
Elmo melepaskan pelukannya, memegang kedua bahunya Loly lalu mengusap air matanya Loly dengan bibirnya. Tubuh Loly bergetar merasakan kehangatan bibirnya Elmo menghapus rasa dingin air matanya. Lalu di saat Elmo mencium keningnya, darah langsung mengalir lancar dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya Loly.
Elmo mencium sudut matanya Loly lalu pucuk hidungnya Loly, membuat hati Loly berpacu cepat melampaui ritme di saat dia berjoging sebelumnya.
Laki-laki tampan keturunan Elruno itu pun lalu menangkup wajah manisnya Loly dengan kedua tangannya, "jangan menangis lagi! serahkan semuanya kepadaku oke? bukankah tadi kamu bilang kalau otakku ini encer?"
Loly terpaksa tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena, dia tidak ingin Elmo mengkhawatirkannya secara berlebihan. Loly juga tidak ingin kesedihannya akan mengganggu konsentrasinya Elmo di dalam studi dan pekerjaannya
Elmo sudah dipercaya oleh Moses untuk menangani beberapa proyek karena, Elmo benar-benar mampu bahkan jenius untuk menangani beberapa proyek. Sedari kecil, Elmo memang selalu suka mengikuti papanya ke kantor dan dari situ dia menjadi banyak belajar bagaimana cara untuk memenangkan sebuah proyek dan menanganinya dengan cara yang brilian.
Elmo mengelus pucuk hidungnya Loly dengan jari telunjuknya lalu merangkul Loly, "kita sarapan dulu, baru pulang. Atau mau lanjutkan joging beberapa putaran lagi?"
Loly tersenyum, "kita cari makan aja terus pulang"
"Oke, siap tuan putri manisku" ucap Elmo.
Setelah menyelesaikan sarapan mereka, mereka pun pulang. Di sepanjang perjalanan, Elmo berusaha menceriakan kembali suasana hatinya Loly dengan guyonan recehnya dan dia tersenyum senang ketika melihat Loly bisa tertawa lepas dan terlihat cerah kembali.
Mereka berpisah, Loly menuju ke sayap barat istananya Elruno melangkah ke kamarnya untuk mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Elmo masuk ke bangunan utama menuju ke kamarnya untuk bersiap pergi ke kantor bersama dengan papanya.
Setelah rapi dan wangi, Elmo dan Loly bergabung dengan keluarga mereka di meja makan. Celyn yang selalu peka membaca suasana, langsung paham kalau ada masalah yang besar di keluarganya. Celyn bertekad tidak akan tinggal diam. Sepulang dari sekolah dia akan mengobrol dengan mamanya untuk mencari tahu ada apa sebenarnya. Celyn baru saja pulang dari lomba taekwondo di Jepang, selama dua tahun di Jepang dan baru pulang pagi itu jadi dia tidak mengetahui soal Maha Adijaya.
"Dek! kamu udah pulang ya?" Elmo langsung memeluk lalu mengacak-acak rambutnya Celyn, "gimana turnamennya? kamu dapat medali apa?"
"Tentu saja perak, heeeee. Lawan Celyn yang dari Tiongkok berat banget, dia sangat hebat jadi Celyn hanya bisa berpuas diri dengan medali perak"
"Waaahhh! selamat ya" Sahut semuanya.
"Selamat ya Celyn" Sahut Loly sambil memeluk Celyn.
"Makasih kak Loly" Celyn tersenyum lebar ke Loly setelah Loly melepaskan pelukannya.
"Dapat hadiah uang nggak?" tanya Raja.
__ADS_1
"Dapat dong, lumayan dapat sepuluh juta, heeee" Celyn meringis.
"Waaahhh! traktir kakak dong!" ucap Raja.
"Boleh! kapan yuk kita keluar makan bersama, tapi sayangnya aku nggak dapat mobilnya, yang medali emas yang dapat hadiah mobilnya"
"Mobil gampang! nanti papa yang kasih hadiah mobil ke kamu" ucap Moses.
"Jangan sekarang, pa! itu, emm, nanti aja kalau Celyn udah tujuh belas tahun, papa kasih kado mobil ke Celyn sekalian SIM-nya, heeeee"
"Tadi kamu kecewa nggak dapat mobil giliran papa mau kasih hadiah mobil kok kamu tolak? waaahhh! error nih anak, ketularan om Alfa-nya nih" ucap Moses.
"Hahahaha, iya beda pa! kalau hadiah karena suatu kompetisi itu rasanya lebih gereget! kalau dapat dari papa saat ini, ya beda aja" ucap Celyn.
"Pasti kak Alfa bersin-bersin nih dalam perjalanannya ke bandara menjemput Rini dan Celestia, karena namanya kamu sebut, pppffttt" sahut Melati sambil mengelus pipinya Moses.
Semua langsung menggemakan tawa mereka.
Setelah selesai sarapan, mereka menuju ke aktivitas mereka masing-masing dan Celyn menoleh ke kak Raja-nya sebelum dia masuk ke dalam mobil mama-nya, "kakak kalau gondrong jelek, ihhh! potong rambut gih!"
"Biarin jelek, yang penting kakak kamu suka, weeekkk!" ucap Raja sambil memegang troli-nya Bryna dan Chery langsung terkekeh sambil memegang troli-nya Barnes.
Setelah semuanya pergi, Raja dan Chery bersama dengan si kembar kembali masuk ke rumah utama dan menuju ke kamar mereka.
Raja mencium si kembar sembari menaruh Barnes dan Bryna ke box mereka masing-masing, lalu dia beralih ke Chery, dia mendekap Chery lalu mencium bibirnya Chery penuh kelembutan dan cukup lama karena, Raja begitu merindukan istri cantiknya itu yang mana setelah melahirkan nampak semakin seksi, menonjol di mana-mana dan membuat naluri kelaki-lakiannya sering memberontak minta untuk dipuaskan.
Tangan Raja mulai bergerilya dan berhenti cukup lama di spot favoritnya sambil terus mencium bibirnya Chery semakin dalam, intens, dan panas.
Tiba-tiba.....Tok.....Tok.....Tok. Pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang. Raja mendengus kesal, pertama karena aktivitas yang dia rindukan bersama istrinya terganggu lalu yang kedua, Kamar yang cukup luas dan megah itu harus membuat Raja agak lama berjalan menuju ke pintu kamar itu. Chery merapikan dress dan rambutnya lalu duduk di tepi ranjang untuk meredakan degup jantungnya akibat dari ulahnya Raja.
Raja membukanya dan langsung tersenyum bahagia, "ma, pa! masuk, kebetulan mama dan papa di sini jadi aku bisa pergi keluar sebentar untuk cukur rambut"
Grace dan Charlie tertawa renyah lalu melangkah masuk. Grace mengelus pipinya Raja, "iya buruan cukur sana gih! kamu jelek kalau gondrong"
__ADS_1
"Keren kok kalau menurutku" sahut Charlie.
"Heee, tapi Raja kegerahan nih dan Chery juga udah minta Raja untuk mencukurnya, heeee"
Chery berlari menuju ke ruang tengah dari kamar tersebut dan langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya Grace, mama mertuanya, "ma! Chery senang mama datang" kemudian Chery beralih ke Charlie dan mencium punggung tangannya Charlie, "pa, selamat datang. Si kembar merindukan opa-nya tuh"
Charlie langsung tersenyum lebar dan melangkah cepat menuju ke kamarnya Chery untuk melihat kedua cucu yang begitu dia rindukan.
Raja mencium pelipisnya Chery, "sayang aku keluar sebentar ya, mau potong rambut"
"Iya ati-ati ya!" ucap Chery sambil mengelus rambut gondrongnya Raja.
Raja kemudian mencium pipi mamanya dan beranjak keluar dari dalam kamarnya.
Setelah potong rambut, Raja berniat untuk mencari tahu kediamannya Maha Adijaya, dia berniat untuk mencoba berbicara empat mata dengan Maha Adijaya. Dia pun meluncur ke sana. Tanpa sepengetahuannya Raja, Alfa sudah berada di dalam ruang tamunya Maha Adijaya, setelah Alfa menurunkan istri dan anaknya di rumah mertuanya.
Rini belum mengetahui perihal Maha Adijaya karena, Alfa tidak ingin Rini menjadi khawatir dan jatuh sakit.
Alfa menunggu cukup lama di ruang tamunya Maha Adijaya dan Maha Adijaya belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Apa dia tidak mau menemuiku? keponakannya sendiri?" gumam Alfa. "Benar rumor itu. Dia tidak pernah menampakkan batang hidungnya di depan orang asing. Tapi, aku keponakannya? masak iya, dia nggak mau........"
"Ada perlu apa kamu ingin bertemu dengan Maha Adijaya?" suara basa seorang laki-laki berumur lima puluh tahun, tinggi, berkumis, dengan tanda luka di pipi kanannya, mengagetkan Alfa dan secara spontan Alfa bangkit, berdiri dan berhadapan dengan laki-laki tersebut.
"Apa pengawal tadi tidak mengatakan siapa aku?" tanya Alfa yang merasa malas berbahasa formal di kediaman seorang mafia kejam seperti Maha Adijaya.
"Cih! kau bahkan berani berbicara informal di sini" ucap laki-laki tersebut.
"Duduk!" lalu laki-laki itu melangkah ke sofa yang berseberangan dengan sofa tempat Alfa duduk. Laki-laki itu duduk dan terus menatap Alfa dengan tajam.
Dia memang keponakanku tapi dia keturunan Elruno dan dia bahkan tega menjebloskan mamanya ke penjara. Batin Maha dengan kesal.
Alfa yang pandai menilai karakter orang dari garis wajah langsung memahami kalau orang di hadapannya adalah orang yang kejam, dingin, dan egois. Alfa yakin kalau yang duduk di hadapannya adalah Pamannya, sang Mafia terkenal di Asia, Maha Adijaya.
__ADS_1