My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku akan temani kamu


__ADS_3

Sang senja mulai menyapa. Moses menelepon Alfa dengan ponselnya.


"Fa? maaf tadi aku panik jadi lupa menanyakan tentang keadaan kamu? kena berapa jahitan telapak tangan kamu?"


"Entahlah aku nggak mau hitung jahitannya, nggak dapat nilai juga kalau benar hitunganku, heeeee. Gimana Melati dan Chery?" tanya Alfa dari UGD rumah sakit.


"Melati dan Chery baik baik saja. Terima kasih ya" jawab Moses.


Alfa, Rini, Ray, Pramono dan Awan masih menunggu di UGD tersebut. Dokter Erlangga masih mengurus administrasi dan mengawasi peracikkan obat obatan yang akan diberikan ke Alfa dan Awan.


"Bocah tengik itu masih di sana juga?" tanya Moses yang tidak mau menyebut nama Awan dengan bibirnya.


"Awan maksudmu? iya dia masih di sini. Luka dia tidak begitu parah karena aku berhasil memegang pisaunya sehingga tidak begitu dalam menusuk bahunya Awan"


"Terima kasih ya Fa. Maaf aku kembali merepotkanmu" Moses berterima kasih kembali kepada Alfa dengan sangat tulus.


"Merepotkan apa sih, kamu kan kakak aku, jadi sudah sewajarnya kalau aku bantu kamu. Jika nanti aku kesulitan, kamu juga pastinya bersedia untuk membantu aku, kan?"


"Emm, belum yakin juga sih, mau tidak ya, aku bantu kamu nantinya"


"Kamu........." Alfa mulai mendengus kesal.


"Hahahaha, tentu saja aku akan membantu kamu nantinya. Apapun yang menjadi kesulitanmu akan aku bantu karena, aku sudah memisahkan kamu dengan mama kamu. Mama kamu sudah ditangkap polisi, Fa. Maafkan aku ya" Moses berkata dengan penuh kesedihan.


"Aku yang seharusnya meminta maaf sama kamu. Mama aku sudah menyebabkan kamu mengalami begitu banyak penderitaan dan kesedihan. Maafkan aku, Mo"


Moses mengusap air matanya yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Alfa.


"Oke Mo, ni om Erlangga sudah datang, aku tutup dulu teleponnya ya"


"Hmm" Sahut Moses.


Alfa langsung memutuskan sambungan ponselnya dengan Moses.


"Fa, jangan nekat lagi seperti ini! kamu terluka cukup parah! kamu seorang dokter jadi harus jaga baik baik kedua tangan kamu itu" ucap Dokter Erlangga sembari geleng geleng kepala menatap Alfa.


"Jangan dibesar besarkan dong om, luka kecil gini" Alfa nyengir.


"Jangan kena air, jangan pegang kemudi mobil dulu, selama dua Minggu ke depan!" Dokter Erlangga mulai memberikan beberapa larangan untuk Alfa.


"Ini obatnya" Dokter Erlangga menyodorkan paper bag mungil yang berisi obat obatan ke Alfa.


"Oke, makasih om"


"Ini.......?" Dokter Erlangga menatap Rini.


"Saya Rini, Dok. Saya adiknya kak Ray"


"Dan juga pacarnya Alfa Elruno" Alfa berkata sembari tersenyum menatap Rini.


Rini tersenyum malu.


"Aaaa, selamat ya. Nak, kamu harus ekstra sabar sama Alfa. Dia itu unik" kata Dokter Erlangga sembari tersenyum lebar.


"Ayo kita pulang! kelamaan ngobrol sama om Erlangga bisa kebuka nanti semua rahasiaku, hahahahaha" Alfa bercanda dan kemudian pamit untuk melangkah menuju ke mobil sportnya.

__ADS_1


Ray kemudian menghampiri Dokter Erlangga. "Brenda dan Dipo Herlambang, sudah ditangkap polisi, Dok"


"Bagus! aku sudah tenang sekarang. Itu anaknya Dipo, kan?" tanya Dokter Erlangga ketika melihat sesosok pria muda seumuran Melati melangkah keluar dari ruang UGD dengan langkah gontai.


"Iya, benar. Dia tadi sama nekatnya dengan tuan Alfa, pasang badan untuk melindungi Melati"


"Kasihan dia. Papanya dan selingkuhan papanya tertangkap polisi sekarang ini. Dia pasti akan shock nanti kalau tahu papanya selingkuh selama ini" Dokter Erlangga mendesah penuh haru saat melihat langkah gontainya Awan.


"Saya permisi, Dok. Terima kasih untuk bantuannya dalam mengurus semua biaya adminstrasinya"


"Oke, hati hati" Kata Dokter Erlangga sembari tersenyum dan menepuk pelan pundaknya Ray.


Ray masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Joko.


Joko melajukan mobil tersebut sembari bertanya "ke kantor apa ke rumahnya tuan Moses, pak Ray?"


"Ke kantor dulu. Ada begitu banyak berkas yang harus aku ambil di kantor"


"Baik pak Ray"


Pramono masuk ke mobil anak buahnya dan langsung menuju ke istananya Moses untuk memberikan laporan


Awan masih duduk mematung di dalam mobilnya. Peristiwa yang tadi dia alami begitu cepat dan terasa seperti mimpi. Papanya sekarang telah ditangkap polisi.


"Bagaimana caraku untuk mengatakannya sama mama, nanti" gumam Awan lirih.


Awan menitikkan air mata dan mulai sesenggukan seorang diri di dalam mobilnya. Dan sialnya, di saat ini dia sangat membutuhkan sosoknya Melati bukannya Miracle, kekasihnya.


Alfa menyerahkan kunci mobil sportnya ke Rini "kamu yang bawa mobilnya ya!?" Alfa langsung melangkah masuk ke jok penumpang.


Alfa memasangkan seat beltnya Rini lalu bertanya "kenapa?"


"Galak nggak nih?"


"Hahaha, Yellow Bee sangat jinak dan baik, tidak galak sama sekali" Alfa berucap sembari tersenyum lebar membanggakan mobil sport kesayangannya.


"Siapa Yellow Bee?" Rini menoleh ke Alfa kemudian menautkan alisnya.


"Hahahaha, mobil ini aku namakan Yellow Bee"


"Oooo" Rini mulai terkekeh geli.


"Oke, aku akan coba mengendarainya ya, kamu harus berdoa agar kita selamat karena, aku belum pernah mengendarai mobil sport"


Alfa langsung terhenyak kaget sewaktu Rini mulai menginjak gas dan melajukan si Yellow bee. Alfa langsung berdoa dan nampak pucat. Rini mengemudikan Yellow bee dengan sangat kencang dan membuat jantung siapa saja yang berada di dalam mobil itu, menjadi bertalu talu menahan ketegangan.


"Sweety, hati hati! pelan pelan!" Alfa mulai berteriak frustasi.


"Kamu berdoa saja! aku terlanjur tertantang mengendarai Yellow Bee. Keren kan, baru pertama kali ini aku menyetir mobil sport Kaya gini, aaaa, menyenangkan sekali ternyata" Rini tersenyum kegirangan.


"Aaaa, hahahaha okay okay, ternyata kamu bisa liar juga ya Sweety, aku suka, hahahaha" Alfa tertawa lepas mendengar ucapannya Rini.


"Kemudikan Yellow Bee, ke mana saja kau suka. Mau putar putar kota atau ke luar kota sekalian juga tidak masalah. Aku akan tidur saja, daripada tegang dan jantungku tiba tiba copot, hahahaha. Kalau sudah sampai bangunkan aku!" Alfa mulai merebahkan jok mobil yang dia pakai untuk duduk. Bocah tampan itu langsung memejamkan matanya.


Rini menjawab "oke"

__ADS_1


Moses kini berada di ruang makan bersama dengan Melati dan Chery.


"Sayang, apa besok ada masalah yang sangat penting dan mendesak yang harus kamu urus di kantor kamu?"


"Nggak ada" jawab Moses dengan santainya.


"Sayang, aku besok nitip Chery selama tiga jam boleh? Dari jam delapan pagi sampai jam sebelas"


"Memangnya kamu mau ke mana?"


"Aku harus pergi ke kampus, besok" kata Melati sembari menyuapkan sepotong buah apel ke bibirnya Moses.


"Bukankah selama ini kuliah kamu secara daring? Learn From Home? untuk apa ke kampus?" ucap Moses sambil mengunyah potongan apel yang baru saja disuapkan oleh Melati.


"Aku harus menyerahkan proposal untuk skripsiku. Aku sudah boleh mengajukan uji makalah untuk maju sidang skripsi jadi, kalau lancar semua nantinya, aku bisa lulus lebih cepat" Melati tersenyum senang dan nampak begitu jelita di matanya Moses.


Moses mengusap rambutnya Melati dan tersenyum bangga melihat istrinya yang bukan saja cantik, baik hati, tapi juga sangat pintar.


"Dosen pembimbing kamu cowok atau cewek?" tanya Moses kemudian.


"Cowok" jawab Melati santai sembari menyuapkan sepotong apel ke Moses.


Moses langsung menunjukkan raut muka tidak suka lalu bertanya "berapa umurnya?"


"Dia masih muda, umurnya kalau nggak salah sama seperti kamu, tiga puluh tahun. Tapi kabarnya dia baru saja bercerai dengan istrinya. Itulah yang menyebabkan dia balik ke sini, dia tiba beberapa Bulan yang lalu, dari luar negeri, emm, dari Belanda kalau tidak salah. Dosen terpandai, dan termuda juga paling populer di kampusnya Melati, karena kata teman temannya Melati, dia sangat tampan" Kata Melati dengan polosnya.


"Uhuk uhuk uhuk" Moses langsung tersedak.


Melati mengambilkan air minum dan menyodorkannya Ke Moses lalu berkata "jangan tergesa gesa menelannya, sayang! ati ati kalau makan" Melati kemudian menepuk pelan pelan punggungnya Moses.


Moses meminumnya kemudian berucap "aku akan mengantarmu, besok. Aku juga akan ikut masuk ke dalam ruangan dosen itu untuk menemani kamu"


"Tapi, siapa yang akan menjaga Chery? akan memakan waktu yang sangat lama sekitar tiga jam nanti. Karena, makalah yang aku ajukan cukup rumit. Kasihan Chery kalau diajak"


"Akan makan waktu yang sangat lama dan kalian hanya akan berduaan saja di dalam ruangan dosen itu?" Moses mulai mendengus kesal.


"Iya. Memangnya kenapa?" Melati berucap dengan polosnya.


"Pokoknya aku akan antar kamu dan aku akan ikut masuk ke dalam, titik!" Moses berucap dengan sangat tegas.


"Lalu Chery?" tanya Melati mulai mengkhawatirkan Chery.


"Aku akan meminta tolong Alfa biar dia ajak Rini untuk menjaga Chery"


"Sayang, kasihan kak Alfa. Telapak tangannya kan masih sakit"


"Ijah yang akan mengurus Chery. Tugasnya Alfa hanya mengawasi Ijah saja. Kalau ada Rini, dia nggak akan protes"


Moses langsung mengirim pesan text ke Alfa. Meminta tolong sama Alfa untuk menyampaikan pesan ke Rini, bersediakah Rini, menjaga Chery, dari jam delapan pagi sampai jam sebelas, besok.


Alfa langsung menelepon Moses "Oke! ini kebetulan aku dan Rini juga lagi makan malam berdua. Rini bersedia. Besok pagi, aku dan Rini akan ke rumahmu jam tujuh tepat. Kebetulan kuliahnya Rini sore dan meetingku jam satu siang, jadi aman"


"Thank you, Fa" Moses langsung menutup sambungan teleponnya.


Moses langsung tersenyum puas menatap Melati "see! semua sudah beres kan? Besok aku akan antar kamu, titik"

__ADS_1


Melati hanya bisa menghela napas panjang dan menganggukkan kepalanya.


__ADS_2