My Cute Nanny

My Cute Nanny
Rayuan Maut


__ADS_3

"Terima kasih Mel, sudah bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan curhatanku" Maha tersenyum ramah ke Melati dan Melati membalasnya dengan senyuman penuh kasih seperti yang biasa ia berikan ke pasien-pasiennya.


Moses segera bangkit berdiri ketika ia melihat lewat CCTV yang dia lihat melalui layar ponselnya, Melati dan Maha berjalan menuju ke pintu keluar. Moses segera memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lalu berdiri menghadap ke pintu untuk bersiap-siap memeluk Melati, istri cantiknya yang masih tampak imut di usianya yang sudah memasuki kepala empat.


Melati membuka pintu dan terlonjak kaget saat Moses menarik tangannya lalu memeluknya dengan sangat erat, "Kau nggak apa-apa kan sayang?" Moses berucap sembari terus mengelus punggungnya Melati.


Maha berjalan meninggalkan Melati dan Moses begitu saja dengan senyum tipis menuju ke putrinya. Moses sempat menangkap senyum tipis itu dan segera memekik, "tunggu!"


Maha menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap Moses tanpa bersuara.


Moses melepaskan Melati dan melangkah lebar mendekati Maha dia hendak menarik kerah bajunya Maha namun, Melati dengan sigap menangkap tangannya Moses dan berbisik, "Sayang ada cucu kita. Lihat tuh!"


Moses segera menunduk lalu menggerakkan kepalanya ke kanan, ia langsung melihat wajah penuh tanya di muka polosnya Bryna dan Barnes. Moses lalu tersenyum lebar ke Bryna dan Barnes dan si kembar langsung menjerit, "Grandpa" secara bersamaan.


Maha segera berucap, "Aku nggak ngapa-ngapain Melati. Aku hanya mengeluarkan isi hatiku dan aku pamit sekarang juga. Terima kasih untuk kehangatan yang sudah kau berikan"


Moses menoleh ke Maha dengan perasaan aneh. Entah kenapa dia tidak merasakan kebencian lagi di saat ia menatap sosok Maha. Ia justru merasa kasihan dan terharu. Moses secara spontan menarik tangan Maha lalu memeluk Maha dengan sangat erat. Maha pun membalas pelukan itu.


Lili, Melati, Alfa, dan Ray, Bintang, Celyn, Raja, dan Chery pun ikutan terharu melihat kedua Singa buas itu saling berpelukkan.


Moses dan Maha kemudian saling melepaskan pelukan mereka. Maha berkata, "aku nggak menyangka ternyata kau cengeng dan penuh kasih juga ya, hahahaha"


"Cih! cengeng kau bilang? lalu kau apa? tuh di sudut mata kamu ada air mata"


"Mana ada" Maha segera mengusap sudut matanya dan kembali berkata, "aku menguap tadi"


"Cih" Moses terkekeh geli lalu berkata, "aku juga nggak menyangka kamu ternyata bisa tertawa, hahahaha"


"Dan dari gema suaranya, aku yakin Om Maha kalau bernyanyi suaranya pasti merdu" sahut Alfa.


Ketiga laki-laki keren itu lalu saling memandang, dan menggemakan tawa mereka secara bersamaan ke udara. "tolong jaga putriku" kata Maha kemudian sambil menepuk pundaknya Moses.


Moses menepuk pundaknya Maha, "siap! kamu jaga diri kamu baik-baik ya! kalau ada yang jahatin kamu, kasih tahu aku! Aku akan langsung hadir untuk membelamu"

__ADS_1


Maha kembali menggemakan tawanya, "Terima kasih"


Lalu Maha menoleh ke Alfa. Alfa mendekat dan Maha langsung menarik tangannya Alfa, dia peluk erat Alfa dan berkata, "maafkan semua kesalahan Om. Sesungguhnya Om sangat menyayangimu. Maaf jika Om belum bisa menemui istri dan anak kamu. Om masih banyak urusan sekarang ini. Tolong jaga putri Om, adik sepupu kamu. Kalau ketemu sama Angel adik kamu, sampaikan salamnya Om untuknya. Om belum pernah bertemu dengan adik kamu itu. Aku harap Angel hidup bahagia saat ini"


Alfa melepaskan diri dari pelukannya Maha dan berkata, "nggak apa-apa Om. Nanti salam Om aku sampaikan ke istri dan anakku. Aku janji akan menjaga Lili dengan baik. Angel tinggal di Belanda sekarang ini, sudah memiliki seorang putra dan suaminya sangat menyayanginya, Om jangan khawatirkan Angel. Kalau Angel pulang nanti, akan aku ajak mengunjungi Om"


Maha menepuk pipi kirinya Alfa lalu ia menoleh ke Lili. Lili segera berlari dan memeluk erat papanya, "Pa, kenapa harus pergi?'


Maha menahan air matanya dan mengelus punggungnya Lili, "Papa masih banyak urusan. Kalau semuanya udah selesai, Papa akan kasih kabar ke kamu, oke? jaga diri baik-baik dan jadilah istri dan menantu yang baik"


Lili mempererat pelukannya dan berkata, "terima kasih sudah menjaga dan menyayangi Lili selama ini. Lili sayang banget sama Papa"


Maha berkata dengan suara tangis yang tercekat di tenggorokannya, "Papa juga sangat menyayangimu" Maha segera melepaskan Lili lalu ia menatap ke semua keluarga Elruno, Ray, dan Bintang.


Bintang tiba-tiba berlari dan berdiri di depannya Maha, "terima ini, Tuan" Bintang memberikan ikat kepala ke Maha, "tanda pertemanan kita. Semoga kita bisa bertemu kembali jika tidak, ijinkan ikat kepala yang selalu saya pakai ini sebagai teman Anda"


Maha menerima ikat kepala pemberiannya Bintang dan dengan senyum penuh ketulusan hati ia berkata, "terima kasih"


Moses pun secara diam-diam bergerak untuk menyelamatkan Bagas temannya Elmo. Dia juga mengirimkan orang bayangan untuk melindungi Elmo dari segala ancaman mau.


Elmo, Evan, dan Alexa, duduk di sebuah meja bundar untuk mulai membicarakan rencana penyelamatannya Bagas dan rencana penangkapannya Goh. Bukti-bukti yang Alexa kumpulkan sudah lebih dari cukup untuk bisa menjebloskan Goh ke penjara namun, mereka bertekad membebaskan Bagas terlebih dahulu.


Alexa terus menatap Elmo yang tengah sibuk membuat skema penyelamatan Bagas dan Evan segera berkata ke Alexa, "dia sudah menikah"


"Aku tahu dan aku selalu suka tantangan" Alexa meringis penuh arti tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan dan sosok kerennya Elmo.


"Jangan mimpi! sekeras dan sedahsyat apapun usaha kamu, tidak akan mampu membuatnya berpaling dari istri yang begitu ia cintai"


Alex bertanya tanpa menoleh ke Evan, "seperti apa istrinya Elmo Elruno?"


"Dia seorang dokter. Masih muda, berpenampilan unik dengan rambut super keriting tapi, wajahnya sangat manis dan......"


"Kalau aku?" tanya Alexa tanpa menunggu Evan menyelesaikan kalimatnya.

__ADS_1


Evan menoleh ke Alexa yang masih tampak asyik mengamati Elmo, "kamu cantik, seksi, menarik, dan unik tapi, Elmo Elruno nggak akan berpaling ke kamu"


"Mau taruhan?" Alexa tersenyum lebar saat ia akhirnya menoleh ke Evan.


"What?! kau gila!"


"Aku sedari dulu emang gila"


"Nggak! aku nggak mau taruhan untuk hal konyol seperti ini" sahut Evan kesal.


"Kenapa? kau cemburu?" Alexa mengedipkan sebelah matanya ke Evan.


"Untuk apa cemburu. Walaupun kita pernah bercinta tapi, itu tidak berarti apa-apa kan bagi kita? selamanya kita hanya akan bersahabat, nggak lebih, iya kan?"


Alexa terkekeh geli dan berucap, "aku akan tetap mengajakmu taruhan. Jika aku gagal merayu Elmo maka kau akan jadi pacarku selamanya" Alexa lalu melangkah meninggalkan Evan begitu saja dan mendekati Elmo.


"What?! tunggu!" Evan mengejar langkahnya Alexa dan seketika membeku saat ia melihat Alexa duduk di atas pangkuannya Elmo dengan santainya dan menatap ke layar laptop yang sedari tadi diamati Elmo.


Alexa duduk di atas pangkuannya Elmo sambil menunggingkan pantatnya, menyentuh layar laptop di depannya dan bertanya, "ada yang bisa aku bantu?" dengan tanpa dosa


Elmo segera mendorong kursi beroda itu ke belakang dan bangkit. Alexa dengan sigap bisa berdiri tanpa terjatuh dan berbalik badan menatap Elmo, "kenapa? kalau kau menghindar berarti kau ada perasaan tertarik padaku, iya kan?"


Elmo menggeram kesal dan segera mengalihkan pandangannya ke Evan, "aku sudah buat skemanya. Kau lihatlah nanti jika ada kekurangan revisi aja dan kabari aku! Aku akan pulang sekarang" Elmo segera melangkah pergi meninggalkan Evan dan Alexa.


Elmo masuk ke dalam mobil sportnya dan langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil mewahnya.


Sebagai laki-laki normal yang memiliki selera yang unik dan tinggi, ia memang tertarik akan sosoknya Alexa. Wanita muda yang sudah bergelar Letjen itu memang sangat cantik, seksi, unik, memiliki selera humor yang tinggi, berpostur tinggi, tegap dan proposional, secara jujur telah membuatnya tertarik. Untuk itulah Elmo memilih untuk terus menghindari Alexa karena, ia mencintai Lili, sangat mencintai Lili, dan selamanya akan menjadi suami yang setia bagi Lili.


Jiwa playboy yang ia dapatkan dari darah papanya mampu ia tekan dengan rasa cintanya yang begitu besar pada Lili, istri manisnya yang tengah menunggunya di Jepang. Kerinduan dan kesepian yang cukup lama yang membangkitkan naluri alami kelaki-lakiannya saat ia bertemu dengan wanita yang super menarik seperti Alexa namun, demi cinta dan kesetiaan dia mampu menepis rayuan maut itu dan ia pun bertekad akan terus menghindari Alexa.


"Berat ternyata mewarisi kesempurnaan wajah milik Papa dan Mama. Mungkin aku akan lebih nyaman hidup dengan wajah yang biasa-biasa saja kali ya?" kekeh Elmo dengan sendirinya di dalam mobilnya.


Setelah mampu menetralkan darah kelaki-lakiannya yang sempat bergejolak akibat dari rayuan mautnya Alexa, Elmo langsung meluncur ke rumahnya untuk melakukan panggilan Video Call dengan istri yang begitu ia cintai dan yang begitu ia rindukan.

__ADS_1


__ADS_2