My Cute Nanny

My Cute Nanny
Raja pulang


__ADS_3

Chery dan Claudia akhirnya duduk berdampingan di depannya Melati. "Sayang, Chery, maafkan mama ya, untuk semua kebodohannya mama di masa lalu" Claudia berucap sembari mengusap lembut rambutnya Chery.


"Chery sudah memaafkan mama. Kita nggak perlu lagi membahasnya, ma" kata Chery sambil mengulas senyum di wajah cantiknya.


"Aaah, terima kasih banyak, sayangku" ucap Claudia.


"Terima kasih nyonya Melati" kata Claudia sembari melempar senyum cantiknya ke Melati.


Melati tersenyum dan berucap "sama sama mbak"


"Chery, apa Chery mau bobok di sini? bobok sama mama Claudia nanti malam?" tanya Claudia penuh harap.


Tetapi Chery menggelengkan kepalanya sembari tersenyum dan berucap "maaf ma, Chery belum bisa kalau harus bobok di sini sekarang. Chery masih butuh waktu. Maaf ya ma"


"Oooo baiklah sayang, nggak apa apa. Mama akan terus bersabar sampai Chery mau bobok di sini suatu saat nanti" Kata Claudia penuh semangat.


Chery hanya bisa memberikan senyum cantiknya ke mama Claudianya.


"Kita makan dulu, yuk! mama sudah bikin puding strawberry tadi. Karena mendadak kunjungannya maka mama cuma sempat bikin puding, lain kali kalau Chery mau main ke sini kasih kabar dulu, nanti mama masakin semua makanan kesukaannya Chery" kata Claudia.


Chery tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu berucap "terima kasih, ma"


Mereka akhirnya berjalan menuju ke urang makan untuk makan bersama dengan suami dan kedua anak tirinya Claudia.


"Chery sudah punya pacar?" tanya Fausto secara tiba tiba.


Chery tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kamu tanya tanya soal pacar ke Chery?" tanya Claudia ke arah Fausto.


"Hahaha, nggak apa apa ma, iseng aja nanya. Habisnya Chery tuh cantik banget, pasti banyak cowok yang naksir sama dia"


"Chery pengen fokus sekolah dulu, lalu bekerja, nah kalau sudah bekerja, baru boleh pacaran, ya kan, ma?" Chery menoleh ke Melati.


"Iya, sayang" Melati mengusap penuh kasih sayang rambutnya Chery.


Claudia tersenyum hangat ke Melati dan Chery "terima kasih nyonya Melati, sudah mendidik Chery dengan sangat baik"


"Itu juga karena Chery anak yang sangat baik, sangat pandai dan penurut jadi tidaklah sulit untuk mendidiknya menjadi seperti Chery yang sekarang ini" jawab Melati.


Claudia tersenyum bahagia dan bangga melihat putri kandungnya telah tumbuh begitu cantik dan pintar juga baik hati.


"Chery sudah menerbitkan dua buku antologi puisi lho dan semuanya meledak di pasaran" kata Melati.

__ADS_1


"Benarkah sayang?" tanya Claudia.


Chery tersenyum dan menjawab "iya, ma"


"Besok mama akan langsung beli deh, kamu nanti kirim pesan text ke mama ya nama buku kamu soalnya mama ini pelupa, heee. Oooo iya kita belum bertukar nomor ponsel" kata Claudia.


"Mama Melati kan punya nomornya mama. Nanti kalau sampai di rumah, Chery akan minta nomornya mama Claudia ke mama Melati" kata Chery.


"Aaah, iya benar" kata Claudia.


Setelah bercengkeram cukup lama, Melati dan Chery pun pamit pulang.


Dua Minggu kemudian......


Raja akhirnya berkemas, dia telah mengumpulkan semua point kontrak magangnya.


Raja begitu bahagia beberapa jam ke depan, sekitar dua belas jam lagi ke depan, dia akan bertemu dengan Chery. Masih ada waktu tujuh bulan lebih beberapa Minggu sebelum acara sweet seventeennya Chery dan Raja berniat untuk menggunakan semua waktu tujuh bulan lebih beberapa Minggunya itu untuk terus bersama Chery. Untuk mengganti waktu selama sepuluh tahun yang telah berlalu diantara mereka.


Tiba tiba ada getar ponsel terasa di saku celananya. Raja lalu mengambil ponselnya dari dalam celananya dan melihat layar ponselnya, ternyata Natasha yang meneleponnya "Halo Raja, kamu balik ke Indonesia kapan?"


"Entar malam penerbangannya" jawab Raja dengan santainya.


"Lho secepat itu? kamu nggak ingin pamit sama aku dulu, kita ketemuan yuk sebelum kamu terbang?! Aku pulang magang jam tujuh malam, kita langsung ketemu di tempat biasanya ya?!" ucap Natasha penuh harap.


"Tapi Raja, kontrak magangku masih satu bulan lagi baru selesai, kita nggak akan ketemu selama satu bulan lho, nanti" kata Natasha.


"Terus?" tanya Raja sembari menutup kedua kopernya. Satu koper berisi baju dan barang barangnya dan satu koper lagi berisi oleh oleh .


"Kamu nggak akan kangen sama aku?" tanya Natasha.


"Kangen? kenapa kangen? apa yamg harus dikangeni? lemotnya kamu? ceriwisnya kamu? lagian satu bulan itu cepet, kita kan bisa VC nanti. Kalau aku sudah sampai di rumah aku akan VC kamu" kata Raja.


Aku akan kangen banget sama kamu, Raja. Satu bulan itu cepet bagi kamu, tapi lama banget bagi aku, hiks hiks hiks. Batin Natasha.


"Ya udah deh, tapi beneran ya sampai di rumah nanti kamu langsung VC aku?!" pinta Natasha.


"Hmm, sudah ya, aku mau mandi" kata Raja.


"Iya" jawab Natasha dengan nada kecewa karena, dia gagal mengajak Raja ketemuan sebelum Raja terbang. Lalu cewek cantik sahabatnya Raja itu pun memutuskan sambungan ponselnya dengan Raja.


"Lihat saja nanti, kalau aku sudah balik ke Indonesia, aku akan terus mepet ke kamu, aku akan mulai menunjukkan rasa cintaku sama kamu. Aku akan singkirkan semua cewek yang berusaha merebut perhatianmu karena, perhatian kamu semuanya hanya boleh untuk aku saja" gumam Natasha sembari meremas erat ponselnya karena kesal dan kecewa.


Raja telah selesai mandi, kemudian dia merebahkan diri di atas kasurnya. Kasur yang sudah menemani hari harinya selama sepuluh tahun di Amerika. Raja menatap langit langit apartemennya.

__ADS_1


Cowok keren putranya Grace itu pun lalu merogoh tas selempangmya, Ada kotak berisi cincin emas putih berbentuk hati, dia berniat ingin memberikan cincin itu di acara ultah sweet seventeennya Chery. Raja tersenyum tiada henti sembari terus menatap cincin pilihannya dan membayangkan dia menyematkan cincin itu di jari manisnya Chery.


Raja membeli cincin itu hasil dari jerih payahnya sendiri. Memakai uang hasil dari keringatnya sendiri. Selain magang dia juga bekerja di sebuah kafe khusus untuk hari Sabtu dan Minggu. Uangnya dia.kumpulkan untuk membeli cincin impiannya. Dia yakin akan pas di jarinya Chery karena dia sudah tahu ukuran jari manisnya Chery dari mamanya. Raja meminta tolong mamanya untuk bertanya ke tante Melati berapa ukuran jari manis kirinya Chery sebelum dia berangkat untuk membeli cincin itu.


"Aaah tapi kalau nanti om Moses belum mengijinkan Chery untuk berpacaran terus gimana dong?" gumam Raja.


"Chery juga pernah bilang, dia akan berpacaran kalau dia sudah bekerja" Raja mulai menggaruk nggaruk kepalanya.


"Kalau nunggu sampai Chery bekerja, cincin ini kemungkinan sudah nggak muat lagi dong, apa aku tambah aja ukurannya ya, aku tukar ukuran" kata Raja.


Raja melirik jam dindingnya, masih ada tersisa dua jam jika dia berangkat sekarang untuk menambah ukuran cincin itu masih bisa keburu. Tapi kemudian Raja mengurungkan niatnya.


"Aaah, masa bodo! aku kasih aja cincin ini sebagai kado ultah untuk Chery, nah untuk besok pas melamar Chery untuk aku jadikan istriku, aku akan beli lagi, heee" kata Raja kemudian dia tutup kembali kotak cincinnya lalu dia masukkan kembali kotak berisi cincin itu ke dalam tas selempangnya.


Raja menyiapkan oleh oleh juga buat mamanya, buat the G team, buat mama Lila, buat tante Melati dan om Moses. Tidak lupa dia juga beli oleh oleh untuk Elmo, Celyn, Danendra, Gideon, dan adiknya Gideon. Semua sudah terkemas dengan rapi di kopernya yang satu lagi. Dia bawa dua koper dan satu tas selempang, nanti.


Raja sengaja tidak memberitahukan kepulangannya ke Chery karena, dia ingin memberikan kejutan untuk pujaan hatinya itu.


Dia ingin memejamkan matanya sebentar saja tapi tidak berhasil juga. Saking bahagianya akan pulang lagi ke Indonesia, dia menjadi tidak bisa untuk memejamkan matanya alih alih dia terus tersenyum sambil menatap langit langit kamarnya.


Tiba tiba ada bunyi bel, Raja melangkah dengan sangat malas untuk melihat siapa yang datang ke apartemennya sekarang ini. Dia membuka pintunya dan terkejut "Natasha?"


Natasha langsung masuk dan duduk di sofanya Raja. "Aku ijin pulang cepat, lalu aku ke sini"


Raja duduk di depannya Natasha "untuk apa kamu ijin?"


"Aku ingin bertemu dengan kamu" kata Natasha dengan santainya.


"Kamu nggak lapar? kita keluar sekarang aja yuk! aku bawa mobilku, aku akan antarkan kamu ke bandara, tapi sebelumnya kita makan dulu" kata Natasha sambil bangkit dan menarik narik tangannya Raja.


"Oke lah. Aku juga tidak bisa tidur sedari tadi, sebentar aku ambil koper koperku dan tas selempangku dulu" kata Raja.


Mereka akhirnya keluar dari apartemennya Raja. Raja mengunci pintunya dan memasukkan kunci apartemennya ke dalam saku celananya.


"Mana kunci mobilmu biar aku yang bawa, kamu pasti capek kan, pulang dari magang" kata Raja.


"Nggak usah, kamu duduk aja, pejamkan mata dan rileks aku akan jadi supir kamu kali ini" kata Natasha.


Mereka mampir di sebuah restoran makanan cepat saji, setelahnya, Natasha langsung meluncurkan mobilnya ke bandara.


Kedua sahabat itu akhirnya berpisah di bandara.


Raja masuk ke dalam pesawat menuju ke Indonesia dengan perasaan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2