
Raja, Ray, dan Moses tiba di rumahnya Alfa. Alfa menyambut mereka dengan penuh kehangatan dan rasa rindu. Celestia bahkan langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya om Mosesnya.
Rini memasak di dapur dan langsung mendapatkan komentar dari Ray "sekarang kamu bisa masak, nih?"
"Iya nih kak, aku cuma dosen dan jam dua belas siang sudah di rumah, banyak waktu luang jadi aku pakai untuk belajar memasak, heeee"
Alfa berucap sambil turun dari lantai dua rumahnya setelah mengantarkan Moses dan Raja ke kamar mereka. "Masakan Rini bahkan lebih lezat daripada masakanku lho Ray" kata Alfa. Alfa menuntut Moses, Raja, dan Ray menginap di rumahnya malam ini, oleh karena itu Rini sibuk memasak untuk menjamu mereka semua.
Alfa langsung membantu Rini memasak sambil sesekali mencuri curi kesempatan mendaratkan ciuman di pipinya Rini.
Ray kemudian berjalan ke teras belakang karena, ditarik sama Celestia, Celestia mengajak Ray bermain bola di teras belakang rumahnya yang cukup luas.
Moses kemudian turun dan duduk di meja makan "kamu kenapa tidak kelihatan menua sih, Fa?"
"Hahahaha, masak sih brother? aku sudah empat puluh dua lho, kamu empat puluh tujuh kan?"
"Iya, jarak umur kita cuma terpaut lima tahun tapi kamu kelihatan seumuran dengan Raja, shit! aku kalah keren, nih" Moses mulai mendengus kesal.
Rini dan Alfa tersenyum geli, kemudian Rini berucap "papanya Celestia sekarang ini hanya makan sayuran, ikan, dan semuanya serba dikukus, mungkin itu kak, yang bikin papanya Celestia jadi nampak awet muda"
"Aku juga mau ah, ngikuti jejak kamu Fa, aku sering minder jalan sama Melati, Melati tuh masih awet imut, gila istri aku itu, bahkan nampak masih abege, aku jadi was was kan, kalau dia dilirik orang" kata Moses.
"Heleh masih lebay aja kau brother! dilirik aja gak papa kali, orang kan punya mata" kata Alfa santai sambil menata masakan hasil kolaborasi dia dengan sang istri.
"Cih! enak aja, nggak rela aku, istri aku dilirik orang, emm, ini makanan dikukus semua, kan?" tanya Moses.
"Yang ini yang dikukus, aku sisihkan ya, biar kamu bisa bedakan! kamu cicipi dulu, kalau nggak suka, jangan dipaksakan!" kata Alfa.
"Aku mau makan yang dikukus, aku mau kayak kamu, awet muda, biar makin disayang sama istriku" kata Moses dengan polosnya.
Alfa dan Rini tertawa renyah melihat tingkah polosnya Moses.
Raja pun akhirnya turun dan bergabung dengan mereka.
"Raja selamat ya udah S3 kan sekarang ini? Om bangga sama kamu" kata Alfa.
"Terima kasih om, emm, om kok nggak berubah ya, awet muda gitu?" kata Raja.
"Tuh kan, benar kan kata aku, udah pokoknya aku mau makan kayak kamu, nggak mau daging dan goreng gorengan lagi" kata Moses.
"Terima kasih untuk pujiannya ya Raja, Mo"
"Aku kasih cinta deh ke kalian" Alfa tersenyum sembari memberikan tanda cinta dengan kedua tangannya dan mengarahkannya ke Raja dan Moses.
"Cih! kumat deh gilanya" ucap Moses sambil menggeleng nggelengkan kepalanya ke Alfa.
__ADS_1
Raja pun tertawa geli, Alfa dan Rini ikutan tertawa lepas. Rini kemudian melepas celemeknya, melipatnya dan dia taruh di tempat khusus celemek kotor lalu istri cantiknya Alfa itu, melangkah ke teras belakang rumahnya untuk memanggil Celestia dan Ray.
"Raja dan Chery dipastikan akan menikah setelah Chery lulus kuliah" kata Moses sambil mencicipi makanan kukus kesukaannya Alfa.
"Waaahhh! akhirnya jadian juga ya kalian, om dukung seribu persen deh" Alfa tersenyum lebar ke Raja.
Raja tersenyum senang dan berucap "terima kasih banyak, om
Alfa lalu menoleh ke Moses "gimana rasanya, cocok di lidah kamu?"
Moses menautkan alisnya sambil mengunyah makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya "emm, lumayan lah, yang penting bisa bikin awet muda, ya kan, soal rasa belakangan" kata Moses.
Alfa terkekeh geli dan berucap "huh! dasar kamu Mo, Mo, masih aja nggak berubah, masih suka semau gue"
"Kamu juga sama nggak berubah, masih saja gila!" semuanya pun kembali tertawa.
"Hei! Ray kamu masih sama juga ya, emm masih beku dan anteng heeeee" Alfa menoleh ke Ray.
"Iya nih kak Ray, padahal mbak Delia tuh ceriwis dan ramai lho, kok nggak terpengaruh sih?" kata Rini.
"Kalau satu rumah ceriwis dan ramai semua kasihan tetangganya dong" kata Ray tanpa ekspresi membuat semua yang ada di meja makan langsung tertawa terbahak bahak.
"Ray, Ray, dasar kamu itu! masih aja pinter ngeles, hahahahahaha" kata Alfa.
"Kalian belum nambah momongan?" tanya Moses.
"Rini yang masih susah untuk bisa punya momongan setelah operasi miom beberapa tahun yang lalu, aku yang hanya sebagai sponsor nurut aja sama pabriknya, kalau pabriknya udah fit ya tinggal gas pol aja, hahahaha"
Alfa kemudian mencium pelipisnya Rini "tapi kalau memang hanya punya satu anak juga nggak apa apa kok, aku kan orangnya nggak mau terlalu ngoyo, dibawa santai aja ikuti arusnya" kata Alfa.
Rini menoleh ke Alfa dan tersenyum penuh cinta.
"Iya aku setuju" kata Moses dan Ray secara bersamaan.
"Waaahhh kalian ternyata masih kompak juga ya, hahahahaha" Alfa tertawa ngakak melihat kekompakannya Moses dan Ray yang tidak berubah dimakan waktu.
"Punya adik kayak Elo, emang harus punya usus panjang alias sabar" kata Moses sambil meneruskan makannya.
Alfa tertawa lalu menoleh ke Raja "Chery gimana kabarnya? om kangen banget sama Chery" kata Alfa.
"Chery sebenarnya sudah mengecap pelajaran kuliah om, dia mengikuti program akselerasi tapi belum masuk kampus karena, kuota tempat duduknya masih penuh"
"Waahh, dia cerdas, bakat turunan dari om Alfa tuh" kata Alfa dengan polosnya.
"Cih! cerdasnya ya tentu saja nurun dari papanya, mana ada nurun dari omnya?" Moses mulai protes.
"Bisa dong, aku juga ikut program akselerasi, umurku dua puluh tiga tahun dan aku sudah lulus spesialis waktu itu, nah Celestia tuh nurun dari kamu, bakat ngeyel dan semau guenya, hahahahahaha"
__ADS_1
"Enak aja!" Moses dan Celestia berucap secara bersamaan.
"Nah itu buktinya! kalian kompak, kan? hahahahaha" kata Alfa.
Moses langsung menendang kakinya Alfa karena jengkel.
Alfa mengaduh dan semakin tertawa lepas diikuti yang lainnya.
Setelah selesai makan malam, Alfa membantu Rini mencuci piring, gelas dan perabot masak yang kotor. Alfa kemudian mencium bibirnya Rini "istirahatlah! biar aku yang selesaikan"
Rini mengusap lembut pipinya Alfa dan berucap "makasih ya sayang"
Rini melangkah menuju ke kamarnya. Setelah selesai membereskan dapur dan meja makan Alfa duduk di teras belakang menyusul Ray, Raja, dan Moses sambil membawakan teh khas Jepang dan camilan.
Mereka melepas rindu dan mengobrol disertai canda tawa khas mereka. Setelah puas dan malam semakin larut, mereka akhirnya masuk ke dalam kamar mereka masing masing.
Mereka langsung tertidur karena kecapekkan.
Keesokan harinya ketiga cowok yang sangat merindukan kekasih hati mereka masing masing, bangun pagi pagi buta, mandi, sarapan dan lansung duduk di teras depan rumahnya Alfa dan Alfa menemani mereka setelah Alfa selesai membuatkan sushi dan kue untuk menyambut kedatangannya Melati, Delia dan keponakan keponakannya. Sedangkan Rini masih sibuk di dapur memasak nasi goreng kesukaannya Melati, sahabatnya yang begitu dia rindukan.
"Apa kabar Indonesia?" tanya Alfa.
"Masih tetap sama. Kamu nggak ada rencana balik lagi ke Indonesia?" tanya Moses.
"Nggak bro, I love to stay here. Kerjaan juga lebih menjanjikan di sini" kata Alfa.
"Kalau aku pensiun nanti maybe I'll stay here, aku ajak Melati menghabiskan masa tua kami di sini" kata Moses.
"Iya, kita bisa menghabiskan masa tua kita bersama sama nanti" kata Alfa.
Moses tersenyum bahagia membayangkan dia dan Melati menghabiskan masa tua mereka di Jepang, penuh cinta dan kedamaian.
Tepat jam dua belas siang, Melati, Delia, anak-anak mereka, dan Gideon muncul di rumahnya Alfa.
Mereka langsung saling berpelukkan memekik penuh kebahagiaan melepaskan rasa rindu mereka yang begitu besar, satu sama lain. Mereka kemudian melanjutkan obrolan mereka sambil makan siang, menikmati masakannya Rini dan Alfa.
"Waah, Rin, kamu jago masak sekarang ya?" kata Melati.
"Makasih Mel" kata Rini.
Moses berbisik ke Melati "Rumi, mulai kemarin malam dan untuk seterusnya, aku hanya mau makan ikan, sayur dan makanan yang dikukus"
Melati menoleh ke Moses dan tersenyum senang "waaah bagus itu"
"Iya, aku pengen awet muda kayak Alfa, lihat tuh! Alfa nggak menua kan?" kata Moses.
"Sayang kamu juga nggak menua kok" Melati mengusap pelan pipinya Moses.
__ADS_1
"Itu di mata kamu Mel, kamu kan istrinya, di mataku, Moses sudah kelihatan kayak kakek kakek" goda Alfa.
Moses kembali menendang kakinya Alfa. Alfa mengaduh dan tertawa lepas diikuti semuanya