
Ketika sang tuan besar beserta nyonyanya telah melangkah masuk ke dalam kamar, Delia dan Ray berdiri, menganggukkan kepala mereka, lalu melangkah keluar meninggalkan kamarnya Moses.
Chery membuka mata berucap "ma ma ma ma ma"
Melati langsung berlari dan merengkuh Chery ke dalam pelukannya "anak mama yang cantik dah bangun ya?" Melati menciumi wajah putrinya. "Kita mandi yuk!" Melati melangkah menuju ke kamar mandi.
Moses langsung tanggap, cowok tampan itu mengambilkan baju ganti untuk Melati dan Chery, lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi "Sayang, aku tinggal belanja dulu ya" Moses mencium keningnya Melati dan pipi gembulnya Chery yang nampak cerah ceria berendam di dalam bath-up dengan mama tercintanya.
Melati mendongakan kepalanya dan berucap "iya, tapi jangan lama lama ya"
Moses tersenyum, menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan anak dan istrinya.
Moses berganti baju dan keluar kamar untuk mendapati Ray dan langsung mengajak Ray belanja. Delia ditugaskan Moses untuk tetap di rumah menjaga Melati dan Chery.
Meluncurlah mereka ke sebuah supermarket yang cukup terkenal dan lumayan lengkap untuk berbelanja kebutuhan sehari hari, yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya Moses.
Moses membacakan bahan bahan untuk membuat sushi yang dia ambil dari internet dan Ray yang bertugas mencari dan memasukkan ke dalam keranjang belanjaannya mereka.
Setelah semua beres, Moses kemudian berkata ke Ray "emm, sebentar Ray! sepertinya ada yang masih kurang, emm apa ya?"
Ray menoleh ke arah tuannya dan langsung membeku.
Seorang cewek cantik sudah berdiri di sampingnya Moses dan berucap "kalau mau bikin sushi, ditambahi kucai akan lebih enak, kamu kurang ambil kucainya"
Moses tidak berani menoleh dan langsung membeku karena, dia sangat hapal dengan suara merdu yang kini terdengar lekat di pendengarannya.
"Mo apa kabar?" tanya cewek itu ketika dilihatnya Moses tidak menoleh dan tidak merespon ucapannya.
Moses kemudian melangkah maju dan tidak mempedulikan cewek itu. Ray langsung mengikuti langkah tuannya.
"Mo, tunggu!" cewek itu mengejar Moses dengan langkah lebar setengah berlari.
Moses dan Ray telah sampai di salah satu kasir yang ada di dalam supermarket tersebut dan mulai mengantre. Moses mengambil langkah di depannya Ray dan terus menatap ke arah depan ketika dia menyadari cewek itu ikutan antre di kasir yang sama dengannya dan berdiri di belakangnya Ray.
"Kamu Ray, kan? apa kabar?" tanya cewek itu.
"Baik" jawab Ray singkat.
"Lalu Moses? apa dia baik baik saja selama ini?" cewek itu bertanya dengan suara merdu dan sangat lembut. Suara itu mampu menggetarkan hati setiap cowok yang mendengarnya.
Ray menghela napas dalam dalam untuk menguasai diri dari godaan suara itu dan berucap "tuan Moses hidup dengan sangat baik selama ini bahkan tuan Moses Elruno telah menikah dan memilik dua orang anak sekarang ini"
Cewek itu menghela napas panjang dan berucap *syukurlah" tapi kekecewaan terdengar di nada suaranya.
Moses telah selesai melakukan pembayaran untuk semua belanjaannya. Kemudian melangkah lebar meninggalkan kasir dan meninggalkan cewek itu.
Cewek itu hanya bisa tersenyum kecewa menatap kepergiannya Moses.
Ray dan Moses berhasil masuk ke dalam mobil dengan aman. Tiba tiba, pintu jok mobilnya Moses dibuka oleh wanita tadi.
__ADS_1
"Ray tolong tinggalkan kami sebentar, bisa?"
Ray hendak keluar dari dalam mobil tapi Moses berkata dengan tegas "Ray, Jangan pergi, tetap di dalam mobil!"
"Mo, ada begitu banyak kata yang ingin aku jelaskan sama kamu, paling nggak, kasih aku kesempatan untuk meminta maaf sama kamu. Aku minta waktu kamu beberapa menit saja, bisa? aku mohon, demi masa lalu kita, demi aku supaya aku bisa tenang di dalam hidupku dan terbebas dari rasa bersalah karena dulu aku meninggalkanmu tanpa pamit"
Moses ingin menoleh dan menatap cewek itu tapi dia takut kalau dia tidak bisa menguasai diri dan tergoda lagi. Moses menarik napas dalam dalam dan menghempaskannya dengan kasar lalu berucap "apa itu penting? semua sudah berlalu dan sudah aku lupakan"
"Kalau benar kamu sudah lupakan semuanya, kenapa kamu takut untuk menatapku sekarang ini dan kamu takut untuk berbicara denganku?" cewek itu mengulas senyum seksinya.
Moses langsung mendorong pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil, Chiasa memundurkan langkahnya. Moses kemudian menatap cewek itu sembari mengeraskan bibirnya.
"Aku tidak takut menatapmu. Sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan! aku beri kamu waktu lima menit"
Cewek itu tersenyum menatap Moses "kamu semakin dewasa sekarang ini, semakin keren juga tampan, aku merindukanmu, Mo. Sungguh!"
Kenapa kamu meninggalkanku? kenapa kamu pergi waktu itu? kenapa kamu menghilang tanpa kabar? apa salahku? apa kekuranganku? Moses ingin sekali memuntahkan semua tanya itu dari mulutnya kepada wanita yang dulu begitu dia cintai, tetapi dia tahan dengan sekuat tenaga di dalam hatinya, semua tanya itu.
Shit! dia semakin matang, cantik, anggun, elegan, seksi dan wangi parfumnya............ masih sama.......... wangi kesukaanku. Moses mengumpat di dalam hatinya.
Moses mulai mengalihkan pandangannya, dia akui kalau saat ini dia merasa tidak tahan untuk terus menatap pesona dari seorang Chiasa dan dia kembali berucap "kalau hanya itu yang mau kamu katakan, aku pergi. Anak dan istriku sedang menungguku saat ini" Moses hendak masuk kembali ke dalam mobilnya tapi tangan Chiasa menarik lengannya Moses.
"Jangan pergi dulu, maafkan aku ya, Mo! Aku tidak ada niat untuk meninggalkanmu saat itu. Aku.........."
"Lupakan aku, lupakan masa lalu kita! kamu sudah menikah, aku juga sudah menikah. Aku sangat mencintai istriku. Aku tidak peduli dengan semua alasan kamu saat kamu meninggalkanku dulu" keseriusan ada di dalam nada bicaranya Moses.
"Benarkah kamu tidak peduli dan tidak ingin tahu kenapa aku begitu tega dan terkesan jahat karena meninggalkanmu begitu saja kala itu? benarkah Mo, kamu sudah tidak peduli dengan aku dengan masa lalu kita? kenapa aku tidak percaya? semua tanya tersirat dalam sorot mata kamu saat ini, aku bisa melihat dan merasakannya, Mo" kata Chiasa.
"Kamu ingat kata kataku? kalau aku akan menjadi Chiasa untuk kamu, aku akan menjadi seribu pagi untukmu? aku masih seperti itu, Mo" Chiasa kembali mengulas senyum seksinya.
Moses mendengus kesal dan masuk ke dalam mobil kembali, membanting pintu mobilnya di depan Chiasa dan langsung menguncinya "jalan Ray!" perintahnya untuk Ray.
Ray langsung melajukan mobilnya dan Chiasa hanya bisa menatap kepergian Moses dengan sorot mata penuh kekecewaan, kesedihan, kerinduan, dan cinta yang masih ada dan masih begitu besar dia rasakan untuk seorang Moses Elruno.
Moses merebahkan kepalanya di atas jok mobilnya dan berkali kali menghela napas panjang. Cowok tampan suaminya Melati itu mencoba untuk melepaskan semua rasa yang berkecamuk di dalam benak dan hatinya saat ini.
"Tuan, anda baik baik saja?" tanya Ray.
"Hmm" Moses memejamkan matanya.
"Anda hebat tuan, anda bisa menguasai diri anda di depan Keiko tadi" kata Ray.
"Hmm" Moses masih memejamkan matanya.
Kalau itu saya, tuan.....entahlah mungkin saya akan luluh dan kembali jatuh ke dalam pelukannya Keiko. Memang pesonanya Keiko tidak pernah pudar. Batin Ray.
__ADS_1
Mereka akhirnya sampai di rumah. Moses langsung mengajak Melati untuk memasak sushi. Moses berusaha untuk melupakan perjumpaannya dengan Keiko alias Chiasa. Chery bermain di ruang tengah dengan Delia dan Ray.
Moses banyak diam dan merenung ketika mendampingi Melati dalam memasak sushi. Melati melirik suaminya dan merasa heran. Sejak pulang dari belanja, Moses menjadi sedikit aneh dan tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya tidak seperti biasanya.
"Sayang, kamu sakit?" tanya Melati sembari menata sushi yang telah berhasil dia buat di atas sebuah nampan.
Moses mengaduk adu saus sushinya kemudian menjawab pertanyaannya Melati "Hah? oooo, nggak, aku baik baik saja kok"
"Kenapa sejak pulang dari belanja, kamu diam saja? kamu capek?" tanya Melati kemudian menangkup wajah suami tampannya dengan kedua tangannya.
Moses meraih salah satu dari tangannya Melati dan mengecupnya "hmm, sedikit capek, mungkin"
"Istirahatlah dulu! maaf ya, aku suruh kamu belanja tadi, emm, bakar bakarannya besok aja kalau gitu" kata Melati.
"Aku baik baik saja, kita makan yuk! setelah ini aku akan ajak kamu menemui klienku, aku akan mulai bahas bisnisku dengan klienku sore ini, biar cepat kelar jadi besok kita sudah bisa balik ke Indonesia" Moses mengecup pipinya Melati.
"Oke" Melati kemudian memanggil Delia dan Ray untuk bergabung makan bersama.
Moses kembali diam dan banyak membisu bahkan ketika Chery menjahilinya, papa tampannya Chery itu hanya tersenyum kecil dan mencium pipi gembulnya Chery.
Melati bisa merasakan ada yang tidak beres dengan suaminya. Tetapi dia mencoba untuk bersabar dan tidak memaksa Moses untuk bercerita ketika dilihatnya Moses belum berniat untuk berbagi cerita dengannya.
Ray yang paling mengerti apa yang terjadi dengan tuannya hanya bisa menghela napas panjang.
Beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan makan sore mereka dan mereka segera meluncur ke buah restoran mewah untuk mulai membahas bisnisnya Moses dengan kliennya.
Mereka akhirnya sampai di restoran tersebut. Melati langsung pamit ke toilet untuk membersihkan bibirnya Chery yang belepotan.
Moses, Ray dan Delia langsung masuk dan duduk di sebuah meja yang masih kosong. Klien mereka ternyata belum sampai di restoran tersebut.
Melati telah selesai mencuci tangan dan mulutnya Chery kemudian melangkah menuju ke meja suaminya, tiba tiba bahunya ditepuk oleh seseorang.
Melati memutar badannya dan langsung memberikan senyum ramahnya.
"Selamat sore nyonya, kita berjumpa lagi" kata Chiko, cowok yang tadi bertemu dengan Melati ketika Melati menangis di pantai.
"Selamat sore" sahut Melati.
"Maaf saya tergesa gesa, suami saya tengah menunggu saya saat ini" kata Melati sembari melangkahkan kakinya.
Tetapi Chiko melangkah di sampingnya Melati.
"Kenapa anda mengikuti saya?" tanya Melati.
"Putri anda sangat cantik seperti anda nyonya. Hai, cantik" Chiko melambaikan tangannya ke arah Chery. Chery tersenyum ke arah Chiko.
Melati menoleh ke Chiko "anda belum menjawab pertanyaan saya, kenapa anda mengikuti saya?"
"Anda akan tahu nanti" jawab Chiko sembari tersenyum.
__ADS_1