
Sementara itu di sebuah kafe.........
Pelayan kafe yang baru saja menaruh pesanannya Raja, Elmo dan Chery melangkah pergi meninggalkan meja mereka.
Elmo bangkit, "emm kak! sebentar ya, aku ada urusan dengan seorang.........teman"
Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "jangan lama lama, keburu dingin makanan kamu entar"
Elmo membentuk huruf O dengan jari telunjuk dan ibu jarinya, lalu melemparkannya ke Chery.
Raja terkekeh geli, "dasar Elmo!'
Elmo celingukkan dan terus mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kafe untuk menemukan pelayan yang baru saja meninggalkan mejanya.
Elmo tersenyum lebar ketika akhirnya dia berhasil menemukan sosok yang dia cari. Dia melangkah mendekati gadis tersebut dan Elmo langsung menarik tangan pelayan kafe tersebut, "ikut aku sebentar!"
"Sa...saya....aaaaaa" cewek itu berteriak ketika Elmo menariknya menjauh dari keramaian kafe.
Febrio tersenyum ke Chery, "adik kamu mirip sekali dengan kamu ya"
Chery mengalihkan pandangannya dari Raja dan menoleh ke Febrio, "terima kasih, pak"
Raja mendengus kesal, dia ingin Chery hanya menatapnya tetapi Febrio mengganggunya.
"Chery, kakak udah potongkan daging steaknya, aaaaa" Raja menyodorkan daging steak yang telah tertusuk garpu ke Chery.
Chery menoleh kembali ke Raja dan membuka mulutnya, mengunyah daging itu, lalu berucap" terima kasih, kak" Chery menatap mesra ke Raja dan Raja merasa senang bukan main mendapatkan tatapan seperti itu dari kekasihnya.
"Anda penulis ya?" tanya Febrio.
Chery kembali mengalihkan pandangannya dari Raja dan menoleh ke Febrio, "Iya pak, saya menulis puisi dan sudah ada dua karya saya yang beredar di pasaran"
Raja mendengus kesal dan di saat dia hendak meraih perhatiannya Chery kembali, Febrio berucap, "saya tahu, saya sudah punya keduanya dan saya sudah membacanya. Saya salah satu dari sekian banyak penikmat karya anda. Anda luar biasa ya, masih muda, cantik tetapi sudah menjadi seorang penulis yang cukup terkenal"
Chery tersenyum dan berucap, "terima kasih, pak"
"Chery kakak........."
"Andai saya bawa bukunya tadi, saya akan minta tanda tangan anda, heeee, sayangnya saya tidak membawanya karena, saya nggak menyangka akan bertemu dengan anda di sini" ucap Febrio memotong ucapannya Raja.
"Kenapa anda masih di sini?" Raja sudah tidak bisa menahan emosinya, dan dengan nada kesal dia bertanya sembari melotot tajam ke Febrio.
"Suka suka saya dong, saya bayar di sini dan saya berhak memlih meja, bukan?" jawab Febrio santai sembari memotong steaknya.
Elmo langsung melepaskan tangannya dari lengan cewek itu, ketika cewek itu mulai ketakutan dan menundukkan wajahnya sembari berucap, "maafkan saya, jika saya melakukan kesalahan katakan saja tuan! saya akan mengganti kerugian anda"
"Hei! maaf untuk apa? dan kerugian apa? emm, maafkan aku jika secara tiba tiba aku menarik tangan kamu dan membuatmu takut. Lihat aku!" kata Elmo.
Cewek itu perlahan mendongakkan wajah manisnya, "iya tuan? apa yang bisa saya bantu? anda membutuhkan apa akan saya ambilkan" ucap cewek tersebut.
Elmo mengacak acak rambut lurusnya lalu mengusap wajah tampannya, "kamu nggak ingat denganku?"
Cewek itu mengamati wajah Elmo lalu menggelengkan kepalanya.
"Beberapa hari yang lalu, kamu masuk ke mobil karena dikejar penjahat dan kamu kasih aku permen lolipop, ingat?"
Cewek itu langsung tersenyum lebar, cairlah semua ketakutan dan ketegangannya, "anda tuan, aaahhh, kita bertemu kembali, saya senang tuan. Tapi apa anda akan menuntut saya?"
"Hahahaha, aku nggak akan menuntut kamu apa apa! aku cuma pengen tahu nama kamu, heeee" ucap Elmo sembari mengulurkan tangannya, "aku Elmo Elruno"
Cewek itu menerima uluran tangannya Elmo, "saya Loly"
"Oke Loly siapa? just Loly? emm, Loly saja?" tanya Elmo heran.
__ADS_1
"Saya anak yatim piatu, saya diadopsi oleh keluarga saya yang sekarang, tetapi ketika mereka sudah memiliki anak mereka sendiri, saya ditelantarkan dan hendak dibuang ke duda kaya raya, jadi saya nggak sudi memakai nama keluarga mereka di belakang nama saya" ucap cewek itu jujur.
"Oooo, aku ikut prihatin. Berarti kamu sudah nggak serumah lagi dengan mereka? lalu sejak kapan kamu bekerja di sini? dan sekolah kamu?" tanya Elmo.
"Maaf tuan, kita nggak bisa mengobrol terlalu lama, bos saya akan memarahi saya nanti jika saya bersantai santai seperti ini, permisi!" Loly akhirnya pergi meninggalkan Elmo dan Elmo kembali ke mejanya.
Gideon dan Celyn telah bergabung di meja mereka, "darimana kak?" tanya Celyn.
"Menemui seorang teman" ucap Elmo.
"Kak Raja mana?" tanya Elmo.
"Keluar menyusul dosennya kakak" kata Chery.
Dosen pembimbingnya Chery telah pergi meninggalkan meja tersebut setelah menghabiskan makanannya. Sebelum dia beranjak pergi, dia menyalami tangannya Chery lalu mencium dengan sopan tangan itu, membuat Raja meradang penuh emosi. Di saat Febrio melangkah keluar dari kafe tersebut Raja pun bangkit dan berlari menyusulnya.
"Berhenti bapak dosen yang terhormat!" ucap Raja.
Febri menghentikan langkahnya dan memutar badan, "ya ada apa?"
"Saya tegaskan ke anda jangan pernah menyentuh Chery lagi! saya nggak suka anda memegang tangan kekasih saya, bahkan anda berani mencium tangan Chery tadi, di depan saya!" Raja mendekati Febrio dan menggertakkan giginya, "saya cukup menahan diri tadi karena, saya tidak ingin membuat keributan di depannya Chery" ucap Raja, "tapi jika anda..........."
"Urus saja rasa cemburu anda itu dan saya akan mengurus urusan saya sendiri, permisi!" Febrio tersenyum kemudian melangkah pergi begitu saja meninggalkan Raja, yang masih meradang menahan emosi.
"Dasar brengsek! awas saja kalau berani bertindak macam macam sama Chery" Raja berteriak lantang penuh amarah.
Febrio masih bisa mendengarkan umpatannya Raja, dia menoleh dan dia melambaikan tangannya ke arah Raja sembari tersenyum dengan santainya.
Raja mengepalkan kedua tangannya dan menghela napas beberapa kali untuk meredakan kekesalannya.
Sepertinya aku harus segera melamar Chery. Batin Raja.
Raja kembali masuk ke dalam kafe dan duduk di sampingnya Chery dengan wajah yang masih kaku dan bibir yang masih mengeras.
Raja mengusap kepalanya Chery, "nggak kakak cuma capek aja, heeee"
Beberapa menit kemudian Raja mengantarkan mereka pulang.
"Chery, kakak nanti sore nggak bisa ke sini" ucap Raja sembari mengusap pipinya Chery.
"Kenapa?" Chery nampak kecewa.
"Kakak harus lembur bikin presentasi untuk besok, papa kamu menyerahkan semua tugas dan tanggung jawab ke kakak, maaf ya. Tapi besok pagi kakak akan datang lagi untuk antarkan Elmo, Celyn ke sekolah lalu antarkan kamu ke kampus" Raja mengusap usap pipinya Chery.
"Baiklah kalau begitu, ati ati nyetirnya ya" ucap Chery.
Raja mencium keningnya Chery dan pamit pulang karena, Gideon mulai jenuh menunggu Raja terlalu lama di dalam mobil.
Moses mulai melajukan mobilnya, "emm, Rumi sepertinya kita mesti balik ke lokasi pembukaan perusahaan baru kita deh, ada berkas aku yang ketinggalan di sana. Kita balik dulu ke sana nggak apa apa, kan?"
"Iya sayang, nggak apa apa" kata Melati.
Sesampainya di lokasi tersebut, Moses langsung berlari menuju ke podium tempat dia meletakkan berkasnya tadi. Dia kemudian mengobrol sebentar dengan Ray.
Arumi Hirohito yang masih berada di lokasi tersebut, melangkah mendekati Melati.
"Suami anda sangat keren ya nyonya?" ucapnya dengan santai.
Melati menoleh ke Arumi Hirohito, "iya dia sangat keren dan saya sangat mencintainya"
"Apa suami anda bercerita mengenai saya, nyonya? beberapa hari yang lalu, saya dan suami anda makan malam bersama dan saya mabuk berat, lalu suami anda mengantarkan saya pulang ke rumah saya" Arumi Hirohito mencoba mencari celah merusak hubungan Moses dan Melati dan dia berharap bisa mendapatkan Moses setelah Melati pergi meninggalkan Moses.
"Anda ternyata masih polos ya, benar benar masih anak kemarin sore. Dengar! anda tidak akan pernah berhasil memprovokasi saya dengan cerita anda itu, asal anda tahu, suami saya sudah menceritakan semuanya ke saya, dan saya memercayainya"
__ADS_1
Sayang, kenapa kamu belum cerita soal dia mabuk dan kamu mengantarkannya pulang ke rumahnya. Batin Melati.
"Benarkah anda percaya dengan suami anda? kenapa saat ini saya melihat ada sorot mata ketidakpercayaan di mata anda, nyonya?" ucap Arumi Hirohito sembari tersenyum lebar.
"Dengar anak kecil! saya dan suami saya, Moses Elruno memiliki cinta yang begitu besar, anda tidak akan pernah bisa memisahkan kami berdua, camkan itu!" Melati mendengus kesal dan melangkah pergi meninggalkan Arumi Hirohito untuk mendekati Moses Elruno.
Moses menoleh ke Melati yang tengah berjalan mendekatinya, "oke Ray cukup sampai di sini dulu! aku akan berkencan dulu dengan istriku"
Moses kemudian berlari kecil ke arah Melati dan merangkul Melati untuk melangkah pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Arumi Hirohito menatap kemesraannya Melati dan Moses dengan sangat kesal.
Moses kembali melajukan mobilnya, "kita ke mana nih?"
"Sayang, apa benar kamu dan Arumi Hirohito pernah makan malam bersama?" tanya Melati.
Moses menoleh sekilas ke Melati, "iya pernah, tapi bertiga nggak berdua, ada Ray juga. Kamu bisa tanya ke Ray, nanti" kata Moses.
"Lalu Arumi Hirohito mabuk dan kamu mengantarkannya pulang?" tanya Melati.
"Hahahaha, kamu cemburu ya? dengar sayang! bukan aku yang mengantarkan Arumi Hirohito pulang, tapi Ray. Kamu tanya ke Ray kalau kamu nggak percaya" ucap Moses, "siapa yang cerita soal itu ke kamu? apa Arumi Hirohito?"
"Iya, tadi dia menghampiri aku dan menceritakan semua itu" ucap Melati.
"Dan kamu percaya?" tanya Moses.
"Aku nggak percaya sama dia tapi aku heran aja kok kamu nggak cerita ke aku soal ini" ucap Melati.
"Iya karena bukan aku yang mengantarkan dia pulang dan makan malam kami tuh makan malam bisnis, bukan makan malam romantis dan berduaan aja. Maaf kalau aku lupa cerita ke kamu karena, aku pikir ini bukan hal yang penting" ucap Moses.
"Iya sayang iya. Aku nggak marah kok, aku cuma pengen dengar dari kamu langsung cerita yang sebenarnya dan aku percaya kok, percaya seribu persen sama suami tampanku ini" Melati mengelus pipinya Moses.
"Rumi jangan menggodaku! kalau nggak berhenti mengusap pipiku, maka aku akan hentikan mobilnya dan kita akan lakukan di sini" kata Moses.
Melati menurunkan tangannya dari pipinya Moses kemudian menepuk pundaknya Moses, "apaan sih, siapa coba yang menggoda, hadeehh?"
Moses langsung menggemakan tawa khasnya.
Ray mendekati Arumi Hirohito, "mari saya antarkan pulang, nona"
"Aaah iya, saya tadi ke sini tidak membawa mobil. Rumah saya di jalan..........."
"Saya tahu di mana rumah anda" potong Ray.
"Tapi bagaimana anda tahu di mana rumah saya?" tanya Arumi Hirohito.
"Mari nona!" ucap Ray sembari melangkah mendahului Arumi Hirohito, menuju ke mobil.
Arumi berlari kecil menyusul Ray dan masuk ke dalam mobil, dia memasang sabuk pengamannya dan, "apa aku sudah pernah katakan alamat rumahku ke kamu? perasaan belum kan?"
"Saya pernah mengantarkan anda pulang sewaktu anda mabuk berat" jawab Ray dengan santainya sembari mulai melajukan mobil itu.
"Hah!? jadi yang mengantarkan saya pulang adalah anda? bukan tuan Moses Elruno?" tanya Arumi Hirohito.
"Bukan tuan Moses, tapi saya" jawab Ray.
"Lalu siapa yang saya cium?" tanya Arumi Hirohito.
"Bukan tuan Moses Elruno dan bukan saya juga" jawab Ray singkat.
"Lalu siapa dong?" Arumi Hirohito memekik frustasi.
Ray hanya mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1