My Cute Nanny

My Cute Nanny
Game yang seru!


__ADS_3

Moses dan Melati tengah asyik bermain permainan tebak kata di dalam privet jet-nya Moses Elruno.


Moses terus saja mengerucutkan bibirnya karena selalu kalah di dalam permainan tersebut.


"Rumi, kamu curang ya?" Moses terus cemberut.


"Hahahahaha, mana ada curang" ucap melati sembari menaburkan kembali bedak sesuka hati dia, di wajah tampan suaminya. "Yaaah! kok udah habis bedaknya" Melati menatap bedaknya kemudian beralih menatap wajahnya Moses yang mirip dengan Vampire di film Mandarin, membuat Melati tertawa terbahak bahak tiada henti, apalagi ketika dia melihat bibir suaminya yang terus mengerucut karena, sedari awal permainan sampai selesai, Moses selalu kalah dan kena hukuman ditaburi bedak wajahnya.


Walaupun kesal karena, kalah dan wajahnya penuh bedak, Moses pun akhirnya tersenyum melihat wajah cantiknya Melati. Melati memang selalu tampak seribu kali lebih cantik saat tertawa lepas.


Kemudian Moses Elruno berucap "Oke! sekarang giliran aku yang pilih permainannya, yeeeesss!" kata Moses sembari bertepuk tangan sekali saking semangatnya.


"Oke siapa takut!" ucap Melati di sela sela sisa tawa riangnya.


"Kita akan bermain angka" Moses paham betul, kalau Melati tidak begitu pintar soal angka.


"Yaaahhh, kok angka sih?!" Melati mulai protes.


"Kamu tadi bilang permainannya terserah yang ngajak kan? aku sudah nurut ikut permainan tebak kata sampai selesai, sekarang giliranku, aku berhak memilih permainannya, kan?" ucap Moses sambil melempar senyum penuh arti ke istri imutnya.


"Oke! aku setuju! tapi apa hukumannya bagi yang kalah? bedaknya udah habis nih" ucap Melati sembari memperlihatkan tempat bedak yang telah kosong.


"Yang menang boleh mencium bibir yang kalah" Moses mulai meringis dan menaikkan kedua alisnya.


"Mana ada hukuman seenak itu?" kata Melati dengan polosnya.


"Emang enak ya kalau aku cium? kalau gitu nggak usah main game! kita ciuman aja langsung, yuk!" Moses mulai menarik tengkuknya Melati.


Melati memundurkan kepalanya lalu berucap "Ooohhh no no no! nggak semudah itu babang tampan!"


Moses langsung tergelak geli mendengar Melati memanggilnya babang tampan.


"Terus?" ucap Moses sambil menaikkan alis sebelah kirinya dan terkekeh geli.


"Kalau kita ciuman, nggak jadi main game dong! kita main game dulu!" ucap Melati penuh semangat.


Oke!" Moses kembali tergelak geli.


"Tapi diubah dulu hukumannya!" pinta Melati.


"Aku ubah dengan syarat kalau kamu bilang deal, berarti deal nggak boleh diubah lagi" kata Moses.


"Setuju!" Melati berucap sembari menaikkan kepalan tinjunya ke udara.


Moses tersenyum lebar dan berucap dengan sangat cepat "aku ubah hukumannya, yang kalah mencium bibir yang menang"


"Deal!' ucap Melati dengan cepat saking semangatnya, tanpa menyimak dengan benar ucapan Moses secara lengkap. Dia hanya menangkap kata aku ubah hukumannya dan dia langsung bilang deal.


Moses langsung menggemakan tawanya penuh kemenangan.


"Eits, sebentar sayang, bukankan itu tadi cuma dibalik aja ya kata katanya? coba ulangi lagi!"


"Nggak mau!" ucap Moses sembari mencebikkan bibirnya ke Melati.


"Yaaahh, sama aja dong! hukumannya tetaplah cium di bibir"


Moses kembali tertawa terpingkal pingkal dan berucap "udah deal, yuk mulai main!'


"Nasib nasib kalau bertarung mulut dengan seorang pebisnis handal kayak kamu, sayang. Aku malah kejebak sendiri, huuffttt sabar, Mel, sabar!' Melati berucap sembari mengusap usap dadanya.


Moses kembali tertawa terbahak bahak sambil memulai permainannya.


Selama permainan berlangsung, Moses mengendalikan permainan tersebut dengan sangat baik. Jika dia ingin dicium oleh Melati maka dia bikin Melati kalah di dalam permainan tersebut, tetapi itu hanya terjadi sekali saja karena, Moses lebih senang jika dia yang menang dan dia dapat mencium bibir istrinya itu sepuasnya dan sesuka hatinya.

__ADS_1


Bakal lama banget nih permainannya kalau suamiku ini terus menciumku seperti ini. Batin Melati.


Moses melepaskan ciumannya dan bertanya sambil terkekeh geli "apa? kenapa muka kamu seperti itu? kurang lama ya ciumannya?"


Melati merona malu dan langsung memukul bahunya Moses. Moses kembali tergelak geli.


Selama permainan berlangsung, Melati terus saja cemberut dan menghela napas panjang berulangkali. Sedangkan Moses terus menggemakan tawanya dengan rasa yang sangat senang dan puas.


Permainan akhirnya selesai dan Moses langsung memeluk Melati dengan sangat erat "tidurlah!"


Melati mendongakkan wajahnya ke Moses dan mengerutkan dahinya.


Moses menundukkan wajah tampannya untuk menatap wajah cantik istrinya lalu bertanya "kenapa menatapku seperti itu?"


"Emm, tumben tangan kamu anteng, nggak usil kayak biasanya, berkelana ke mana mana?"


Moses mengecup bibirnya Melati lalu membenamkan kembali wajahnya Melati ke dada bidangnya dan berkata lirih penuh arti "aku akan menghemat tenagaku untuk lembur malam ini"


Melati berucap di atas dada bidang suaminya "lembur ngerjain apa?"


"Ada deh! kamu juga akan tahu nantinya" Moses terkekeh geli, "sudah tidurlah! kamu capek kan, kalah terus hahahaha" Moses mengelus elus punggungnya Melati.


Melati langsung mencubit pinggangnya Moses dan Moses pun mengaduh lalu mempererat pelukannya sembari menggemakan tawanya.


Tanpa sepengetahuannya Melati, Moses menyuruh Ray sekeluarga untuk menginap di rumahnya Alfa karena, Moses ingin menghabiskan malam panjang dengan istrinya.


Ray menuruti perintah tuan besarnya sembari menggeleng nggelengkan kepalanya.


Dasar tuan, kalau berkaitan dengan Melati, selalu saja lebay!" Batin Ray.


Moses pun ikutan tertidur dengan sangat pulasnya sembari memeluk istri tercintanya dengan muka yang masih cemong kena bedak.


Raja keluar dari kamar tersebut sedangkan cewek yang mengejar Raja, masih di dalam kamar dan memakai kembali sepatunya, rompinya, lalu mengancingkan lagi kancing blusnya yang sudah terbuka sembari mengumpat kesal.


Brruuukkkk


Raja menubruk dua orang cowok temannya Bagas yang langsung memegangi Raja. Raja mencoba meronta dan melawan tetapi dia tidak berdaya.


Saat kedua cowok itu hendak membawa masuk Raja ke dalam kamar, Chery muncul dan langsung berteriak "lepaskan kak Raja!"


Raja merasa sangat pusing dan semakin kegerahan. Dia belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Raja menoleh ke Chery dan dengan kesadaran juga tenaga yang masih tersisa, Raja berucap "Chery, pergilah! ini berbaha........" Raja terengah engah dan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.


Chery berlari dan berdiri menghadap ke kedua cowok yang masih memegang tubuhnya Raja. Raja sudah terkulai tidak berdaya tetapi masih tersadar dan terus terengah engah.


"Lepaskan kak Raja!" Chery mulai menggertakkan giginya.


Vallery keluar dari dalam kamar, sudah memakai kembali sepatunya, bajunya pun sudah nampak rapi, lalu menatap Chery "siapa kamu?"


"Siapa kamu?" Chery balik bertanya.


"Aku istrinya" jawab Vallery sekenanya.


Raja mencoba dengan sekuat tenaga mendongakkan wajahnya dan berkata "Jangan bohong!" lalu terkulai kembali.


Shit! kenapa kepalaku pusing sekali dan aku menjadi selemah ini. Tuhan tolong, lindungilah Chery. Doa Raja di dalam hatinya


Chery menyeringai dan mulai melakukan serangan ke kedua cowok yang memegangi Raja. Kedua cowok itu melepaskan Raja dan melangkah mundur menghindari serangannya Chery. Raja terhempas di atas lantai lalu cowok tampan itu mencoba untuk berdiri dan berhasil untuk kemudian bersandar ke tembok.


Chery memegangi Raja dan bertanya "kakak kenapa?"


"Entahlah! kakak pusing sekali nih! dan gerah banget!" ucap Raja.

__ADS_1


Vallery kemudian melancarkan tendangan ke Chery dan dengan sigap Chery berhasil menghindarinya, Vallery kemudian berucap dengan santainya "lawan aku dulu!"


Chery membalas menendang Vallery tepat di perutnya Vallery dan Vallery langsung jatuh tersungkur di atas lantai.


Shit! ternyata dia jago bela diri. Batin Vallery kesal.


Vallery langsung bangkit dan menyingkir dari tempat itu sambil terus memegangi perutnya dan mengumpat kesal. Karyawan hotel yang tadi mengajak Chery untuk naik ke lantai enam tersebut pun akhirnya pergi meninggalkan Chery sembari mengirim sebuah pesan text ke Bagas.


Kedua teman cowoknya Bagas pun tak berkutik melawan keganasannya Chery. Mereka pun langsung berlari terbirit birit dan melapor ke Bagas via pesan text.


Bagas membaca pesan text yang masuk ke dalam ponselnya secara bertubi tubi itu dan langsung memukul meja di depannya dengan sangat keras sembari mengumpat kesal.


Bagas sendiri pun tidak menyangka kalau cewek feminin, lemah lembut, dan anggun seperti Chery ternyata jago bela diri.


Aku ternyata tidak mengenali kamu dengan benar Chery. Aku nggak nyangka kamu jago bela diri, shit! Batin Bagas.


Chery kemudian memapah Raja "kakak bisa jalan?"


Mereka telah berada di dalam lift. Raja langsung mencium bibirnya Chery dengan liar, lama, menggigit, menghisap, melibatkan lidah, dan terasa panas, Chery sampai kelimpungan dibuatnya. Kemudian Raja, berusaha dengan sekuat tenaga untuk menarik bibirnya dari bibirnya Chery, dan berucap lirih "bisa, kakak bisa jalan kok" Raja masih terus terengah engah.


Chery menatap Raja dan berucap "kenapa kakak tiba tiba mencium Chery? dan ciuman kakak beda dengan ciuman kakak yang sebelumnya?"


"Entahlah, kakak nggak bisa mengendalikan keinginan kakak untuk mencium kamu, maaf! aaahhh, kenapa gerah banget ya? dekat menempel sama kamu kayak gini, justru bikin kakak tambah gerah, dan kakak menginginkanmu Chery. Lepaskan kakak!" Raja menarik diri dari rangkulannya Chery dan bersandar di dalam lift itu. Masih terengah engah dan dengan sekuat tenaga, Raja menahan gairah untuk kembali mencium Chery. Raja pun ingin memiliki Chery seutuhnya, saat itu juga.


"Kakak yakin nggak apa apa?' tanya Chery.


"Iya, kakak lebih nyaman begini. Jangan dekat dekat kakak dulu, Chery! kakak membahayakan untuk kamu saat ini, ada sesuatu di dalam dirinya kakak, yang akan membahayakan kamu" ucap Raja dengan suara yang melemah, keringat masih mengucur dengan sangat deras dan terus terengah engah.


Chery tolong pencet lantai teratas hotel ini, sepertinya om Rio dan om Grey masih ada di kantor.


Chery menuruti apa kata Raja. Mereka pun menuju ke ruang kerjanya Greyson Adi Wijaya Simpsons.


Chery hendak memapah Raja tetapi Raja menolaknya, Raja berusaha berjalan sendiri walaupun terseok Seok sembari terus menyangga wajah tampannya. Mereka akhirnya berhasil masuk ke dalam ruang kerjanya Greyson.


Rio langsung memapah Raja dan membantu Raja untuk merebahkan diri di atas sofa.


"Ada apa ini? kenapa Raja?" tanya Grey.


Chery menceritakan semuanya lalu menelepon dokter pribadi keluarganya untuk ke hotel The Rain dan langsung menuju ke ruang kerjanya pak Greyson.


Greyson langsung memerintah manajernya untuk mengecek kamar 610 untuk mengetahui cairan apa yang mengenai badannya Raja, dan memeriksa semua rekaman CCTV.


"Apa yang kau rasakan?" tanya Rio.


Raja menekuk jari telunjuknya ke Rio, Rio pun mendekat dan Raja berbisik "aku berfantasi liar om, ingin menciumi Chery dan menyatu dengan Chery saat ini juga, shit! rasanya sangat panas nih dan pusing banget, sepertinya hanya Chery obatnya, om" Raja mendesah dan masih terus terengah engah dan mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.


"Wow!" Rio langsung ternganga.


"Ada apa?" tanya Grey sambil mendekati Rio.


Rio berbisik ke Grey dan Grey pun berucap "wow!"


"Ada apa om?" tanya Chery.


"Aaaah, nggak apa apa, heeeee, Raja cuma butuh diguyur air dingin" Rio berkata ke Chery sembari memapah Raja menuju ke kamar mandi.


"Guyur kepala kamu dengan shower! baju ganti ada di lemari itu" kata Rio kemudian melangkah keluar dari dalam kamar mandi.


"Kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Grey.


"Ada reuni SMA angkatannya kak Raja, om. Di lantai bawah" ucap Chery.


"Hmm, begitu ya? sepertinya itu bukan hanya reuni dan aku akan segera mengetahui, siapa yang berani menjebak Raja" ucap Grey geram.

__ADS_1


__ADS_2