
Elmo masuk kembali ke dalam kamarnya dan mendapati si kembar bermain dan bercanda ria dengan istrinya di atas ranjang.
"Om tampanku!" Bryna langsung melompat dan masuk ke dalam gendongannya Elmo. Elmo langsung terkekeh geli dan mencium kedua pipinya Bryna.
Barnes menggelengkan kepalanya dan berkata, "Udah gede kok masih minta gendong"
"Mau Om gendong juga?" Elmo merentangkan tangan kanannya karena tangan kirinya sudah ia pakai untuk mendekap Bryna.
Barnes tersenyum cerah lalu melompat masuk ke dalam gendongannya Elmo.
Bryna mendelik ke Barnes dan mengulangi ucapannya Barnes, "Udah gede kok masih minta gendong?"
Barnes meringis ke Bryna lalu berkata, "Aku ditawari kok nggak minta"
Semua yang ada di dalam kamarnya Elmo langsung melepas tawa ceria mereka melihat kepolosan si kembar.
Chery lalu memukul pelan pantatnya si kembar sambil berkata, "Ayok turun! kasihan Om tampan kalian, kecapekkan gendong kalian berdua"
Si kembar tertawa riang lalu beringsut turun dari gendongannya Elmo.
Elmo lalu duduk di tepi ranjang di sampingnya Lili, "Sudah baikan? Ada yang salah nggak di badan kamu? pusing atau apa gitu?"
Lili tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Chery, Melati, Bintang, dan Celyn segera berkata secara kompak, "Syukurlah"
Chery lalu berkata, "Kita tinggalkan pengantin baru yuk! biar mereka bisa berduaan, hehehehe" Chery mengedipkan sebelah matanya ke Elmo. Elmo langsung tersenyum lebar ke kakak cantiknya sedangkan Lili tersenyum dengan rona merah di wajahnya.
"Baiklah" Sahut semuanya dan mereka semua berderap keluar dari dalam kamarnya Elmo.
Elmo naik ke ranjang dan memeluk Lili, "Beneran nggak ngerasain yang aneh-aneh di badan kamu?" tanya Elmo sambil memegang keringnya Lili dan dia langsung menghela napas.lega karena Lili tidak mengalami demam.
"Semua baik-baik saja tapi, jantungku berdegup kencang tidak seperti biasanya" Sahut Lili dengan senyum jahil, dia memainkan jari telunjuknya di dadanya Elmo.
Elmo langsung panik dan hendak bangun sambil berkata, "Kita ke rumah sakit sekarang kalau gitu" Lili segera menahan dadanya Elmo dan Elmo langsung menunduk, dengan wajah panik dan penuh tanya, dia menatap istrinya.
Lili bersitatap dengan Elmo, "Jantungku berdegup kencang karena, kamu. Nggak perlu ke rumah sakit karena, setiap kali ada kamu, jantungku pasti berdegup lebih kencang dari biasanya. Kalau ke rumah sakit, dokternya bisa gila memeriksa aku karena, jantungku tidak akan bisa berhenti berdetak lebih kencang, lagi dan lagi, setiap kali kamu ada di sisiku"
__ADS_1
Elmo tersenyum lebar, "Wah! usil juga yang ternyata istri kecilku ini," dan segera menghela napas lega sambil mengecup kening dan bibirnya Lili, lalu berkata, "Maafkan aku! aku tidak sehebat Papaku yang selalu berhasil menjaga Mama dengan baik. Sedangkan aku, aku selalu membuat istriku berada di zona merah bahkan sekarang kamu terluka karena, aku"
Lili merebahkan kepalanya kembali di atas dada bidangnya Elmo dan berkata, "Maafkan aku! karena, aku nggak sehebat Mama Melati yang selalu bisa menjaga diri dengan baik. Aku ini bodoh, ceroboh, dan......"
Elmo langsung membungkam mulutnya Lili dengan lembut dan berkata, "Stop! jangan membandingkan diri kamu dengan Mama. Kamu itu hebat dengan caramu sendiri"
Lili menarik tangan Elmo dan menggenggam tangan itu lalu ia berkata, "Kamu juga stop membandingkan diri kamu dengan Papa Moses! Papa Moses sudah terbiasa hidup susah sedari kecil jadi wajar kalau Papa Moses lebih tangguh sedikit dari kamu tapi di mataku, kamu tetaplah yang terhebat"
Elmo terkekeh geli lalu mengecup keningnya Lili.
Lili kembali berucap, "Aku hebat dengan caraku sendiri di saat aku bernyanyi sumbang demi kamu, aku hebat di saat nilai matematikaku jelek dan aku menangis mencari kamu untuk meminta kamu mengajariku, dan aku hebat di saat aku belajar bikin kue pertama kalinya dengan Mama Melati, kue itu gosong tapi kamu mau memakannya sampai habis dan bilang, kue gosong itu berarti kuenya benar-benar matang dan........"
Elmo langsung bersandar ke ranjang sambil mendorong pelan kedua bahunya Lili. Ia tatap kedua manik hitamnya Lili yang tengah berkelip ceria menatapnya manik hitamnya Elmo.
Elmo tersenyum bahagia dan bertanya, "Kau sudah ingat semuanya, Sayangku?"
Lili tersenyum penuh cinta ke suaminya lalu ia menganggukkan kepalanya dengan pelan, "Hmm! Aku sudah ingat semuanya" Elmo langsung mendekap erat tubuh Lili dan terisak penuh haru. Elmo lalu mencubit dagunya Lili dan bertanya, "Jika aku membutuhkanmu saat ini, apa tubuhmu sudah kuat?"
"Tergantung, kau membutuhkan aku untuk apa dulu?" Lili melempar kerlingan mata nakal nan manjanya ke Elmo dan Elmo tersenyum lalu berkata, "Untuk ini," dan Elmo langsung mencium bibir ranumnya Lili dengan penuh cinta. Pasangan pengantin baru itu pun berakhir dengan berguling-guling penuh hasrat di atas ranjang peraduan cinta panas mereka.
"Cih! jangan mimpi di siang bolong dasar menjijikkan! Tak usah kau katakan, aku yakin kalau kau itu Tommy Goh" pekik Moses kesal.
Tanpa Moses duga, wanita itu langsung melesat sambil mengarahkan kepalan tinju ke wajahnya Moses. Moses yang memandang wanita itu memiliki kemiripan postur tubuh dan gerak-gerik dengan Melati, merasa tidak tega untuk membalas menyerang wanita itu. Moses hanya terus melakukan gerakan menangkis dan menghindar. Dan di saat wanita itu mundur untuk mengambil napas, Moses memencet kancing kemejanya dan berteriak, "Masuk sekarang!"
Wanita itu mengernyit melihat Moses memencet kancing dan berteriak seperti itu dan ia segera menggeram dan kembali menyerang Moses dengan tinju dan tendangannya. Moses masih terus melakukan gerakan menghindar dan menangkis. Jika ia mau, Moses bisa melumpuhkan wanita itu dengan satu kali tendangan mautnya tapi, ia tidak tega karena, kelincahan wanita itu dalam ilmu bela diri, juga mirip sekali dengan Melati.
Alfa dan kawan-kawan akhirnya masuk ke dalam rumah nan asri itu. Maha tanpa belas kasihan langsung menyarangkan tendangannya ke perut wanita itu hingga membuat wanita itu membungkukkan bada dan terjengkang beberapa langkah ke belakang.
Moses melotot ke Maha, "Kenapa lama sekali?"
"Aku nunggu aba-abanya Alfa" sahut Maha
Moses menoleh ke Alfa dengan menghunus tanda tanya besar di sorot matanya dan Alfa meringis sambil mengelus tengkuknya ia berkata, "Aku ragu untuk segera masuk karena, aku alergi sama dia" Alfa menunjuk wanita di depan mereka lalu kembali berkata, "dan aku juga alergi sama anjing bergender cewek, hehehehe"
"Anjing tadi cowok" Pekik Moses kesal
"Mana ada cowok. Anjing tadi bertekuk lutut di depanmu, aku yakin gendernya pasti cewek"
__ADS_1
"Dasar gila!" Moses menggeram kesal ke Alfa dengan diiringi kekehan geli-nya Maha, Evan, dan Alexa.
Wanita cantik di depan mereka telah berhasil berdiri tegak dan kembali memasang kuda-kuda, ia telah siap diserang ataupun menyerang.
Moses mundur dan duduk di sofa dengan santainya. Semuanya mengikuti arah geraknya Moses dengan heran dan Maha segera melancarkan protes, "Kok malah duduk santai?"
Moses melipat kaki dan melambaikan tangannya, "Aku tidak tega menyerangnya. Dia mirip banget dengan my cute nanny, Melati-ku. Lagian aku udah bekerja keras di awal. Sekarang giliran kalian"
Evan dan Alexa terkekeh geli dan menggeleng-nggelengkan kepala mereka secara bersamaan. Sedangkan Alfa dan Maha mengerucutkan bibir mereka ke Moses dan berkata, "Dasar aneh" secara kompak.
"Kau Tommy Goh ya? Kalau dilihat dari postur dan tinggi badan kamu, kamu itu Tommy Goh tapi, kok kamu bisa berubah menjadi secantik ini?" Tanya Maha.
"Aku bersedia menjawab keingintahuan kalian asalkan Moses Elruno bersedia menjadikanku istri keduanya"
"Cih! jangan mimpi! telan aja harapanmu itu bersama dengan semua dosa-dosamu" pekik Alfa kesal sambil melesat menyerang wanita itu"
"Kamu juga oke. Dan kamu lebih muda dariku tampaknya. Kamu aja yang aku nikahi kalau gitu" ucap wanita itu di sela duel mautnya dengan Alfa.
"Cih! Hatiku hanya satu dan tidak ada tempat untuk makhluk nggak jelas macam kamu" pekik Alfa.
Dan berkat kelincahan dan kelihaiannya Alfa. Alfa berhasil membekuk wanita itu seorang diri. Evan segera mengambil borgol dan memborgol tangan wanita itu.
Moses dan kawan-kawannya duduk di sofa menatap wanita cantik di depan mereka dengan tajam.
"Akan kita apakan dia?" tanya Alexa.
Maha segera bangkit dan berkata, "Aku akan geledah tempat rumah ini untuk mencari bukti tentang Tommy Goh dan kalian lanjutkan waktu santai kalian dengan wanita itu.
Moses pun segera bangkit dan berlari kecil menyusul Maha sambil berucap, "Aku ikut Maha. Aku nggak tega melihat kalian menyiksa dia"
Wanita cantik yang duduk bersimpuh di lantai dengan tangan terborgol mengikuti arah perginya Moses lalu memutar kepala untuk menatap Alfa, Evan, dan Alexa. Wanita itu berkata, "Kalian nggak akan mendapatkan apa pun yang kalian inginkan"
"Kalau gitu, kita tunggu Moses dan Om Maha bergabung ke sini dan kita akan seret kau ke kantor polisi. Biar petugas kepolisian yang menginterogasi kamu nanti" sahut Alfa.
"Hmm! mereka lebih kejam daripada kami. Kami hanya ingin berbincang denganmu. Katakan saja secara jujur semua pertanyaan kami dan kami akan lunak padamu" sahut Alexa.
Wanita itu tersenyum ambigu dan terus menatap Alfa, Alexa, dan Evan dalam kebekuannya.
__ADS_1