My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku pengen anak cewek lagi


__ADS_3

Keesokan harinya pagi pagi buta, Moses kembali melakukan panggilan VC ke Melati. Dia hapal betul jadwal menyusuinya Melati itu, jam 3 pagi.


Dan benar tebakannya Moses. Ketika Melati mengangkat panggilan VC untuk istri yang begitu dia cintai itu, Melati tengah menyusui Elmo.


Melati menaruh ponselnya di tripod super mewahnya Moses, dan bisa melihat wajah tampan suaminya dengan leluasa, sembari menyusui Elmo.


"Haaiii, Elmo ini papa sayang, eh, Chery masih bobok ya? tumben nggak ikutan bangun?" Moses memandang istri dan kedua anaknya dengan penuh kerinduan dan cinta.


Melati tersenyum dan berucap "Sebelum Elmo bangun dan nangis, aku bangun duluan dan gendong putra tampan kamu ini untuk aku susui, jadi si pipi montok nih, nggak ngebangunin kakak cantiknya"


"Hahahaha, anak anak kita menggemaskan semua ya, jadi pengen punya lagi, nih, heeee" Moses meringis ke Melati.


"Nanti sayang, kita nambah lagi kalau Elmo sudah lima tahun"


"Yaaahhhh, kok lama banget" Moses mengerucutkan bibirnya.


"Iya biar anak anak puas mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kita"


"Oke deh, aku nurut aja sama bu bos" Moses tersenyum lebar memandang Melati.


"Sayang, hari ini jadwalnya Elmo untuk imunisasi ternyata, nanti aku ke rumah sakit ya, sama mama dan om Erlangga"


"Iya, biar nanti dikawal sama Pramono dan anak buahnya, aku akan telpon Pramono habis ini"


"Sayang, kalau misalnya nggak pakai pengawal boleh nggak? kalau ada pengawal kok Melati merasa rikuh, banyak orang yang memperhatikan nanti, hufftt" Melati mulai mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tuh nyonya Moses Elruno, nggak boleh pergi tanpa pengawalan kalau pas aku tidak bisa berada di sampingmu dan tidak bisa mengantarkanmu"


"Tapi kan sudah ada mama dan om Erlangga"


"Jam berapa nanti ke rumah sakitnya?"


"Sore, jam empat"


"Oke, aku tutup telponnya" Moses memasang wajah datar dan langsung menutup telponnya.


Melati membaringkan Elmo kembali ke dalam boxnya dan merapikan bajunya yang berantakan setelah menyusui Elmo, sembari menatap heran layar ponselnya yang sudah nampak gelap karena, Moses telah memutuskan sambungan VC-nya.


"Apa dia marah? aku coba telpon balik aaahh" Melati memencet nomernya Moses, beberapa kali tapi tidak diangkat oleh Moses.


Melati menelepon Moses beberapa kali tetapi Moses tidak mengangkatnya. "Beneran ngambek nih, sudahlah nanti aku coba telpon lagi" cewek cantik itu pun menengok Chery yang mulai bangun dan memanggilnya.


Melati masuk ke kamar mandi dan mandi bersama dengan Chery. Setelah keduanya wangi dan rapi, mamanya Melati muncul di kamarnya Melati "sarapan sudah siap, kamu sarapan dulu sama Chery, biar mama yang jaga Elmo.


"Terima kasih ma" Melati mencium pipi kiri mamanya sembari menggendong Chery kemudian masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Sementara itu di Jepang, Moses langsung mengetuk pintu kamarnya Ray dengan tidak sabar sambil menarik kopernya.


Ray yang sudah mandi, membuka pintu kamarnya dan bertanya "ada masalah penting apa, tuan? kok tuan tampak panik?"


Aku mau balik ke Indonesia sekarang juga, ayok!" kata Moses.


"Hah? lalu masalah mesin pabrik, bagaimana tuan?"


"Kamu hubungi Itachi!" kata Moses.


Ray melirik jam tangannya, masih menunjukkan pukul lima pagi, dan tuannya ingin pulang sekarang juga, hmmm......Ray hanya bisa menghela napas panjang.


Setelah terhubung dengan Itachi, Ray menyerahkan ponsel khusus untuk urusan bisnis tuannya itu, ke tangan tuannya.


Moses langsung berucap "halo?" Moses mengernyit ketika mendengar lenguhan seorang wanita.


"Ya halo tuan Moses, ada apa?"


"Anda tidak sendirian ya saat ini?" tanya Moses.


"Hahahaha, iya tuan. Minuman yang kemarin saya minum untuk mewakili anda, ternyata dicampuri obat perangsang, makanya kemarin saya membawa pulang salah satu lady night-nya Kaage, untuk melampiaskan pengaruh yang sangat kuat dari obat perangsang yang saya minum, heeee"


"Tuh kan bener feeling saya. Makasih ya sudah berkorban untuk saya"

__ADS_1


"Tidak masalah buat saya, tuan. Saya masih lajang dan belum menikah, hahaha, jadi aman. Ada apa tuan menelepon saya pagi pagi begini?"


"Ada masalah penting di Indonesia. Aku harus pulang, untuk masalah mesinnya, tolong kamu urus sama Ray, ya!? kalau nanti aku dibutuhkan, maka aku akan balik lagi ke sini" kata Moses.


"Tuan jangan khawatir, om anda kemarin menghubungi saya, beliau mengatakan akan mengurus Kaage, karena ternyata James Elruno, om anda, bersahabat baik dengan Kaage. Om anda akan mewakili anda untuk mengurus permasalahan yang ada di sini"


"Hah? om James kenapa tidak bilang ke saya?"


"Uppss, maaf tuan, saya keceplosan, heee. Sepertinya pengaruh obatnya masih ada jadi saya masih belum sadar sepenuhnya nih. Saya disuruh om anda untuk merahasiakannya dulu dari anda, beliau tidak ingin kalau anda kaget dan mengkhawatirkannya"


"Oooooo, begitu ya. Okelah, saya akan berpura pura dulu, seolah olah saya tidak tahu soal ini. Ray, saya tinggal di sini untuk membantu anda ya?"


"Saya rasa cukup saya sendiri dan om anda tuan untuk mengurus permasalahan di sini. Ray, bisa menemani anda untuk pulang"


"Baiklah, terima kasih banyak. Kalau ada apa apa hubungi saya secepatnya! maaf sudah mengganggu olah raga pagi anda" kata Moses.


"Hahahahaha, nggak masalah tuan. Emm, kalau boleh saya tahu, ada urusan penting apa? kok mendadak anda akan pulang ke Indonesia?"


"Hahahaha, mungkin bagi anda tidak penting tapi bagi saya sangat penting. Anak saya akan diimunisasi sore ini, saya ingin menemani istri saya nanti, hahahaha"


"Oooo, saya pikir ada apa, heeee. Oke tuan, selamat jalan dan hati hati dalam perjalanan pulang ya, saya doakan tuan dan Ray selamat sampai di Indonesia"


"Iya, terima kasih. Kalau ada apa apa langsung kabari saya!"


"Baik, tuan"


Ray menggelengkan kepalanya ketika mengetahui alasan tuannya ingin cepat cepat pulang.


Moses menutup sambungan teleponnya dengan Itachi dan menyerahkan ponsel bisnisnya ke Ray kemudian berucap "ayok! kita pulang, sekarang!"


"Hah? apa tuan sudah packing?" tanya Ray.


"Sudah nih" Moses menunjukkan kopernya ke Ray.


"Sudah mandi?" Ray bertanya lagi.


"Baik tuan, tapi kasih saya waktu lima menit, saya akan packing dulu"


"Oke, aku tunggu di mobil ya"


Lima menit kemudian Ray sudah membuka bagasi dan menaruh semua bawaannya dia dan bawaannya si tuan besar yang memang suka seenaknya sendiri itu.


Ray menyuruh sopir mereka untuk segera menuju ke bandara. Mereka naik private jet kali ini, untuk menghemat waktu.


Moses lupa mengecek kalau ponselnya mati kehabisan daya. Saking bahagianya dia akan pulang dan berjumpa dengan anak dan istrinya, dia sampai melupakan pengisian daya untuk ponsel pribadinya. Ponsel itu hanya berisi nomer istri, keluarganya dan nomornya Ray, Moses tidak pernah memberikan nomor ponsel pribadinya kepada siapapun bahkan semua mantan mantannya tidak ada yang mempunyai nomor itu, termasuk Chiasa alias Keiko.


Melati telah menyelesaikan sarapannya, kemudian dia bercanda ria dengan anak anaknya dan dengan mamanya. Melati mencoba kembali untuk menghubungi Moses, tetapi gagal terus.


"Ada apa?" tanya mamanya Melati ketika dilihatnya putri cantiknya itu nampak sedih.


"Nggak apa apa, ma"


Melati melanjutkan bermain kembali dengan Chery dan Elmo, ditemani mama tercintanya.


Langit sudah bergradasi warna ungu dan violet, menandakan senja mulai tiba. Melati sudah berada di dalam mobil ditemani om Erlangga dan mamanya. Di belakang mobil yang dia tumpangi, Pramono dan anak buahnya mengawalnya dengan mobil Van mewahnya Moses Elruno.


Melati masih merasa galau karena, sedari tadi belum berhasil menghubungi suaminya. Cewek cantik itu tidak banyak bicara sembari terus menggendong Elmo. Chery duduk di depan dipangku kakek kesayangannya Chery, kakek Erlangga. Kalau ada kakek Erlangga maka Chery tidak mau lagi digendong oleh siapapun termasuk Melati.


Moses sampai di dalam ruangannya Alfa, yang langsung membuat di empunya ruangan kaget bukan main.


"Kok kamu ada di sini? bukannya kamu di Jepang, papa aku kemarin ke Jepang, nyusul kamu, kok malah kamu tinggal, sih" tanya Alfa.


"Heee, aku ada urusan penting"


"Urusan penting apa sampai kamu ninggalin urusan kamu di Jepang?"


"Aku ingin nanya cara bikin anak cewek ke kamu, heeee"


"Hah?!" Ray dan Alfa ternganga secara bersamaan.

__ADS_1


Alfa langsung menyuruh suster Rika untuk menemui pasiennya dan meminta tolong si pasien untuk menunggunya sebentar.


"Itu hal penting yang pertama dan hal penting yang kedua aku ingin menemani Melati, hari ini jadwalnya Elmo imunisasi"


Ray langsung menutup wajahnya dengan tangannya dan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah konyol tuannya.


"Sekarang Melati mana?" tanya Alfa.


Melati masih di dalam perjalanan ke sini. Aku pengen nanya ke kamu tanpa sepengetahuannya Melati, aku pengen bikin anak lagi, cewek dan itu kejutan untuk Melati, hahahaha, aku hebat kan"


"Hebat gundulmu" jawab Alfa lirih.


"Apa yang barusan kamu bilang? kamu mengumpat, ya?" Moses menatap Alfa dengan penuh kecurigaan.


"Hahahaha, enggak brother, mana berani aku mengumpat ke kamu"


Ray mengulum bibir menahan geli. Ray yang berdiri di sampingnya Alfa, bisa mendengar apa yang barusan Alfa katakan.


"Ayok cepat katakan apa rumusnya untuk bikin anak cewek. Dulu aku nanya rumus untuk bikin anak cowok ke kamu dan thokcer, nah sekarang kasih rumusnya untuk bikin anak cewek, keburu Melati sampai sini nanti"


Alfa menghela napas panjang dan berucap "kalau pengen anak cewek maka harus banyak makan sayur"


"Terus naik turunnya bagaimana? kata temanku kalau pengen anak cewek naiknya dari kanan dan setelah selesai turunnya ke kiri, benarkah begitu?"


"Buaaahahahahaha, kamu itu orang cerdas dan seorang Moses Elruno, bisa juga dibodohi orang, buahahahaha"


"Mau mati kau!?" Moses mulai mengeraskan bibirnya.


"Sori brother habisnya kamu tuh polos banget. Posisi memang menentukan sih tapi nggak sesederhana naik dari kanan dan turunnya ke kiri" Alfa mengulum bibir menahan tawa.


"Oke, lalu posisinya bagaimana?"


"Posisinya bernama posisi misionari. Kamu harus membatasi kedalaman penetrasi, yang berarti menahan seberapa jauh cairannya harus berenang menuju ke sel telur"


"Ooooo" Moses nampak manggut manggut.


"Ngerti nggak yang aku maksud? jangan berpikiran kemana-mana, ini edukasi!" kata Alfa.


"Siapa yang mikir kemana-mana, enak aja. Iya aku paham, cuma aku nggak janji bisa melakukan itu, heeee. Kalau sudah menyatu dengan Melati aku suka lupa diri dan kebablasan, hahahahaha"


"Aaah, dasar gila Lo. Ngapain Lo bicarakan hal seperti itu ke aku, hadeeehhh" Alfa menepuk jidatnya melihat tingkah polosnya Moses.


"Lho memangnya kenapa, kamu kan adik aku" kata Moses.


"Kalau ada maunya, aku dianggap adik kalau nggak ada maunya, aku dicuekin" kata Alfa.


"Apa? mana ada aku seperti itu" Moses mulai protes.


"Lagian kamu sudah bisa bikin Chery kok nanya ke aku rumusnya?" Alfa tersenyum jahil.


"Beneran pengen aku kasih bogem mentah, nih anak" Moses mulai mendengus kesal.


"Hahahahaha, aku bener kan? iya kan Ray, aku bener kan?" tanya Alfa.


"Iya, anda benar" Ray menjawab Alfa dengan ekspresi datar.


"Tuh" Alfa kembali menahan tawa.


Moses mendengus kesal dan berucap "waktu itu aku mabuk berat, jadi aku nggak ingat apa apa"


"Hahahaha, iya ya ya, Moses yang dulu beda dengan Moses yang sekarang. Aku suka kamu yang sekarang brother" ucap Alfa.


Moses kemudian berdiri dan langsung meninggalkan ruangannya Alfa tanpa pamit, ketika melirik jam tangannya.


Alfa hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepalanya menatap kepergiannya Moses.


Datang tak diundang pergi tak diantar eh salah, datang tanpa permisi pulang tanpa permisi pula. Batin Alfa geli.


Melati dan rombongan telah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ke ruang praktek dokter spesialis anak. Mereka memutuskan untuk mampir ke ruangannya Alfa nanti, setelah Elmo diimunisasi.

__ADS_1


__ADS_2