
Seorang wanita masuk ke dalam ruang kerjanya Raja sembari membawa beberapa berkas untuk meminta tanda tangannya Raja
Raja mendongak kaget karena dia belum mempersilakan wanita itu untuk masuk tapi wanita itu sudah masuk begitu saja ke dalam ruangannya.
Wanita itu melenggang masuk dengan santainya sambil terus mengulas senyum di wajah cantiknya. Dia kemudian menaruh berkas berkas yang dia bawa, di atas meja kerjanya Raja, lalu dia duduk di depannya Raja.
Raja menautkan alisnya dan memandang wanita itu dengan heran karena, wanita itu terus tersenyum ke arahnya.
"Raja kamu lupa sama aku?" tanya wanita itu.
Shit! siapa lagi ini? Batin Raja kesal.
"Kalau sudah tidak ada kepentingan lagi, silakan anda keluar, saya sibuk!" kata Raja.
"Kamu masih sama kayak dulu, cuek dan dingin, tapi aku suka" kata cewek itu
"Anda jangan kurang ajar ya!" Raja mulai merasa kesal.
"Hahahahaha, galaknya pun masih tetap sama. Aku Gladys, kamu lupa? aku pasti tambah cantik ya? makanya kamu pangling sama aku" kata Gladys dengan santainya.
Raja menghela napas panjang dan langsung berucap tanpa basa basi lagi "kalau kamu masih memendam rasa untuk aku, lupakan saja! aku sudah punya calon istri"
"Kok kamu setega itu sih Raja, langsung aja ngomong ke aku kalau kamu punya calon istri tanpa kasih kesempatan buat aku miliki secercah harapan. Sekarang harapanku telah padam sama sekali" kata Gladys. Cewek cantik itu pun kemudian bangkit dan pergi meninggalkan ruang kerjanya Raja dengan langkah kesal.
Raja menatap kepergian Gladys dan menggelengkan kepalanya.
Melati menelepon Moses "halo sayang, kamu repot?"
"Nggak kok, ada apa?" Moses langsung melepas kacamata bacanya dan menaruh pulpennya di atas meja kerjanya.
"Emm, nanti aku nggak bisa mengantar Chery belajar kelompok, Raja yang akan mengantar Chery, kamu jangan kasih kerjaan banyak banyak ke Raja ya?! biar Raja bisa pulang cepat dan tidak terlambat menjemput Chery" kata Melati.
"Jam berapa Chery balik?" tanya Moses.
"Jam tiga, terus langsung belajar kelompok, kalau Celyn dan Elmo pulang pagi sudah aku jemput, Celyn dan Elmo sudah ada di rumah" kata Melati.
"Oke sayang, apa sih yang enggak buat kamu" kata Moses.
"Hahahaha, mulai deh genitnya" kata Melati.
"Rumi, aku kok jadi pengen nonton film berduaan dengan kamu. Selama kita menikah belum pernah menonton film lho" kata Moses.
"Sayang, malu ah, nonton film kayak abege aja sih" kata Melati.
"Siapa bilang orang yang sudah kepala empat umurnya, nggak boleh nonton film di bioskop?" kata Moses.
"Iya boleh sih, tapi aku malu" kata Melati
"Rumi, kamu perginya dengan suami kamu kok malu sih? please ya, kita nanti sore nonton film berduaan aja, please?!" Moses mulai merajuk.
"Oke baiklah suamiku tersayang, jam berapa kita nontonnya?" tanya Melati.
"Emm jangan sore deh entar banyak abege di sana, kita nonton yang midnight aja gimana?" tanya Moses.
"Iya, aku nurut aja apa kata suami tercintaku" kata Melati.
"Waaahhh makasih Rumi aku cinta kamu, cinta banget, oke aku akan mulai membeli tiket nontonnya via online, kamu mau film apa?" tanya Moses.
"Horror" kata Melati dengan polosnya.
"Yaaaahhh, jangan horror dong Rumi, nonton horror kok di jam midnight sih?" Moses mulai protes.
__ADS_1
Melati langsung tertawa terbahak bahak "oke, aku nurut aja, terserah kamu, sayang" kata Melati
"Oke, aku cinta kamu Rumi, sangat mencintaimu, mmuuaahh" Moses langsung menutup sambungan teleponnya dan langsung memesan tiket nonton di bangku paling belakang dan paling pojok untuk sebuah film romantis. Moses kemudian tersenyum penuh arti, dia menjadi tidak sabar menunggu waktu dia berduaan dengan melati menonton di dalam gedung bioskop karena, itu merupakan pengalaman pertama bagi seorang Moses Elruno.
Setelah beres dengan urusan tiket nontonnya dia lalu melirik jam tangannya dia melihat jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Dia kemudian menelepon ruang kerjanya Raja. Moses menyuruh Raja ke ruangannya sambil membawa berkas pekerjaannya Raja di hari itu.
Tidak begitu lama, Raja sampai di hadapannya Moses.
Moses tersenyum dan berucap "taruh berkas berkasnya di atas meja dan tolong jemput Chery sekarang ya karena, mamanya nggak bisa jemput hari ini"
"Baik om" jawab Raja.
Raja meraih dan mencium punggung tangannya Moses dan pamit untuk pergi menjemput Chery.
Raja sampai di halaman sekolahannya Chery dan turun dari mobilnya. Seperti biasanya dia menunggu di ruang guru piket.
Aurelia kembali menghampiri Raja dan mengajak Raja mengobrol.
"Raja, teman teman satu angkatan sama kita akan mengadakan reuni Akbar, kamu datang ya?" kata Aurelia.
"Kapan?" tanya Raja.
"Bulan depan" jawab Aurelia.
"Baiklah, berapa aku harus bayar?" tanya Raja.
"Harga per tiketnya dua ratus lima puluh ribu rupiah" Kata Aurelia.
Raja mengambil dompetnya dan memberikan uang lima ratus ribu rupiah ke Aurelia "aku beli dua tiket" kata Raja.
"Dua?" tanya Aurelia.
"Iya dua. Aku akan ajak calon istriku" kata Raja sambil tersenyum bangga.
"Iya calon istri" kata Raja.
Yaaahhh, Raja ternyata sudah memiliki calon istri. Batin Aurelia kecewa.
Chery akhirnya muncul di ruang guru piket. Setelah menyalami semua guru yang ada, dia dan Raja pun meninggalkan ruang guru piket tersebut.
"Kak, nanti sepulang dari belajar kelompok kita mampir ke rumahnya mama Claudia ya? Chery udah ijin ke mama sekalian tadi, dan mama sudah kasih ijin"
"Sebelumnya kita ke rumah kakak dulu ya, mama pengen ketemu sama kamu sebelum mama ke kedai es krimnya" kata Raja.
"iya kak. Emm, setelah dari rumah mamanya Claudia, Chery pengen ke taman lagi boleh? Chery kemarin lihat ada beberapa jajanan di sana, Chery jadi pengen, heeee"
"Siap" ucap Raja sembari menaruh tangannya di atas tangannya Chery.
"Chery, kamu pintar masak juga ya ternyata, nasi goreng kamu enak banget" kata Raja sembari menarik tangannya Chery dan dia taruh di atas bibirnya.
Chery menoleh ke Raja dan berucap "syukurlah kalau kakak suka. Besok kakak pengen dimasakkan apa? untuk bekal makan siang?"
"Aaah, nggak usah. Kamu capek nanti masak pagi pagi buat kakak. Kakak bisa jajan di kantin atau keluar untuk makan siang" Kata Raja.
"Nggak apa apa. Chery suka kok melakukannya" kata Chery.
"Terserah kamu aja kalau gitu, mau masak apa untuk kakak, kakak nurut aja" kata Raja.
"Makanan kesukaannya kak Raja apa sih?" tanya Chery.
"Emm, apa iya? kakak suka semua sih" kata Raja sambil mengelus mesra kepalanya Chery.
__ADS_1
"Kak, lihat jalan! jangan terus noleh ke Chery, bahaya lho!" kata Chery.
"Iya maaf, heeee. Habisnya kakak kangen banget sama kamu" kata Raja sambil kembali fokus ke depan kemudinya.
Chery tersenyum geli menatap Raja.
Setelah selasai belajar kelompok, dari rumahnya Jay, Raja mengajak Chery ke rumahnya sebentar. Chery langsung dipeluk sama mama Grace dan langsung diajak mama Grace masuk ke dalam kamarnya. Raja hanya bisa tersenyum menatap mamanya dan Chery, lalu cowok tampan itu pun langsung naik ke kamarnya untuk mandi sebentar.
Mama Grace mengajak Chery ke kamarnya ternyata mama Grace membelikan dress dan bandana cantik untuk Chery. Mama Grace menyuruh Chery untuk mandi dan memakai dress yang dia beli lalu mama Grace mulai mendandani Chery. Menyisir rambut cantiknya Chery dan memakaikan bandana di atasnya.
"Tante makasih banyak untuk dressnya dan juga bandananya" kata Chery sambil duduk di depannya mama Grace yang mulai memoleskan bedak padat lalu menaburkan bedak tabur di wajah cantiknya Chery.
"Chery cantik, sayangku, jangan panggil tante lagi dong, panggil mama ya!? kamu kan calon mantunya mama" kata mama Grace.
Chery tersipu malu dan berucap "baik ma"
Mama Grace langsung mencium kedua pipinya Chery dan berucap "kamu memang manis, mama sayang banget sama kamu"
"Chery juga sayang banget sama mama" kata Chery sambil tersenyum ke arah mama Grace.
Mama Grace mulai memulaskan lipstick ke bibirnya Chery dan berucap "sayang, terima kasih banyak ya, kamu sudah menyatukan Raja dengan papa kandungnya"
"Iya ma, sama sama. Chery juga bahagia kalau melihat mama dan kak Raja bahagia"
"Aaahhh sayangku, mama gemas sama kamu" mama Grace kembali mencium pipinya Chery. "nah dah cantik"
Chery tersenyum. Raja melangkah masuk ke dalam kamar mamanya. Raja langsung tertegun menatap Chery.
"Ma, mama apakan Chery?" tanya Raja.
"Cantik, kan?" kata mama Grace bangga karena, dia yang telah mendandani Chery.
"Iya sih cantik. Tapi ma, mama terlalu tebal kasih make-up ke Chery" kata Raja.
"Nggak tebal kok, itu karena Chery nggak pernah dandan jadinya kelihatan tebal, cantik kok mama suka. Sudah sana berangkat! keburu sore. Salam buat mama Claudia, ya?" kata mama Grace.
"Iya ma" jawab Chery.
Raja menoleh ke mamanya dengan tanda tanya di benaknya.
"Mama suruh Chery manggil mama ke mama, Chery kan calon mantunya mama" kata mama Grace sambil tersenyum penuh cinta ke Chery.
Raja hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala menanggapi ucapan mamanya.
Raja dan Chery kemudian memeluk mama Grace secara bergantian, pamit, dan langsung pergi menuju ke rumahnya mama Claudia.
Chery menoleh ke Raja "Kak, Chery jelek ya kalau dandan?"
"Nggak jelek sih, kamu itu cantik tapi kakak lebih suka kalau kamu nggak dandan" kata Raja.
"Mama Grace suka mendandani Chery, kalau Celyn main ke rumah kakak juga didandani sama mama Grace"
"Hahahaha, Celyn nurut didandani sama mama?" Raja tertawa geli membayangkan Celyn yang tomboy didandani jadi feminin sama mamanya.
"Iya nurut karena menghormati mama Grace" kata Chery.
"Terima kasih ya sayang, udah mau nurut sama mama tadi, sudah mau menerima dan menyayangi mamanya kakak, selama ini" kata Raja sambil mencium mesra tangannya Chery.
"Kak, Chery sayang banget sama mamanua kakak dan cinta banget sama kakak"
__ADS_1
Raja kemudian menepikan mobilnya, menghentikan laju mobilnya, lalu membuka seat beltnya "maaf karena kamu begitu menggemaskan, kakak langgar janjinya kakak sekali ini aja" Raja langsung mencium bibirnya Chery dengan penuh cinta dan kelembutan.
Chery membelalakkan matanya dan langsung mencengkeram dressnya dengan kedua tangannya. Dia kaget karena, Raja langsung menciumnya tanpa permisi.