My Cute Nanny

My Cute Nanny
Akhirnya terungkap


__ADS_3

Pak Joko memarkirkan si Blacky dengan sangat mulus di depan toko perhiasan miliknya Harry. Moses mengajak Melati untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam toko tersebut.


Seorang cowok ganteng, gagah langsung tersenyum cerah menyambut kedatangan mereka "good morning, ini pesanan kamu sudah jadi" kata Harry sembari menyodorkan dua buah paper bag ke Moses.


Moses meraihnya dan tidak mengucapkan kata apapun.


Moses masih melingkarkan lengan kanannya di pinggang ramping istrinya.


"Oooo, haaaiii, ini istri kamu kan? aku lihat di televisi waktu kalian umumkan pernikahan kalian. Aaahhh, tapi ternyata lebih cantik kalau dilihat secara langsung" kata Harry sambil mengulas senyum dan melekatkan pandangannya ke wajah cantiknya Melati.


"Jangan lama lama memandangi istriku dan jangan coba coba meraih tangan istriku!" Moses langsung menggeram kesal ketika melihat tangan Harry hendak meraih tangannya Melati.


"Hahahaha" Harry tertawa dan langsung menggaruk nggaruk kepalanya.


Melati tersenyum "terima kasih untuk pujiannya, saya Melati"


"Mo, carikan aku yang seperti ini! aku akan bertobat dan nggak akan merindukan Ray lagi, kalau dapat cewek yang persis sama seperti ini" Harry langsung mengatupkan kedua tangannya di depan Moses.


Melati tersenyum heran menatap Harry.


"Tuhan hanya menciptakan seorang bidadari yang super cantik ini cuma satu dan untuk Moses Elruno. Kayak kamu, kalau kamu bikin sebuah karya super cuma bikin satu aja kan? jadi jangan harap akan menemukannya yang sama persis kayak istriku, cih!"


"Cih! aku kesal nih" kata Harry.


"Kesal aja sana seharian dan sendirian! aku pamit"


Melati terkekeh geli dan berucap ke Harry "saya pamit"


"Aaahh, iya cantik, sering seringlah datang kemari, ya" kata Harry.


"Nggak bakal aku ijinkan Melati sering sering kemari, sendirian" sahut Moses sembari terus melangkahkan kakinya keluar dari toko perhiasannya Harry.


"Terserah Lo aja, Mo, Mo" Harry berucap kesal.


Melati menyusul langkah suaminya memasuki si Blacky sembari terus mengulas tawa di bibirnya.


"kita ke mana lagi tuan?" tanya Joko.


"Ke tempat yang sudah aku katakan ke kamu kemarin"


"Baik, tuan" jawab pak Joko.


"Sayang, yang ada di dalam paper bag itu apa?" tanya Melati.


"Oooo, ini pesanannya om Erlangga. Aku disuruh mengambilkannya" jawab Moses.


"Oooo. Emm, terus maksud Harry yang tadi apa sih? dia akan bertobat dan tidak akan merindukan kak Ray lagi?"


"Hahahahaha, Harry itu berubah sekarang, entah sejak kapan, dia menyukai Ray sekarang, padahal dulu semasa SMA, dia tuh normal bahkan seorang playboy sama kayak aku, heeeee"


"Waahh kasus yang menarik tuh, aku jadi ingin menyembuhkannya dan ingin mengetahui, apa yang menyebabkan dia menjadi berubah" kata Melati yang secara tiba tiba jiwa seorang psikolog yang sudah tertanam subur di dalam jiwanya menjadi terusik melihat kasusnya Harry.

__ADS_1


"Apa? nggak boleh! dia itu berbahaya. Jangan menemuinya sendiri! Biarkan saja kalau tidak sembuh, cih!" Moses mulai kesal.


"Hahahaha, besok kalau tempat praktek aku sudah jadi, kamu bisa ajak Harry dan menemani Harry untuk berkonsultasi denganku, aku nggak bilang kalau akan menemui dia seorang diri"


Moses merangkul bahunya Melati "aku cuma nggak mau kalau ada cowok lain berbicara berdua aja dengan kamu"


"Iya sayang. Aku hanya milikmu. Hati, jiwa dan semua yang ada di diriku ini hanyalah milikmu"


Moses kemudian mengecup keningnya Melati "ini milikku?"


Melati tersenyum dan mengangguk


Kemudian Moses mencium kedua matanya Melati "ini milikku juga?"


Melati menganggukkan kepalanya lagi.


Lalu Moses menyeringai kegirangan dan merasa semakin tertarik dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, dia melanjutkan ciumannya ke bibirnya Melati.


"Hmmmpptt"


Pak Joko hanya bisa menahan napas kembali dan serasa ingin menghilang ditelan bumi. Pak Joko hanya bisa menghela napas panjang ketika mendengar kembali polusi udara dari jok belakang. Dia kemudian memasang headset nirkabel di telinganya untuk mendengarkan musik agar terbebas dari polusi udara.


Melati melepaskan bibirnya dari ciumannya Moses "sayang!"


"Hahahaha, apa?" Moses mengusap bibirnya Melati dan bertanya kembali "ini juga milikku?"


Melati mulai kesal "iya, kan aku sudah bilang tadi, semuanya milikmu, malu ada pak Joko"


"Hahahaha" Moses merangkul bahu istrinya dan tertawa lebar.


"Bagus!" jawab Moses.


Padahal pak Joko menggeleng nggelengkan kepalanya karena tengah menikmati musik yang dia dengarkan lewat headset nirkabelnya, bukannya merespon pertanyaannya Moses.


Mereka akhirnya sampai di sebuah danau biru, tempat di mana dulu, Moses pernah berjanji akan membuatkan bangunan yang bisa dipakai untuk mengajar anak anak jalanan sekaligus tempat prakteknya Melati sebagai seorang psikolog.


"Lho kok ke sini? katanya mau ke stasiun televisi? katanya mau siaran dan mengkonfirmasi sesuatu?" Melati berucap sembari mengikuti langkah suaminya turun dari mobil.


"Siarannya di sini. Aku ada kejutan untuk kamu, ayok kita masuk!" Moses menggenggam tangan istrinya.


Mereka masuk dan Melati langsung dibuat takjub melihat bangunan yang begitu besar terpampang indah di depannya dan yang membuat Melati semakin terharu, ternyata di sana sudah ada mamanya tengah menggendong Elmo dan Ijah menggendong Chery, ada om Erlangga, Alfa, Rini, Ray yang ternyata sudah sembuh kakinya dan Delia sekretaris pribadinya Moses, om James Elruno, Angel, dan dosennya Melati, pak Arkan Wijaya.


Semua menyambut kedatangannya Melati dan Moses dengan senyum lebar, kecuali Angel.


Beberapa awak media juga nampak hadir di sana, siap untuk meliput pembukaan bangunan baru miliknya Moses Elruno.


Melati terus melangkah mendekati semua tamu yang hadir dengan rasa penuh haru dan menoleh ke suaminya "terima kasih sayang"


Moses mengecup pelipisnya Melati dan tersenyum penuh cinta.


Setelah acara pengguntingan pita selesai. Moses mengajak Melati naik ke podium. Moses mulai berpidato.

__ADS_1


"Saya, berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan hadir di sini. Saya membangun tempat ini khusus untuk istri tercinta saya, Melati. Saya memilih hari ini untuk mulai membuka tempat ini dan mengadakan syukuran karena, di tanggal ini, bulan ini, saya pertama kali bertemu dengan istri saya, dua puluh tahun yang lalu. Saya bertemu dengan dua malaikat pelindung saya kala itu, yakni Melati dan papanya Melati. Itulah kenapa saya adakan acara ini, sekaligus untuk menghormati dan mengenang almarhum papa mertua saya, yang sudah rela berkorban untuk saya, yang sudah mencintai saya dengan tulus tanpa mengenal siapa saya, papa mertua saya rela mengorbankan nyawanya untuk saya, dua puluh tahun yang silam"


Moses berhenti berbicara sebentar untuk menahan rasa haru yang tiba tiba datang mengusik batinnya.


Air mata mulai menggenang di kedua pelupuk matanya Melati. Cewek cantik itu kemudian menggenggam erat tangan suaminya.


Mamanya Melati yang tengah mendekap Elmo, mulai terharu dan langsung dipeluk oleh Dokter Erlangga.


Moses menoleh ke istri cantiknya. Melati pun menoleh melihat Moses. Tangan mereka masih saling menggenggam.


"Saya sungguh bersyukur bisa bertemu kembali dengan Melati dan bisa menikah dengannya"


Moses dan Melati bersitatap dengan penuh cinta untuk beberapa detik.


Semua tamu undangan langsung berdiri dan bertepuk tangan.


Moses kemudian mengulas senyum dan menghela napas sebentar untuk kemudian membuka kata katanya kembali "Saya juga ingin mengkonfirmasi sesuatu hal yang sangat penting karena, kebetulan salah satu dari tamu undangan saya yang terhormat, telah bersedia untuk hadir di sini dan beliau berkaitan sangat erat dengan apa yang akan saya sampaikan ini"


"Bapak dosen yang terhormat bapak Arkan Wijaya, lima tahun silam saya menjalin kerja sama dengan papa anda, bapak Alex Wijaya untuk membuat suatu produk berupa mie instant. Produk kami laku keras di pasaran kala itu. Tetapi karena perbuatan seseorang yang menyabotase produk kami, produk kami menjadi hancur dan kami bangkrut, yang mengalami imbas yang cukup besar adalah bapak Alex, beliau sampai shock, masuk ICU, koma selama beberapa hari kemudian meninggal dunia" Moses menghela napas sebentar untuk menahan kesedihannya.


Arkan Wijaya nampak kaget. Dia sungguh tidak menyangka kalau Moses Elruno mengetahui siapa dia yang sebenarnya.


Sungguh hebat kau Moses Elruno. Batin Arkan.


"Saya lega akhirnya, setelah sekian lama, saya bisa membersihkan nama saya. Yang sebenarnya bukanlah saya yang menjatuhkan produk mie instant karya dari bapak Alex Wijaya, seperti tuduhan dari orang orang selama ini. Saya juga merupakan korban di sini, saya menderita kerugian yang sangat besar kala itu. Semua karena Brenda, mantan istri om saya, yang sekarang ini sudah mendekam di penjara"


Angel langsung berdiri dan meninggalkan tempat duduknya saat mendengar nama mamanya kembali disebut.


"Saya akan beberkan semua bukti buktinya sekarang juga" Moses berkata sembari melempar pandangannya ke arah Ray.


Moses memberikan kode kepada Ray untuk mulai memutar kaset yang berisi percakapan Brenda dengan salah satu dari karyawannya Moses yang merupakan ketua tim pemasaran Mie instant karya dari pak Alex Wijaya, Kala itu.


Kemudian Ray menampilkan foto foto lama pertemuan Brenda dengan kepala pemasaran itu di sebuah layar besar yang terletak di pinggir podium.


"Saya juga sudah menjebloskan Ketua tim pemasaran tersebut ke dalam penjara" Kata Moses dengan nada tegas dan penuh wibawa.


Arkan langsung terpana. Arkan merasa malu dan merasa bersalah karena selama ini selalu menyalahkan Moses dan menyimpan dendam yang begitu dalam kepada Moses.


Untunglah, aku belum bertindak apapun selama ini. Ya Tuhan, hampir saja aku melukai orang yang tidak bersalah. Batin Arkan.


"Bagaimanapun saya wajib untuk meminta maaf kepada bapak Arkan Wijaya karena kelalaian saya dalam mengawasi karyawan saya, semua itu bisa terjadi" Moses mundur selangkah dan membungkukkan badannya ke arah Arkan.


Arkan kemudian berdiri dan membungkukkan badan ke arah Moses. Kemudian dosen super tampan itu melangkah menuju ke podium. Arkan memeluk Moses Elruno dan berucap "terima kasih banyak, anda berhasil mengungkap kebenarannya"


Moses tersenyum dan melepaskan diri dari pelukannya Arkan "itu sudah menjadi tanggung jawab saya, saya berharap papa anda sudah merasa tenang di Surga sana"


Arkan mulai menitikkan air mata dan mengusapnya dengan punggung tangannya "sekali lagi saya ucapkan terima kasih, tuan Moses Elruno"


Semua tamu undangan langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat meriah.


Arkan tersenyum dan berbalik badan turun dari podium dan kembali ke tempatnya semula.

__ADS_1


"Dan sekarang ini adalah puncak acaranya, saya serahkan kepada papa asuh saya yang sangat saya cintai Dokter Erlangga"


Dokter Erlangga tersenyum dengan penuh arti. Melangkah menuju ke podium sembari menenteng sebuah paper bag.


__ADS_2