
"Hai, Bang Jay" sapa Melati dengan senyum ramahnya kepada si penjual tahu kupat.
"Ya, ampun mbak Melati, apa kabar mbak? lho ini anak siapa, mbak?" jawab Bang Jay si penjual tahu kupat.
"Anakku" sahut Moses yang sudah berdiri di belakangnya Melati.
"Dia?" Bang Jay bertanya ke arah Melati.
"Bosku" jawab Melati.
"Oooo" kata si Abang sambil tersenyum.
Moses melirik Melati dan mendengus kesal dan hendak protes tapi Melati langsung bertanya ke Bang Jay "Ada bangku kosong, Bang?" tanya Melati.
"Ada mbak, masuk aja!"
Melati, Moses, Ray dan Joko melangkah masuk ke dalam warung tersebut. Setelah menemukan empat bangku kosong, mereka pun duduk dengan tenang.
Melati kembali ke Bang Jay untuk mulai memesan tahu kupat.
"Empat ya Bang, pakai telor semuanya dan lomboknya utuh saja, ya!"
"Baik mbak" jawab Bang Jay.
Moses menatap interaksinya Melati dengan si penjual tahu kupat dengan wajah masam dan ditekuk.
Melati kembali duduk sembari mengipas ngipaskan selendangnya ke Chery.
"Akrab betul kamu sama dia?" tanya Moses kesal.
"Melati sering makan di sini sepulang sekolah. Sekolahannya Melati kan persis di belakang warung ini" jawab Melati dengan santainya sambil memberikan dot susu ke Chery.
Moses hanya bisa mendengus kesal.
Tidak begitu lama muncul seorang cowok lagi yang menyapa Melati dengan sangat akrab.
"Ternyata mbak Melati, apa kabarnya mbak? lama nggak pulang ya? masih kuliah di kota J?"
"Siapa kamu?" Moses langsung menatap tajam cowok tersebut.
"Kenalkan nama saya Jono, saya adiknya Bang Jay, heeeee" Jono mengulurkan tangannya ke arah Moses tetapi Moses malah bersedekap.
Jono lalu menarik kembali tangannya dan tersenyum canggung "dia siapa sih, mbak?" tanya Jono setengah berbisik ke Melati.
"Dia bosku, itu asistennya dan itu sopir pribadinya" jawab Melati sambil tersenyum.
"Bosku?" Moses mulai kesal. Bagaimana bisa, istrinya tidak mengakui dia lagi, sebagai suami, di depan cowok lain.
"Tuan, ini di tempat umum kalau anda mengatakan bahwa Melati itu istri anda maka, akan sangat berbahaya. Melati benar berkata kalau anda adalah bosnya" bisik Ray, yang duduk di sampingnya Moses.
Moses mendengus kesal.
"Mau minum apa mbak?" tanya Jono kemudian.
Melati menatap semuanya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Aaah, aku es teh manis saja" kata Ray.
"Saya juga sama, nyonya" jawab Joko.
"Aku sama dengan kamu saja" jawab Moses.
"Oke, dua es teh manis dan dua es jeruk tawar ya?"
"Tunggu, yang satu manis. Aku nggak mau es jeruk tawar" kata Moses
"Baik" jawab Jono yang Langsung meninggalkan meja mereka untuk menyiapkan semua minuman pesanannya mereka.
Melati terkekeh geli "tadi katanya mau minuman yang sama dengan aku, gimana sih?"
Moses berbisik di telinganya Melati "mulai bisa jahil ya sama suami kamu, tunggu pembalasanku nanti"
__ADS_1
Melati langsung mengerucutkan bibirnya mendengar bisikannya Moses.
Bang Jay datang membawakan pesanannya mereka, tahu kupat pakai telor.
Moses langsung mengernyit menatap piringnya "ini makanan apa, sayang?"
"Enak, ini makanan khas kota ini, dan warungnya Bang Jay yang paling terkenal di sini, cobalah!" kata Melati.
"Beneran enak, tuan" kata Ray yang sudah mulai menyantap tahu kupatnya.
"Iya, mantul!" sahut Joko.
Moses menyendok pelan tahu kupatnya dan dengan ragu ragu mulai memasukan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Mulai berpikir sembari mengunyah "hmm, lumayan"
Melati tersenyum senang saat melihat semua menyukai tahu kupat pilihannya.
Moses melirik Melati yang masih memegang botol susunya Chery karena, Chery belum selesai meminum susunya, lalu "aaaaaa, buka mulutmu! aku suapi"
Melati menggelengkan kepalanya dan melempar pandangannya ke arah Ray dan Joko.
"Apa? malu lagi? terlalu banyak malu, aku cium kamu" kata Moses dengan polosnya.
Ray dan Joko pura pura tidak mendengar ucapan bosnya sambil terus menyantap makanan mereka.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Melati membuka mulutnya. Sendok yang dipakai Moses untuk menyuapi Melati adalah sendok yang sama dengan yang dia pakai untuk makan.
Melati mendesah pasrah. Sama saja aku sudah berbagi Saliva dengannya, nih. Melati berkata dalam hati.
Tidak begitu lama, Jono datang membawakan minuman pesanannya mereka dan langsung meninggalkan meja mereka untuk melayani pelanggan yang lainnya.
Moses langsung mencicipi semua es jeruknya dengan tanpa dosa.
Melati menatap kesal tingkah laku suaminya "sayang, kok kamu cicipi semuanya?"
"Ya, aku harus tahu yang mana yang manis, memangnya kenapa?" Moses menatap heran istrinya sambil terus menyuapi Melati.
Blush
Wajahnya Moses tiba tiba merona dan dia langsung mematung setelah mendengar bisikan dari istrinya.
"Tuan, kenapa wajah tuan memerah? cabenya terlalu pedas, ya?" tanya Ray heran saat mendongakkan wajah untuk meraih es teh manisnya, dan secara tidak sengaja dia melihat wajah tuannya.
"Ehem, iya pedas sekali" jawab Moses sembari meminum es jeruk manisnya.
Melati mengulum senyum melihat suaminya.
Mereka akhirnya menghabiskan tahun kupat telor mereka tanpa sisa.
Tiba tiba Ray, nampak panik dan langsung berkata "gawat, tuan"
"Ada apa?" tanya Moses.
"Saya tidak membawa uang cash" kata Ray sambil menepuk jidatnya.
"Jangan bercanda kamu! lalu kita bayar ini semua pakai apa?" Moses mendengus kesal.
"Saya serius tuan, saya tidak kepikiran akan makan di warung sederhana seperti ini, jadi saya lupa tidak menyiapkan uang cash, maaf tuan" kata Ray penuh sesal.
"Mel, ada mesin ATM di sekitar sini?" tanya Ray.
Melati tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya "ATM nggak ada di sekitar sini. Sudah tenang aja, biar Melati yang bayar" kata Melati sembari berdiri dan merogoh saku dressnya.
Moses langsung memegang tangannya Melati "maaf ya sayang, nanti aku ganti"
"Nggak usah diganti! Melati pengen sekali sekali mentraktir kalian, heeee" Melati melangkah menuju ke Bang Jay si penjual tahu kupat.
"Jangan diulangi lagi, Ray!" kata Moses kesal.
"Baik, tuan. Maaf" Ray pun berdiri mengikuti Joko yang sudah duluan melangkah masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Moses mendekati istrinya dan berdiri di sampingnya Melati.
"Berapa semuanya, Bang?" tanya Melati.
Bang Jay menoleh sambil tersenyum dan berkata "nggak usah dibayar mbak Mel! anggap saja rasa terima kasih saya karena, mbak Mel sudah bersedia memberikan bimbingan belajar untuk anak saya sehingga anak saya bisa masuk ke SMA Negeri favorit"
"Lho jangan gitu, Bang! itu sudah tugas saya, Bang. Lagian saya juga terima gaji dari Abang sewaktu memberikan bimbingan belajar untuk anak Abang" jawab Melati.
"Saya benar benar berterima kasih sama mbak" Bang Jay secara spontan hendak memegang tangannya Melati tapi langsung ditepis sama Moses.
"Jangan pegang pegang!" kata Moses tegas.
"Aaahh, iya, maaf. Terima kasih banyak, mbak Mel, sudah! silakan lanjutkan perjalanannya! Kalau sempat mampir lagi ya mbak, sekali lagi terima kasih" kata Bang Jay sambil menundukkan kepalanya di depan Melati.
Melati memasukkan kembali uangnya ke dalam saku dressnya lalu berkata "terima kasih ya Bang, sampaikan salam saya untuk anak Abang"
Bang Jay mengangguk dan tersenyum. Moses dan Melati kemudian melangkah meninggalkan Bang Jay dan masuk ke dalam mobil mewahnya Moses.
"Makasih ya Mel, sudah ditraktir" kata Ray.
"Saya juga berterima kasih, nyonya" kata Joko.
"Hahahaha, harusnya kalian berterima kasih sama Bang Jay. Makanan kita tadi dikasih gratis tanpa bayar" jawab Melati sembari tersenyum.
"Lho kok bisa?" tanya Ray.
"Anaknya Bang Jay dulu murid lesku, kak. Dia berhasil masuk ke SMA Negeri favorit, itulah kenapa Bang Jay tidak mau dibayar tadi, katanya untuk ucapan terima kasih" jawab Melati.
"Waaahh, kamu hebat ya Mel" kata Ray.
"Iya, nyonya hebat sekali, sudah cantik pintar lagi" sahut Joko.
"Ko, mau aku potong gaji kamu?" kata Moses dengan suara beratnya.
"Lho, salah saya apa, tuan?" kata Joko bingung.
"Jangan puji Melati cantik! hanya aku yang boleh mengatakan itu" ucap Moses tegas.
"Baik, tuan! Maafkan saya tuan. Maafkan saya nyonya" kata Joko kemudian.
Melati hanya bisa menggeleng nggelengkan kepalanya sambil melepas selendang yang dia pakai untuk menggendong Chery.
Moses terus menatap Melati dengan perasaan bangga bukan main. Dia ternyata tangguh dan pintar. Aku sungguh beruntung bisa memilikinya.
"Kenapa memandang Melati seperti itu?" tanya Melati sembari membaringkan Chery ke dalam travel cot.
"Aku merasa bersyukur mempunyai istri seperti kamu, boleh aku mencium kamu sekarang ini?" Moses berbisik di telinganya Melati.
Melati langsung duduk tegak dan menepuk pelan bahu suaminya.
Moses langsung tergelak geli.
"Kita kemana, tuan?" tanya Joko.
"Mel, di mana rumah kamu?" tanya Moses.
"Mama masih bekerja kalau jam segini, pulangnya jam empat sore nanti" jawab Melati.
Moses kembali berbisik di telinganya Melati "bagus dong, rumah sepi jadi kita bisa berduaan, kamu pasti bawa kunci cadangannya, kan?"
Kali ini Melati mencubit tangannya Moses dengan sangat keras.
"Aduh, sakit nih" Moses meringis.
"Salah sendiri suka jahil" Melati mencebikan bibirnya ke arah Moses.
"Tuan, gimana ini?" tanya Ray.
"Kita ke hotel dulu aja, biar Melati dan Chery bisa beristirahat. Lalu kita ke proyek sebentar! Nanti sore baru ke rumahnya Melati" sahut Moses.
"Baik" jawab Joko.
__ADS_1