
Chery menoleh ke mama mertuanya setelah menyusui si kembar, "ma, bisa jaga Bryna dan Barnes sebentar? Chery ingin berbicara masalah serius dengan papa Charlie dan mama Melati"
"Oke? bisa dong. Mama kan jago ngerawat bayi. Dulu Raja sewaktu masih bayi kan mama sendiri yang mengurusnya" ucap Grace sambil tersenyum penuh cinta ke kedua cucunya yang tengah tertidur lelap di atas ranjang.
"Dulu kan cuma satu ma, sekarang ada dua nih" Chery tersenyum ke mama mertuanya.
"Nggak apa-apa, mama bisa. Udah gih sana temui papa Charlie kamu dan mama Melati.
Chery kemudian bangkit lalu mencium kedua pipi mama mertuanya dan pergi keluar dari kamar super luasnya.
Ketika Chery keluar dari kamar, Charlie dan Melati tengah mengobrol dengan sangar serius di ruang keluarga. Kamar Chery yang berhadapan langsung dengan ruang keluarga langsung bisa menangkap topik apa yang menjadi bahan pembicaraannya Papa Charlie dan mama Melati-nya.
"Ma, ada yang mau Chery sampaikan berkaitan dengan Maha Adijaya"
"Katakan!" sahut Melati.
"Maha Adijaya ingin membawa Loly dan mama karena, dia mencintai mama" ucap Chery.
"Hah??" Melati tercengang.
"Biar papa dan tim-nya papa yang akan mencari titik kelemahannya Maha Adijaya. Rio memiliki banyak kenalan di kepolisian baik di dalam maupun luar negri, dan memiliki banyak kenalan gangster di dalam negri. Papa yakin lewat bantuannya Rio kita bisa segera menjebloskan Maha ke penjara sebelum Maha bergerak"
"Itu juga yang ingin Chery bicarakan dengan papa" ucap Chery.
"Mama minta soal Maha yang mencintai mama dan ingin membawa mama pergi, jangan kamu kasih tahu ke papa kamu. Mama takut papa kamu akan sangat marah dan mengambil tindakan gegabah. Mama nggak ingin papa kamu kenapa-kenapa, oke?!" pinta Melati ke Chery.
"Iya papa setuju dengan mama kamu" sahut Charlie.
"Tapi keselamatan mama?" Chery mulai khawatir.
"Papa akan mengirim beberapa anak buah untuk terus membayangi mama kamu. Jangan khawatir! mama kamu akan aman dalam pengawasannya papa" Charlie menepuk pundaknya Chery.
"Emm, papa ke kamar kamu dulu ya, papa mau menemani mama kamu menjaga si kembar karena, papa masih kangen banget sama cucu-cucunya papa, heeee" Charlie tersenyum bahagia lalu bangkit dan pergi meninggalkan Chery dan Melati.
"Ma, ada lagi yang mau Chery bicarakan" kata Chery.
"Katakan sayang?" Melati berucap lalu memeluk bahunya Chery.
"Elmo dan Loly berpacaran sudah sepuluh bulan ini. Mereka saling mencintai" ucap Chery.
"Mama sudah tahu" ucap Melati sambil mengelus-elus bahunya Chery.
"Kok mama bisa tahu?" tanya Chery.
"Mama kan seorang psikolog. Mama bisa tahu gerak-gerik orang yang saling jatuh cinta heeeee" ucap Melati.
"Menurut mama gimana? kasihan Elmo, di saat dia mulai jatuh cinta, dia harus berhadapan dengan masalah seberat ini" ucap Chery dengan nada sedih.
"Mama setuju sih. Mama sangat menyayangi Loly dan Loly anak yang baik, sopan, sayang sama kita semua dan yang penting dia mencintai Elmo. Mama bahagia dan setuju jika Elmo bawa bahagia" ucap Melati.
"Chery juga sama, ma. Sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi ancamannya Maha Adijaya" ucap Chery.
__ADS_1
"Tenang saja! semua akan baik-baik saja. Kita punya Tuhan yang Maha Besar dan kita punya banyak sahabat jadi nggak usah takut dengan ancamannya Maha" Melati mengusap bahunya Chery. Melati nggak ingin Chery merasa khawatir yang berlebihan karena, akan memengaruhi produksi ASI-nya walaupun sebenarnya ketakutan yang begitu besar juga menyergap Melati.
"Chery tenang deh kalau mama juga slow dalam menghadapi ancamannya Maha Adijaya" ucap Chery.
Alfa berucap, "aku senang berjumpa denganmu paman Maha Adijaya"
Maha Adijaya membeliak dan bertanya tajam, "bagaimana kau bisa tahu kalau aku adalah Maha Adijaya?"
"Aku Alfa Elruno bukanlah orang yang bodoh. Garis wajah paman mirip dengan garis wajah almarhum mama dan jika kita disejajarkan kita pun akan mirip. Di hidung, dan bentuk wajah ovalnya paman"
Keturunan Elruno memang nggak ada yang bodoh. Semuanya cerdas seperti kakek mereka. Sial! Umpat Maha Adijaya di dalam hatinya.
"Untuk apa kamu ke sini?" ucap Maha ketus.
"Begitu ya sikap seorang paman kepada keponakannya sendiri. Keponakan yang tidak pernah ditemuinya?" Alfa tersenyum kesal ke Maha.
"Untuk apa aku peduli dengan seorang anak yang tidak menyayangi mama kandungnya sendiri. Kau bahkan tega membantu Moses menjebloskan mama kamu ke penjara" Maha mulai mengeraskan wajah berkumisnya.
"Mama dihukum karena kesalahan mama sendiri. Jika aku membantu mama maka aku bersikap tidak adil pada Moses dan pada dunia juga pada almarhum kakek. Kesalahan, ah, dosa.mama sangatlah besar" Alfa tersenyum ke Maha.
"Berhenti tersenyum! aku benci senyuman dari seorang Elruno. Sebelumnya putranya Moses ke sini. Namanya Elmo, dia mengatakan kalau dia mencintai putriku dan........"
"Hah?!" Alfa tercengang. Dia sungguh tidak menyangka kalau Elmo mencintai Loly.
Shit! tambah rumit masalah ini. Batin Alfa.
"Elmo dan putriku sudah berpacaran dan mereka sepertinya sulit untuk dipisahkan. Aku tawarkan perdamaian kalau dia ingin bersama putriku maka dia harus menyerahkan putriku dan Melati" Maha tersenyum lebar sambil menyulut cerutunya.
"Melati? kenapa Melati?" Alfa langsung menautkan alisnya.
Alfa Elruno yang biasanya bersikap sapar, selalu bermain dengan logika, mendengar Maha menginginkan Melati menjadi gelap mata karena, emosi. Dia kemudian bangkit, membuka kedua kancing kemejanya lalu menggulungnya keduanya sampai ke siku, "berdiri kau! hadapi aku! kita duel! cih! aku bahkan sangat malu mempunyai paman tidak bermoral seperti kamu"
Anak buahnya Maha hendak maju menghadang Alfa namun dicegah oleh Maha Adijaya. Maha tertawa terbahak-bahak sambil bangkit, mematikan cerutu di atas telapak tangannya dan melempar asal cerutu itu ke lantai.
"Kita ke depan. Duel di ruang tamu menghambat ruang gerakku" ucap Maha sambil berjalan mendahului Alfa menuju ke teras depan halaman istananya yang begitu luas.
Alfa mengikuti Maha dengan emosi yang masih menyala-nyala.
Maha yang sudah paruh baya namun masih nampak gagah dan awet muda itu mulai memasang kuda-kuda untuk meladeni emosinya Alfa lalu dia berucap, "majulah!"
Alfa langsung melancarkan serangan ke Maha namun Maha dengan santainya mampu menangkis semua tinju dan tendangannya Alfa.
Maha melepas tawanya ke udara, "di saat aku berumur lima belas tahun aku sudah dididik papaku dengan sangat keras. Aku bahkan udah banyak membunuh di usia itu dan kamu? pasti asyik bermain mobil-mobilan di dalam rumah jadi, kamu bukanlah tandinganku"
Alfa terengah-engah kecapekkan lalu mundur dan menatap tajam ke Maha, "jangan remehkan seorang Elruno" Alfa kembali menyerang Maha namun serangan keduanya Alfa mendapat balasan dari Maha karena, Maha tersulut emosi saat Alfa mengatakan kata, jangan remehkan seorang Elruno.
Tanpa ampun, Maha mendaratkan puluhan tinju ke tubuhnya Alfa hingga Alfa terjerembab tak berdaya di atas lantai teras itu.
Alfa memegang perutnya dan mengusap darah yang mengucur segar di bibir dan hidungnya.
Alfa berusaha untuk bangkit dan melawan Maha kembali namun, dia kembali terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Om Alfa!" Raja berteriak sambil keluar dari dalam mobilnya dan langsung memeluk om Alfa-nya.
Maha menatap Raja, "siapa kamu?"
Raja membantu om Alfa-nya berdiri lalu berkata, "om masuk ke mobil gih! biar Raja yang melawannya"
Alfa menggelengkan kepalanya, "kamu pergilah! ini urusanku"
"Om! kondisi om udah separah ini? apa om mau bunuh diri? ingat Tante Rini dan Celestia" Raja memekik kesal ke Alfa.
Alfa kembali ke kenyataan dan kembali tersadar dari kebodohannya ketika Raja menyebut nama anak dan istrinya.
"Hei! berani kau mengabaikanku? aku tanya siapa kau?" Maha berteriak kencang ke Raja.
"Aku menantunya papa Moses Elruno. Keponakannya om Alfa. Berani benar kau membuat om Alfa babak belur begini"
Maha merapatkan bibir dan mengeraskan wajah menatap Raja, "kau akan mati bocah. Aku nggak akan mengampunimu"
Alfa yang sudah berjalan tertatih menuju ke mobilnya seketika menghentikan langkahnya dan memutar kembali badannya lalu berjalan ke Raja, "Raja, pergilah!"
"Aku akan membunuh kalian berdua atau paling nggak aku akan membuat kalian berdua keluar dari sini dalam keadaan cacat karena, kalian sudah berani menantangku, cih!" Maha kemudian melesat dan mulai menyerang Raja. Raja dengan sigap menangkis serangannya Maha sambil mendorong tubuhnya Alfa agar menjauh dari pertarungannya dengan Maha Adijaya.
Elmo menjemput Loly di sekolahannya Loly untuk makan siang bersama.
Setelah mereka jadian, baru kali itu, Elmo menjemput Loly pulang dari sekolah.
Celyn yang pulang terlambat karena ada tambahan tidak bisa pulang dan makan siang bareng dengan kak Elmo dan kak Loly-nya.
Elmo mengelus kepalanya Celyn, "kamu nanti dijemput mama atau pulang bareng Gideon?"
"Bareng kak Gideon. Aku udah bilang mama.tadi" ucap Celyn.
"Oke! ati-ati" ucap Elmo lalu secara spontan menggandeng tangannya Loly dan menautkan jari jemarinya di jari jemarinya Loly.
Loly hendak menarik tangannya tapi ditahan sama Elmo.
Celyn tertawa dan berucap, "kak Loly nggak usah malu! aku udah tahu kalau kalian jadian" ucap Celyn, "udah sana buruan berkencan" Celyn kembali berucap sembari memutar badan untuk kembali ke kelasnya sambil tertawa renyah.
Loly merona malu lalu berucap, "Celyn ternyata udah tahu"
Elmo melepas tangannya Loly ketika Loly hendak melangkah masuk ke dalam mobil lalu mengusap rambutnya Loly, "kalau Celyn yang cuek kayak gitu tahu kalau kita jadian maka bisa dipastikan mama juga tahu"
"Hah?!" Loly tercengang.
Elmo terkekeh lalu menutup pintu mobil dan bergegas berlari kecil menuju ke belakang kemudi mobilnya dan kembali berucap setelah memasang sabuk pengaman dan meluncurkan mobilnya, "kak Chery juga udah tahu"
"Hah!? terus?" Loly mulai diserang kepanikkan.
"Kak Chery menyetujuinya asal aku bahagia. Aku rasa mama juga sudah tahu dan jika mama diam saja maka mama pun juga menyetujui hubungan kita. See! kamu jangan khawatir lagi" ucap Elmo sambil meraih tangannya Loly dan menciumi tangan itu sambil mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
"Tapi papa Moses dan papa kandungku?" Loly berucap sambil menari tangannya dari genggaman tangannya Elmo.
"Kamu fokus belajar jangan mikir yang aneh-aneh dan nggak boleh khawatir berlebihan! aku akan mencari jalan keluar yang terbaik untuk kita semua" ucap Elmo.