My Cute Nanny

My Cute Nanny
Bonus chapter V


__ADS_3

Mereka sampai di laut yang paling terkenal di Istanbul. Chery bergegas membuka pintu mobil dan berlari mendekati laut tanpa menghiraukan suaminya yang kerepotan mengejanya. Raja terkekeh geli melihat tingkah kekanak-kanakannya Chery.


Raja merengkuh pinggangnya Chery dari arah belakang dan membungkukan badan untuk menaruh dagu di atas pundaknya Chery, "kakak cemburu berat nih"


Chery mengelus tangan suaminya yang melingkar manis di pinggang rampingnya, "cemburu? sama siapa?"


"Sama laut. Kamu bahkan berlari menuju ke laut seolah ingin memeluk dan menyatu dengan laut dan kakak dicuekin begit aja, hufffttt" Raja berucap seolah meminta belas kasihan dari Chery.


Namun, Chery yang masih terpana menatap indah laut yang berwarna biru kehijauan itu kembali tidak mengindahkan Raja, "Aaahhh, lihat kak! indah bukan? aku seolah berjalan di atas awan. Birunya sama dengan warna birunya awan, lihatlah!"


kalau laut itu adalah serang cowok, sudah aku ajak duel nih! Raja terkekeh geli sekaligus merasa sedikit kesal karena, Chery kembali mengalihkan semua perhatiannya ke laut alih alih ke dia.


"Iya indah banget tapi bukan lautnya yang nampak indah di mata kakak" Raja berbisik di telinganya Chery lalu mengecup telinga itu.


Chery menoleh ke kanan, hidungnya menjadi menempel dengan hidungnya Raja, "apa yang indah? burung camarnya? atau kapal kapal itu?"


Raja menggesekkan hidungnya di hidungnya Chery, "bukan burung, bukan kapal. Yang indah di mata kakak itu senyum kamu"


"Aaahh, kakak ih! selalu bikin Chery malu" Chery hendak menundukkan wajah cantiknya namun dengan cekatan Raja menahannya untuk dia ciumi wajah cantik merona istrinya itu. Dia cium kening, kedua matanya Chery, hidungnya Chery, dan sudut bibirnya Chery.


Chery semakin memerah wajahnya dan langsung berbalik badan dan membenamkan wajah dan tubuh langsingnya ke dalam pelukan hangat suaminya. Raja tertawa senang dan berucap, "akhirnya kamu mengalihkan pandangan kami lagi ke aku. Haii laut! aku telah mengalahkanmu" Raja berteriak lantang ke arah laut seperti seorang ksatria yang telah berhasil merebut seorang putri cantik.


Chery tertawa geli di dalam pelukannya Raja sembari memukul pelan dada bidangnya Raja, "hahahaha, kak apaan sih!"


Raja melepaskan pelukannya lalu menggenggam kedua bahunya Chery, "kakak akan ajak kamu berkeliling mengitari laut, yuk!" Raja kemudian mengaitkan tangannya dengan tangannya Chery dan mengajak Chery berjalan mendekat ke sebuah kapal.


Kapal berwarna biru tua namun lebih mendekati warna ungu itu sangat indah, Raja mengajak Chery masuk ke dalam kapal pesiar itu atau disebut juga yacht. Kecil tapi mewah.



Juru mudi yacht mini itu menyambut kedatangannya Raja dan Chery, "saya siap melayani anda tuan Raja dan nyonya Chery, perkenalkan nama saya kapten Costa"


"Aaah, anda bisa berbahasa Indonesia?" Chery tersenyum dengan ketakjubannya.


Kapten Costa tersenyum menatap keluguan dan kecantikannya Chery, "saya menguasai lima bahasa nyonya karena, saya menyukai traveling dan salah satunya adalah bahasa Indonesia. Saya belajar bahasa Indonesia sewaktu saya menetap di Bali selama satu bulan"


Abi pun sudah berada di dalam yacht mini nan mewah itu, siap untuk menuntun perjalanannya Raja dan Chery mengelilingi Istanbul.


Beberapa menit kemudian, kapten Costa mengemudikan yacht mewahnya yang disewa oleh Raja.


Chery berdiri di forward (bagian depan kapal) kapal pesiar mini itu dan Raja memeluk pinggang rampingnya Chery dari belakang.


"Kak! terima kasih banyak ya untuk semua ini. Chery suka banget! baru kali ini Chery naik kapal dan menikmati indahnya laut"


Raja tersenyum dan mencium pelipisnya Chery, "di dalam cinta tidak perlu ada kata terima kasih, sayang"


"Kakak ternyata pandai ngegomba ya?" Chery terkekeh geli.

__ADS_1


"Lho kok ngegombal sih. Serius nih, kakak tidak butuh kata terima kasih darimu yang kakak butuhkan hanyalah senyumanku karena, senyumanmu itu yang selalu memberikan semangat buat kakak. Kakak nggak bisa bernapas jika sehari aja tidak melihat senyuman di wajah ayumu ini" Raja mencium pipinya Chery.


Chery mengelus tangannya Raja lalu tersenyum penuh rasa syukur, "aku mencintaimu kak"


Raja berbisik di telinganya Chery, "aku lebih mencintaimu"


Setelah puas naik yacht, tepat di saat matahari menarik awan untuk menutupi kehangatannya, Chery, Raja, Abi, mengucapkan terima kasih dan pamit kepada kapten Costa untuk meneruskan perjalanan mereka menikmati kuliner khas Istanbul.


Mereka telah berada di dalam mobil dan Abi berkata, "kita ke hotel Rajaswa karena, hanya di hotel itu yang menyajikan makanan khas Indonesia. Bukankah nyonya Chery bosan makan roti terus?"


"Baiklah kita nurut aja" sahut Raja.


Mereka akhirnya sampai di hotel Rajaswa. Raja mengajak Abi ikut turun bersamanya, untuk menikmati makan malam dengannya dan Chery.


"Aaah, tidak usah tuan, nanti saya mengganggu" sahut Abi.


"Nggak apa apa Abi. Ayok turun! kita makan malam bersama" ucap Chery.


Akhirnya Abi pun bersedia untuk masuk ke dalam restoran yang berada di dalam hotel Rajaswa itu.


Mereka duduk di sebuah meja yang menghadap ke laut karena, Chery masih belum puas menikmati laut.


"Pemilik hotel ini bernama Nathan Rajaswa sangat tampan namun terkenal dingin dan........."


"Selamat malam pak Raja Darmawan" sapaan seorang lelaki muda memotong ucapannya Abi.


"Duduklah!" ucap lelaki muda nan tampan itu.


Raja dan Chery kembali duduk dan lelaki muda itu pun duduk di sebelahnya Rqja menghadap ke Chery.


Cantik, imut dan menggemaskan sekali istri pak Raja Darmawan. Batin lelaki muda itu


"Nama saya Nathan Rajaswa dan saya pemilik hotel ini. Saya melihat anda memasuki restoran saya ini jadi saya berniat untuk menghampiri anda. Raja Darmawan, seorang programmer terkenal, pebisnis muda yang cerdas dan handal"


"Terima kasih banyak tapi saya masih heran nih, bagaimana anda mengenali saya?" ucap Raja sambil menautkan kedua alisnya.


"Saya kena baik dengan pak Grey, pemilik kafe dan hotel the Rain. Saya tahu anda di saat saya mengunjungi pak Grey di rumahnya beberapa bulan yang lalu. Sangatlah wajar jika perkenalan singkat kita di kala itu tidak membekas di benak anda karena, saya hanyalah orang biasa yang........."


"Aaah, jangan seperti itu pak Nathan! justru saya yang merasa bersalah, maaf karena saya tidak mengingat anda" ucap Raja.


"Suami saya akhir akhir ini jadi pelupa, untung saja dia nggak lupa sama istrinya" sahut Chery.


Raja menoleh ke Chery dan langsung meraih tangan istrinya, sambil terkekeh geli dia cium tangannya Chery itu.


"Mana mungkin pak Raja bisa lupakan istri yang sangat cantik seperti anda" ucap Nathan Rajaswa sambil terus menatap Chery dengan penuh kekaguman.


"Ehem!" Raja berdeham saat melihat lelaki muda nan tampan menatap istri tercintanya tanpa berkedip.

__ADS_1


"Aaah, maaf atas kelancangan dari bola mata saya ini yang secara alami mengikuti nalurinya, enggan untuk berhenti membingkai seraut wajah ayu nan alami itu. Maafkan saya, pak Raja!" ucap Nathan sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya kembali ke arah Raja.


Chery merona malu mendengarkan pujian nan apik yang meluncur dari mulut manisnya Nathan Rajaswa.


Berani benar dia berkata manis untuk Chery, shit! jika saat ini bukan di Istanbul dan kau bukan partner bisnisnya om Grey udah aku hajar habis. Batin Raja penuh kesal**.


Beberapa saat kemudian, pesanan mereka datang beserta dengan makanan spesial yang Nathan Rajaswa berikan untuk menyambut tamu spesialnya.


"Satu troli bertingkat ini, khusus saya hidangkan untuk menyambut anda. Silakan dinikmati dan saya permisi dulu" Nathan bangkit lalu menyalami Abi, Raja, dan di detik dia memegang tangannya Chery, Nayha merasa enggan untuk melepaskannya.


Raja kembali berdeham dan menarik tangannya Chery dari genggamannya Nathan Rajaswa. Nathan tersenyum, menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan mejanya Raja dan Chery.


"Dia memang seorang cassanova jadi sangat pandai berkata manis" sahut Abi.


"Dengar itu!" ucap Raja ke Chery.


"Dengar apa? memangnya kenapa denganku?" Chery menautkan alisnya ke Raja.


"Hati hati dengan orang semacam dia!" Raja mendengus kesal.


"Iya kak! Chery juga tidak menanggapinya tadi" ucap Chery sambil menggenggam tangannya Raja lalu mengelusnya.


Tiba tiba.........


"Raja? kamu Raja Darmawan, kan?" seorang cewek cantik nan seksi langsung memeluk Raja tanpa permisi dan tanpa menghiraukan Chery, "aku Layla teman dekat kamu sewaktu di Amerika" Layla kemudian melepaskan pelukannya dan duduk di sebelahnya Raja.


Chery berdeham kesal dan menghunus tatapan mematikan ke cewek cantik dan seksi itu.


"Siapa dia, Raja?" tanya cewek seksi itu.


Raja meraih tangannya Chery dan dia genggam, "ini istriku, istri tercintaku"


Aaah, sial! kenapa dia bisa berada di sini sih? dan aku lupa cerita soal dia ke Chery. Aduh, mampus nih! Batin Raja merintih penuh rasa bersalah.


"Siapa kamu? berani beraninya memeluk suamiku?" ucap Chery dengan tatapan mautnya.


"Sayang dia........."


"Aku teman dekatnya Raja. Emm, Raja kau masih suka minum kopi dengan satu block gula ya? dan kau masih suka makanan manis bahkan cara kamu makan pun masih sama khasnya Raja" ucap cewek itu penuh senyum ke Raja tanpa menghiraukan keberadaannya Chery.


Raja tersenyum canggung dan menoleh ke Chery, "sayang dia......"


"Kamu bahkan masih memakai parfum yang sama, wangi kesukaanku"


Brak! Chery bangkit menggebrak meja dan melangkah lebar pergi meninggalkan Raja begitu saja.


Abi menatap kepergiannya Chery dengan kebingungan dan Raja langsung bangkit mengejar Chery namun, dia tidak bisa mengejar laju larinya Chery yang begitu kencang. Chery menghilang dari pandangannya dan Raja mengumpat kesal untuk dirinya sendiri dan mulai mengacak acak rambutnya dengan frustasi.

__ADS_1


__ADS_2