My Cute Nanny

My Cute Nanny
Aku sangat kesal!


__ADS_3

"Ada apa dengan dia, Ray?" tanya Moses dengan heran.


"Dia mengaku kalau dia yang mematikan semua sistem keamanan di rumah ini, memberi obat tidur kepada seluruh pengawal dan satpam yang berjaga di garis depan. Dia juga yang meliburkan semua anak buahnya hari ini kecuali dua pelayan cewek yang berjaga di dalam rumah utama.


"Kenapa kamu melakukan semua itu, Sri?" tanya Moses penuh rasa kecewa.


"Maafkan saya, tuan. Sa...sa...saya melakukan semuanya karena, sa...sa.....saya mencintai anda" kata Sri sembari menatap Moses penuh arti.


"Berani sekali kamu berkata seperti itu?!" Moses langsung geram.


"Iya, saya akhirnya bisa mengatakan perasaan yang sudah saya pendam sejak kecil. Saya merasa lega. Saya mencintai tuan sedari kecil. Kita dulu teman bermain sedari kecil dan tuan sangat baik dan perhatian sama saya. Saya ingin tetap menjadi seperti itu tuan, menjadi teman tuan satu satunya dan berharap suatu hari nanti, tuan akan memandang saya sebagai satu satunya wanita di dalam hidup anda" jawab Sri dengan penuh keberanian.


Moses hanya diam menatap Sri.


Alfa, Ray dan Melati benar benar merasa kaget dan hanya bisa mematung untuk menyimak.


"Saya dipungut dan dibawa masuk ke rumah ini oleh mendiang mama anda karena, saya yang menyelamatkan Anda. Anda ingat, tuan? Anda hampir saja tertabrak sebuah sepeda motor ketika mengejar sebuah bola dan saya yang mendorong Anda sehingga Anda selamat tapi, gantian saya yang terluka saat itu" kata Sri mencoba menarik simpatinya Moses dengan cara membawa Moses kembali ke masa lalu itu.


"Iya tentu saja aku ingat. Lalu mama membawa kamu ke rumah sakit dan setelah sembuh kamu dibawa sama mama ke rumah ini. Untuk menemani aku bermain" kata Moses lirih sembari terus menatap Sri.


"Kamu temanku tapi kenapa kamu tega mengkhianati aku, Sri? tanya Moses masih tidak mengerti dengan apa yang telah Sri lakukan saat ini.


"Karena saya iri sama perempuan itu, wanita rendahan yang tuan bawa masuk ke sini" teriak Sri sambil menunjuk Melati.


"Jaga bicara kamu! Melati bukan wanita rendahan!" kata Moses mulai menggertakkan giginya.


"Dia baru saja anda kenal tapi sudah menjadi penting bagi anda, hahahaha, saya yakin dia sama dengan wanita wanita lain yang pernah tidur dengan anda, dia pasti sudah memberikan pelayanan yang sempurna untuk anda" kata Sri sembari tersenyum sinis menatap Melati.


Moses bangkit berdiri dan langsung melangkah lebar untuk menampar Sri tetapi...........


"Tuan, jangan lakukan itu! Jangan tampar mbak Sri, dia wanita, tuan! Jangan bertindak kasar sama wanita, tuan!" kata kata Melati tersebut langsung menghentikan niatnya Moses untuk menampar Sri.


"Saya sedari kecil menemani anda dan saya hanya menjadi kepala pelayan di sini, sedangkan dia, dia mendapatkan semua perhatian istimewanya anda, hahahaha, apa beda saya dengan wanita murahan itu?!" ucap Sri penuh kekecewaan.


"Berani benar kamu menghina Melati!" Alfa berteriak lantang ke arah Sri dan mulai menggeram kesal.

__ADS_1


"Anda juga telah merasakan layanannya Melati ya, tuan Alfa yang terhormat?" Sri berucap dengan santainya.


Plaaaakkkk


Moses langsung menampar Sri.


"Keterlaluan kamu, Sri! bukannya meminta maaf tetapi kamu malah memfitnah Melati" Moses menatap tajam ke Sri.


Melati langsung menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya saat melihat tuan besarnya akhirnya menampar Sri.


Sri mulai menangis dan memegang pipi yang mulai berdenyut akibat dari tamparannya Moses barusan.


"Kenapa kamu membenci Melati yang jelas jelas baik dan polos. Kenapa kamu tidak protes dan membenci wanita wanita lainnya yang pernah aku ajak ke rumah ini dan bercinta denganku, hah?!" Moses bertanya dengan nada tinggi.


"Karena tuan tidak pernah peduli sama mereka, tuan tidak pernah perhatian sama mereka. Tuan memperlakukan Melati dengan sangat istimewa. Saya benci melihat tuan begitu perhatian dan peduli sama dia" Sri kembali menunjuk Melati.


"Saya juga membenci Chery. Dengan adanya Chery maka anda tidak akan pernah lagi memperhatikan saya. Hanya ada Chery setelah Melati. Itulah kenapa saya ingin melenyapkan mereka berdua. Sayangnya semua rencana saya gagal. Itu semua karena anda, tuan Alfa brengsek!" ucap Sri sembari melempar pandangannya ke arah Alfa.


Alfa hendak berdiri dan memberi pelajaran sama Sri tetapi, niatnya itu langsung terabaikan saat mendengar kata katanya Moses.


Alfa hanya bisa menggelengkan nggelengkan kepalanya sembari menatap Sri.


Ray, langsung memegang kedua lengannya Sri dan menarik Sri untuk keluar dari ruang tamunya Moses.


"Tuan, jangan berpaling dari saya. Saya mencintai anda, tuan. Tuuuaaannnnn......." Sri berteriak di saat Ray terus menarik dia dengan paksa untuk menjauh dari hadapannya Moses.


"Waaah!! wanita wanita di sekeliling kamu selama ini, ternyata gila dan beringas semua ya, hahahaha" kata Alfa dengan santainya.


Moses langsung menoleh tajam ke arah Alfa.


Alfa langsung mengaduh berpura pura kesakitan dan menyandarkan kepalanya di atas sofa. Mencoba menghindari tatapan mautnya Moses.


Moses kembali duduk di atas sofa dan menghela napas panjang.


Melati hendak bergeser dari tempat dia duduk untuk mendekati Moses tetapi, dia urungkan.

__ADS_1


Kasihan mbak Sri. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Kasihan juga tuan Moses, dia kehilangan teman masa kecilnya, orang yang benar benar dia percaya selama ini telah mengkhianatinya. Sanubarinya Melati merintih sedih menyaksikan semua kejadian tidak terduga, barusan.


Tidak begitu lama Ray, kembali masuk ke dalam ruang tamu dan berkata "Sri, sudah saya kurung di dalam kamarnya, tuan. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Mengingat semua jasa jasa dia selama ini, jangan bawa dia ke kantor polisi! kasih dia uang untuk hidup dia selama satu tahun ke depan, paling tidak uang itu bisa untuk menyambung hidupnya, sebelum dia mendapatkan pekerjaan! dan berikan dia rumah untuk tempat tinggal, dia yatim piatu tidak punya saudara dan tidak punya tempat tinggal. Berikan salah satu rumah yang ada di perumahanku! Yang berada di luar kota. Aku tidak ingin tinggal satu kota dengan dia!" kata Moses.


"Baik, tuan" Ray hendak berbalik badan untuk melaksanakan perintah tuannya.


Tetapi Moses tiba tiba memanggilnya kembali "Ray, sebentar! Setelah beres semuanya, kamu balik lagi ke rumah, jaga Melati! Aku ada tamu yang sedang menunggu di kantor"


"Baik" Ray berbalik badan dan melangkah lebar untuk segera menyelesaikan urusannya dengan Sri.


"Fa, kamu ada acara?" tanya Moses.


Alfa langsung duduk tegak dan membuka matanya lalu menjawab "tidak ada, today, I am free, my lovely brother"


Melati mengulum senyum mendengar ucapannya Alfa.


Alfa tersenyum simpul menatap Melati.


"Bagus, jaga Chery dan Melati sampai Ray datang! ingat jangan macam macam!" kata Moses penuh wibawa.


"Siap delapan enam pak bos! aku nggak akan macam macam sama Melati, banyak kamera CCTV di rumah kamu ini, mana berani aku bertindak macam macam" ucap Alfa serius.


"Bagus, aku tinggal sebentar" Moses langsung mencium Chery yang mulai membuka mata di dalam Strollernya.


"Maafkan papa ya nak, kamu jadi terbangun karena papa teriak teriak tadi" kata Moses sembari mengelus elus pelan dada mungilnya Chery.


Alfa tersenyum senang melihat keakraban papa dan anak, itu. Dia lembut juga ya kalau sama putri kecilnya. Batin Alfa.


Moses mencium Chery sekali lagi dan mendongakkan kepalanya menatap Melati. Ingin rasanya dia mencium Melati juga tapi, ada Alfa saat ini.


"Mel, aku pergi dulu sebentar" kata Moses sembari berdiri dan langsung pergi meninggalkan Alfa, Chery dan Melati.


Moses mengendarai si hitam kesayangannya dengan kecepatan tinggi. Saat ini suasana hatinya sedang tidak baik. Dia ingin mengajak seseorang untuk berduel. Kalau dulu, jika dia merasa kesal dan kecewa, sebotol anggur langsung menjadi pelariannya.

__ADS_1


"Aku sangat kesal saat ini dan Awan, sepertinya aku akan mengajak kamu untuk berduel. Satu lawan satu. Tunggu aku!" kata Moses sembari menekan lebih dalam pedal gas mobil sportnya.


__ADS_2