kampus, untuk pinjam buku" Chery berucap sembari bangkit lalu menyalami satu per satu semua yang hadir di ruang keluarganya Moses Elruno. Chery kemudian berdiri di depan pintu dan menatap Raja, "kak, ayok!"
Raja menoleh ke Chery dan tersenyum menggoda, "kakak diajak to?"
__ADS_1
"Ya iya lah! kalau nggak sama kak Raja terus sama siapa dong?" ucap Chery dengan polosnya, "dek, ada yang mau ikut?"
"Nggak, entar ngeganggu lagi!" ucap Celyn dan Elmo secara kompak.
Semua pun tertawa dan Raja pun bangkit dan pamit ke semuanya.
"Kamu beneran bisa nyetir?" tanya Raja ragu.
"Bisa cuma nggak terbiasa aja, heeee" ucap Chery.
Chery kemudian melajukan mobil sedan mewah hadiah dari papa dan mamanya dengan sangat pelan. Sampai di jalan raya pun, Chery mengemudikannya dengan sangat pelan, sampai sampai di dahului beberapa sepeda onthel.
"Chery sayang, kalau kamu jalankan mobil pelan banget kayak gini, kita sampainya ke tempat tujuan kita tuh besok pagi" Raja mulai protes.
"Sssttt! Chery baru pemanasan nih, jangan banyak komentar" ucap Chery.
"Oke dan............"
Ngeeeeennngggg...........Bruuummmmmmm
Chery secara tiba tiba menambah gasnya dan Raja langsung terhenyak kaget sampai tidak jadi meneruskan ucapannya, "oke Chery, kalau yang ini terlalu cepat, sayang, kurangi sedikit gasnya dan kalau menambah gas tuh jangan secara dadakan sayang, penumpang kamu bisa muntah semuanya nanti!" Raja mulai protes dan menggeleng nggelengkan kepalanya.
Chery langsung tergelak geli, "maaf kak! Chery masih belum terbiasa" ucap Chery sembari secara bertahap mengurangi gasnya.
"Nah ini pas ini. Pertahankan kayak gini terus!" ucap Raja.
Chery pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke Raja.
Raja dan Chery akhirnya sampai di dalam perpustakaan kampusnya Chery dengan selamat walaupun jantungnya Raja masih sedikit berdegup kencang karena, Chery ternyata belum begitu lihai menyetir mobilnya.
"Habis dari perpus, kita coba putar putar kampus dulu, biar kamu lebih luwes nyetirnya dan mulai besok setiap sore, kakak akan dampingi kamu nyetir, sekadar jalan ke tempat yang dekat aja dulu, biar kamu semakin lihai nyetirnya" ucap Raja.
"Baik bos! kakak ternyata bawel juga ya" ucap Chery dengan polosnya.
Raja langsung menjepit hidungnya Chery dengan gemas, "itu karena kakak sayang banget sama kamu"
Chery membetulkan letak syal yang masih melilit di lehernya dan mencebikkan bibirnya ke Raja. Mereka kemudian berjalan ke sebuah lorong tempat buku yang Chery inginkan.
Chery mendongakan wajah cantiknya, "yaaahhh, kok tinggi banget letaknya, kak tolong ambilkan, ya?!"
Alih alih mengambilkan, Raja langsung memegang pinggangnya Chery dan mengangkat tubuh Chery tinggi sekali sampai Chery bisa menjangkau buku tersebut. Raja kemudian menurunkan Chery pelan pelan.
Chery langsung memukul bahunya Raja, "kak! malu diliatin banyak orang tuh"
Raja cuma tersenyum dan menatap Chery dengan sorot mata jahilnya, "biarin diliatin, biar semua tahu kalau kamu tuh milik kakak jadi nggak akan ada yang berani menggoda kamu"
"Mana ada yang mau menggoda Chery" ucap Chery sambil terus mencari buku selanjutnya.
Raja memeluk pinggangnya Chery dari belakang dan mulai mencium pipinya Chery.
Chery membiarkannya karena, dia sibuk mencari buku selanjutnya.
Raja tersenyum senang lalu dia mencium pelipisnya Chery dan Chery masih diam saja.
Raja semakin nekat, dia lalu memutar badannya Chery dan dia mencium bibirnya Chery, dia mendorong Chery sampai di pojok lorong dan mereka kemudian berciuman dengan intens.
Setelah puas mencium kekasihnya, Raja melepaskan Chery dan merapikan rambutnya Chery. Raja kemudian tersenyum dan menggandeng tangannya Chery.
"Kakak ngawur deh! kalau ada yang lihat gimana coba?" ucap Chery.
"Kakak nggak ngawur kok, kakak dah baca situasinya tadi, pas sepi kakak baru berani cium kamu, heeee. mau lagi?" ucap Raja sembari tersenyum menggoda ke Chery.
__ADS_1
Chery hanya bisa merona malu dan menundukkan kepalanya.