My Cute Nanny

My Cute Nanny
Pintar dan sangat cantik


__ADS_3

Joko diperintahkan sama Ray untuk menurunkan semua peralatannya Chery dan dua buah koper yang berisi baju gantinya Moses dan Melati. Lalu Ray dan Joko pamit untuk kembali lagi ke Hotel.


Moses memutuskan untuk menginap di rumahnya Melati.


"Sayang, kamu nggak balik ke hotel aja?" kata Melati sembari membereskan meja makannya.


Moses membantu Melati membereskan semuanya. Sedangkan mamanya Melati berada di dalam kamar bersama Chery.


"Aku nggak tega meninggalkan istriku sendirian di sini" kata Moses sambil mencuci semua alat makan yang habis dipakai.


Melati mencebikkan bibirnya ke arah Moses.


Moses pun terkekeh geli.


"Sayang, tinggalkan semuanya! biar aku yang kerjakan! duduklah di ruang tamu!" kata Melati sambil menggeser tubuhnya Moses untuk menyingkir dari tempat cucian piring.


"Kamu sana yang duduk di ruang tamu! biar aku yang kerjakan! cuci piring gini gampang!" kata Moses yang masih jongkok di depan sebuah ember berukuran jumbo.


"Kamu belum pernah cuci piring, kan? lagian di rumahnya Melati nggak ada wastafel, nyuci piring ya harus duduk di atas dingklik kecil kaya gini" kata Melati.


Moses menarik dingklik kecil yang disodorkan Melati lalu dia duduk di atas dingklik itu, tetap mencuci piring tanpa menggubris Melati.


"Sayang?"


"Hmm? mau aku pangku?"


"Apaan sih! minggir biar aku yang kerjakan!" Melati terus menyenggol bahunya Moses agar Moses menyingkir dari dingkliknya dan berdiri.


Tetapi yang terjadi kemudian, Melati malah terpeleset dan hampir jatuh ke dalam ember. Dengan sigap Moses berhasil menangkap tubuh rampingnya Melati lalu berkata "nah kan, jatuh, ngeyel sih kamu"


Melati melepaskan diri dari lengannya Moses "kamu yang ngeyel" Melati lalu berdiri dan pergi meninggalkan Moses.


Moses menatap Melati dan terkekeh geli. Tidak begitu lama akhirnya bos besar itu pun berdiri lalu membawa semua alat makan ke dalam kemudian mengelap dan menata semua peralatan makan yang sudah bersih di rak piring.


Moses melangkah ke ruang tamu mencari istrinya "kok tidak ada?" gumam Moses.


Ceklek


Melati keluar dari sebuah kamar "sudah selesai? bersih nggak?"


"Hahaha, bersih dong kamu meremehkan suami kamu, ya?" kata Moses sambil menarik tangannya Melati agar dekat dengannya lalu memeluk erat tubuh ramping istri cantiknya itu.


"Sayang, jangan peluk peluk gini! ada mama" Melati mulai menarik diri dari pelukannya Moses.


Moses tersenyum geli menatap Melati.


"Kita tidur di kamarnya mama malam ini karena ranjangnya Melati nggak bisa untuk tidur berdua" kata Melati sambil menunjuk ke sebuah kamar.


"Ooo, jadi kamu berniat untuk tidur berdua sama aku malam ini?" Moses melangkah pelan pelan mendekati Melati dan Melati secara refleks melangkah mundur.


"Bukan begitu, mama yang menyuruhnya."


Moses menghentikan langkahnya dan semakin melebarkan senyumannya saat melihat Melati nampak gugup dan canggung.


"Lalu Chery?" tanya Moses.


"Chery tidur sama mama malam ini, mama pengen memeluk Chery lebih lama. Chery juga sudah tidur saat ini, kalau dipindahkan kasihan takutnya malah kebangun"


"Oke, ayo kita ke kamar! aku sangat capek dan ngantuk saat ini" kata Moses sambil merangkul bahunya Melati.


Melati mengerem langkahnya. Dia belum pernah tidur satu kamar dengan seorang cowok, apalagi satu ranjang.

__ADS_1


Moses lalu membopong tubuhnya Melati, Melati kaget secara spontan teriak dan langsung menutup mulutnya takut kalau teriakannya terdengar sama mamanya.


Mereka masuk ke dalam kamar.


Moses meletakkan tubuh Melati di atas ranjang dengan pelan lalu melangkah kembali ke arah pintu dan menguncinya.


"Ke....ke...kenapa dikunci?" Melati langsung panik.


Moses tidak menjawab pertanyaannya Melati alih alih membuka kemejanya dan melepas celana panjangnya. Dia kini bertelanjang dada dan bercelana boxer.


Melati langsung menutup mata dengan kedua tangannya "kenapa buka baju dan lepas celana?"


"Hahahaha, panas nih, nggak ada AC kan, kalau nggak lepas baju bisa kegerahan aku, lagian aku masih pakai celana boxer kok, lihatlah dulu!"


Pelan pelan Melati membuka matanya dan langsung tertegun melihat tubuh atletis suami tampannya itu.


"Air liur kamu menetes tuh" Moses tersenyum jahil


Secara refleks, Melati mengusap bibirnya dengan punggung tangannya lalu merona malu saat tersadar kalau suaminya tengah mengerjainya.


Moses lalu melangkah untuk merebahkan diri di atas ranjang. Melati masih duduk. Melati tidak berani merebahkan diri di samping suaminya. Dia merasa sangat canggung.


"Tidurlah! aku nggak akan ngapa ngapain kamu!" kata Moses.


Melati menoleh ke arah suaminya lalu mulai merebahkan tubuhnya pelan pelan dengan posisi memunggungi suaminya dan berada di tepi ranjang.


Moses tersenyum geli menatap istrinya. Dia menghela napas dan berkata "Mel, kamu mau bernyanyi lagi nggak?"


Melati secara spontan memutar tubuhnya dan kini menghadap suaminya. Dia menyesali tindakannya tersebut dan hendak berbalik ke posisi awal tapi Moses menahannya.


"Aku hanya ingin memandang kamu, Mel. Nggak akan berbuat lebih, tolong kamu nyanyi lagi ya, lagu kesukaan kamu yang kemarin"


"Emm, Melati nyanyi lagu ciptaan kita berdua saja ya?"


"Kita nyanyi bareng!"


"Hah?" Moses langsung kaget.


"Aku juga pengen mendengarkan suara kamu" Melati tersenyum menatap suaminya.


Moses menggelengkan kepalanya "aku sudah lama tidak bernyanyi, sejak mama dan papaku meninggal aku sudah lupa caranya bernyanyi"


"Ayolah! demi aku!" mata Melati berbinar binar memohon.


Moses menghembuskan napas panjangnya lalu berkata "okelah, kamu buka dulu suara kamu, aku lupa bagaimana lagunya, hahahaha"


"Huh dasar! padahal kamu tuh yang cari nada nadanya" Melati mulai mengerucutkan bibirnya.


"Hahahahaha, faktor U, Mel. Jadi mudah lupa"


Melati langsung terkekeh geli lalu mulai membuka suara untuk membuka ingatannya Moses, lagu yang mereka bikin berdua kemarin.


Moses lalu mengikuti Melati untuk menyenandungkan lagu tersebut. Melati berhenti bernyanyi "suara kamu bagus, lanjutkan sendiri ya, Melati ingin mendengarnya sampai lagunya selesai!"


Moses tersenyum dan terus bernyanyi sampai lagunya selesai. Moses terus menatap istri cantiknya. Moses menikmati proses terjatuhnya Melati ke alam mimpi. Sangat alami dan sangat menggemaskan.


Melati benar benar tertidur pulas karena suara merdu suaminya. Moses lalu berdiri menyelimuti tubuh ramping istrinya lalu mencium pipi Melati dengan penuh perasaan "tidurlah dan mimpi indah ya, sayang" ucap Moses.


Kemudian bos tampan itu kembali merebahkan tubuhnya sembari memeluk pinggang ramping istri tercintanya. Dia pun ikutan terjatuh ke alam mimpi.


Mamanya Melati menatap Chery yang tengah tertidur pulas. "kamu cantik sekali, nak. Kasihan kamu tidak mengenal mama kandung kamu"

__ADS_1


Mamanya Melati lalu menaruh dua guling di sisi kanannya Chery biar aman dan Chery tidak terjatuh kalau dia tiba tiba tertidur lelap. Wanita yang nampak awet muda itu menepuk nepuk pelan dada kecilnya Chery. Tidak begitu lama dia pun tertidur lelap.


Melati terbangun pukul satu dini hari karena sudah menjadi kebiasaannya di jam segitu Chery akan bangun dan minta susu. Dia melihat suaminya masih pulas tidurnya, lalu mengangkat pelan lengan suaminya dari pinggang rampingnya "mau ke mana ?" Moses tiba tiba membuka matanya.


"Maaf membangunkanmu, sayang. Tidurlah lagi! aku mau bikin susu untuk Chery!"


Moses langsung duduk "biar aku saja!"


"Mana boleh?" Melati langsung menahan suaminya.


Moses menoleh ke arah istrinya "kenapa nggak boleh? aku kan papanya Chery"


"Iya, benar kamu papanya. Tapi Chery dan semua peralatannya saat ini berada di dalam satu kamar dengan mama aku"


"Aaah iya, aku lupa, bawa Chery ke sini saja, kasih minum susunya di sini aja, ya!?"


Melati tersenyum dan bergegas keluar kamar dan langsung menuju ke kamarnya.


Ceklek


Mamanya Melati langsung menoleh ke arah pintu dan tersenyum.


"Ma?" Melati menatap mamanya yang tengah memberikan susu ke Chery.


"Anak ini sangat pintar, nggak rewel, pantas saja kamu bisa langsung jatuh hati sama dia" kata mamanya Melati sambil tersenyum menatap Chery yang masih mengedot.


Melati duduk di samping Chery "iya dia pintar dan cantik"


"Baliklah ke kamar! Mama akan jaga Chery!"


"Baik, ma! terima kasih" Melati tersenyum dan melangkah kembali ke kamar di mana sang suami tercinta tengah menunggu kedatangannya.


Ceklek


"Lho mana Chery?"


"Mama sedang memberikan susu ke Chery. Kasihan kalau di bawa ke sini, Chery masih asyik mengedot"


"Mama kamu capek nanti, besok kan beliau harus kerja"


"Mama yang minta, mama itu keras kepala kalau sudah punya keinginan dan kemauan maka akan sangat sulit untuk membujuknya"


Mirip kamu, heeee. Kata Moses di dalam hatinya.


"Sayang, kamu bertelanjang dada sepanjang malam tidak takut masuk angin?"


"Nggak akan! aku punya fisik yang sangat kuat, jangan khawatir!"


"Maaf ya, rumah Melati nggak ada Ac-nya, kamu jadi kegerahan, emm, sebentar biar Melati nyalakan kipas anginnya ya?"


"Nggak usah, aku malah nggak tahan kena kipas angin. Perut aku malah jadi kembung nanti"


"Ooooo, atau mau Melati kipasi?" Melati beranjak bangun dan mengambil sebuah kipas yang terbuat dari kertas.


Melati kembali duduk di atas ranjang dan menghadap Moses, lalu mengipasi suaminya "tidurlah! biar Melati kipasi!"


Moses meraih tangannya Melati dan menaruh kipasnya lalu menarik Melati hingga terjatuh di atas dada bidangnya.


"Aku akan tidur jika memeluk kamu seperti ini" ucap Moses dan langsung memeluk erat tubuhnya Melati.


Melati langsung kaget, merona kemudian meronta ronta berusaha melepaskan diri dari pelukannya Moses. Moses mendengus kesal "Mel, kalau kamu gerak terus seperti ini, maka kamu akan membangunkan seekor singa, diam dan cepatlah tidur!

__ADS_1


Melati langsung mematung dan memejamkan matanya.


__ADS_2