
Elmo menutupi apa yang terjadi di Tiongkok dari Lili. Elmo sesungguhnya sudah mulai merasakan tekanan yang begitu hebat dari pihak Goh. Elmo berusaha menutupi kepanikkan yang ia dapat saat ia mendapatkan kabar bahwa Bagas asisten pribadi yang juga merupakan sahabat terbaiknya, telah ditangkap oleh Goh.
Elmo berdiri di roof top dengan desahan-desahan panjang yang berbalut kesedihan. Dia telah menyeret Bagas ke dalam masalah. Elmo terlambat memberi peringatan pada Bagas dan terlambat melindungi Bagas. Elmo sungguh-sungguh menyesali kebodohannya.
Elmo mengangkat ponselnya ketika dia merasakan ada getaran di dalam saku celananya dan berkata, "halo?"
"Jika kamu menyayangi teman kamu maka besok malam, kamu harus menyerahkan dokter Lili jika tidak, maka teman kamu ini akan mati dan kami akan mengirimkan mayatnya ke kamu, camkan itu!"
Klik, si penelepon gelap memutuskan sambungan telepon itu dan Ting, sebuah pesan text masuk ke dalam ponselnya Elmo. Elmo membuka pesan text itu dan membaca sebuah alamat yang mengharuskan untuk ia datangi besok malam.
Elmo memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya dan ia segera turun menuju ke mobilnya dan segera meluncur ke kantor temannya yang berprofesi sebagai komandan kepolisian di sana.
"Hah?!" pekik Evan kaget. "Kenapa Bagas bisa diculik sama anak buahnya Goh?"
"Kemarin aku dan Bagas mengintai salah satu markasnya Goh yang ada di pinggir pantai. Lalu Bagas pamit ke aku, ia pergi meninggalkan aku begitu saja setelah ia menerima telepon dan setelah itu aku tidak mendapatkan kabar lagi darinya. Sampai keesokan harinya, pihak Goh nelpon aku, memberitahuku kalau Bagas ada di dalam sekapan mereka"
"Tenang saja! Goh bukanlah orang yang sembarangan membunuh orang. Dia akan membunuh sanderanya jika sudah tidak berguna namun, jika masih berguna maka dia akan adil dalam melakukan transaksi pertukaran"
"Iya kamu benar aku rasa. Semoga Bagas baik-baik saja sampai besok malam. Tapi aku rasa aku tidak memenuhi apa yang mereka minta sebagai transaksi pertukarannya"
"Apa yang mereka minta?" tanya Evan.
"Istriku" Elmo berkata lirih sambil menopang wajah tampannya dengan kedua telapak tangannya. "Bantu aku menyelamatkan Bagas tanpa melibatkan Lili"
"Baiklah. Aku setuju dengan kamu. Kita nggak boleh membahayakan orang lain lagi di dalam penyelamatannya Bagas. Emm, berapa tinggi badan Lili dan apa ada fotonya Lili? boleh aku lihat?"
Elmo berkata, "tinggi badan Lili seratus enam puluh tiga centimeter dan ini fotonya" Elmo menyerahkan ponselnya ke Evan.
Evan menerima ponsel itu lalu menatap dalam-dalam wajah tang terpampang di layar depan ponselnya Elmo. Tanpa Evan sadari ia mengucapkan kata, "manis juga"
Elmo segera menarik kembali ponselnya dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya sambil cemberut ia berkata, "lain kali aku nggak akan kasih lihat ke kamu foto istriku"
"Hahahaha, maaf kalau aku sudah membuatmu kesal tapi, emang istri kamu itu manis. Pantas untuk kamu perjuangkan mati-matian seperti ini"
__ADS_1
"Cukup! kau berkata manis sekali lagi maka aku akan memukul mulutmu itu" ucap Elmo dengan wajah mengeras.
"Hahahaha, oke baiklah. Aku punya seorang rekan yang memiliki postur tubuh mirip dengan istri kamu cuma permasalahannya......."
"Apa?" tanya Elmo dengan kecepatan kilat dan membuat ucapannya Evan terpotong.
"Di sini nggak ada yang berambut panjang sebahu dan keriting, hehehehe. Semua rekan cewekku berambut cepak dan lurus, hehehe"
Elmo menghela napas panjang sambil merapatkan bibirnya. Itu adalah ciri khas-nya Elmo ketika ia tengah berpikir keras. Beberapa menit kemudian, Elmo berucap, "bagaimana kalau pakai rambut pasangan. Aku akan memerintahkan sekretarisku membelinya dan aku akan suruh dia membawanya langsung ke sini"
Evan segera menepuk pundaknya Elmo dan berkata, "top! pemikiran yang cerdas. Oke aku setuju!"
Maha Adijaya berhadapan dengan Moses di ruang kerjanya Moses. Ray yang duduk di sofa tidak berani memainkan ponsel seperti yang biasa ia lakukan jika ia menunggui bos besarnya berbicara dengan seorang klien secara empat mata. Ray takut jika kedua singa tua yang masih tampak garang dan gagah itu berkelahi kembali oleh karena itu, Ray memilih untuk terus waspada.
Lili duduk di ruang keluarga bersama dengan Melati. Mereka berpelukkan dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Melati dan Lili menunggu Moses dan Maha di ruang keluarga dengan harap-harap cemas.
Raja mengajak si kembar berkebun di teras belakang rumahnya Moses. Chery, Celyn, dan Bintang memilih menyibukkan diri di dapur untuk membuat kue dan beberapa camilan untuk teman mereka minum teh nanti sore.
Ceklek, Alfa masuk ke dalam ruang kerjanya Moses dan Maha segera bangkit, berputar badan untuk melihat Alfa. Putra tunggal dari kakak perempuan yang sangat Maha sebenarnya sangat Maha sayangi itu menatap dingin wajah garangnya Maha dan berucap, "untuk apa kamu ke sini dan untuk apa mencari aku, Om Maha Adijaya? oh! atau haruskah aku memanggilmu dengan sebutan Pak Maha Adijaya karena, kita dua orang asing sekarang ini?"
Alfa segera melangkah lebar sambil menyeret sebuah kursi beroda dan menaruh kursi itu di sebelah kursinya Moses dan dia duduk di sana sambil terus menghunus tatapan tajam ke Maha Adijaya.
Maha memainkan bibirnya sebelum berucap. Lalu ia mengulas senyum tipis dan kemudian berkata, "kamu awet muda dan syukurlah kamu masih hidup setelah aku menghajarmu habis-habisan dulu"
"Untunglah anda masih mengingatnya dengan baik dan jika anda membuat ulah lagi maka aku pastikan, anda yang akan berada di ambang kematian" ketegasan berbalut kebencian terdengar di nada bicaranya Alfa.
"Iya aku setuju dengan Alfa. Sekarang ucapkan apa mau kamu mengajak aku dan Alfa bertemu?"
"Aku akui anak kamu si Elmo sangat cerdas, kuat, dan teliti. Tapi sepertinya dia memiliki hati penyayang seperti Melati dan itu kelemahan terbesarnya" ucap Maha.
"Hmm, kamu benar. Elmo itu orangnya nggak tegaan persis seperti mamanya. Teruskan!"
"Aku mendapati kalau sahabatnya Elmo yang bernama Bagas berada di dalam genggamannya Goh. Elmo saat ini pasti panik, bingung, dan sedih banget jadi......."
__ADS_1
Moses segera bangkit, "aku akan ke Tiongkok sekarang juga. Aku akan bantu Elmo membebaskan Bagas"
Alfa segera menarik lengannya Moses dan Moses kembali terduduk di kursinya. Alfa segera mengeluarkan ocehannya ke Moses, "kamu masih abege ya? kamu tuh udah tua, bisa nggak berpikir dulu sebelum bertindak? dasar bocah tua yang masih aja ceroboh dan selalu mengutamakan otot daripada otak dan hmmpppt" Alfa tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika tangan kekarnya Moses secara tiba-tiba membungkam mulutnya.
"Masih mau bicara?" Moses mendelik ke Alfa.
"Emm" Alfa hanya mampu mengeluarkan suara emm dan menggelengkan kepalanya di depan Moses karena tangan Moses masih membungkam mulutnya.
"Masih mau mengumpatiku?" Moses kembali bertanya.
Alfa menggelengkan kepalanya berkali-kali di depannya Moses dan Moses segera membebaskan mulutnya Alfa dari bungkaman tangan kekarnya.
Tanpa Moses dan Alfa duga, Maha terkekeh geli melihat tingkah konyolnya Alfa dan Moses. "Kalian saling menyayangi ya dan kalian lucu" Maha kembali terkekeh geli.
Alfa dan Moses tertegun menatap wajah Maha di dalam tawa. Sangat berbeda jauh dengan Maha yang selalu berwajah keras, dingin dan kaku.
"Ada apa kalian menatapku seperti itu? ada yang aneh di wajahku?"
"Ehem!" Alfa dan Moses berdeham secara bersamaan lalu Moses segera berucap, "lanjutkan!"
"Jadi aku akan menyerahkan diri berserta bukti-bukti yang aku miliki atas Goh. Kata temanku yang bekerja sebagai jaksa, jika aku menyerahkan diri dan bekerja sama dengan cara menyerahkan bukti-bukti kejahatannya Goh maka hukumanku akan diperingan" ucap Maha dengan wajah yang kembali datar namun, penuh keseriusan.
"Hah?!" Moses dan Alfa menarik rahang mereka ke bawah secara bersamaan.
"Aku lakukan demi Elmo dan Lili. Aku ingin mereka bersatu dan hidup dalam damai. Aku juga sudah lelah dengan kehidupanku yang kelam, dingin, dan tanpa cinta" sahut Maha sambil mengambil cerutunya yang dia taruh di saku jas-nya. Maha menawarkan cerutu ke Moses dan Alfa namun Moses dan Alfa menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.
"Lalu bagaimana dengan Lili? Anda sudah katakan maksud anda ini ke Lili?" tanya Alfa.
Maha menghisap dalam-dalam cerutunya dan menghembuskan pelan asapnya ke udara lalu ia berucap, "itu tugas kamu"
"Kok bisa begitu? wah reseh nih dia Mo. Kamu tahu kan, aku nggak pandai berkata-kata kalau di depan cewek"
"Iya, aku setuju dengan Alfa. Kenapa nggak kamus sendiri yang ngomong ke Lili?" protes Moses.
__ADS_1
Maha menghela napas sambil menggantungkan cerutu yang ia jepit dengan kedua jarinya di udara dia berkata dengan polosnya, "kalau kalian nggak ada yang mau menyampaikan masalah ini ke Lili maka aku akan meminta tolong pada Melati" Maha bangkit dan Moses ikutan bangkit sambil berteriak kesal, "tunggu! kenapa jadi Melati sih? Fa! setujui dia! cepat Fa!"
Maha terus melangkah pelan menuju ke pintu keluar hendak mencari Melati. Moses menarik Alfa untuk bangkit dan Alfa justru terdiam membeku dan terus menatap punggungnya Maha yang semakin menjauh.