
Moses menyusul masuk ke dalam mobil dan mendapati Melati tengah bersedekap. Chery sudah direbahkan di dalam travel cotnya.
"Sayang?" Moses menatap istrinya.
"Maafkan aku, aku cuma nggak suka kalau ada cowok lain menatap kamu seperti tadi. Apalagi itu mantan kamu"
Melati masih membisu dan cemberut.
"Maafkan aku ya, sayang" Moses menaruh dagunya di atas pundaknya Melati.
"Iya, Melati maafkan. Tapi mulai sekarang kalau ada ganjalan di hati atau kalau ada masalah apapun harus dibicarakan, kalau harus ribut ya ribut aja tapi setelah itu selesai, jangan ambil aksi diam, Melati nggak suka!"
"Iya" jawab Moses sambil merosot menaruh kepalanya di atas pangkuannya Melati.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pembatas ruang kabin dan kemudi. Moses mendengus kesal dan bangun lalu memencet tombol on pengeras suara.
"Kita berangkat sekarang, tuan?" Ray yang bersuara.
Ray dan pak Joko telah menyelesaikan makan siang mereka dan telah masuk kembali ke dalam mobil.
"Iya" Moses menjawab singkat lalu memencet tombol off dan merebahkan kepalanya kembali di atas pangkuannya Melati.
"Kalau ada masalah jangan didiamkan berlarut larut, Melati minta sebelum matahari terbenam, masalah yang ada harus sudah selesai dan siapa yang salah harus meminta maaf"
"Hmm" Moses memejamkan matanya dan manggut manggut.
"Kamu masih kesal?" tanya Melati.
Moses membuka matanya dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu berpacaran sama bocah tengil tadi berapa lama dan kenapa kalian putus?" tanya Moses.
"Kenapa tanya soal itu? nggak penting dan Melati nggak mau jawab"
"Mencurigakan nih, pasti ada yang kamu sembunyikan" Moses bangun dan duduk tegak menatap Melati.
"Mencurigakan apa? sembunyikan apa sih?"
"Habisnya kamu nggak mau jawab" Moses mulai kesal.
"Sekarang kalau aku balik bertanya berapa mantan kamu dan berapa lama kamu berhubungan dengan mereka, kenapa kamu putusin mereka, kamu mau jawab?"
Moses langsung mematung dan menggelengkan kepala.
"Mencurigakan nih" Melati mulai bersedekap dan melotot ke arah Moses.
"Jangan melotot kayak gitu dong sayang! kamu menakutkan lho kalau melotot kaya gitu, mirip film horror Suzana tahu nggak, hih serem!" Moses mengangkat kedua bahunya.
Melati semakin mempertajam sorot matanya dan mendengus kesal "Kalau kamu jawab pertanyannya Melati tadi maka, Melati akan jawab pertanyaanmu, sayang"
Aaa shit! senjata makan tuan, nih. Kalau aku bilang mantanku ada lebih dari selusin dan aku berhubungan paling lama seminggu, heeee bakal marah nggak ya, dia. Batin Moses sembari menatap Melati penuh selidik.
__ADS_1
"Aku kan pernah curhat sama kamu kalau aku tidak pernah serius sama mereka semua. Aku aja lupa nama nama mereka. Lagian mereka yang menawarkan diri mereka ke aku. Aku pernah ngomong kan sama kamu" Moses mencoba ngeles.
Melati masih bersedekap dan menatap Moses tajam.
"Itu sudah berlalu sayang dan nggak penting. Aku sudah bertobat dan nggak pernah berhubungan lagi sama mereka semua. Kamu boleh tanya sama Ray, sekarang" jawab Moses.
"Sama kan, yang sudah berlalu ya sudah, jangan diungkit lagi! yang penting kan sekarang dan masa depan. Ngapain kita mesti nengok ke belakang" Melati mulai meredupkan sorot matanya.
"Iya" kata Moses mengalah.
Pintar juga istriku ya. Baru kali ini seorang Moses Elruno tak bisa berkutik. Mati kutu Lo. Batin Moses geli.
"Sekarang aku pengen lihat ponsel kamu" kata Moses.
"Untuk apa? masih curiga lagi? mulai berpikir yang enggak enggak, kalau di ponselnya Melati ada foto foto mantannya Melati?"
"Hahahaha, calm down baby! aku cuma pengen masukin nomor ponsel aku. Kita sudah menikah tapi belum bertukar nomor telpon, kan?"
"Aaah, iya benar" Melati lalu mengambil ponselnya dari saku celana jinsnya dan menyodorkannya ke Moses.
Moses menatap ponselnya Melati "sayang, sepertinya kamu harus ganti ponsel kamu, model lama ini" kata Moses sambil membolak balikkan ponselnya Melati.
"Nggak usah! yang penting masih bisa dipakai" jawab Melati "lagian semua kontak teman temanku ada di situ semua, kalau ganti ponsel harus masukin kontak lagi ke ponsel yang baru, males ah"
Moses lalu memencet tombol on pengeras suara yang terhubung ke kabin kemudi "Ray"
"Iya tuan" sahut Ray.
"Mampir ke toko ponsel ya, kamu belikan ponsel keluaran terbaru dan termahal!"
Moses lalu memencet tombol off.
"Sayang, nggak usah!"
"Sssttt! Pokoknya aku akan belikan ponsel keluaran terbaru untuk kamu, nanti biar Ray yang masukin semua kontak teman teman kamu kalau kamu malas melakukannya. Untuk kali ini aku nggak mau dibantah, titik nggak pakai koma!"
Melati hanya bisa menghela napas panjang. Dia melihat Moses mulai mengusap layar ponselnya dan mengecek semua yang ada di dalamnya. Untung saja Melati sudah menghapus semua foto foto dirinya bersama Awan.
Moses lalu memasukkan nomor kontaknya ke dalam daftar kontaknya Melati.
Moses nampak memikirkan sesuatu. Lalu tersenyum dan mengetikkan sebuah nama untuk nomor kontaknya.
"Kenapa senyum senyum?" Melati melongok ke layar ponselnya. "kamu kasih nama apa di nomor kontak kamu?"
Moses tidak menjawab pertanyannya Melati alih alih selfie. Lalu memasang foto dirinya itu menjadi cover depan layar ponselnya Melati.
Melati tersenyum geli menatap tingkah polah suami tercintanya itu.
"Kalau nanti ponsel baru sudah ada kita selfie ya, untuk cover layar depannya" Moses mengembalikan ponselnya Melati sembari tersenyum menatap istri tercintanya.
Melati penasaran dengan apa yang diketikkan Moses tadi. Dia mengeceknya. Terlihatlah tulisan suami tampanku di layar ponselnya Melati.
Melati menoleh ke arah Moses dan tersenyum.
__ADS_1
"Benar kan kalau suami kamu ini tampan?"
Melati menganggukkan kepalanya dan terkekeh geli.
"Kamu telpon aku, gih!" kata Moses.
Melati lalu memencet nomor kontaknya Moses.
Moses tersenyum dan langsung menyimpan nomor kontaknya Melati yang telah masuk ke dalam ponselnya, dengan nama istri imutku.
"Kamu simpan pakai nama apa kontakku?" Melati melongok ke ponsel yang tengah digenggam suaminya.
Moses langsung menunjukkan apa yang dia ketik ke hadapan istrinya "nih, baca sendiri!" Moses tersenyum senang saat melihat Melati langsung merona malu ketika membaca tulisan istri imutku.
"Aku sangat mencintaimu dan apakah kamu juga sangat mencintaiku, nyonya Moses Elruno?"
Melati tersenyum penuh cinta, menganggukkan kepalanya dan langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya Moses.
Moses langsung mendekap erat tubuh rampingnya Melati dan mencium dalam dalam pucuk kepalanya Melati dan berkata "maafkan aku, ya"
"Maafkan Melati juga ya"
Tok tok tok
Pintu mobil diketuk sama Ray.
Moses melepas pelukannya dan membuka pintu mobilnya.
"Ini ponselnya, tuan" kata Ray.
Moses meraih ponsel yang disodorkan oleh Ray "makasih, Ray"
"Sama sama, tuan" Ray lalu menutup kembali pintu mobilnya dan kembali ke jok depan. Joko kembali meluncurkan mobil tersebut menuju ke istana mewahnya, tuan besar Moses Elruno.
Moses mengambil ponsel baru super canggih dari dalam boxnya lalu memberikannya ke Melati.
"Kalau kamu malas masukin nomor kontak lagi, minta tolong sama Ray biar Ray yang lakukan" kata Moses dengan santainya.
"Kasihan kak Ray, sudah banyak kerjaan masih harus direpotkan soal ponsel kayak gini. Tadi Melati cuma cari alasan aja biar kamu nggak usah beli ponsel baru" gumam Melati sambil menatap ponsel baru super canggih yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
Ponsel yang dulu hanya ada di dalam angan angannya, sekarang ponsel itu benar benar ada di dalam genggamannya. Melati masih tertegun dan seolah tidak percaya.
"Kamu nggak suka? atau mau ganti yang lain lagi? biar Ray belikan lagi"
"Nggak usah, ini sudah lebih dari cukup. Ponsel ini harganya sangat mahal, sayang. Harusnya nggak usah beli juga nggak apa apa. Lagian ponsel Melati masih berfungsi dengan baik, kok"
"Kalau buat kamu dan Chery, nggak ada kata mahal. Jangan nolak pemberian suami, dosa lho!"
"Iya sayang, terima kasih ya sudah dibelikan ponsel baru. Terus terang Melati tuh sebenarnya gaptek heeee, emm, nanti ajari ya cara pakainya ponsel baru super canggih ini" Melati mulai memamerkan gigi putihnya di depan Moses.
"Hahahaha, iya" Moses kembali merengkuh tubuh rampingnya Melati dan mendekapnya erat "aku akan ajarkan apapun untuk kamu, asal itu hal hal yang positif dan aku juga akan lakukan apapun untuk kamu"
"Tidurlah! Biar aku yang jaga Chery"
__ADS_1
Melati pun memejamkan mata tertidur pulas dan merasa sangat damai, di dalam dekapan hangat suami tampannya