My Cute Nanny

My Cute Nanny
Awan, aku menantimu


__ADS_3

Awan mengantarkan Miracle kembali ke hotel tempat dimana Miracle menginap. Miracle melepas seat beltnya dan hendak keluar dari dalam mobilnya Awan tetapi, lengannya langsung ditahan oleh Awan.


Miracle menoleh menatap lengannya lalu mengalihkan pandangannya untuk menatap Awan.


"Besok, aku akan membantu kamu pindah ke asrama. Jam berapa kamu mulai masuk ke asrama?" tanya Awan sambil terus menatap bibirnya Miracle, bibir itu masih tampak sedikit bengkak dan basah akibat dari ulahnya.


"Siang jam dua belas aku check out dari hotel. Papa dan mama balik ke Jerman jam delapan pagi" jawab Miracle.


"Boleh aku turun untuk menemui papa dan mama kamu sekarang?" tanya Awan serius.


"Jangan sekarang, Wan!" ucap Miracle.


"Oke, aku besok ke sini jam dua belas tepat untuk mengantar kamu ke asrama" Kata Awan sembari mengusap bibirnya Miracle dengan jemari jempolnya.


Di saat Awan hendak mencium bibir itu kembali, Miracle langsung beranjak keluar dari mobilnya Awan.


"Kalau sudah ada kata iya dari aku, baru boleh cium bibir ini lagi" kata Miracle sembari menyentuh bibirnya sendiri dan langsung berbalik badan untuk masuk ke dalam hotel.


Moses mengantar Melati dan Chery ke kamar setelah mereka menyelesaikan sarapan.


Ray, mengekor tuannya.


Moses mencium Chery dan tanpa sadar setelah mencium Chery, Moses mencium pucuk kepalanya Melati dan berbalik badan meninggalkan Chery dan Melati.


Melati langsung mematung. Apa apaan nih, kok tuan mencium Melati juga, emm, tapi kenapa aku merasa senang dicium sama tuan Moses barusan, walaupun cuma di pucuk kepala tapi kenapa rasanya seperti kena setrum berjuta juta voltase. Melati senyum senyum sendiri dengan semua kata yang ada di dalam benaknya saat ini.


Ray, juga kaget saat melihat tuannya mencium pucuk kepalanya Melati secara spontan tadu. Tetapi asistennya Moses itu hanya bisa diam dan tersenyum senang.


Moses dan Ray langsung menghentikan langkah mereka saat melihat tamunya Moses yang tengah duduk dengan muka tegang, di ruang tamunya konglomerat muda nan tampan itu.


Moses mendengus kesal dan melangkah menuju ke ruang tamu.


Bram dan Cleo langsung berdiri menganggukkan kepala mereka saat Moses datang dan langsung duduk di depan mereka. Sedangkan Alfa tetap duduk manis di atas sofa cantiknya Moses Elruno.


"Duduklah!" perintah Moses kepada Bram dan Cleo.


"Terima kasih tuan" ucap Bram dan Cleo secara bersamaan sembari duduk kembali.


"Brother, dimana Melati?" tanya Alfa.


Moses menoleh ke arah Alfa dengan sorot mata kesal "Melati tidak bisa diganggu"


Moses lalu mengalihkan pandangannya untuk menatap Bram "ada perlu apa kemari?" tanya Moses penuh wibawa.


"Saya ingin meminta maaf atas kelakuan putri saya kemarin, tuan" kata Bram.


Cleo terus menatap Alfa. Tampan dan keren sekali dia. Awan, tidak ada apa apanya nih. Batin Cleo tanpa dosa.



"Hey girl, why are you looking at me like that? let me introduce my self, my name is Alfa and............"


Bram menyentuh bahu putrinya dan berkata tegas "minta maaf sama tuan Moses!"


Cleo melonjak kaget dan langsung berkata "maaf, tuan" tanpa punya keberanian untuk menatap Moses.


Alfa mengernyitkan dahinya. Ada masalah apa nih? Batin Alfa bingung.


"Ray, panggil Melati ke sini!" perintah Moses.


"Iya, Ray! aku setuju, panggil Melati ke sini!" sahut Alfa sambil tersenyum lebar karena senang, dia akan bertemu dengan Melati.


Ray menoleh sekilas ke arah Alfa sambil menggeleng nggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tuan, Melati pacarnya Awan, tinggal di sini?" tanya Bram bingung.


"Iya! dia adikku" jawab Moses dengan santainya.


"What?! what kind of sister is that?" Alfa mulai protes.


Moses menatap Alfa dan mendengus dengan kesal.


"Calm down brother, hahahaha, aku nyimak aja deh, hahahaha" sahut Alfa.


Cleo menoleh dan menatap Alfa lagi. Cakep, santai, keren dan kocak. Tipe aku banget nih. Batin Cleo senang.


Alfa tersenyum membalas tatapannya Cleo. Tetapi di dalam hatinya Alfa, dia merasa risih dengan tatapannya Cleo. Agresif juga ya cewek ini. Kata Alfa di dalam hatinya.


Tidak begitu lama Melati masuk ke dalam ruang tamu yang dikelilingi kaca transparan itu. Sedangkan Raymond memutuskan untuk tinggal di kamarnya Melati, menjaga Chery.


"Hai, Mel" sapa Alfa sambil tersenyum sumringah, bisa melihat kembali wajah cantik pujaan hatinya.


Melati tersenyum ke arah Alfa kemudian duduk di samping tuannya.


Melati masih nampak bingung. Kenapa dia dipanggil untuk menemui tamu dari tuan besarnya itu.


"Minta maaflah sama Melati!" kata Moses ke arah Cleo.


Cleo yang masih asyik menatap Alfa, melonjak kaget dan secara spontan menoleh ke arah Melati.


"Turuti kata kata tuan Moses! minta maaflah sama Melati!" kata Bram papanya Cleo.


Cleo menghela napas kesal dan berkata lirih "maafkan aku!"


"Iya Cleo, aku sudah............"


"Lebih keras dan harus dengan tulus!" Moses berkata tegas ke Cleo. Ucapannya Moses itu membuat Melati tidak jadi melanjutkan kata katanya.


Cleo langsung berdiri menundukkan kepalanya menghadap Melati dan berkata dengan lantang dan berusaha terdengar tulus "maafkan aku!"


"Duduklah Cleo, aku sudah memaafkan kamu" jawab Melati.


Cleo duduk kembali dan masih menundukkan kepalanya.


"Mana ucapan terima kasih kamu?" tanya Moses kemudian.


Cleo mendongakkan kepalanya dan bertanya dengan heran "kenapa saya harus mengucapkan terima kasih, tuan?"


"Memang kamu ini benar benar orang yang tidak punya sopan santun! Melati sudah memaafkan kamu dan kamu merasa tidak perlu berterima kasih?!" Moses mulai kesal dan mulai meninggikan nada bicaranya.


Bram semakin merasa malu dengan tingkah putri tunggalnya itu.


"Te....te...terima kasih, Mel" ucap Cleo kemudian.


"Tuan maafkan saya karena, gagal mendidik putri saya" kata Bram.


"Hmm" Moses hanya menjawab singkat dan menatap Bram dengan sorot mata kesal.


"Kalau begitu kami permisi pulang, tuan" kata Bram sambil menarik lengan putrinya untuk ikutan berdiri dan pamit sama tuan Moses Elruno.


Bram dan Cleo langsung melangkah pergi meninggalkan rumahnya Moses Elruno.


"Aku harus ke kantor, kamu ngapain masih di sini?" tanya Moses ke arah Alfa.


"Hahaha, aku ada perlu sama Melati" jawab Alfa dengan santainya.


__ADS_1


Moses mendengus kesal menatap Alfa.


"Pergilah ke kantor brother! aku di sini dulu sebentar, aku ingin ngobrol sama Melati" ucap Alfa tanpa dosa.


"Cepat katakan keperluan kamu sama Melati! Aku akan tunggu di sini!" Ucap Moses tegas.


"Huufftt oke, Mel, kamu bisa nggak aku ajak keluar untuk makan malam nanti?" tanya Alfa dengan senyum lebarnya.


"Kamu jangan ngelunjak!" Moses mulai menggertakkan giginya.


"Hei, aku tanya sama Melati, kok kamu yang ngejawab sih? menyebalkan!" sahut Alfa.


"Kamu yang menyebalkan! pergi kamu!" perintah Moses.


"Mel?" tanya Alfa kepada Melati tanpa menghiraukan ucapannya Moses.


"Tidak bisa" jawab Melati.


"Karena kamu harus menjaga keponakanku ya? emm, ajak aja nggak papa! aku juga pengen kenal dengan keponakanku" dengan seenaknya Alfa berkata seperti itu.


Moses meraup wajahnya dengan kasar dan mulai berdiri "Pergi! atau aku seret keluar!"


"Mel, karena sulit banget buat aku untuk bisa bertemu dengan kamu maka, aku katakan sekarang aja sama kamu, aku mencintaimu Mel" ucap Alfa sambil tersenyum menatap Melati.


"Hah?!" Melati langsung menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya.


Moses menarik napas panjang dan menatap tajam ke arah Alfa.


"Pergi sekarang!" kata Moses mulai menggertakkan giginya.


Alfa akhirnya berdiri dan tersenyum ke arah Melati "aku akan datang lagi besok, aku tunggu jawabanmu!" lalu Alfa menatap Moses dan tersenyum lebar "aku pergi, hahahaha, kamu harus sering tersenyum brother, biar awet muda!", dan melangkah pergi meninggalkan Melati dan kakak sepupunya itu.


"Kembalilah ke kamar dan beristirahatlah, Mel! jangan pedulikan Alfa!" perintah Moses sembari membelai lembut kepalanya Melati.


Melati menganggukkan kepalanya dan berbalik badan dengan cepat menuju ke kamarnya. Benaknya kembali bertanya tanya. Tadi ciuman di pucuk kepalaku dan barusan belaian lembut di kepalaku. Aah, tuan, anda membuat jantung saya joging sepanjang pagi ini. Batin Melati.


Ray, kembali menjumpai tuannya saat Melati sudah balik masuk ke kamar untuk menjaga Chery.


Moses dan Ray langsung masuk ke dalam mobil dan meluncur ke kantor.


"Tuan, ada berita baru" kata Ray sambil memegang kemudi mobilnya.


"Ada apa?" tanya Moses.


"Awan selingkuh, tuan" ucap Ray lirih.


"Kamu serius?" tanya Moses dengan nada ragu sembari mengganti jaket yang dia pakai dengan baju kerja berupa setelan jas biru.


"Iya, saya serius dan yakin seratus persen. Barusan, orang yang saya suruh untuk memata matai Awan selama ini, melihat Awan berciuman dengan seorang gadis di sebuah restoran. Ada fotonya, tuan" kata Ray.


"Mana?" Moses memajukan tubuhnya ke depan dan meminta ponselnya Ray.


Ray mengambil ponselnya dari saku kemejanya dan menyerahkannya ke Moses.


"Hah?! kurang ajar! berani benar dia mempermainkan melatiku! telpon bocah tengik itu sekarang Ray! suruh dia ke kantorku secepatnya!" perintah Moses.


"Baik, tuan" Ray langsung memencet nomer ponselnya Awan di layar televisi yang tertanam di dalam dashboard mobilnya Moses.


Awan langsung mengiyakan permintaannya Ray. Awan yang masih terpaku di depan hotel tempat Miracle menginap, langsung meluncurkan mobilnya menuju ke kantornya Moses.


"Kamu bawa surat perjanjianku dengan Awan?" tanya Moses.


"Iya tuan" jawab Ray.

__ADS_1


"Bagus! aku menunggu kedatanganmu bocah tengik, brengsek!" umpat Moses kesal.


__ADS_2