
Claudia datang ke istananya Moses di saat Melati dan Moses sudah meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat prakteknya Melati di danau biru.
Claudia menjinjing buah tangannya untuk Chery dan melangkah masuk ke dalam ruang tamunya Moses dan pegawainya Moses mempersilakannya untuk duduk.
"Anda mencari siapa?" tanya pegawainya Moses.
"Apa Chery ada?" tanya Claudia sambil tersenyum lebar penuh harap. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertatap muka dengan Chery.
"Nona Chery tidak diijinkan untuk menemui orang asing, maaf siapa nama anda dan ada hubungan apa anda dengan Nona Chery, apa anda gurunya? karena saya harus menghubungi tuan Moses terlebih dahulu untuk meminta ijin ke beliau apakah nona Chery boleh menemui anda.
Shit! rumit juga peraturan di rumah ini. Claudia mengumpat kesal.
"Kalau begitu tolong kasihkan ini ke Chery, aku pamit" Claudia kemudian menyodorkan buah tangan yang dia bawa ke pegawainya Moses lalu melangkah pergi.
"Maaf tapi siapa nama anda?" tanya pegawainya Moses.
Claudia diam saja dan terus melangkah pergi tapi tiba tiba Claudia berbalik badan "maaf, aku mau ke toilet boleh?"
Pegawainya Moses nampak ragu tapi melihat Claudia terus meliuk liukan tubuhnya menahan hasratnya untuk ke toliet akhirnya pegawainya Moses itu pun mengijinkan Claudia dan mengantarkan Claudia ke toilet yang ada di dekat ruang tamu.
Pegawainya Moses menunggu di depan pintu toilet.
Shit! ke toilet aja juga dijaga. Bagaimana caranya supaya aku bisa menemui Chery kalau begini ini? Batin Claudia.
Claudia akhirnya keluar dari toilet dan berkata "terima kasih" Claudia melangkah lebar menuju ke mobilnya sambil terus mengumpat kesal.
Di saat dia menoleh ke kanan, dia melihat Chery tengah duduk di bangku taman bersama dengan kakek, nenek, Elmo, dan Raja. Celyn di dalam rumah dibantu tante Angelnya mengerjakan tugas sekolahnya yang belum selesai.
Claudia tersenyum bahagia bisa melihat Chery. Awalnya dia nampak ragu untuk menghampiri Chery karena, di sekelilingnya Chery ada begitu banyak orang. Tetapi karena naluri dari seorang ibu yang sangat merindukan anak kandungnya, akhirnya dia nekat melangkah mendekati Chery.
Claudia menghentikan langkahnya ketika dia sudah berdiri di dekatnya Chery yang tengah duduk sambil membaca buku pemberian dari Raja. "Selamat malam" sapa Claudia.
Semuanya secara serempak menoleh ke arah suara dan menautkan alis mereka ketika melihat Claudia.
Mamanya Melati langsung berdiri dan bertanya "Selamat malam, anda siapa? dan hendak bertemu dengan siapa?"
Claudia menyalami mamanya Melati dan Dokter Erlangga kemudian berkata "saya, pasiennya bu Melati. Saya ingin bertemu dengan ibu Melati tapi ternyata beliau sudah pergi ke tempat praktek" Claudia mencuri curi pandang ke Chery.
"Ooooo, kalau begitu mari masuk saja!" kata mamanya Melati dengan sopan dan ramah.
"Aaahh, tidak usah nyonya, di sini saja nggak apa apa. Bisa lebih santai dan sejuk. Emm, siapa anak cantik ini?" tanya Claudia sambil mengelus lembut kepalanya Chery.
Chery tersenyum dan berdiri. Chery kemudian meraih tangannya Claudia lalu mencium tangan itu sembari berucap "nama saya Chery, tante" lalu Chery duduk kembali.
Elmo kemudian berlari mendekat ke Claudia "lho, bukankah tante yang kemarin berada di tempat prakteknya mama dan ketemu lagi di kedai es krim mamanya kak Raja, Elmo lihat tante terus menatap papa" Cerocos Elmo dengan santainya.
Mamanya Melati langsung tersenyum canggung ke arah Claudia dan berkata "maafkan cucu saya Elmo, dia mirip sama papanya, tidak pernah basa basi, maafkan ya"
"Tidak apa apa nyonya, cucu anda benar, kemarin kita bertemu dan benar saya terus menatap papanya karena, papanya mirip banget dengan teman lama saya, nyonya"
"Oooo, begitu ternyata" Elmo berucap sambil meraih tangannya Claudia lalu mencium tangan itu. Elmo menambahkan ucapannya "maafkan Elmo ya tante, kalau kurang sopan"
Claudia tersenyum "iya nggak apa apa tampan"
Raja terus menatap Claudia. Dia terbiasa bergaul dengan The G team jadi bisa mengendus bau tidak baik dari Claudia lewat gerak geriknya Claudia.
Ada yang dia sembunyikan. Batin Raja.
"Kenalkan juga, emm, saya Heni, mamanya Melati dan ini suami saya, lalu ini Raja, putra dari sahabatnya Melati" ucap mamanya Melati.
Dokter Erlangga pun merasa curiga dengan Claudia tapi tetap menyalami Claudia dan mengucapkan namanya "saya Erlangga"
"Aaah, iya. Nama saya Momo" Claudia berucap sembari duduk di sebelahnya Chery.
Elmo duduk di sebelahnya Raja dan berbisik "aku tidak menyukainya"
Raja balik berbisik "aku juga. Sepertinya ada udang di balik batu"
__ADS_1
Elmo berbisik lagi "enak tuh kalau udangnya di balik bakwan"
Raja menoleh heran ke arah Elmo, dia terkekeh geli dan bertanya "dari mana kamu dapat kata kata itu?"
"Dari papa" Elmo meringis. Raja pun tertawa lirih.
"Kamu suka membaca ya cantik?" tanya Claudia sembari mengelus kembali kepalanya Chery.
"Iya, tante" jawab Chery.
"Chery suka baca mirip sama mamanya, cucu saya ini juga pandai buat puisi mirip sama papanya" kata mamanya Melati.
"Nek, apa Chery juga cantik seperti mama?"
"Iya" Jawab Claudia dan mamanya Melati secara bersamaan.
Semua secara serempak menoleh ke Claudia dengan tatapan heran.
"Aaaaa, saya sangat mengagumi kecantikannya bu Melati kemarin saat saya bertemu dengan beliau, itulah tadi secara spontan saya berkata iya. Chery cantik secantik mamanya, heeee" Claudia melempar senyum ke semuanya.
Dokter Erlangga semakin merasa curiga. Begitu pula dengan Raja.
"Buku apa yang kamu baca, cantik" Claudia terus mengelus elus lembut rambutnya Chery bahkan sesekali mencium rambut indahnya Chery.
"Buku kumpulan dongeng anak anak. Dibelikan sama kak Raja"
"Ooooo" Claudia menoleh ke Raja dan tersenyum tapi Raja tidak membalas senyumannya Claudia.
"Maaf, ini sudah semakin malam. Angin malam tidak baik untuk kesehatan anak anak. Cucu cucu saya harus masuk ke dalam rumah sekarang" ucap Dokter Erlangga.
"Aaah, baiklah saya pamit pulang, salam buat bu Melati"
"Lho bukannya tadi pengen ketemu dengan putri saya, Melati, kenapa tidak menunggu di dalam?" tanya Dokter Erlangga.
"Aah, tiba tiba saya ingat kalau saya masih ada keperluan" Claudia kemudian menyalami semuanya dan pamit pergi meninggalkan rumahnya Moses Elruno.
Semua masuk ke.kamar mereka masing masing kecuali Elmo. Elmo dengan setia menunggu mama dan papanya pulang.
Moses dan Melati sampai di rumah jam setengah sepuluh malam setelah mereka menyelesaikan gulat ronde kedua mereka di danau biru. Moses dan Melati langsung terpaku ketika mendapati Elmo tertidur meringkuk di atas sofa ruang tamu mereka.
Moses langsung membopong Elmo ke dalam gendongannya dan Melati berjalan di sampingnya Moses sambil terus menciumi wajahnya tampannya Elmo.
"Sayang, kalau kamu ciumi terus, entar bangun bisa lembur kita meladeni keceriwisannya putramu ini.
Melati tertawa lirih "itu karena putraku ini sangat cerdas jadi rasa ingin tahunya begitu besar, kayak aku, heeee"
"Ya, ceriwisnya mirip kamu" Moses terkekeh geli.
Moses membaringkan Elmo di tempat tidurnya Elmo lalu keluar dari kamarnya Elmo dan menutup pintunya.
Tiba tiba Dokter Erlangga menemui Moses. Heni, mamanya Melati telah tertidur pulas. Melati masih menengok anak anaknya di kamar mereka masing masing dan memberikan ciuman selamat malam termasuk ke Angel. Moses lalu mengajak papa asuhnya itu ke ruang kerjanya.
Angel menahan Melati "kak, ada yang pengen Angel katakan. Angel pengen curhat sama kakak"
Melati duduk di tepi ranjangnya Angel dan bertanya "ada apa?"
"Beberapa hari yang lalu, kak Awan datang ke kampusnya Angel."
"Awan sudah balik ke Indonesia?" tanya Melati.
"Iya. Kak Awan pengen bertemu dan bicara dengan Angel. Tapi Angel takut menemuinya sendirian. Sebenarnya pak Arkan mau menemani Angel untuk menemui kak Awan, tapi Angel lagi malas pergi dengan pak Arkan"
"Lalu?" tanya Melati.
"Apa kakak ada waktu, menemani Angel bertemu dengan kak Awan?"
"Emm, kakak harus minta ijin dulu sama suami kakak. Kapan mau bertemu dengan kak Awan kamu?"
__ADS_1
"Angel ngikut jadwalnya kak Melati aja, kakak kan sibuk"
"Oke, kakak akan minta ijin sama suami kakak malam ini, besok kakak kabari ya"
"Makasih kak" Angel memeluk erat tubuh Melati.
"Iy, sama sama. Sekarang bobok gih!" Melati mencium puncak kepalanya Angel lalu pergi meninggalkan kamarnya Angel.
Melati masuk ke kamarnya dan mendapati suaminya belum berada di dalam kamar. Dia kemudian membersihkan diri di kamar mandi dan berganti baju lalu rebahan di atas kasur mewahnya.
"Papa curiga sama dia, Mo" kata Dokter Erlangga.
"Kok bisa?" tanya Moses.
"Dia bawa oleh oleh semuanya rasa strawberry kesukaannya Chery dan menurut pegawai kamu yang tadi pertama kali menemui pasiennya Melati itu, dia tidak mau menyebutkan nama waktu ditanya sama pegawai kamu, tapi waktu di taman dia mau menyebutkan nama ke papa dan mama"
"Terus?" sahut Moses.
"Elmo juga mengatakan kalau kemarin dia terus menatap kamu secara sembunyi sembunyi, terus tadi semua gerak geriknya mencurigakan, dia bahkan terus mengelus elus rambutnya Chery dan menciumnya"
"Mungkin dia pengen anak cewek secantik Chery, pa" kata Moses.
"Atau mungkin karena Chery itu memang anak ceweknya, papa perhatikan wajah dia dan Chery ada kemiripannya"
"Hah?" Moses langsung berdiri karena kaget tapi kemudian duduk kembali.
"Papa rasa begitu" kata Dokter Erlangga serius "papa akan suruh seseorang untuk menyelidikinya"
"Moses juga akan mulai menyelidikinya. Tapi jangan katakan sama Melati dulu ya, pa!? Moses takut kalau nanti Melati kepikiran lalu jatuh sakit"
"Oke! sekarang tidurlah!" kata Dokter Erlangga.
"Baik pa, papa juga istirahat, jaga kesehatan!"
"Iya, makasih untuk perhatiannya Mo, papa sayang kamu"
"Moses juga sangat menyayangi papa"
Moses masuk ke kamarnya dan langsung tersenyum melihat senyum cantik merekah di wajah istrinya. Moses melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju kemudian merebahkan diri ke ranjangnya.
Melati menaruh kepalanya di dada suaminya dan berkata "sayang, Angel tadi minta tolong sama aku"
"Minta tolong apa?" Moses bertanya sembari mencium rambutnya Melati.
"Awan sudah balik ke Indonesia dan pengen bicara dengan Angel, tapi Angel takut menemui Awan sendirian. Angel minta aku untuk menemaninya. Apa kamu mengijinkannya?"
"Kapan?" tanya Moses.
"Angel mengikuti jadwalku, aku longgarnya kapan dia ngikut aja"
"Besok siang aja pas jam makan siang, aku akan temani kalian" kata Moses. "Bagaimanapun dia mantan kamu, aku nggak mau kalau dia mencuri pandang ke kamu kalau aku nggak menemani kamu"
"Hufft sudah tua masih ada cemburu. Siapa yang akan melirik aku, aku ini ibu tiga anak?"
"Kamu itu masih cantik dan makin seksi"
"Hahahaha, iya makasih untuk pujiannya, sayang. Lalu anak anak bagaimana? kalau siang nggak bisa dong" kata Melati.
"Kalau gitu ke danau biru aja sebelum kamu buka praktek atau sesudahnya" kata Moses.
"Sesudahnya aja ya, kalau sebelumnya kasihan anak anak terkadang mereka butuh bantuan untuk mengerjakan PR mereka"
"Oke! sekarang tidurlah!" kata Moses.
"Aku pengen tidur sambil mendengar suara kamu. Sudah lama kamu nggak bernyanyi untuk aku" Melati mulai merajuk.
"Hahahaha, oke aku nyanyikan" Moses mulai bernyanyi dan tidak begitu lama Melati pun tertdur dengan sangat cantik di dalam dekapan suami tercintanya.
__ADS_1