My Cute Nanny

My Cute Nanny
Extra Part


__ADS_3

Lili bertopang dagu di atas meja bundar bertaplak merah bata yang ada di teras depan rumahnya. Wajahnya tampak muram. Lili sedih karena, di usia pernikahannya yang menginjak tahun kedua, dia belum juga hamil.


Elmo tersenyum melihat istrinya duduk di teras depan. Lili bangkit dan menyambut Elmo.


Elmo merangkul bahunya Lili dan mengajak Lili masuk ke dalam rumah. Lili segera mengambilkan teh hangat saat Elmo memilih duduk di ruang tamu.


"Kenapa kamu murung?" tanya Elmo sambil menyesap cangkir tehnya.


"Kita sudah menikah selama dua tahun tapi, aku tidak kunjung hamil. Aku minta sama kamu Sayang, jika di tahun ketiga aku belum juga hamil, menikahlah lagi ya! kamu seorang Elruno, putranya Elruno, butuh penerus"


Elmo langsung merangkul Lili dan berkata sambil menciumi rambut wanginya Lili yang ada di puncak kepalanya Lili. Kemudian dia berkata, "Aku yakin jika kita ikuti terapi pengobatan dan jadwal berhubungan sesuai waktu yang diberikan oleh Om Alfa, kita akan segera memiliki anak. Kalau tidak, aku nggak akan nikah lagi karena, bagiku pernikahan itu hanya satu kali dan untuk seumur hidup. Kalau kita nggak ada anak malah enak, bisa jadi pengantin baru terus kan, hehehehe"


Lili terkekeh lalu terisak, "Terima kasih sudah menjadi suami yang bertanggung jawab, setia, dan mau menerima aku apa adanya"


"Terima kasih juga udah jadi istri yang sempurna bagiku. Emm, ini sudah jadwalnya kita boleh berhubungan belum?"


"Belum" Sahut Lili.

__ADS_1


"Wah sayang sekali! padahal aku ingin meluapkan cintaku ke kamu"


Lili mendongakkan wajahnya, mencari bibirnya Elmo dan dia mengajak suaminya berciuman di ruang tamu dengan penuh rasa cinta dan penghargaan yang sebesar-besarnya untuk Elmo, suami tercintanya yang begitu sempurna mengisi setiap detik napas hidupnya.


Moses mengajak Alfa, Rini dan Melati menghabiskan masa pensiun mereka di villa di dekat perkebunan teh dan kopi milik Maha yang dulu dihibahkan oleh Moses untuk Maha kelola. Moses sengaja membeli bilas itu untuk mengamati kerja kerasnya Maha bercocok tanam dan ingin menjadi yang pertama mencicipi hasil panen dari kebun teh dan kopi yang dikelola oleh Maha Adijaya.


Alfa yang sering protes karena, tanpa seijin dia, dua tahun yang lalu, Moses mendesak atasannya untuk memberikan pensiun dini pada Alfa karena, Moses ingin menagih kado ulang tahun yang ditawarkan oleh Alfa yaitu, Alfa menjadi chef pribadinya Moses Elruno. Namun kemudian, Alfa menjadi merasa sangat beruntung bisa pensiun dini dan menikmati hari-hari santainya bersama istrinya dan menikmati keceriaan bersama dengan Abang super uniknya beserta dengan Melati.


Maha datang dan membawa bingkisan ke tetangganya yaitu Moses Elruno, "Nih! teh dan kopi hasil karyaku, cicipilah! kalau enak, minta tolong kau minta Chery dan Celyn untuk mulai memasarkannya karena, Elmo bergerak di bidang alat medis jadi nggak cocok dengan hasil panenanku"


"Wah! kau ingat aku juga ya Bro, terharu aku" Moses menerima dua bungkusan besar dari tangannya Maha lalu menoleh ke Melati, "Sayang, tolong bikin teh dan kopi ini ya?!"


"Aku bantu Mel" Rini ikutan bangkit dan menyusul langkahnya Melati.


"Kau enak cuma jadi mandor dan tidak membantu aku mengurusi kebun itu eh pas panen minta jatah incip-incip" sahut Maha kesal.


"Abangku emang takut sama matahari, Om. Dia takut hitam dan kalah putih dengan Melati" sahut Alfa sambil terkekeh geli.

__ADS_1


Moses mendelik ke Alfa dan langsung protes, "Siapa yang takut matahari? aku cuma pening aja kalau kena sinar matahari di atas jam sembilan pagi"


"Cih! Alasan" Maha tertawa lirih. Moses dan Alfa pun ikutan tertawa.


Begitulah kehidupan Moses, Maha, dan Alfa. Di masa pensiun mereka, mereka menepi di sejuknya hawa yang ditawarkan oleh pegunungan di sekitar sana yang cocok untuk mengembangkan kebun teh dan kopi. Alfa membuka klinik Ibu dan anak di sana dengan tidak mematok tarif karena, penduduk di sekitar perkebunan itu hanyalah petani biasa. Para penduduk sekitar membayar Alfa dengan apa yang mereka punya seperti, pisang, kelapa, sedikit beras, atau sayur mayur dan Alfa sangat berterima kasih untuk itu semua. Kesederhanaan itu justru membuat Alfa dan Moses merasa damai, tenteram, dan bahagia.


Moses yang masih memantau bisnisnya yang sudah ia hibahkan ke anak-anaknya, lebih sering menatap layar laptop dan Melati dengan dibantu oleh Rini mengajar anak-anak di sana. Anak-anak yang putus sekolah diberi oleh Melati buku, dan pendidikan sesuai dengan umur mereka. Melati dengan dibantu oleh Rini juga membuat perpustakaan di villa mereka dan membolehkan anak-anak atau penduduk sekitar untuk membaca buku di perpustakaan tersebut secara gratis.


Penduduk sekitar villa miliknya Moses Elruno dan di sekitar perkebunan teh dan kopi milik ya Maha begitu menyayangi Maha dan keluarga Elruno karena, kebaikan hati mereka.


...Promo novel baru...


Novel kisah kasih cucunya Moses Elruno dengan putranya Ivan Goh sudah tayang di novel yang berjudul The Thing About Violet.


Judul Mada Cinta tidak lolos review karena, ada novel lain dengan judul yang sama jadi saya ganti judulnya menjadi The Thing About Violet.


Covernya pun saya ganti. Inilah penampakan dari novel terbaru saya. Monggo mampir dan semoga suka🙏 Terima kasih readers, GBU all😘

__ADS_1



__ADS_2