
Moses langsung berlutut di depannya Melati dan menangis terisak sembari menundukkan wajahnya "sayang, maafkan aku, aku sedih kalau melihat kamu menangis, dan jangan marah lagi, ya!? Aku sungguh sungguh mencintaimu"
Moses mendongakkan wajahnya untuk menatap Melati dan berucap lagi "Foto tadi sudah aku buang karena, memang sudah tidak ada artinya bagiku, maaf aku lupa membuangnya dulu, sungguh aku cuma lupa membuangnya, nggak ada maksud untuk menyimpannya, sama sekali nggak ada, sayang. Aku bersumpah demi apapun, aku sungguh sungguh hanya mencintaimu, hanya ada satu kekasih di dalam hatiku yaitu, kamu"
Melati akhirnya bersimpuh di depan suaminya, lalu menangkup wajah suaminya.
Moses menatap Melati "Aku hanya mencintaimu, sayang, sungguh!" Moses menatap lekat kedua manik hitam nan indah milik istri tercintanya.
Melati menatap kedua bola mata indah milik suaminya yang kini tampak meredup karena rasa penyesalan yang begitu dalam untuk semua kebodohannya di masa lalu.
Cewek cantik mamanya Chery dan Elmo itu kemudian menghela napas dalam dalam. "Aku percaya sama kamu, tapi jika kamu tidak bisa menjaga kepercayaan yang aku berikan maka, jangan salahkan aku kalau aku akan pergi dari sisi kamu untuk selama lamanya" kata Melati penuh ketegasan.
Moses langsung memeluk erat istrinya "sayang, jika aku membuat kamu kecewa lagi maka, aku yang akan pergi. Kamu lupa ya kalau semua aset kekayaanku sudah menjadi milik kamu. Kalau aku membuat kamu kecewa, kamu tendang saja aku maka, aku akan jadi homeless"
Melati melepaskan diri dari pelukannya Moses dan memasang muka cemberut "nggak lucu!"
"Aku serius, jika aku membuat kamu bersedih dan kecewa lagi, kamu langsung saja menendang aku!"
Melati langsung menghambur masuk ke dalam pelukan suaminya "jangan buat aku kecewa dan bersedih lagi! aku nggak mau menendangmu, aku nggak tega, hiks hiks"
Moses terkekeh geli melihat tingkah polos istrinya. Moses kemudian menaikkan dagunya Melati dan langsung mencium bibirnya Melati. Kemudian melepasnya sejenak untuk berucap "aku sangat mencintaimu, kamu bisa rasakan lewat ciumanku barusan, kan?"
Melati mendongak dan menatap wajah tampan suaminya "aku percaya, aku percaya" kemudian Melati, mencium bibir suaminya.
Moses mengerang ketika Melati memperdalam ciumannya. Konglomerat muda itu langsung membopong tubuhnya Melati menuju ke sebuah pondok yang terletak tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Melati melepaskan ciumannya dan bertanya "kita mau ke mana?"
Moses membopong Melati dan tersenyum "aku akan berikan pengalaman baru lagi, sayang"
Melati tersenyum merona menatap suaminya dan mulai melingkarkan kedua tangannya di lehernya Moses.
Begitu masuk ke dalam sebuah pondok, Moses menurunkan Melati kemudian langsung mengaitkan balok kayu kecil sehingga pintu pondok itu terkunci rapat dari dalam lalu memutar badan dan merangkul erat pinggang rampingnya Melati.
Melati menatap suaminya dan menaruh kedua tangannya di atas dada bidang suaminya "maaf kalau aku menjadi cemburu tidak jelas tadi. Sebagai permintaan maafku, bolehkah aku..........?"
Moses langsung memahami maksud dari perkataan istri cantiknya "hmm, sentuhlah aku! buat aku menjadi gila karena, menginginkanmu, sayang" ucap Moses dengan suara parau.
Gairah langsung bergejolak di dalam dirinya Melati. Cewek cantik itu pun langsung berjinjit dan mencium lembut bibir suaminya sementara tangan mungilnya mulai membuka satu persatu kancing kemejanya Moses.
Moses tersenyum senang di dalam serangan yang dilakukan istri imutnya itu.
Melati tampak ragu ketika melihat senyuman di wajah tampan suaminya "kau ingin aku berhenti?"
"Tentu saja tidak, sayang. Teruskan!" Moses masih merangkul pinggang ramping istrinya.
Melati kemudian mencium lehernya Moses dan memberikan tanda kemerahan di atasnya. Moses mengerang kegirangan, kemudian cewek berwajah ayu itu mencium dada bidang suaminya.
Melati kembali berjinjit dan menciumnya lagi, semakin liar, panas dan dalam, sedangkan tangannya mulai membuka ikat pinggangnya Moses.
Moses mulai kelimpungan di dalam permainannya Melati yang lembut, lambat, tapi berasa liar, penuh sensasi dan memabukkan.
Konglomerat muda nan tampan itu mulai menggerakkan tangannya di setiap jengkal tubuh istri imutnya. Dan di setiap jengkal bagian tubuh Melati yang dia sentuh begitu terasa menggairahkan.
__ADS_1
Melati menjadi semakin mendamba, siap, sehingga tanpa dia sadari, dia mengerang keras. Moses mulai roboh pertahanannya, kemudian mengangkat Melati dan membantunya melingkarkan kedua kaki di pinggangnya Moses.
Tangan sebelah kanan merangkul pinggangnya Melati sementara yang kiri berada di atas area favoritnya yang terasa menggetarkan seluruh jiwa dan raganya ketika dia meremas area favoritnya itu.
Detik berikutnya, mereka menyatukan cinta mereka, gairah mereka, diiringi erangan karena kepuasan yang mereka rasakan secara bersamaan. Kini Moses membaringkan tubuh istrinya di atas pasir pantai karena, pondok itu belum berlantai dan masih berpasir. Sensasi pasir yang terasa di atas kulitnya membuat Melati semakin menggila, Moses melancarkan ronde kedua pergulatan panasnya dengan istri cantiknya itu.
Mereka kemudian terengah puas penuh cinta dan saling berpelukkan dengan tubuh polos mereka "sayang, ini pertama kalinya aku bercinta di atas pasir, sangat indah sayang, aku menyukainya"
Moses masih terengah kemudian mengecup mesra keningnya Melati "ini juga pertama kalinya untuk aku, terima kasih sayang"
"Benarkah" Melati kemudian mengusap pelan dada bidang suaminya dan berkata lirih "bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi?"
"Hahahahaha, oke siap ratuku" Moses kembali mencari bibir istrinya dengan penuh damba.
Di rumahnya Rini.
Alfa melangkah masuk dengan pelan kemudian duduk di atas sofa. Rini duduk di sebelahnya Alfa dan mengecup pipinya Alfa "tenang sayang"
Alfa tersenyum memandang wajah manis kekasihnya.
"Uhuk" papanya Rini duduk di depannya Alfa dan melotot ke arah tangannya Alfa dan Rini yang bertautan. Alfa langsung melepas tautannya dan tersenyum ke arah calon papa mertuanya.
"Kamu seorang dokter?" tanya pak Sammy sembari menyulut rokoknya.
"Iya, om" jawab Alfa.
"Hmm, kamu sepupunya tuan Moses Elruno?"
"Kamu, mencintai anakku?"
"Iya, om" Entah kenapa hanya ada kata iya, om, yang terbersit di dalam benaknya Alfa saat ini dan keringat dingin mulai bergulir pelan di keningnya.
"Seberapa besar?" tanya Sammy sembari menghisap dalam dalam rokoknya.
"Sangat dalam om, saya bahkan sudah melamarnya secara pribadi karena, saya takut kehilangan Rini dan ingin mengikatnya. Saya menunggu kepulangan anda dan ingin melamar Rini secara resmi, kalau boleh langsung menikahinya om" Alfa berkata penuh keberanian karena begitu besar rasa cinta yang dia miliki untuk kekasihnya. Memang benar semua hal bisa terjadi hanya karena cinta.
Sammy menyodorkan rokok ke Alfa.
Alfa tersenyum dan berkata "maaf om, saya tidak merokok"
"Bagus! merokok itu tidak baik untuk kesehatan"
"Lalu kenapa papa masih belum berhenti merokok?" Rini mulai protes.
"Sudah terlanjur dan susah kalau mau berhenti" jawab papanya Rini dengan santainya.
"Kamu bilang ingin melamar Rini dan langsung menikahinya?"
"Iya, om" jawab Alfa.
"Tidak semudah itu anak muda. Banyak syarat yang harus kamu penuhi untuk bisa menikahi putriku"
__ADS_1
"Saya siap melakukan syarat apapun, om" Alfa berucap dengan sorot mata serius dan penuh semangat.
"Oke kalau begitu, aku sebutkan syarat pertama dulu, untuk syarat berikutnya menyusul sesuai dengan moodku"
Ada ya, syarat yang seperti itu? Batin Alfa heran.
"Baik om, saya siap!" kata Alfa.
"Oke, sekarang ayok kita tanding memasak" Pak Sammy kemudian berdiri.
"Hah?" Alfa memandang heran ke arah pak Sammy.
"Syarat pertama dan ujian pertama untuk kamu, adalah memasak. Karena syarat di keluargaku, seorang cowok itu harus bisa memasak"
Mamanya Rini masuk ke dalam ruang tamu dan berkata "pa, memangnya ada syarat seperti itu? jangan aneh aneh deh! kasihan Alfa"
"Ini rumah siapa?" tanya papanya Rini.
"Rumah papa" jawab mamanya Rini.
"Naaah, aku berhak kasih syarat apapun untuk siapapun yang bakal masuk jadi anggota baru di keluarga ini, ayok! kita mulai tanding memasak!" Pak Sammy mengayunkan tangannya memberi kode ke Alfa untuk mengikutinya.
Mamanya Rini hanya bisa menghela napas panjang.
Alfa pun berdiri dan mengekor langkahnya pak Sammy menuju ke dapur.
Mama dan Rini mengikuti langkah mereka.
"Pa......." Rini mulai ikutan protes.
"Kalian tunggu di ruang makan sana, jangan berdiri di sini! jadi penuh nih dapurnya, kita jadi nggak leluasa memasak nanti!"
Mamanya Rini dan Rini dengan sangat terpaksa melangkah pergi meninggalkan Sammy dan Alfa. Kedua cewek manis itu kemudian duduk di meja makan.
Sammy menyodorkan celemek ke Alfa setelah dia selesai memasang celemeknya sendiri dan Alfa langsung memakai celemek itu.
"Kita memasak nasi goreng sama telur aja, kamu kreasi sendiri! nanti biar istriku dan Rini yang memberikan penilaiannya. Kalau masakan kamu nggak enak, aku potong sepuluh poin, dari sepuluh ujian nanti, nilai penuh dari aku untuk kamu adalah seratus"
"Berarti masih ada sembilan ujian lagi setelah ini, om?" tanya Alfa ragu ragu sembari meracik bahan bahan untuk nasi goreng kreasinya.
"Iya, jika nilai kamu di bawah enam puluh maka, aku akan tendang kamu dari sisinya Rini. Aku akan jodohkan Rini dengan orang lain" Sammy sudah mulai menumis bumbu nasi gorengnya di atas wajan dan mengecilkan api kompornya untuk mengaduk telurnya.
"Om, bukannya Alfa pesimis tapi jika poin Alfa sangat sedikit apa om tega memisahkan. kami, emm, kami saling mencintai, om" Alfa mulai membuat telur dadar tipis di atas wajannya sebelum menggoreng nasinya. Nasi dan bumbu yang sudah dia racik masih berada di atas piring dan masih tertata rapi di atas meja. Alfa berniat membuat nasi goreng dibungkus dengan telur dadar.
"Cinta tanpa ujian itu namanya cinta monyet, cinta rapuh gampang menguap, cinta lembek, cih!"
Sabar Fa, cinta kamu dikatakan cinta rapuh dan lembek. Semangat Fa, berjuanglah keras dan buktikan kalau cinta kamu bukanlah cinta rapuh dan lembek. Alfa memotivasi dirinya sendiri di dalam batinnya.
Setelah selesai membuat telur dadar, Alfa mengangkat telur itu di atas nampan bundar dan mulai membuat nasi gorengnya.
"Ma, semoga kak Alfa berhasil ya" kata Rini sembari menggenggam tangan mamanya.
__ADS_1
"Amin" ucap mamanya Rini.