My Cute Nanny

My Cute Nanny
Doakan papa ya, Chery


__ADS_3

Melati masih sibuk membuatkan susu untuk Chery. Moses memencet ponselnya untuk menelepon Ray.


"Ray, belikan dua porsi makan malam dan antarkan ke kamarnya Melati!" perintah Moses dan langsung menutup sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya di atas ranjang.


"Nah, ini nih yang bikin bingung. Makan malam apa nih, belum bilang sudah ditutup aja telponnya, huufft sabar Ray" gumam Ray sambil mengernyit.


Ray akhirnya melangkah keluar dari ruang kerjanya Moses Elruno. Ray turun ke lantai bawah dan langsung melangkah lebar untuk masuk ke dalam mobil menuju ke restoran favorit tuan besarnya.


Moses kemudian berbaring miring sembari melingkarkan lengannya di atas perutnya Chery.


Melati sudah selesai membuat susu dan untuk beberapa detik mematung menatap punggungnya Moses. Karena tuannya sudah berbaring miring memeluk Chery., dia sesaat berpikir bagaimana caranya dia duduk dan memberikan susu ke Chery.


Melati akhirnya melangkah ke sisi lain dari ranjangnya. Melati duduk di atas ranjangnya dan menempelkan dotnya ke bibir pink milik Chery.


Chery mengedot susunya tetapi tidak begitu bersemangat seperti biasanya.


Moses mencium pucuk kepalanya Chery dan berkata "cepat ceria lagi ya cantikku!"


Melati tersenyum menatap Moses sembari memegangi botol susunya Chery.


"Tuan, saya mengucapkan banyak terima kasih ya" kata Melati secara tiba tiba.


"Untuk apa?" tanya Moses sembari mengalihkan pandangannya untuk menatap wajah cantik wanita pujaan hatinya itu.


"Nilai tugas saya mengenai kajian penyimpangan perilaku playboy mendapatkan nilai tertinggi, terima kasih banyak karena, tuan bersedia meluangkan waktu untuk saya wawancarai" ucap Melati sembari menyunggingkan senyum cantik di wajahnya.


"Oooo itu, sama sama Mel, aku juga senang bisa membantu kamu sekalian curhat, heeee" Moses meringis di depannya Melati.


"Tuan, nanti kalau Melati sudah terima gaji. Melati pengen mengajak tuan makan bersama di luar bareng sama Chery, sebagai ucapan terima kasih. Saya yang traktir!" kata Melati dengan polosnya dan penuh semangat.


"Hahahaha, oke oke" Moses merasa geli mendengar ucapannya Melati karena, dia yang menggaji Melati, kalau Melati yang mentraktirnya bukankah sama saja uangnya kembali ke dia beberapa persen.


Dasar Moses pebisnis gila, uang aja yang ada di otak Lo. Batin Moses merasa geli.


Moses dan Melati kembali bersitatap. Namun seluruh perhatiannya Moses terpusat ke bibir ranumnya Melati.


Kemudian secara tiba tiba, mulutnya Moses menyapu sisi lehernya Melati, membuka dan menyesap kulitnya Melati.


Tanpa ragu Moses terus bekerja dengan bibirnya menuju ke bibirnya Melati dengan ciuman ciuman panas penuh hasrat dan kerinduan yang memuncak............


"Tuan, ini saya belikan nasi goreng, cap cay, sama bakmi goreng dan jus mangga kesukaannya tuan" suara Ray menggema di dalam kamarnya Melati.


Suara Ray langsung membuyarkan fantasi indah dan liar yang beberapa detik berhasil menari nari dengan sangat indahnya di dalam benak Moses Elruno. Suara Ray, membuat Moses kesal. Moses langsung menoleh ke arah Ray dan melotot tajam.


"Maaf tuan, saya langsung masuk karena pintu kamarnya terbuka" Kata Ray yang langsung merasa bergidik melihat tatapan tajam dan kesal dari tuannya.


"Taruh saja di atas meja, suruh Sri ke sini untuk menata semuanya itu dan keluarlah, Shit!" kata Moses dengan nada tinggi karena kesal.


"Baik tuan, saya permisi" Ray langsung berbalik badan dan keluar dari kamarnya Melati.


"Hanya masalah pintu, kenapa tuan bisa sekesal itu ya? apa suaraku terlalu kencang tadi?" gumam Ray sambil menggaruk nggaruk puncak kepalanya.

__ADS_1


Moses langsung duduk dan meraup kasar wajahnya. Shit! apa yang ada di dalam benakku barusan benar benar tidak pantas! Memang kau brengsek, Moses Elruno! Kata Moses di dalam hati dan mengumpat kesal pada dirinya sendiri.


Melati melihat Moses dengan tatapan heran. Kenapa tuan nampak kesal. Batin Melati.


"Tuan, apa yang salah? kak Ray tadi tidak bermaksud untuk.........


"Ya, kamu benar Mel, Ray tidak salah. Aku saja yang merasa kaget karena mengantuk tadi dan Ray tiba tiba muncul" kata katanya Moses langsung memotong ucapannya Melati.


Moses menjawab Melati dengan asal. Tentu saja dia tidak akan menceritakan yang sebenarnya kepada Melati soal fantasi liar yang ada di benaknya tadi.


Sri masuk ke dalam kamarnya Melati sembari mendorong meja makan portabel dan langsung menata semua makanan dan minuman yang tadi dibawa Ray, di atas meja tersebut.


"Makasih Sri, keluarlah!" kata Moses ketika melihat Sri sudah menyelesaikan tugas yang dia berikan.


Sri menundukan wajahnya dan melangkah mundur kemudian berbalik badan dan melangkah keluar dari kamarnya Melati sambil menutup pelan pintu kamar tersebut.


"Makanlah dulu, Mel. Biar aku yang jaga Chery!" kata Moses.


Melati menarik pelan botol susunya dari bibir mungilnya Chery. Chery pun sudah terlelap dengan sangat manisnya.


"Saya, akan mencuci dulu botol susunya" kata Melati sembari berdiri dan membawa botol susunya keluar kamar untuk dia bersihkan.


Moses kembali berbaring miring dan memeluk Chery. Tidak begitu lama Moses pun ikutan terlelap di samping tubuh mungil putri cantiknya.


Melati selesai mencuci botolnya dan masuk kembali ke dalam kamar. Lalu memasukkan semua botol susunya Chery ke dalam alat sterilisasi uap.


Setelah selesai. Melati menepuk bahu tuannya. Karena Moses nampak mengigau dan ketakutan. Menggumamkan kata "jangan tinggalkan aku, ma!" secara berulang ulang.


Moses langsung membuka matanya dan tidur terlentang, melihat Melati yang tengah duduk di tepi ranjang, di samping tubuhnya.


"Tuan, tidak apa apa? apa tuan bermimpi buruk?" tanya Melati.


Ada gurat ketakutan dan kesedihan di wajahnya Moses. Keringat dingin mengucur deras di keningnya.


Melati secara spontan mengelap kening tuannya dengan telapak tangan kanannya.


Moses langsung menggenggam tangan kanannya Melati yang dipakai untuk mengelap keningnya.


Melati langsung kaget dan membeku.


"Mel, besok kalau kamu sudah lulus dan menjadi seorang psikolog. Jangan kamu biasakan secara spontan memegang tangan pasien kamu, memeluk pasien kamu, dan mengelap kening pasien kamu, kalau dia seorang cowok!" kata Moses sembari melepaskan tangan Melati dari genggaman tangannya dan kemudian bangun untuk duduk berhadapan dengan Melati.


"Tetapi tuan, kata dosen pembimbingnya Melati, sentuhan tangan dan pelukan itu bisa memberikan ketenangan bagi seorang pasien ketika si pasien mulai gelisah, panik dan ketakutan" ucap Melati.


"Pokoknya kalau pasien kamu itu seorang cowok, jangan lakukan hal itu!" kata Moses.


"Baik tuan" jawab Melati lirih.


"Makanlah! aku akan jaga Chery" kata Moses sembari berbaring miring lagi dan memunggungi Melati.


"Emm, tuan. Saya akan memasang guling di kedua sisinya Chery, dengan begitu kita bisa makan berdua. Melati tidak enak kalau makan sendirian" ucap Melati.

__ADS_1


Moses langsung bangun dan duduk dengan penuh semangat saat mendengar kata makan berdua.


Melati langsung menaruh guling di kedua sisinya Chery. Mencium kedua pipinya Chery kemudian duduk di tepi ranjang di samping tuannya.


Moses menarik meja makan portabel-nya ke dekat ranjang. Mereka pun makan berdua, duduk di tepi ranjang sambil terus mengawasi Chery.


"Tuan, maaf apa saya boleh tahu, barusan tuan bermimpi apa? kenapa tuan nampak cemas dan ketakutan" tanya Melati sambil mengunyah makanannya.


"Aku bermimpi bertemu dengan mamaku, aku selalu merindukannya, Mel" jawab Moses sambil memasukkan satu sendok penuh nasi goreng ke dalam mulutnya.


Melati menatap tuannya dengan penuh simpati.


"Kamu selalu merindukan papa kamu Mel?" tanya Moses lirih.


"Papa meninggalkan saya ketika saya masih berumur tiga tahun. Saya hanya menyimpan sedikit kenangan tentang papa. Tetapi saya menyayanginya dan iya saya pun sering merindukannya" kata Melati.


"Maafkan aku" kata Moses penuh sesal.


"Tuan, berhentilah meminta maaf. Tuan tidak bersalah" kata Melati.


Moses tiba tiba menyentuh bibir Melati karena ada sisa jus mangga di atas bibir cantiknya Melati. Moses hanya berniat secara spontan untuk mengusap bekas jus tersebut dan tidak ada maksud lebih pada awalnya tetapi, saat mata mereka kembali bersitatap, Moses langsung menyesali tindakannya itu.


Deg deg deg


Jantungnya Melati tiba tiba berdegup dengan sangat kencang dan dia menatap lekat kedua bola matanya Moses.


Moses langsung menarik jempol tangannya dari atas bibirnya Melati dan berkata "maaf, aku hanya ingin membersihkan bekas jus itu, tidak ada maksud lainnya, maaf"


"Aaahhh, i...i....iya tuan" ucap Melati dengan kikuk.


Moses langsung menaruh piringnya di atas meja. Melati pun melakukan hal yang sama


Keduanya masih nampak canggung.


Moses kembali membaringkan tubuhnya miring untuk memeluk Chery.


Chery, doakan papa kuat dan sabar ya malam ini. Doakan agar papa tidak bertindak yang aneh aneh lagi sama tante Melati, ya. ucap Moses di dalam hatinya.


Melati menata meja makan portabel tersebut dan mendorongnya menuju ke tembok di sebelah pintu masuk kamarnya. Kemudian dia duduk di sisi kiri ranjangnya karena, di sisi kanan ranjangnya telah ditempati tuannya.


"Tidurlah Mel, kita gantian jaga! kamu tidur dulu, tenanglah aku tidak akan bertindak yang aneh aneh kok!" ucap Moses serius.


"Saya belum mengantuk tuan, tuan tidur dulu saja!" kata Melati.


"Hmm" Moses langsung memejamkan matanya karena, dia takut kalau lama lama menatap Melati, maka fantasi liarnya yang tadi, akan muncul kembali.


Melati tersenyum menatap tuannya. Dia baik dan lembut. Dia masih sama, seorang Kakak yang baik hati, lembut dan ramah yang dulu mengajak aku bermain layang layang. Kata Melati di dalam hatinya.


"Terima kasih tuan, anda berhasil lari waktu itu dan selamat. Sehingga pengorbanan papa tidak menjadi sia sia" kata Melati lirih sambil terus menatap Moses dan menepuk nepuk pelan dadanya Chery.


Moses yang sebenarnya hanya memejamkan mata dan belum terlelap, bisa mendengarkan ucapannya Melati barusan. Hati Moses kembali merasa hangat dan menjadi semakin mencintai Melati.

__ADS_1


__ADS_2