My Cute Nanny

My Cute Nanny
Cinta mampu merubah segalanya


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang dan lama, mereka akhirnya sampai di kota S.


"Stop!" Moses tiba tiba berteriak.


Joko langsung mengerem mendadak mobil mewah miliknya Moses Elruno.


"Ada apa tuan?" Joko bertanya dengan heran dan takut kalau dia telah melakukan suatu kesalahan tanpa dia sadari.


"Mundur, Ko! aku mau mampir di butik yang kita lewati tadi" jawab Moses.


Joko akhirnya memundurkan mobil mewah tersebut secara pelan pelan.


Melati langsung mengarahkan pandangannya ke belakang. Untuk melihat butik apa yang ingin disinggahi suaminya.


"Oke, kita sudah sampai, berhenti Ko!" kaya Moses.


Melati menoleh ke kanan dan membaca nama butik tersebut. "Chika Butik Pakaian Dalam" Melati langsung menoleh ke Moses.


"Ray, kamu tidak usah turun!" kata Moses saat melihat Ray melepas seat beltnya.


"Aku dan Melati akan turun sebentar, tolong jaga Chery ya?!"


"Baik, tuan" Jawab Ray yang langsung turun untuk pindah duduk di jok belakang untuk menjaga Chery.


"A...a..apa? kenapa kita harus ke situ? untuk apa?" Melati mulai panik dan kebingungan. Masuk ke dalam butik khusus pakaian dalam wanita bersama dengan Moses Elruno? aaahhh, bisa gila aku. Batin Melati.


""Ayo turun! kasihan Ray, dia sudah nunggu di depan pintu" kata Moses.


Akhirnya Melati membuka pintu mobil tersebut dan melangkah turun. Moses mengikuti langkahnya Melati. Ray, langsung melompat masuk ke dalam mobil untuk menjaga Chery.


Melati masih mematung dan terus menatap butik tersebut. Aku nggak masuk sama kamu hiks hiks hiks. Aku malu. Batinnya Melati mengerang frustasi.


Moses merangkul bahu istrinya dan memaksa Melati untuk mulai melangkah. Melati berusaha mengerem langkahnya dengan sekuat tenaga sehingga membuat Moses langsung berbisik "masuk ke butik! atau aku kasih first kiss?"


Melati melepaskan diri dari rangkulannya Moses dan langsung melangkah lebar untuk segera masuk ke dalam butik tersebut sambil bergumam gumam nggak jelas.


"Hahahahaha" tawa Moses langsung menggelegar di udara "kamu sangat menggemaskan, Mel" Moses terus tersenyum geli melihat tingkah polah istrinya itu.


Mereka akhirnya masuk ke dalam butik tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya salah satu karyawan dari butik tersebut sembari memberikan senyum termanisnya saat melihat ketampanannya Moses Elruno.


Karyawan butik yang lainnya juga langsung mendekat dan bersikap ramah sama Moses.


Apa apaan ini, kenapa semuanya langsung mendekat dan menatap suamiku dengan senyum menggoda? Melati merasa kesal dan langsung melingkarkan kedua tangannya di lengan kekar suaminya. Moses melirik Melati dan tersenyum senang saat melihat istri cantiknya itu mulai bersikap posesif.


"Tolong tunjukkan pakaian dalam terbaik dan termahal untuk istri saya, ini" jawab Moses sambil mencium puncak kepalanya Melati.


"Oooo, ini istri tuan, mari ikut saya nyonya" kata Karyawan tersebut.


"Tidak! jangan bawa dia!" Moses mengajak Melati untuk duduk kemudian berkata "tunjukkan saja beberapa pakaian dalam, aku dan istriku akan menunggu di sini"


"Baik, tuan. Tunggu sebentar!" karyawan butik itu pun segera meninggalkan pasangan suami istri itu, untuk mengambil beberapa pakaian dalam terbaik dan termahal yang ada di butik tersebut.


Melati menoleh ke suaminya dengan heran dan berbisik "sayang, aku malu"


"Kenapa harus malu, kita kan beli" Moses menjawab dengan setengah berbisik.

__ADS_1


"Iya, tapi.........."


"Ini tuan, silakan dipilih" kata kata karyawan butik itu langsung menghentikan ucapannya Melati.


Blush


Wajah Melati langsung merona saat melihat pakaian dalam yang sangat seksi, berenda, dari bahan satin dan sutra. Warnanya sangat mencolok, merah darah, hitam pekat, putih tulang dan kuning terang.


"Aku mau semuanya" jawab Moses.


"Baik, tuan. Ukuran berapa, nyonya?" tanya karyawan toko tersebut ke arah Melati.


"Aaahh, a...a....apa?" Melati terlonjak kaget.


Moses tersenyum geli dan berbisik di telinganya Melati "dia bertanya, berapa ukuran kamu?"


Melati langsung menutup kedua lubang telinga milik suaminya dan menjawab"Bra 34 dan CD ukuran M"


Karyawan toko tersebut mengulum senyum dan menjawab "baik nyonya, segera saya siapkan"


Moses menghela napas panjang dan menarik kedua tangan Melati dari telinganya "kenapa menutup telingaku?"


"Aku malu, sayang. Maaf ya" kata Melati dan langsung menundukkan kepalanya.


Moses menatap Melati. Kenapa dia sangat menggemaskan saat ini. Aaah, sial! aku ingin sekali menciumnya saat ini. Batin Moses mulai meronta. Nalurinya sebagai seorang laki laki mengalahkan akal sehatnya dan sejenak melupakan janjinya untuk tidak mencium Melati, sebelum Melati mengijinkannya.


Moses terus mendekatkan wajahnya ke wajah Melati dia sudah tidak kuasa menahan keinginannya untuk mencium istrinya itu.


Tiba tiba....


"Emm, tunggu sebentar. Apa di sini ada lingerie?" tanya Moses dengan polosnya.


Melati langsung mendongakkan wajahnya memberi kode ke karyawan butik tersebut untuk menjawab tidak tapi.........


"Ada, tuan" karyawan butik tersebut mengulum senyum menatap Melati.


Melati meringis ke arah karyawan butik tersebut. Aaah sial! dia tidak paham dengan kode yang aku berikan. Hiks hiks hiks. Melati kembali merasa kesal dan malu.


"Bawakan yang terbaik dan termahal! ukurannya sama seperti yang disebutkan istriku tadi" kata Moses.


"Baik, tuan. Saya akan segera kembali" Karyawan butik itu kembali meninggalkan Moses dan Melati untuk mengambil beberapa potong lingerie.


"Sayang, aku masih punya banyak pakaian dalam" kata Melati lirih.


"Aku tidak suka modelnya" jawab Moses santai.


"Tapi apa urusannya dengan kamu? yang pakai kan aku? kok kamu yang rewel? aku suka kok sama model pakaian dalam yang aku punya selama ini" kata Melati sambil cemberut dan mulai protes.


"Aku suami kamu. Istri wajib membuat senang suaminya" kata Moses.


"Apa kaitannya model pakaian dalam, dengan membuat senang seorang suami?" Melati masih kebingungan.


Moses berbisik "yakin, kamu mau tahu jawabannya? setelah ini kita ke hotel dulu kalau begitu"


Blush


Melati langsung merona dan mematung saat mengerti apa maksud dari suaminya.

__ADS_1


"Mel?" Moses memanggil Melati sembari mengulum senyum menahan geli.


Melati langsung menggeleng nggelengkan kepalanya.


"Hahahaha, kamu kenapa, kok pucat gitu dan geleng geleng kepala, hahahaha" Moses langsung tergelak geli.


"Tuan, ini lingerienya. Silakan dipilih!" kata karyawan butik tersebut.


Melati menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat model lingerienya.


"Bungkus semuanya" Moses lalu berdiri dan mengikuti langkah karyawan hotel tersebut menuju ke kasir untuk membayar semuanya.


"Total semuanya tujuh puluh lima juta rupiah, tuan" kata petugas kasir dari butik tersebut.


Melati ternganga. "Untuk sepuluh pasang pakaian dalam dan lima buah lingerie, kenapa banyak sekali totalannya?" gumam Melati.


Moses menyerahkan kartu saktinya yang berwarna emas.


Petugas kasir tersebut menerima kartu yang disodorkan Moses dan tersenyum ramah karena, dia langsung paham kalau orang yang di hadapannya sekarang ini, bukanlah orang sembarangan. Pasti sangat kaya. Karena pemilik kartu berwarna emas di negara ini sangatlah terbatas. Hanya untuk kalangan atas.


Melati terhenyak lemas dan langsung bersandar di kursi tempat dia duduk menanti suaminya. Mahal sekali harganya. Kalau dibelikan pakaian dalam seperti punyaku selama ini, bisa dapat banyak sekali bahkan bisa dipakai untuk satu kelurahan. Batin Melati.


Moses menyelesaikan pembayarannya dengan lancar kemudian menenteng paper bag yang berisi pakaian dalam dan lingerie untuk Melati lalu melangkah mendekati istrinya.


"Mel, ayo kita makan siang dulu baru ke rumah kamu!"


Melati langsung berdiri dan melangkah mengikuti suaminya.


Mereka masuk kembali ke dalam mobil dan Ray, balik ke posisi dia, duduk di sampingnya Joko.


Melati meraih Chery ke dalam pelukannya. Melati menciumi Chery dan Chery terkekeh geli. Melihat senyum Chery, membuat Melati langsung melupakan soal pakaian dalam dan lingerie tadi.


Moses tersenyum bahagia melihat tawa kedua bidadari cantiknya.


"Ray, kita makan siang dulu sudah jam satu nih, aku sangat lapar"


"Baik, tuan! Ko, kita ke restoran biasanya ya?" kata Ray.


"Emm, kak, tunggu sebentar! Melati nggak pengen ke restoran, emm Melati kangen makanan khas kota ini, boleh nggak kita ke warung makan langganannya Melati, sayang?" Melati menoleh ke suaminya.


"Hmm, baiklah! kasih arahan ke Joko di mana letak warung langganan kamu itu!" jawab Moses sambil mengelus pelan rambutnya Melati.


Meluncurlah mereka menuju ke warung langganannya Melati yang menjual tahu kupat. Makanan kesukaannya Melati.


Moses mengerutkan dahinya saat mereka telah sampai di depan warung tersebut.


"Kecil sekali tempatnya? mana ramai kaya gitu, Mel?"


"Justru itu sensasinya, ayo kita turun !" Melati turun sembari menggendong Chery memakai selendang.


"Tuan?" Ray masih nampak ragu untuk turun.


Ray paham betul kalau tuan besarnya itu, tidak suka tempat yang ramai dan berisik.


Moses akhirnya turun dari mobil dan langsung mengikuti Melati.


"Aaaah, cinta memang mampu merubah segalanya. Ayo turun Ko!" kata Ray.

__ADS_1


__ADS_2