My Cute Nanny

My Cute Nanny
Tunggu aku!


__ADS_3

"Pak, tolong hubungi polisi!" pekik Chery ke pak supir taksi online.


"Baik, non" kata pak supir taksi online itu sembari mengambil ponsel dia dari saku celananya dan mulai menghubungi polisi.


Chery dan Celyn akhirnya berhasil melumpuhkan semua gerombolan preman suruhannya Natasha. Chery, Celyn, dan pak supir masih berada di lokasi tersebut, mereka bertiga menunggu kedatangan polisi.


"Non, bapak nggak nyangka lho, kalian ini cantik cantik, kelihatan lembut tapi ternyata jago bela diri"


Celyn meringis dan berucap "dari sejak kami kecil, papa kami sudah melatih kami bela diri pak, dan kami sangat menyukainya makanya sampai kami besar pun, kami masih terus berlatih bela diri, selain untuk kebugaran tubuh juga sebagai bekal untuk menjaga diri kita sendiri jika terjadi hal hal yang tidak terduga seperti ini"


"Iya anda benar, non" kata pak supir itu.


Chery masih menerima panggilan VC dari Raja. Entah kenapa Raja tiba tiba merasa khawatir dan langsung melakukan panggilan VC ke Chery.


"Sayang, kamu di mana ini? kok di jalan gitu?" tanya Raja.


"Ini perjalanan pulang, kak. Tapi tiba tiba kita dihadang sama preman" kata Chery.


"Hah!? kamu nggak apa apa kan? trus kita? emangnya kamu pergi sama siapa?" Raja mulai gusar dan tampak sangat mengkhawatirkan keadaannya Chery.


"Sama Celyn perginya" pekik Celyn.


"Kalian nggak apa apa kan?" Raja bertanya lagi.


"Nggak apa apa kak" sahut Celyn sambil meraih ponsel kakaknya dan menatap wajah Raja yang nampak khawatir, di ponsel itu. "tuh, lihat keenam preman yang menghadang aku dan kakak, sudah berhasil kita lumpuhkan" Celyn mengarahkan layar ponsel ke keenam preman yang telah tergeletak tak berdaya di atas aspal di jalan itu.


"Chery dan kamu yang melawan dan melumpuhkan mereka semua?" tanya Raja heran.


"Iya" Celyn meringis lalu mengembalikan ponsel ke genggaman tangan kakak cantiknya.


"Sayang, kamu bisa bela diri?" tanya Raja.


"Bisa, kak. Sejak peristiwa penculikkan dulu, aku minta diajari papa bela diri. Tapi masih kalah jago kalau dibandingkan dengan Celyn, heeeee" kata Chery.


"Kak Chery juga jago kok" sahut Celyn.


"Aaah, syukurlah kalau kalian tidak kenapa kenapa. Lalu kenapa masih di situ?" tanya Raja.

__ADS_1


"Menunggu polisi datang kak" kata Chery "aaah, itu bapak bapak polisi sudah datang, aku tutup dulu telponnya ya kak, Chery mau memberikan laporan dulu ke bapak bapak polisi itu" kata Chery.


"Oke, ati ati ya! setelah selesai langsung pulang ya dan sesampainya di rumah langsung hubungi kakak!" kata Raja.


"Iya kak" Chery tersenyum lalu memutuskan sambungan ponselnya.


Setelah memberikan laporan ke polisi, keenam preman suruhannya Natasha langsung diringkus oleh polisi. Salah satu preman itu sempat mengirimkan pesan text ke Natasha.


"Bebaskan kami, kami ditangkap polisi. Kalau tidak membebaskan kami, maka kami akan katakan semuanya ke polisi" isi pesan text dari salah satu preman suruhannya itu langsung membuat Natasha meradang penuh emosi.


"Shit! kenapa mereka bisa gagal menculik Chery dan Celyn? bahkan sampai ditangkap polisi segala! dasar bodoh!" Natasha memekik panik dan langsung melempar ponselnya ke tembok kamarnya. Ponsel itu menjadi hancur berkeping keping seolah mewakili rasa di hatinya yang juga hancur berkeping keping, kecewa karena gagal menculik Chery dan Celyn.


Chery dan Celyn akhinya sampai di rumah dengan selamat. Kedua cewek cantik keturunan Elruno itu pun mengucapkan banyak terimakasih kepada supir taksi online yang telah mengantarkan mereka sampai di rumah dengan selamat lalu turun dari taksi online tersebut. Sambil setengah berlari mereka memasuki istana mereka.


Waahhh baru kali ini aku masuk ke dalam sebuah rumah yang luas, megah dan mewah bak istana. Batin supir taksi online itu sembari meluncurkan mobilnya untuk meninggalkan istananya Moses Elruno.


Melati muncul untuk menyambut kepulangan kedua putri cantiknya dari jalan jalan mereka. Chery dan Celyn langsung memeluk tubuh mama Melati mereka.


Melati langsung tertawa bahagia dan langsung memeluk erat kedua putri cantiknya itu. Celyn kemudian melepaskan pelukannya berbarengan dengan Chery, lalu Celyn menarik tangan mamanya untuk duduk. Sedangkan Chery mengirimkan pesan text ke Raja memberitahukan kalau dia dan Celyn telah sampai di rumah dengan selamat.


Raja kemudian menelepon Chery via VC untuk memastikan kalau kekasih hatinya itu telah benar benar berada di rumah dengan selamat.


Chery tersenyum ke Raja dan berucap, "kak aku tutup dulu telponnya, mau ngobrol dulu sama mama" kata Chery.


"Oke, salam buat mama Melati ya. I love you" kata Raja.


"Siap! I love you too" Chery langsung memutuskan sambungan ponselnya lalu berjalan ke ruang keluarga untuk menghampiri mama dan adiknya. Chery langsung duduk di samping mamanya.


"Hah!? siapa yang menghadang kalian? suruhannya siapa, kalian nggak tahu?" tanya Melati.


"Yaaahh lupa nanya deh" kata Celyn.


"Iya ma, kita lupa nanya ke preman preman itu, siapa yang menyuruh mereka, tapi mereka sudah ditangkap polisi kok" kata Chery.


"Mama harus kasih tahu papa nih, sebentar ya!" Melati langsung melakukan VC ke suami tercintanya.


Moses yang masih rapat melirik layar ponselnya, ada VC dari istri tercintanya "maaf, saya terima telpon dulu" Moses bangkit dan keluar dari ruang rapat.

__ADS_1


"Haaai Rumi cantikku, kangen ya sama aku?" tanya Moses.


"Iihhh papa kok genit sih?" sahut Celyn dan Chery secara bersamaan dan Melati langsung terkekeh geli.


"Lho ada bidadari bidadarinya papa ternyata. Kalau semua bidadari bidadari nan cantik mempesona berkumpul di rumahnya papa, terus kahyangan kosong dong, heeeee"


Celyn, Chery dan Melati langsung menggemakan tawa renyah mereka saat mendengarkan celotehannya Moses Elruno.


"Papa bisa aja ya" kata Chery.


Moses tersenyum lebar dan bertanya "ada apa telpon papa?"


"Sayang, kedua putri cantik kita tadi jalan jalan keluar berdua aja, terus pas perjalanan pulang, mereka dihadang enam orang preman" kata Melati.


"Hah? apa Chery dan Celyn terluka? shit! siapa yang berani mengadang kedua putri kesayanganku?" Moses mulai emosi dan mulai menggertakkan giginya.


"Untungnya kedua putri kamu nih sudah kamu bekali ilmu bela diri jadi mereka bisa melumpuhkan keenam preman itu dengan sukses dan preman itu sekarang sudah ditangkap polisi. Chery dan Celyn baik baik saja, tidak tergores sedikit pun" kata Melati.


"Aaah, syukurlah kalau kedua putri cantikku tidak tergores sedikit pun! shit! kenapa ada kejadian seperti ini di saat aku jauh dari kalian" Moses meraup kasar wajahnya.


"Kamu tenang ya, kami kan bidadari bidadarinya Moses Elruno, kami akan baik baik saja, sayang, cuma aku pengen minta ijin ke kamu, apa boleh aku mengirim pak Pramono ke kantor polsi untuk menemui para preman itu? untuk mengorek informasi, siapa yang menyuruh mereka?" kata Melati.


"Iya, kirim Pramono sekarang juga ke kantor polisi, dan Pramono harus dapat info siapa yang menyuruh mereka" kata Moses.


"Oke sayang. Kamu jaga kesehatan di sana ya, aku akan jaga anak anak dengan baik, jangan khawatir!" kata Melati.


"Iya, kamu juga jaga diri baik baik, mmuuaahhh" Moses berucap lalu memutuskan sambungan VC-nya Melati dengan segera karena, Ray sudah memberi kode ke dia kalau para klien sudah menunggu terlalu lama di ruang rapat.


Melati langsung menelepon Pramono, pengawal pribadinya Moses Elruno untuk ke kantor polisi. Pramono segera berangkat untuk melaksanakan tugasnya setelah dia memahami duduk permasalahannya.


Natasha langsung mengirim pengacara terbaiknya untuk membayar jaminan bagi keenam preman suruhannya dan dalam hitungan menit, bebaslah keenam preman itu.


Pramono sampai di kantor polisi dan telah terlambat karena, semua preman itu telah dibebaskan.


Pramono keluar dari kantor polisi dengan desahan kecewanya. Tetapi bukanlah Pramono kalau dia pulang tanpa membawa hasil. Pramono berhasil mendapatkan alamat dari salah satu preman itu, cowok keren berbadan tegap dan gagah, kepercayaannya Moses Elruno itu pun menyeringai lalu berucap "tunggu aku, dan rasakan akibat dari perbuatan kalian, berani menghadang kedua nona kami"


Raja mengikuti rapat dengan perasaan tidak tenang. Entah kenapa sejak menelepon Chery dan mengetahui kalau Chery dihadang preman, dia dihantui rasa was was tiada henti.

__ADS_1


Entah kenapa pula, jauh di sudut sanubarinya, dia merasa kalau akan ada sesuatu yang lebih mengkhawatirkan yang akan terjadi. Dia begitu ingin pulang ke Indonesia dan menjaga Chery selama dua puluh empat jam penuh, tapi apa daya dia masih belum bisa melakukan hal itu. Oleh karena itu, dia hanya bisa berharap dan terus berdoa semoga perasaan dia hanya rasa khawatir yang berlebihan saja dan semoga Chery sekeluarga aman dan baik baik saja, di Indonesia.


Moses mendapatkan pesan text dari Pramono yang memberitahukan kalau Pramono telah berhasil menangkap salah satu dari preman tersebut dan akan melakukan segala cara supaya preman itu mau membuka mulut, siapa orang yang telah menyuruhnya.


__ADS_2