My Cute Nanny

My Cute Nanny
Kamu menggemaskan


__ADS_3

Ray dan Melati langsung bangkit karena, tersentak kaget melihat Moses tiba tiba saja, memukul kliennya.


Alfa dan Rini yang datang terlambat, ikutan terkejut dengan kejadian yang nampak di depan mata mereka. Alfa bergegas berlari dan mendekati Moses, "bro, tenang! jangan permalukan diri kamu sendiri" Alfa merangkul Moses dan berusaha menjauhkan Moses dari kliennya Moses yang baru saja mendapatkan pukulan terbaiknya Moses.


Klien tersebut bangkit, merasakan sedikit pusing, dan mengelus rahangnya yang mulai terasa berdenyut, "anda memang arogan ya tuan" dia meringis penuh arti ke Moses.


"Brengsek kau!" Moses meronta, melepaskan diri dari rangkulannya Alfa.


Ray langsung berlari ke arah kliennya Moses dan menarik klien tersebut untuk menjauh dari Moses sehingga klien itu terhindar dari tendangannya Moses. Sementara itu Melati berinisiatif, dia langsung berdiri di tengah tengahnya Moses dan klien itu, Melati berdiri di hadapannya Moses dan menatap suaminya, "sayang kendalikan dirimu!"


"Sayang, minggir! biar aku hajar dia sampai masuk ICU!" Moses berteriak penuh emosi dan menatap garang kliennya itu.


Alfa mendekati Moses kembali dan menepuk pundak kakak sepupu yang sangat dia sayangi itu, "bro, apa masalahnya?"


"Dia berkata Melati itu cantik dan ingin meminjam Melati satu jam saja" Moses masih menatap garang kliennya itu dan mulai mendesis penuh amarah.


Alfa terkejut mendengar ucapannya Moses dan giliran Alfa yang menggertakkan gigi ke arah kliennya Moses itu, "Mel, tenangkan para tamu dan Ray bawa Moses pergi dari sini! biar aku yang menangani cecunguk ini"


Ray langsung menarik Moses untuk meninggalkan restoran itu menuju ke mobil mereka. Moses meronta dan mendelik ke Ray, "nggak mau Ray! lepaskan aku! atau aku akan potong gaji kamu selama tiga bulan!"


Ray langsung melepaskan tangannya, "baiklah tuan, kalau soal gaji, saya menyerah, silakan anda pukuli dia sampai masuk ICU!"


Melati langsung menghampiri satu per satu meja dan menenangkan para tamu, Rini mendampingi Melati.


Sedangkan Alfa sudah menyeret kliennya Moses ke teras belakang restoran tersebut.


Delia langsung membawa Cinta menuju ke mobilnya Ray dan menunggu di dalam mobil.


Moses langsung berlari menuju ke teras belakang restoran itu dan langsung berdiri di sampingnya Alfa.


Alfa menoleh, "ngapain di sini? biar aku yang urus dia, pergilah! aaaa, sial, mana Ray?"


"Itu Ray" ucap Moses dengan santainya sembari mengarahkan kepalanya ke Ray.


"Ray, bawa bos kamu pergi!" ucap Alfa.


Ray mengangkat kedua tangannya, "saya nggak berani tuan, takut gaji saya dipotong, heeee"


"Memang kalian berdua tuh sama sama gila!" kekesalan terdengar di nada bicaranya Alfa.


Kliennya Moses nampak kebingungan dan mulai memasang kuda kuda untuk bersiap menghadapi serangannya Moses, Ray, dan Alfa.


"Aku akan kasih dia pelajaran, minggir kamu!" Moses mulai melepas jasnya dan melemparnya asal.


Alfa hanya bisa berkata, "oke! silakan! nikmatilah dulu melayani jurus jurusnya, tapi sisakan sedikit untuk aku mendaratkan tinju di mulut dia yang sudah melecehkan Melati"


Moses kemudian maju, mulai melancarkan tinju tinju terbaiknya, kliennya dapat menangkis dan menghindarinya dengan sangat lincah.


Moses beristriahat sebentar untuk mengambil napas, "shit! ternyata kamu jago juga bela diri"


Kliennya Moses meringis ke Moses, "jika saya menang maka saya akan nekat meminjam istri anda tanpa persetujuan dari anda"

__ADS_1


"Brengsek kau!" Moses kembali maju dan berganti taktik, dia mengelabui musuhnya untuk menyerang dia terlebih dahulu, dan berhasil karena, dengan begitu Moses bisa menarik kemudian membanting kliennya itu di atas tanah dengan telak.


Alfa berteriak, "minggirlah! giliran ku!"


Moses melepaskan tangan kliennya dan mundur.


Kliennya berdiri kembali dan memutar mutar tangannya, "sepertinya anda bukan tandingan saya"


Alfa menyeringai, "coba dulu, baru komentar, dasar brengsek!" Alafa kemudian maju dan melakukan taktik yang sama, dia pun akhirnya berhasil menjatuhkan kliennya Moses itu di atas tanah dan terus memithing tangan orang itu sampai orang itu mengaduh kesakitan.


Alfa mendesis di telinga kliennya Moses itu, "dengar! aku memang lebih tampan dan tampak lebih lembut dari kakakku, tapi aku ini lebih kejam dan jauh tidak berperasaan jika dibandingkan dengan Moses. Jangan pernah melecehkan keluargaku! camkan itu!"


Moses melangkah mendekat ke Alfa yang masih memithing tangan kliennya itu, lalu dia berjongkok dan mengangkat dagu kliennya itu, "kerja sama kita berakhir. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku! jika kau berani menampakkan batang hidungmu lagi di depanku, maka aku tidak segan segan akan membunuhmu, camkan itu!" Moses melepas dagu kliennya itu dan mendaratkan tinju mautnya sekali lagi ke wajah kliennya itu sampai kliennya itu terjatuh tidak sadarkan diri.


Alfa kemudian menelepon rumah sakit tempat dia berdinas, Alfa meminta salah satu staf dari rumah sakit tersebut untuk mengirim ambulans ke restoran itu.


Alfa menatap Moses, "pergilah! biar aku urus dia"


"Thank you Fa. Ray temani Alfa sampai masalahnya selsai, aku akan ke podium memberi penjelasan kepada para tamu" ucap Moses.


"Baik tuan!" Ray menganggukkan kepalanya ke Moses.


Moses naik ke podium dan meminta maaf untuk kejadian yang kurang mengenakkan dan memberikan penjelasan kenapa dia melakukan hal itu, "saya tegaskan sekali lagi, siapa pun yang berani mengusik istri dan anak anak saya, saya tidak akan berpikir panjang untuk langsung mendaratkan tinju di mukanya"


Para tamu pun bisa memaklumi tindakannya Moses bahkan mereka memberikan tepuk tangan ke Moses untuk tindakannya Moses yang hebat itu.


Moses kemudian mengucapkan terima kasih dan turun dari podium. Dia celingukkan mencari Melati dan Rini, "dimana mereka berdua?"


Alfa terkekeh geli menatap Melati, "sebentar aku bangunkan dia" Alfa kemudian berjalan ke dapur yang berada tidak jauh dari teras belakang restoran itu, Alfa meminta bawang merah yang sudah terkupas lalu dia melangkah kembali, berjongkok di depan kliennya Moses yang telah terkapar tidak berdaya, dia kibas kibaskan bawang merah itu di depan hidung kliennya Moses itu.


Klien tersebut membuka matanya, menatap ke sekelilingnya untuk mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi, dia pun mengaduh saat merasakan wajah dan tangan dia terasa begitu nyeri.


Melati menyeringai, "bangun kau!"


Klien tersebut tersenyum menatap wajah cantiknya Melati dan berusaha untuk bangun, Alfa membantu klien tersebut untuk bangun.


"Anda sangat cantik, nyonya. Saya.........."


Bugggggg


Melati langsung meninju klien itu dan klien itu pun kembali pingsan.


Ray mendesah panjang dan bergumam, "kau mengusik keluarga yang salah, sobat"


Alfa, Rini dan Melati tersenyum geli mendengar gumamannya Ray.


Sementara itu di Istananya Moses Elruno yang berada di Indonesia, Mak Ijah datang menghadap ke Elmo, "tuan muda, kamarnya sudah siap"


Chery dan Celyn memberikan beberapa baju, dan peralatan mandi ke Loly, "ikutlah Mak Ijah! mandi dan beristirahatlah dulu! kita mengobrol besok pagi aja, ini juga sudah jam sembilan malam, kamu pasti capek kan?" ucap Chery sembari tersenyum ke Loly.


Loly menerima baju dan peralatan mandi itu, lalu tersenyum, "baik nona, terima kasih banyak" Loly pun melangkah mengikuti Mak Ijah dan pergi meninggalkan Elmo, Chery, Celyn, dan Raja.

__ADS_1


Elmo duduk dan langsung mendapatkan sorot mata penuh tanda tanya dari Chery, Celyn, dan Raja.


"Oke dek! ceritakan bagaimana kamu bisa mengenal Loly?" tanya Chery.


"Aku mengenalnya tidak sengaja. Waktu kak Raja menjebak Natasha di sebuah restoran, Loly tiba tiba masuk ke dalam mobil karena, dia dikejar preman suruhan mamanya, dia bersembunyi Karena, dia tidak ingin dinikahkan dengan seorang laki laki tua, pilihan mamanya namun kala itu, aku nggak sempat berkenalan dengannya. Lalu aku bertemu lagi dengannya di kafe tadi, waktu kita ke kafe beberapa hari yang lalu, dari situlah aku mulai tahu kalau namanya Loly" cerita Elmo.


"Jadi dia yang kasih kamu permen lolipop?" tanya Raja.


"Iya, heeee" Elmo meringis malu ke Raja.


"Kamu harus nelpon ke mama sama papa nanti, kalau ada Loly di sini, menginap di rumah, malam ini!" ucap Celyn.


"Iya, siap!" ucap Elmo.


"Met malam semuanya, aku ngantuk mau ke kamar dulu" Celyn melangkah meninggalkan ruang tamu.


"Elmo juga mau ke kamar, mau nelpon Mama dan papa dulu. Met malam kak Raja, kak Chery" ucap Elmo sembari bangkit dan melangkah pergi meninggalkan ruang tamu.


Raja mulai merajuk, "sayang, punggung tangan kakak memar nih, sakit, hiks hiks hiks"


"Uluh uluh, mana coba Chery lihat" Chery menatap Raja.


Raja memperlihatkan punggung tangannya yang memang memar karena, lawannya tadi bukan sembarang preman.


Chery menggenggam tangannya Raja dan menciumnya sekali, "udah sembuh kan?"


Raja tersenyum senang dan menggelengkan kepalanya, "belum sembuh, masih nyeri nih"


"Hah!? berarti beneran serius dong memarnya, sebentar Chery ambilkan obat oles dulu!" Chery hendak bangkit tetapi tangannya langsung ditarik sama Raja.


Chery kembali terduduk dan protes ke Raja, "kak! kok ditarik sih? kalau tambah parah gimana memarnya?"


Raja tersenyum, "aku nggak butuh obat oles. Aku butuh ciuman kamu"


"Kak! masak minta ciuman di sini, banyak yang lihat tuh" Chery mengedarkan pandangannya ke semua pelayan yang berdiri di ruang tamu itu.


Raja tergelak geli, "bukan ciuman di bibir sayang, tapi di sini" Raja menyodorkan kembali punggung tangannya ke Chery.


Chery langsung merona malu.


"Hahahaha, kamu pengen ya, kakak cium lagi?" Raja berucap lirih ke Chery.


Chery langsung menggenggam tangannya Raja yang memar dan meremasnya.


"Aduh! kok malah diremas sih" Raja mengerutkan dahinya.


"Habisnya kakak usil sih" Chery mengerucutkan bibirnya ke Raja.


"Kamu menggemaskan kalau seperti itu" Raja lalu mencium pipinya Chery, menarik tangannya dan bangkit, "kakak pulang dulu, kelamaan berduaan sama kamu, kakak nggak tahan kalau nggak nyium kamu"


Chery bangkit dan menepuk pelan bahunya Raja.

__ADS_1


Mereka pun berpisah di depan teras istananya keluarga Elruno.


__ADS_2