My Cute Nanny

My Cute Nanny
Moses Menemui Tommy Goh


__ADS_3

Elmo mendekati Bintang dan berkata, "Selamat ya. Bagas anak yang baik, polos, dan tulus. Kau akan bahagia dengannya dan aku doakan kalian bisa sampai ke pelaminan"


Bintang tersenyum canggung dan berkata, "Terima kasih atas ucapan selamat dan doa kamu"


Sebaik apapun Bagas tapi, dia bukan kamu Mo. Semoga aku benar-benar bisa melupakan rasa cintaku untukmu dengan adanya Bagas di sisiku. Batin Bintang sambil terus mengulas senyum manis nan tulusnya di depan Elmo.


"Dan maaf, untuk ke depannya, sepertinya, kita harus mulai menjaga jarak karena, kita nggak ingin membuat pasangan kita cemburu kan?"


"Apa Lili cemburu sama aku karena, aku selalu dekat dengan kamu dan sering menepuk bahu kamu dengan santai seperti biasanya?" Bintang langsung memasang wajah panik dan merasa bersalah.


"Yeeeaaah, Lili sedikit cemburu tapi dia nggak memusuhi kamu kok. Lili memberikan saran ke aku untuk menjaga jarak denganmu karena, kamu udah punya pacar sekarang. Sudah ada cowok yang bisa kamu andalkan untuk melindungi dan menjaga kamu. Aku lega cowok itu adalah Bagas dan aku rasa Lili benar, aku harus jaga jarak denganmu untuk menjaga perasaannya Bagas dan untuk menghormati Bagas" Elmo tersenyum ke Bintang dengan tulus.


Bintang menatap Elmo dengan tidak rela tapi akhirnya dengan tersenyum dia berkata, "Iya. Itu lebih baik bagi kita. Kita harus menjaga jarak mulai dari sekarang karena, kita sudah punya pasangan"


"Tapi, kapan pun kau butuh bantuanku jangan sungkan untuk bilang langsung ke aku! Karena selamanya, kau adalah sahabatku. Tidak akan ada siapa pun atau hal apapun yang bisa merubah persahabatan kita itu"


"Hmm. Terima kasih" Sahut Bintang singkat diiringi dengan anggukkan kepalanya.


Elmo lalu menepuk pundaknya Bintang singkat kemudian berputar badan untuk melanjutkan gilirannya menyodok bola bilyard yang ada di atas papan bilyard.


Bintang mengikuti arah perginya Elmo dan pandangannya tanpa sengaja menjadi beradu dengan kedua netranya Bahas. Bagas tersenyum penuh cinta ke Bintang dan Bintang membalas senyuman itu dengan kata di dalam hatinya, aku akan terus berusaha membuat diriku mencintaimu. Semoga kau tidak lelah menemaniku langkahku nanti, Bagas.


Moses bersikeras menemui Tommy Goh terlebih dahulu sebelum ia balik ke rumahnya Elmo. Sekalian dia mengantarkan Evan dan Alexa ke markas Evan dan Alexa karena, Evan dan Alexa ingin segera menemui komandan mereka.


Maha mendampingi Moses masuk ke dalam sebuah ruangan sempit. Dia duduk di sebelahnya Moses dan berbisik di telinganya Moses, "Tommy Goh sudah ada di dalam penjara, ngapain kau ingin menemuinya lagi?"


"Aku penasaran seperti apa wajahnya Tommy Goh itu" ucap Moses.


"Hanya penasaran saja?" Maha menatap Moses dengan heran dan Moses menganggukkan kepalanya dengan wajah polos tanpa dosanya.


"Huufffttt! kalau nggak semau gue, bukan Moses namanya. Nanti sekalian aja minta foto selfie sama Tommy Goh biar ada kenang-kenangan" Maha bersedekap lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.


Moses tersenyum lebar ke Maha dan membuat Maha semakin kesal dibuatnya lalu Maha memejamkan matanya.

__ADS_1


Tommy Goh dalam keadaan terborgol tangan dan kakinya berjalan berjalan tertatih-tatih mendekati Moses dan Maha lalu duduk di kursi yang menghadap ke Maha dan Moses.


Moses terpana melihat wajahnya Tommy Goh yang tampan dan masih kelihatan awet muda lalu Moses menepuk bahunya Maha dengan keras sampai Maha mengaduh dan membuka kedua matanya, "Kenapa kau bangunkan aku? aku udah tahu wajahnya Tommy" Maha mendelik ke Moses.


"Di....dia beneran Tommy Goh?" Moses menunjuk ke laki-laki yang telah duduk di depannya.


Maha menoleh ke depan dan tersenyum, "Apa kabar Tommy?"


"Tidak lebih beruntung dari kamu. Kamu masih bisa bebas berkeliaran di luar karena, nasib baik kamu, cih!" Tommy mendengus kesal.


Moses memajukan wajahnya ke arah Tommy Goh dan bertanya, "Kita seumuran kan? kok bisa kamu seimut ini? dan wajahmu beda dengan kembaranmu yang aku temui di Jepang. Beneran kalian kembar? cucuku juga kembar cewek cowok, wajah mereka serupa tapi, kok kamu beda dengan kembaran kamu?"


"Dia operasi plastik" sahut Maha.


Moses langsung terkesiap dan memundurkan wajahnya seketika itu juga lalu ia bangkit secara tiba-tiba sambil berucap, "Kita pulang"


Tommy tersenyum jengkel, "Kau mengundangku ke sini, selarut ini, hanya untuk berkomentar soal wajahku?"


"Dasar gila kau Moses Elruno!" Tommy menjerit kesal ke arah perginya Moses.


Maha bangkit dan terkekeh geli, "Kau beruntung ada di dalam penjara itu berarti kau tidak akan pernah merasakan merananya dirimu jika harus berurusan dengan Moses Elruno yang gila itu, hahahaha" Maha lalu berputar badan kemudian berlari kecil menyusul Moses Elruno.


Tommy Goh hanya bisa menghela napas panjang untuk membuang kekesalan di hatinya.


"Kenapa kau tidak memukulnya tadi? Bukankah komandannya Evan sudah mengijinkan kau melakukan apa saja ke Tommy Goh. Kau tidak ingin melampiaskan kemarahanmu padanya?" tanya Maha dalam perjalanan ke rumahnya Elmo.


Moses mengemudikan mobilnya dan melirik Maha lalu ia berkata, "Aku memang ingin sekali memukulnya sampai puas karena dia sudah membuat Melati terluka tapi, aku jijik menyentuh wajahnya yang sudah terkena operasi plastik. Kalau aku pukul terus bengkok hidungnya dan nggak bisa balik lagi, malah aku yang pingsan karena ketakutan, kan blaik"


"Hahahahaha, dasar gila!" Maha langsung menggemakan tawanya di udara dan Moses pun jadi ikutan tertawa terbahak-bahak.


Sesampainya di rumahnya Elmo, anak-anak segera menyambut kedatangan Papa Moses dan Papa Maha dengan gembira dan tersenyum lega melihat Papa Moses dan Papa Maha mereka, tidak terluka sedikit pun.


"Ray mana?" tanya Moses kemudian.

__ADS_1


Ray melangkah maju dan berkata, "Saya masih di sini Tuan"


Moses tersenyum lega menatap Ray lalu ia kembali menoleh ke anak-anak. Ia melihat Maha tertawa senang saat anak-anak menantang Maha bermain bilyard. "Om harus lembur kalau melawan Kak Raja" sahut Celyn.


"Oke, kita lihat saja, siapa yang akan menang" kekeh Maha.


"Papa kok nggak ikut?" Chery menoleh ke Papanya.


Moses melambaikan tangannya dan berkata, "Papa takut kalian sedih kalau Papa main dan Papa mengalahkan kalian semua"


"Bilang aja kalau pengen buruan nengok Mama" sahut Celyn sambil terkekeh geli.


"Hahahahaha, pinter kamu! tahu aja yang Papa mau" Moses lalu berputar badan dan melangkah menuju ke kamarnya.


Ray segera mencegah langkahnya Moses, "Ini laporannya Tuan"


Moses menatap Ray dengan kedua tangan masih di dalam saku celananya, "Laporan apa?"


"Laporan semuanya. Perihal Tommy Goh dan Ivan Goh. Semuanya sesuai dengan kesepakatan yang Melati buat dengan Tommy Goh tadi" Ray berucap sambil menautkan kedua alisnya di depannya Moses Elruno.


Moses meneruskan langkahnya sambil berkata. "Aku percaya sama Melati jadi aku nggak perlu laporan itu"


"Kalau Anda nggak butuh laporan ini lalu kenapa saya harus menunggu Anda di sini dan tidak boleh pulang?" Ray mulai menghembuskan napas kesabarannya.


Moses menoleh ke belakang, "Aku cuma ingin melihat semuanya ada, berkumpul di sini dalam keadaan sehat dan semua menyambutku termasuk kamu, hehehehehe" Moses lalu menatap ke depan kembali dan masuk ke dalam kamarnya begitu saja.


Ray langsung menepuk wajah tampannya dengan kertas yang berisi laporan yang masih ia pegang dan bergumam, "Huuuffttt! Sabar Ray, Sabaaarrrr!" Lalu Ray melangkah menuju ke kamarnya dan menghempaskan tubuh lelahnya dengan kesal di atas kasur. Walaupun sudah memiliki kesabaran tingkat dewa karena, terbiasa mendampingi Moses dengan sikap semau guenya Moses, tetap saja ia merasa kesal karena, ketikannya selama berjam-jam tidak dilirik sama sekali oleh tuan besarnya.


Moses terlonjak kaget saat ia melihat kasurnya penuh. Melati ada di tengah dan dipeluk oleh kedua cucunya. Moses menyugar rambutnya dengan kasar lalu terkekeh geli, "Huuufttt! di masa pensiun aja, Melati tetaplah belum menjadi milikku sepenuhnya. Aku kalah cepat dengan duo krucil ini" Moses lalu membetulkan letak selimut ketiganya dan mencium pipinya Bryna dan Barnes kemudian dia mengecup keningnya Melati.


Setelah itu ia mandi air hangat, berganti baju dan tidur di sofa.


Akan ada kejutan yang menanti Moses Elruno. Kita tunggu kejutan selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2