
Alfa pulang ke rumah dengan senyum lebar saking bahagianya. Dia berniat menjumpai mamanya dan hendak menceritakan keputusan papanya yang telah mengijinkan Alfa untuk berkarir sebagai dokter.
Alfa mengetuk pintu kamar mamanya dan tidak ada sahutan. "apa mama sudah tidur?" gumamnya. Kemudian bocah tampan itu mencoba membuka pintunya dan tidak terkunci.
Alfa melangkah masuk dan menutup pelan pintu kamar mamanya, dia takut kalau mamanya sudah tidur dan akan terbangun jika dia membuat kegaduhan karena, Mamanya Alfa tidak menyukai kegaduhan.
Alfa mendengarkan percakapan mamanya dengan seseorang melalui sambungan ponsel.
"Ternyata anak kecil yang papanya mati itu namanya Melati Arumi Putri?" mamanya Alfa bersuara.
Mamanya Alfa hanya mengetahui perihal anak cewek kecil yang memergoki Dipo Herlambang mendatangi si penusuk bapak Teja Kusuma, tanpa mau tahu siapa namanya. Pokoknya yang dia tahu, siapapun yang mencoba menghalanginya untuk meraih harta sebanyak banyaknya, harus disingkirkan.
Alfa langsung menyembunyikan dirinya di belakang tembok yang membatasi ruang sofa dan ruang tempat tidur, agar tidak terlihat oleh mamanya.
"Di sini cewek itu? di mana sekarang?" mamanya Alfa nampak memijit keningnya dan mulai merebahkan diri di ranjang mewahnya.
"Kamu bodoh, membunuh seorang cewek aja selalu gagal, kalau dulu sewaktu cewek yang namanya Melati itu masih kecil dan berhasil kau bunuh dan Moses berhasil kau buang maka, tidak akan seperti ini jadinya, dasar bodoh! sekarang cari Melati dan bunuh dia, dia melihatmu saat kamu berbicara dengan si Scorpio. Kalau tidak kamu bunuh, maka akan jadi Boomerang buat kamu!"
Alfa langsung ternganga. Mama yang sangat dia kagumi dan hormati ternyata sekejam itu. "Melati akan dibunuh sama mama?" gumamnya tanpa bersuara.
"Apa?! dia bekerja di rumahnya Moses sekarang ini? dia tidak mengingat kamu? kapan kamu berjumpa dengannya?" Mamanya Alfa langsung terduduk tegak di atas ranjangnya.
Hening........
"Saat kamu tahu dia pacar anak kamu kenapa kamu tidak langsung mengambil tindakan?"
Apa Dipo Herlambang yang tengah menelepon mama saat ini? tanya Alfa di dalam batinnya.
Mamanya Alfa nampak mendengarkan si penelepon ponselnya dengan raut wajah yang menakutkan.
"Kamu gagal menculiknya lagi? dasar bodoh!
Alfa merasakan getaran emosi yang begitu besar menimpanya saat ini saat dia mendengarkan semua ucapan mamanya.
"Ada Alfa yang membantu Moses menggagalkan penculikannya cewek itu dan bayinya Moses? Alfa anakku?"
Alfa mengepalkan kedua tangannya. Dia sungguh meradang mendengar semua ucapan mamanya. Alfa kemudian melangkah ke arah mamanya dan berdiri di depan mamanya persis.
Brenda langsung memutuskan sambungan ponselnya dan menatap Alfa dengan heran.
__ADS_1
Alfa menatap mamanya dengan sorot mata yang penuh amarah.
"Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu?"
Alfa menarik sebuah kursi yang terletak di depan ranjang mamanya lalu duduk di atasnya, masih diam dan terus menatap mamanya dengan tatapan yang penuh amarah, kekecewaan dan kesedihan.
"Aku nggak nyangka mama sejahat itu" Alfa berkata sembari menggaruk nggaruk pelipisnya.
Mamanya Alfa nampak santai dan merasa tidak bersalah "apa yang kamu maksud, memangnya mama berbuat apa?"
Tetapi beberapa detik kemudian, mamanya Alfa sedikit menegang wajahnya.
Alfa menyeringai dan semakin merasa kecewa dengan mamanya.
"Nggak ada, ma. selamat beristirahat" Alfa kemudian bangkit berdiri dan melangkah keluar dari kamar mamanya.
Alfa mengurungkan niatnya untuk menginterogasi mamanya. Alfa berniat akan terus mengawasi mamanya secara diam diam, sampai dia benar benar paham apa yang sebenarnya telah terjadi. Jika berhubungan dengan keselamatannya Moses dan Melati, dia akan pasang badan untuk melindungi Moses dan Melati.
Mamanya Alfa kemudian mengangkat bahunya dan kembali merebahkan tubuh rampingnya "dasar anak yang aneh, sama anehnya dengan papanya. Apa dia mendengar percakapanku di telepon tadi? aahh, nggak, kalau dia mendengarnya pasti tadi, dia sudah mengamuk dan protes sama aku" Brenda kemudian mencoba untuk memejamkan matanya. Bahkan Brenda tidak merasa perlu untuk menunggui suaminya yang masih berbaring di rumah sakit.
Setelah melalui perjalanan yang panjang baik psikis maupun fisiknya, akhirnya Moses berhasil sampai di kamarnya dengan selamat hanya membawa luka di sanubarinya yang saat ini terasa begitu menyakitkan. Ray menginap di rumahnya Moses dan tidur di kamar tamu yang berada di lantai bawah.
Moses membersihkan badannya di kamar mandi dan berganti baju. Kemudian merebahkan diri di samping istri tercintanya.
Moses berbaring miring dan langsung melingkarkan lengannya di atas pinggang rampingnya Melati. Cowok tampan super kaya itu kemudian mencium kepalanya Melati.
Moses mulai sesenggukan dadanya terasa begitu sakit dan sesak. Dia dihinggapi rasa bersalah kembali. Tantenya, iya tantenya lah yang berada di balik semua peristiwa mengerikan yang Melati alami dua puluh tahun silam, yang telah merenggut papanya Melati dari anak perempuan satu satunya. Dia juga merasa marah, kecewa dan sedih saat mengingat nama Brenda yang mendalangi tragedi yang menimpa papa dan mamanya. Semakin hebatlah tangisnya Moses dan dia semakin mempererat pelukannya di tubuh ramping istri cantiknya.
Melati merasakan dirinya dipeluk dengan sangat erat dan mendengar kalau seseorang tengah menangis. Cewek cantik itu kemudian membuka kelopak matanya dan memutar badannya.
"Sayang? ada apa?" Melati kaget saat menatap suaminya tengah menangis dengan sangat deras.
Moses hanya mampu menggelengkan kepalanya dan masih sesenggukan, dia belum mampu untuk menceritakan semuanya kepada Melati.
"Sayang, sudah jangan menangis, Melati ambilkan minum ya" Melati hendak melepaskan diri dari pelukannya Moses tapi Moses menahannya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memelukmu dan jangan ke mana mana!"
Melati kembali merebahkan kepalanya di atas bantal "iya aku di sini" Melati mengusap air matanya Moses dengan penuh cinta lalu mencium kedua kelopak mata suami tercintanya itu.
Melati tiba tiba merasa begitu menginginkan suaminya, dia berinisiatif untuk bertindak lebih, secara pelan namun pasti, dia mencium bibirnya Moses.
Moses yang semula pasif, beberapa detik kemudian menjadi aktif, membalas ciumannya Melati dengan sangat liar dan panas.
Melati mendorong pelan tubuhnya Moses sambil terengah engah, dia berkata "sayang, aku menginginkanmu, ijinkan aku yang aktif ya? aku ingin belajar mengambil peran aktif saat ini?" Melati merona tetapi nampak bersemangat.
Melati berhasil menghentikan tangisannya Moses dan menggantinya dengan tawa ceria.
"Hahahaha, oke sayang, aku juga menginginkanmu tetapi aku merasa sangat capek saat ini, maka aku ijinkan kamu yang menjadi aktif saat ini. Aku menurut aja bosku, hahaha"
Melati merona malu "tapi jangan diejek dan jangan protes ya, Melati baru belajar nih!?"
"Oke, aku akan pasrah dan diam membisu menikmati permainanmu, bos, hahahaha"
Melati menepuk pelan dada bidangnya Moses dan terkekeh geli.
Kemudian bangkit dari tempat tidur dan menerjang tubuhnya Moses. Mencium bibirnya Moses dengan ritme yang memabukkan bagi Moses, ritme yang dimainkan Melati, berawalan lembut, pelan, kemudian secara dadakan menjadi cepat, dalam dan intens.
"Kamu ternyata hebat, sayang" Moses berbisik di sela sela serangannya Melati.
Melati mempererat pelukannya, menyentuh dan bergerak, tubuh Melati terasa empuk di atas tubuhnya Moses, membuat Moses kehilangan kendali diri yang memang sudah lemah sejak tadi.
Melati mendongakkan kepalanya dan menatap Moses "benar begini? kamu suka?"
Moses mengerang dan berkata "jangan berhenti sayang, dan iya aku suka, aaahhh!"
Melati menyeringai dan meneruskan aksinya.
Moses menjadi kelimpungan, dia langsung menarik Melati dan dia rebahkan tubuh ramping itu di bawah kungkungannya.
"Aku ingin menandaimu sekarang, kamu ternyata sangat pandai sayang, dari mana kamu mempelajarinya?" Moses menahan tubuh atletisnya dengan kedua tangannya yang dia letakkan di samping tubuhnya Melati.
Melati merona dan menjawab dengan malu malu "dari ponsel, heee, tadi aku searching cara untuk memuaskan suami, dan saat melihat kamu pulang tadi, aku ingin langsung mempraktekannya, maaf kalau aku kurang lihai dalam melakukannya"
"Hahahaha, kamu hebat sangat hebat sayang" Moses langsung melancarkan serangannya sebanyak dua kali. Membuat Melati berteriak histeris dalam kepuasan dan langsung melemah di saat Moses telah menyelesaikan serangannya.
__ADS_1
Moses kembali memakai kaos dan celana boxernya lalu menyelimuti tubuh istrinya yang masih polos. Jam raksasa teman setianya selama ini berdenting sebanyak lima kali. Moses mengecup kening istrinya "terima kasih cintaku" kemudian dia merebahkan tubuhnya di sampingnya Melati dan mulai memejamkan matanya.
Entah apa yang akan terjadi nantinya. Moses memilih untuk memikirkannya nanti. Yang pasti pada saat ini dia tengah merasakan kebahagiaan tiada tara yang baru saja dia dapatkan dari istri tercintanya.